NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

🏆🥉Juara 3 YAAW 2026 Periode 1🥉🏆

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 11.

Shanaz masih berusaha menarik tangannya dari cengkeraman Kaisar, wajahnya merah karena marah dan malu. Jus yang menetes dari rambutnya membuat penampilannya berantakan.

“Lepasin tanganku!“ bentaknya pada Kaisar.

Namun Kaisar tak bergerak sedikitpun, ia malah memperkuat cengkeramannya pada Shanaz. “Coba saja kau sentuh dia, aku ingin lihat seberapa berani kau!“

Leya menatap Shanaz dari atas ke bawah, tatapannya tenang tapi penuh perhitungan. “Kau ini lucu juga ya.“

Shanaz menoleh tajam. “Apa maksudmu?!“

Leya menyilangkan tangan di depan dada, “Kau datang marah-marah padaku, padahal kau lah pelakornya! Wanita yang masuk ke dalam rumah tangga orang lain, tapi masih punya muka untuk melabrak ku!“

“Jaga mulutmu—!“

“Kau yang harus jaga mulutmu! Arkana bukan laki-laki yang ingin aku rebutkan dengan wanita sepertimu.“ Telunjuk Leya mengarah pada Arkana tanpa menoleh, “Dia itu... sampah yang sudah kubuang! Kalau kau mau memungut sampah itu, silahkan. Aku bahkan nggak tertarik sedikitpun dengannya lagi!“

Suasana seketika hening, Kaisar melepaskan cekalanan nya dari pergelangan Shanaz.

“Kau wanita murahan!“ Shanaz menggertakkan gigi.

Leya malah tersenyum menyeringai, “Murahan? Yang tidur dengan suami orang itu kamu, bukan aku!“

Beberapa orang di restoran mulai memperhatikan keributan itu, Arkana melangkah maju. “Cukup, Leya!“

Leya menoleh pelan, “Kenapa? Tersinggung?“

“Jangan terlalu jauh!“ wajah Arkana mengeras, rahangnya menegang.

“Aku hanya membalas wanita selingkuhanmu, dia yang datang padaku dan memulainya. Makanya, ajari sopan santun wanitamu itu! Jangan hanya taunya merusak pernikahan orang!“ Leya menatap Arkana tajam.

Kaisar mendekati Leya. “Ayo pergi.“

Saat itu lah pandangan Arkana mengarah ke arah Kaisar, tatapan kedua pria itu bertemu. “Jangan ikut campur! Ini urusan rumah tangga kami!“

Kaisar terkekeh pelan, “Lucu, tadi wanita itu yang mulai ribut duluan. Sekarang kau bilang ini urusan rumah tangga kalian? Lagipula, kalau kau benar suami yang baik ... wanita ini nggak akan ribut disini sebagai selingkuhanmu.“

Wajah Arkana mengeras. “Jaga bicaramu!“

“Kenapa? Kebenaran memang suka bikin orang marah, bukan?“ Kaisar mengangkat alisnya seperti menantang.

Arkana mengepalkan tangan, sementara Leya masih berdiri diantara mereka berdua. Ia menghela nafas pelan, “Capek juga meladeni drama kalian, pasangan sampah dan wanita murahan.“

Leya menatap Shanaz lagi. “Ambil laki-laki ini, aku benar-benar sudah muak dengannya.“

Lalu ia mengambil tas tangannya dari kursi, sekali lagi ia menoleh pada Arkana. “Sampah tetap sampah, walau dibungkus rapi!“

Leya berjalan melewati Arkana tanpa menoleh lagi, diikuti oleh Kaisar yang masih menatap Arkana dengan dingin. Namun langkah Leya berhenti ketika tangannya ditahan tiba-tiba oleh Arkana. Pria itu mencengkram pergelangan tangan Leya dengan kuat.

“Jangan pergi dulu, urusan kita belum selesai.“ Arkana menatap tajam.

