NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:62.1k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Novel ini misi dari editor, jika ada kesamaan dengan author lain, berarti kita sedang sama-sama mengerjakan tugas misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Aditya merasa sudah menyerah mencari pekerjaan di kota ini. Hanya ada satu jalan yang belum dia coba.

Bu Ratih langsung menoleh, kaget. Lalu, bertanya, “Kamu mau pergi ke mana?”

“Ke ibukota,” jawab Aditya dengan suara lebih tegas. “Aku akan cari kerja di sana.”

Bu Ratih terdiam beberapa detik, mencoba memahami keputusan putranya itu.

“Terus Ibu di sini sama siapa? Kamu tahu sendiri kalau Ibu tidak betah tinggal lama di kampung orang,” ucap Bu Ratih pelan, ada kekhawatiran yang jelas terdengar.

“Ibu bisa tinggal di sini, nanti aku akan kirim uang kalau sudah dapat kerja,” jawab Aditya tanpa ragu.

Sebenarnya Bu Ratih kurang setuju. Namun, mereka butuh uang untuk menunjang kehidupan.

“Ibu hanya bisa mendoakan kamu. Semoga di sana mendapatkan pekerjaan yang bagus dan gajinya besar,” kata Bu Ratih dengan lirih.

“Makasih, ya, Bu. Doakan aku setiap hari agar selalu diberikan kemudahan,” balas Aditya memeluk Bu Ratih. Ibu dan anak itu pun berpelukan dengan menahan rasa sedih.

Aditya masuk ke kamar, membuka lemari yang isinya sudah tidak banyak. Tangannya meraih sebuah amplop yang terselip di antara pakaian lama. Saat membukanya, gerakannya sempat terhenti.

Uang maskawin yang dulu ia berikan dengan rasa bangga ketika menikah. Dan yang kemudian dikembalikan lagi oleh Kemuning saat mereka bercerai.

Genggaman tangan Aditya mengencang. Ingatan itu muncul begitu jelas di kepalanya. Kemuning berdiri di depannya dengan wajah tenang. Tidak ada tangisan dan tidak ada amarah, ketika wanita itu menyerahkan amplopnya kembali, seolah sedang mengembalikan sesuatu yang bukan lagi miliknya.

Aditya menarik napas dalam, lalu menutup amplop itu kembali. Ia memasukkannya ke dalam tas kecil yang akan ia bawa.

Saat kembali ke ruang tengah, Bu Ratih masih berdiri di tempatnya, menatapnya dengan wajah penuh tanya.

“Aku pergi dulu, Bu. Aku akan mulai lagi dari awal,” kata Aditya sambil mengangkat tasnya sedikit.

Bu Ratih masih terlihat ragu. “Kamu akan pergi sekarang, Dit? Kenapa tidak besok saja?” tanyanya.

Aditya mengangguk pelan. “Aku harus segera berangkat, Bu. Sesuatu yang baik itu jangan ditunda-tunda.”

Pria itu sempat terdiam sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih keras, seolah ingin menguatkan dirinya sendiri. “Aku akan buktikan pada semua orang, kalau aku bisa sukses lagi, tanpa Kemuning.”

Kalimat itu terdengar tegas, tetapi ada bagian kecil dalam diri Aditya yang terasa goyah. Sesuatu yang ia tekan dalam-dalam agar tidak muncul.

Bu Ratih mendekat, memegang lengannya dengan pelan. “Hati-hatilah di jalan, ya, Dit,” ucapnya lirih.

Aditya tidak menjawab, tetapi mengangguk. Lalu, dia menarik lengannya perlahan, lalu melangkah keluar rumah. Pria itu tidak menoleh ke belakang. Dia terus berjalan tanpa ragu, meninggalkan semua yang tersisa dari hidupnya yang dulu. Tas kecil di tangannya terasa ringan, tetapi beban di dalam dirinya jauh lebih berat.

