Yang dikejar tak akan pernah lari. Walaupun tidak di cari namun ia akan hadir sendiri. itulah Jodoh!!
Siapakah yang akan menjadi jodoh Mila?
Dengan siapakah dia berdiri di pelaminan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKU DAN KAMU
Hans dan Joko sudah pulang, meninggalkan Mila dan Gilang yang akan di sidang
Bu Riris tak menyangka bahwa anak dan mantunya itu masih memanggil dengan sebutan 'Lu gue'. Padahal mereka udah menjadi suami istri walau belum sah secara hukum.
"Kalian ini, masa gak bisa bedain panggilan saat berteman dan saat sudah nikah begini?" kata Bu Riris yang sedang duduk samping ranjang dengan melipat kedua tangannya depan dada sambil menatap dengan tatapan tidak suka melirik kepada Mila dan Gilang bergantian.
"Iya anak SD aja pacaran udah manggil ayah bunda, masa kalah start ama anak SD" Pak Harja ikut menambahkan yang saat ini sedang berdiri disamping istrinya.
"Itu mah anak alay paah" jawab Gilang sedangkan Mila hanya diam saja tak tahu mesti jawab apa karna sebenarnya mereka memang salah hanya saja panggilan itu sudah jadi kebiasaan.
"Seenggaknya mereka tau panggilan untuk seseorang yang special bagi mereka, naaah kalian....??" ledek Pak Harja.
"Pokoknya mamah gak mau dengar lagi kalian memanggil dengan sebutan lu gue titik" tegas Bu Riris.
"Pelan-pelan mah, kita dah kenal 20 tahunan lebih dan itu udah jadi kebiasaan" kata Gilang mencoba menjelaskan.
"Kalo enggak dicoba ya gak akan biasa" kata Bu Riris. "Mamah gak mau tau mulai dari sekarang, panggilannya gak pake lu gua tapi pake aku kamu" tegas Bu Riris lagi.
"Lebih bagus lagi kalo pake sayang kali mah" usul Pak Harja pada istrinya.
'Aku kamu aja pasti canggung, gimana sayang coba' kata Mila dalam hatinya.
"Mila?" Bu Riris menatap Mila memastikan bahwa ia sedang didengarkan.
Mila yang semula hanya menunduk, menengadahkan kepalanya kemudian menatap ibu mertuanya itu. "Iya mah aku coba" ujarnya kemudian.
"Bagus" kata sang Mamah namun kemudian dia berkata lagi dengan nada sedikit mengancam "Tapi mamah gak mau yaaa kalo cuman di depan mamah aja, awas yaaa mama akan perhatiin kalian"
"Gimana bakal tau kalo lagi mamah enggak ada" gumam Gilang pelan namun masih tertangkap oleh telinga sang mamah.
"Eits jangan dipikir mamah gak bakal tau yaaa, kalo kalian udah biasa, pasti pengucapannya beda, lagian bohong ama orang tua dosa loh" ucap sang Mamah.
"Masya Allah, jangan bawa-bawa dosa napa sih mah" pinta Gilang.
"Biarin, mamah tegasin se....." belum juga selesai Bu Riris berkata tapi udah di potong sama Gilang.
"Iya iya mamah, kita akan lakuin apa kata mamah OK!!" ucap Gilang.
"Nahhh gitu dong"
Mereka lama berbincang-bincang di dalam kamar Mila diiringi dengan candaan dari Pak Harja yang membuat mereka tertawa, sehingga Mila sendiri melupakan sejenak peristiwa semalam yang hampir merenggut kesuciannya.
"Kalo gitu mamah dan papah pulang dulu ya Mila, kamu juga belum istirahat" ucap Bu Riris yang menyadari bahwa ia sudah lama disana hingga lupa bahwa Mila masih belum pulih.
"Iya mah" jawab Mila.