Leya kembali menoleh. “Urusan kita sudah lama selesai. Lepas!“

Pegangan Arkana justru semakin kuat, “Kau sengaja datang kesini dengan pria lain untuk memancing reaksiku?“

“Lepaskan tangannya!“ Kaisar melangkah maju.

Suasana kembali menegang, Arkana menoleh pada Kaisar dengan sorot mata tajam. “Kau hanya pria yang dimanfaatkan Leya untuk memanas-manasiku agar aku cemburu. Jadi, diam saja!“

Kaisar menarik kerah Arkana, “Aku bilang lepas!“

Tatapan dua pria itu saling bertabrakan, Leya menghela nafasnya. Dia lalu menarik tangannya sendiri dengan kuat dari cengkeraman Arkana.

“Cukup Arka! Kau jangan terlalu percaya diri! Untuk apa aku memanas-manasimu, sementara kita akan segera bercerai. Dan kau, bukan siapa-siapa lagi bagiku dan nggak berhak menahanku.“

Ucapan itu jelas membuat Arkana semakin marah, “Kau masih istriku!“

“Secara hukum mungkin masih, tapi secara hati... sudah lama tidak lagi.“

“Mas, buat apa sih kamu masih ribut sama dia? Jelas-jelas dia sudah punya pria baru.“ Shanaz yang sejak tadi diam akhirnya ikut bicara kembali.

“Diam! Aku nggak bicara denganmu!“ bentaknya pada Shanaz.

Wanita itu langsung terdiam, wajahnya memerah karena malu.

Leya tertawa melihat itu. “Kasihan juga selingkuhanmu, dia sudah seperti ini tapi bagimu... sepertinya dia bukan siapa-siapa dan hanya jadi mainanmu saja.“

“Leya!“ bentak Arkana.

Namun Leya sudah tak ingin meladeni drama dua orang itu, ia menoleh pada Kaisar. “Ayo pergi.“

Kaisar menatap Arkana sebentar dengan pandangan penuh permusuhan, lalu berjalan mengikuti Leya.

“Leya! Ini belum selesai!“ Arkana masih bicara dari arah belakang.

Leya tak menanggapi lagi, dia terus melangkah. Kaisar membuka pintu restoran untuknya. Dari dalam, Arkana berdiri kaku melihat mereka pergi bersama. Tangannya mengepal keras di samping tubuhnya, dia akan mencari tahu siapa Kaisar Sebenarnya bagi Leya.

Esoknya...

Hanggar sudah mulai ramai, suara mesin pesawat latihan terdengar berat dan dalam. Bau bahan bakar bercampur dengan udara pagi yang masih dingin.

Leya berjalan menuju pesawat asli tanpa terburu-buru, di sampingnya Kaisar memasang helmnya. Leya naik ke sayap pesawat, lalu masuk ke kokpit depan. Dan Kaisar, masuk ke kursi belakang.

instruktur berdiri di samping pesawat sambil memberi isyarat. “Cek sistem dulu!“

“Siap!“ jawab Kaisar.

Leya sendiri mulai memeriksa panel, baterai, instrumen, dan tekanan satu persatu. Tangannya bergerak cepat, tapi tidak terburu-buru.

“Kau masih hafal semuanya?“ tanya Kaisar dari belakang.

“Seharusnya kau juga.“

“Aku hapal, tapi aku masih sering mengecek dua kali.“

Beberapa detik hening, mesin pesawat sebelah mulai menyala dan suara baling-baling memecah udara.

“Siap?“ Instruktur memberi tanda lagi.

Leya menekan tombol komunikasi, “Siap!“

Kaisar memasang sabuknya lebih erat.

“Roger.“ Leya menarik nafas pelan, mesin dinyalakan dan suara baling-baling langsung meraung. Getaran halus terasa di seluruh badan pesawat.