Di dalam kepala Aditya hanya ada satu tujuan, dia harus membuktikan bahwa dirinya bisa bangkit, berdiri dengan kakinya sendiri.

Aditya berdiri di pinggir perempatan pasar dengan tas kecil yang menggantung di bahunya. Tangannya sesekali meremas tali tas itu tanpa sadar, sementara matanya mengawasi jalan, menunggu bus yang tak kunjung datang.

Di sekelilingnya, suara pedagang saling bersahutan, pembeli menawar dengan nada tinggi, dan kendaraan lalu-lalang tanpa henti. Namun, perhatian Aditya perlahan teralihkan saat pandangannya jatuh pada satu sosok yang tidak asing, Kemuning.

Wanita itu berdiri di dekat lapak pedagang kaki lima, berbincang santai dengan beberapa orang. Ia terlihat akrab dengan mereka, sesekali tersenyum, bahkan tertawa kecil saat salah satu pedagang mengatakan sesuatu. Gerak tubuhnya ringan, tidak canggung, seolah tempat itu sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

Aditya menyipitkan mata. Tatapannya menelusuri sosok Kemuning dari ujung kepala sampai kaki. Penampilan wanita itu sederhana, tetapi rapi. Tidak berlebihan, tidak mencolok, namun justru terlihat pas. Wajah cantiknya tampak lebih segar, lebih ceria dari yang terakhir kali ia lihat.

Perasaan tidak nyaman muncul di dada Aditya. “Pasti dia lagi cari perhatian dari para lelaki,” gumamnya pelan, bibirnya menipis. “Makanya sekarang tampil beda.”

Tatapan Aditya semakin tajam, seolah mencari-cari kekurangan yang dulu begitu mudah ia temukan.

“Dulu waktu jadi istriku, biasa saja. Bahkan cenderung enggak menarik,” lanjut Aditya dalam hati, nada kesalnya semakin terasa. “Sekarang malah kelihatan bersinar.”

Aditya mengalihkan pandangan sejenak, tetapi tidak lama kemudian matanya kembali lagi ke arah yang sama. Ada sesuatu yang membuatnya sulit benar-benar berpaling.

Ingatan lama Aditya muncul tanpa diminta. Dulu, justru dia yang terus mengejar Kemuning. Tidak mudah mendapatkan hati wanita itu. Kemuning bukan tipe yang langsung luluh. Ia sering menjaga jarak, menolak dengan halus, dan membuat Aditya harus berusaha lebih keras.

Aditya masih ingat bagaimana ia terus datang, terus mencoba, terus membuktikan bahwa perasaannya bukan main-main.

“Kenapa sih kamu enggak nyerah? Aku baru masuk kuliah dan aku bukan tipe orang yang suka pacaran karena iseng,” kata Kemuning dulu, nada suaranya lelah tapi tidak benar-benar marah.

Aditya hanya tersenyum waktu itu. “Karena aku serius dengan perasaan ku ini sama kamu. Aku pun berniat menjadikan kamu, istriku.”

Butuh waktu lama sampai akhirnya Kemuning menerima. Lima tahun mereka menjalani hubungan. Banyak tawa, banyak cerita, dan banyak rencana yang dulu terasa begitu nyata.

Namun, semuanya berubah setelah menikah. Baru satu tahun Aditya mulai merasa berbeda. Pikirannya beralih pada sosok Lavanya. Wanita yang jauh berbeda dari Kemuning.

Penampilan Lavanya selalu menarik, mengikuti tren zaman, penuh percaya diri. Cara bicaranya manja juga menggoda, cara berpakaian selalu rapi dan modis, bahkan saat berada di rumah pun tak pernah memakai daster.

Berbeda dengan Kemuning. Sejak menikah, wanita itu lebih sering terlihat sederhana. Rambutnya diikat seadanya, wajahnya tanpa riasan. Di rumah, ia lebih sering memakai daster, berpindah dari dapur ke ruang tamu, dari mencuci ke merapikan rumah tanpa henti. Bukan berarti ia buruk. Hanya saja tidak lagi menarik di mata Aditya saat itu.

