NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:167.6k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati Cassia Yang Berbunga-bunga

Tak lama setelah itu, Max pun pamit pulang.

Cassia menutup pintu dengan lembut setelah mengucapkan terima kasih dan selamat malam pada Max.

Lalu terdengar derap langkah kaki yang semakin menjauh di lorong apartemen. Cassia tetap berdiri di balik pintu.

‘Dia sudah pergi.’

Kemudian, Cassia tersenyum. Bukan senyum kecil biasa. Cassia tersenyum lebar, sangat lebar hingga pipinya terasa sakit karena otot-otot wajahnya tidak terbiasa dengan ekspresi itu.

Matanya berbinar. Dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan, seperti gadis cilik yang baru saja mendapat hadiah ulang tahun paling indah di dunia.

‘Tadi dia membawakanku makanan. Dia duduk di sofa bersamaku. Dia menanyakan kehidupanku lebih dalam. Dia ... dia benar-benar ada di sini. Dan memperhatikanku.’

Cassia kemudian berjalan kembali dan merebahkan tubuhnya di sofa, kedua tangannya memeluk bantal kecil di sampingnya.

Wajahnya menengadah ke langit-langit yang kini sempurna, tak ada retakan lagi. Cassia tertawa kecil mengingat momen mereka tadi meskipun mungkin itu hanyalah momen biasa saja. Tapi bagi Cassia itu sangat berarti.

Ya, Cassia tahu mungkin Max memperhatikannya karena simpati. Atau kasihan. Pasti itu. Apalagi kini Max sudah tahu bagaimana keluarga Cassia.

Cassia menggigit bibir bawahnya. Matanya terasa panas. Bukan karena sedih. Ini seperti rasa lega yang aneh. Lega karena setidaknya dia masih bisa berada di dekat Max setiap hari.

Berada di dekatnya saja sudah cukup. Cassia memejamkan matanya. Membayangkan wajah Max yang kini sudah bisa menatapnya dengan intens itu.

Cukup. Ini sudah cukup. Dan dengan perasaan bahagia, Cassia perlahan-lahan tertidur di sofa empuk, memeluk bantal yang dia bayangkan sebagai sosok tegap yang baru saja meninggalkannya.

*

*

Sementara itu, Max ternyata tidak pulang ke penthousenya. Dia melangkah ke sebuah kamar, tepat di sebelah kamar apartemen Cassia.

Max mengeluarkan kartu akses lain dari saku celananya, kartu berwarna hitam polos tanpa tulisan.

Dia menempelkannya pada pemindai di samping pintu. Lampu hijau menyala. Pintu terbuka tanpa suara.

Dia berjalan langsung ke jendela—jendela di ruang tamu yang menghadap tepat ke jendela apartemen sebelah.

Apartemen yang ditempati Max dan Cassia sama-sama berada di bagian siku gedung dan membuatnya bisa melihat ke arah apartemen masing-masing dari luar.

Gorden di apartemen Cassia tidak tertutup, tampaknya Cassia lupa menurupnya. Tapi ruangan itu gelap.

Max masih berdiri di sana, kedua tangannya di saku celana. “Apakah aku perlu membeli teropong?” gumamnya. “Tunggu! Apa-apaan aku ini!” Max menggelengkan kepalanya.

‘Dia pasti sudah tidur,’ pikirnya.

Max menghela napas. ‘Kenapa aku di sini?’

Dia bertanya pada dirinya sendiri, tapi dia tahu jawabannya.

“Cassia hanya sekretarisku, tapu aku memiliki kewajiban untuk menjaganya juga, kan?” gumamnya.

‘Ini gila.’ Max mengambil ponselnya dari saku. Jarinya bergerak cepat di layar sentuh, menghubungi seseorang yang paling percaya.

"Tim, aku butuh beberapa barang. Segera. Bawa ke apartemen lantai 22.”

"Tuan Max?" suara Timothy di seberang sana terdengar terkejut. Bukan karena perintah itu aneh, tapi karena Max hampir tidak pernah meneleponnya di tengah malam.

"Aku butuh pakaian. Banyak. Pakaian wanita. Lengkap dari dalam hingga luar. Sepatu, tas, aksesoris."

"Untuk ... siapa, Tuan?"

"Untuk Cassia."

Diam sejenak. Timothy adalah kepala keamanan pribadi Max sekaligus salah satu tangan kanannya dalam urusan-urusan privat.

Dia tahu banyak hal tentang majikannya, termasuk fakta bahwa Max belum pernah, tidak pernah meminta pakaian untuk wanita mana pun selama Tim bekerja padanya meskipun pria itu sering bergonta ganti pacar.

"Baik, Tuan. Saya akan hubungi tim penata gaya.”

"Aku mau besok pagi."

"Tu-Tuan? Besok pagi? Tuan, malam ini juga kami harus menghubungi—"

"Aku tahu. Aku punya nomor pribadi tim butik. Aku akan menghubunginya sekarang. Kau hanya perlu koordinasi dan mengirimkan semuanya ke sini sebelum jam delapan pagi."

Tim menarik napas. "Baik, Tuan. Saya akan urus."

1
Lina Cuang
lanjut kak
Rinduin
Wih max telah tersihir dengan mantra perawan polos nan naif wkwk
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
manti
aku suka karya mbak nya ceritanya bagus bagus dan terlihat nyata. dan yg membaca terasa seperti berlakon dalam novel yang ditulis. secara tidak langsung seperti pemeran utamanya
Nonie Hlm
😕😕😕😕😕blm up hiks😕😏
Bela Viona
aw.aw..aw
Bela Viona
biasa nya aku no komen untuk visual novel mana pun.
tpi untuk visual max disini bikin aku sedikit 🤏 salting 🤭
Nonie Hlm
ayooooo uuuuppppp lagi
Shee_👚
cie max takut cia di ambil cowo lain🤣🤣
Shee_👚
karena cinta itu suka bikin buta mata dan hati max, nah contohnya cia buta mata hati ya🤣🤣
Zee²
tanpa sadar km kesel iabkalo cass sama cowo lain🤭🤣🤣
Una_awa
blom apa² udah posesif 🤭
RARA
Max 🤣🤣🤣
happy oktavia
bikin Bryan muncul.. nyari2 Cass, kak othor.. biar si Max tmbah terbakar hahahhaha
Yunita Akmalia
Max, apa kamu seberani itu untuk mengakui rasa mu pada Cassia
LANY SUSANA
wuihhh max udah mulai posesif ni ke cassia🤣🤣🤣🤣
Dewi Mashita
sukaaa.....
Maya Hendra Hais
seorang bos yang mulai bersikap posesif dan tak ingin Cass dimiliki siapapun 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!