"Lu gak pulang juga?" tanya Mila pada Gilang yang malah membuat Bu Riris, Pak Harja dan Gilang menatap tajam ke arahnya membuat Mila kebingungan dan bertanya dalam sorot matanya. "aaaaaah kamu maksudnya.." kata Mila ketika dia baru menyadari letak kesalahannya.
Bu Riris tersenyum melihat kecanggungan sikap Mila, memaklumi bahwasanya mereka memang belum terbiasa. "Naaaah kan enak didengar kalo gitu"
"Gilang enggak pulang, mamah udah bawain baju ganti kok, nanti bersih-bersihnya disini aja" ucap Bu Riris. " Kalo gitu kita pulang kasian Gladys nanti nyariin lagi" ucap Bu Riris lagi.
"Iya mah hati-hati" kata Mila sambil melambaikan tangannya.
"Gue eh aku mandi dulu ya" ucap Gilang terbata, canggung rasanya apalagi sekarang hanya ada mereka berdua.
Mila tersenyum " Gak apa-apa panggil Gue juga kalo gak biasa lagian mamah kan enggak ada" ujarnya.
"Jangan ah dosa bohongin mamah" ucap Gilang yang terkekeh, geli sendiri dengan ucapannya.
"Laaah takut dosa juga pak?" ledek Mila yang membuat Gilang tersenyum kemudian melangkah menuju kamar mandi. Mila memang menempati ruang rawat inap kelas VIP mengingat kondisi Mila yang sempat merasa ketakutam berhadapan dengan orang asing. Jadi Gilang sengaja memilih kamar VIP untuk membuat Mila nyaman.
***
Ketika Jam besuk sore tiba, Syakila dan juga suaminya datang untuk menjenguk disusul Joko dan Silvi, pacarnya. Tak lama berselang muncul juga Hans bersama Rani.
"Laaah lu kok bisa datang ama Rani" tanya Mila ketika mereka baru saja tiba.
"Ketemu di luar tadi" jawab Hans santai.
"Ya ampun ka Mila maafin aku yaaak gara-gara aku gak masuk kaka jadi .." ujar Rani yang tak bisa menyelesaikan kalimatnya sendiri dia langsung memeluk Mila.
"Bukan salah kamu kok" Mila mencoba menenangkan gadis itu yang mulai menangis. "kamu enggak apa-apa kan"
"Dua manusia ini peluk-pelukan mulu, gantian napa ama gue gitu" celetuk Joko.
"Diiiih, ama pacar lu laaah sono" jawab Mila.
"Eith gak usah disuruh itu mah, ya kan neng" ucap Joko yang mendapat pukulan manja dari pacarnya itu.
"Husss, belum mukhrim" Kila mengingatkan.
"Eh bu Ustadzah, becanda doang bu" kata Joko yang membuat mereka tertawa.
"Eh iya aku punya kabar gembira ni" ucap Kila yang membuat semua mata kini tertuju padanya, dia mengelus perutnya kemudian berkata "Kalian bakal punya ponakan".
"Wah beneran?" tanya Mila, dan Kila menggangguk mengiyakan.
"Lu hamil ?" tanya Hans yang ikut antusias, lagi-lagi kila menggangguk sambil tersenyum senang melihat para sahabatnya yang ikut merasa gembira.
"Selamat yaaa, waaah gercep amat bang" ucap Joko kepada Zikri suami Kila.
"Eh iya" kata Zikri yang merasa malu.
Setelah cukup lama mereka mengobrol hingga tidak terasa hari sudah malam, waktu jam besuk pun sudah habis mereka memutuskan untuk pulang membiarkan Mila istirahat.
"Eh foto dulu yuk" ucap Silvi, pacar Joko ini memang senang mengabadikan moment.
"Boleh-boleh" kata Rani mengiyakan, untuk anak-anak muda memang paling senang foto-foto.
"Yaaah gue berantakan gini" kata Mila sambil merapikan rambutnya menggunakan tangan. "Gilang ambilin lipstik aku deh di tas itu" kata Mila pada Gilang menunjuk tas yang ada didekatnya.