“Jauh banget bedanya, dulu dan sekarang,” gumam Aditya pelan.

Aditya kembali menatap Kemuning yang sedang berbicara dengan para pedagang. Wanita itu tampak santai, tidak terlihat terbebani. Bahkan senyumnya terlihat lebih lepas dibanding dulu.

Hal itu justru membuat dada Aditya terasa sesak.

Ada rasa tidak suka yang sulit ia jelaskan. Seharusnya Kemuning tidak terlihat seperti itu. Seharusnya wanita itu lebih hancur.

Pemikiran itu muncul begitu saja, membuat rahang Aditya mengeras. Ia masih menatap, terlalu lama, terlalu fokus.

Dan di saat itulah Kemuning tiba-tiba berhenti berbicara. Seolah merasakan sesuatu, ia menoleh pelan. Tatapannya langsung mengarah ke satu titik. Ke arah Aditya yang berdiri tak jauh darinya, membawa tas, dengan wajah yang tidak sempat ia sembunyikan.

1
Aditya hp/ bunda Lia
Kemuning .. 👍👍👍
Aditya hp/ bunda Lia
LV pasti si Lavanya
Ita rahmawati
tuh Adit wanita yg kmu cintai sampe kamu rela mengkhianati kemuning wanita yg sudah memberikan segalanya utkmu ternyata aslinya tuh udh terbukti dn kmu liat sendirikan kamu ditinggalin saat GK punya apa2 dan dia malah milih jd LC kyk gtu 😏😏
rasain kmu Aditya 🤣
mimief
WKWKWK..lu ninggalin istri Soleha lu buat pel4cvr kaya dia🤣🤣
Ita rahmawati
apa aja gpp fit asal halal dn kmu berubah
Aidil Kenzie Zie
dari jalang berkedok pelakor akhirnya kembali ke jalang 🤣🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lah si lavanya
Nanik Arifin
tuh kan akhirnya jd rendah pekerjaan & hidupnya, dlu suka ngeremehin & menganggap rendah orang sih... makanya hormati orang lain, biar pekerjaan & hidup kita berharga bagi orang lain
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ummee
benar dugaan ku, memang lavanya...
hhmmm lavanya, skrg kamu makin terjerumus
Yuningsih Nining
sukuri penting halal jg paling nggak masih bs nghidupi km sendiri, mngkn masih bnyk orang² keliling nyari kerjaan
Lianty Itha Olivia
akhirnya hidupnya LV malah dijlnan kotor yg penuh dg abu2
ken darsihk
Woouuw pasti Aditya terkejut sangat terkejut , tak di sangka mereka bertemu lagi
ken darsihk
Aq kira Kemuning berhijab
ken darsihk
Hukum tabur tuai ada nyata nya Aditya , dan saat ini lo sedang mengalami
Sugiharti Rusli
entah apa yang akan terjadi saat si Lavanya bertemu kembali sama si Aditya, mantan bos nya yang dia porotin saat kaya dan ditinggal saat jatuh miskin,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya si Aditya memang akan bertemu si Lavanya yah, soalnya profesi apa lagi yang harus dilakukan selain modal tubuhnya buat bekerja di kota,,,
Sugiharti Rusli
memang dasar kamunya saja yang lupa diri saat itu terhadap Kemuning, sekarang pekerjaan yang tidak pernah kamu bayang kan harus kamu lakukan demi bertahan hidup,,,
Sugiharti Rusli
yah seperti itu yang namanya roda berputar Dit bagi kamu yang dulu berfoya-foya di atas penderitaan seorang istri yang setia dan bahkan memberikan modal usaha kamu,,,
Sugiharti Rusli
bukannya kalo di ibukota sekarang tranportasi umum seperti bus sudah mulai tertata yah, meski penuh tapi sekarang bagus lha pegangannya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!