"Eh tar dulu" Joko mengangkat satu tangannya mengintruksi yang lainnya untuk diam membuat yang lainnya menoleh dengan tatapan bertanya-tanya. "Tadi lu ngomong apa Mil? aku?" lanjutnya.
'Yaaaaah dikecengin dah gue' gumam Mila dalam hatinya, mengerti maksud dari Joko.
"Apa sih lu?" tanya Hans.
"Ono si Mila ama Gilang bahasanya udah aku kamu cieeeee" kata Joko yang membuat riuh seisi ruangan. Merah seketika muka Gilang dan Mila karena malu di ejek teman-temannya.
"Bubar dah bubar"
***
Kini setelah semua pembesuk pulang suasana di ruang rawat inap ini kembali sepi, Mila sudah bersiap-siap untuk tidur. Dan Gilang sedang sibuk dengan laptop entah apa yang dikerjakan laki-laki itu yang nampak sibuk.
Baru beberapa menit Mila tidur, dia tiba-tiba terbangun dengan memanggil nama Gilang yang membuat si empunya nama terkejut kemudian menghampiri Mila.
"Mila, kamu mimpi ?" tanya Gilang yang langsung mengelap keringat yang membanjiri kening Mila dengan tisu.
Mila diam beberapa detik kemudian mendongak melihat wajah Gilang dan langsung memeluknya. "Gilang gue takut" ucapnya kemudian.
"Tenang Mila, gue disini gak usak takut" kata Gilang berusaha membuat Mila tenang. Sepertinya Mila masih trauma dengan kejadian yang menimpanya kemarin malam. Dia takut untuk memejamkan matanya karna bayangan kejadian mengerikan itu datang lagi ketika dia memejamkan mata.
Gilang akhirnya memutuskan ikut naik ke atas tempat tidur Mila, "Udah lu tidur aku temenin" Gilang yang masih kaku dengan panggilan aku kamu, menarik Mila kedalam pelukannya tanpa ada perlawanan. Sepertinya Mila merasakan kenyamanan dalam pelukan Gilang membuatnya tanpa ragu memejamkan mata.
"Maaf yaaa Mila gara-gara aku kamu harus ngalamin hal semengerikan ini" ucap Gilang tulus sambil mengusap kepala gadis itu.
"Aku gagal jagain kamu, harusnya aku bisa datang lebih cepat nolong kamu" ucap Gilang lagi membuat Mila yang baru setengah tidur kembali membuka matanya.
"Aku gak nyalahin kamu Gilang" ujar Mila kemudian Gilang mengeratkan pelukannya. Mengusap rambut istrinya, menyuruhnya untuk kembali tidur.
"Mil"
"Hm?"
Hening sejenak ......
"Lu kentut yaaa" teriak Gilang tiba-tiba menjauhkan tubuhnya dari Mila.
Mila tak bisa menahan tawanya, "perut gue sakit dari tadi gak bisa kentut, akhirnya..." Mila mengusap perutnya.
"Buset makan apa sih lu"
"Dikit doang juga"
"Segini dikit gimana banyak? mabok gua"
"Ya elah maaf" Mila menjauhkan tubuhnya dari Gilang merasa tak enak juga.
Namun Gilang menariknya kembali kedalam pelukannya, "Ya udah tidur lagi sini, lain kali liat sikon napa nih" ucap Gilang sambil menepuk pantatny Mila.
"Dih apaan sih pegang-pegang"
"Biarin lah megang punya istri sendiri ini" ucap Gilang yang mendapat cubitan di pinggang.
"Iiih tangannya jangan disitu"
"Bodo"
"Gilang?"
"Hm?
"Aku pengen kentut lagi"
"WHAT???"
.
.
.
.
.
.
#TERIMA KASIH YANG UDAH MAU NGELIKE TULISAN INI.
MAAF KALO ADA BANYAK TYPO....