Kaisar menatap ke depan. “Kau sudah lama tidak menerbangkan pesawat asli, kan?“

“Yups.“

“Kau tak gugup?“

“Tidak.“

Pesawat asli itu mulai bergerak pelan menuju runway, Instruktur memberi izin lewat radio. “Runway clear, silahkan lepas landas!“

Leya mendorong throttle, mesin meraung lebih keras. Pesawat melaju cepat di runway, angin menekan badan pesawat. Beberapa detik kemudian, roda terangkat dari tanah dan pesawat naik perlahan ke udara.

Kaisar bersandar sedikit di kursinya, “Apa masih terasa sama rasanya?“

“Lebih ringan.“

“Serius?“

“Iya.“

Di bawah mereka, bangunan akademi terlihat semakin kecil. Langit pagi bersih, awan tipis tersebar. Kaisar memerhatikan gerakan pesawat, begitu halus dan tak ada gerakan yang terlalu keras.

“Kau benar-benar pernah menjadi pilot komersial?“ tanya Kaisar.

“Pernah.“

“Kenapa tiba-tiba berhenti?“

Leya tersenyum tipis. “Aku cuma mencoba jadi istri yang baik, tapi ternyata aku bodoh. Wanita yang sudah menikah, tak seharusnya berhenti berkarir. Seharusnya wanita juga bisa mandiri secara finansial.“

Kaisar tak bertanya lagi, pesawat naik ke ketinggian latihan.

“Latihan pertama, manuver belok standar.“ Suara Instruktur terdengar lewat radio.

“Roger.“ Leya menarik sedikit kontrol, pesawat miring ke kiri. Gerakannya stabil, Kaisar memerhatikan panel.

“Kau sangat teliti,“ gumam Kaisar.

“Aku dengar.“

“Apa aku tak boleh memujimu?“ Kaisar terdengar mengeluh.

Bibir Leya terangkat, dia lalu terkekeh pelan. “Asal jangan memujiku berlebihan, aku takut jadi orang sombong.“

Kaisar tertawa.

“Sekarang simulasi turbulensi.“ Instruktur bicara lagi.

Pesawat mulai bergoyang ringan, lalu berguncang lebih keras. Namun tangan Leya tetap stabil di kontrol.

“Kau cocok kembali kesini,“ Kaisar kembali memuji.

“Kali ini, aku menerima pujianmu. Aku memang milik langit.“ Leya tersenyum.

“Bagus! Tetap stabilkan.“ Instruktur kembali bicara.

Pesawat kembali tenang, latihan berlangsung hampir tiga puluh menit. Manuver demi manuver dilakukan, semuanya dengan ritme yang rapi.

“Kembali ke runway,“ akhirnya suara Instruktur terdengar lagi.

“Roger.“ Jawab Leya.

Pesawat turun perlahan, roda menyentuh tanah. Ada sedikit getaran, lalu melaju stabil di runway. Pesawat berhenti di hanggar, kemudian mesin dimatikan.

Suasana kembali sunyi, Kaisar melepas helmnya. “Kau hebat, Leya.“

Leya turun dari pesawat, instruktur mendekat dan menatapnya. “Kau masih bagus, pertahankan.“

“Terima kasih, Pak.“

“Besok, kita ulangi.“

“Siap!“

Trainee lain juga mulai turun dari pesawat masing-masing, Rafi berdiri di dekat hanggar. Wajahnya jelas tidak suka, Viola di sampingnya berbisik pelan. “Kau sepertinya kalah lagi.“

Rafi tak menjawab.

Di kejauhan, Leya berjalan menuju ruang briefing. Langkahnya tetap tenang seperti biasa, seolah tak ada yang perlu di buktikan lagi. Semua orang di hanggar kini tahu satu hal, Leya bukan trainee biasa.

1
melody17
jujur Thor w baru awal baca ini berasa nonton dracin
Rere🌠: Ada ala dracin nya di Audiotoon, novel ini 🤭
total 1 replies
Memyr 67
𝖺𝗋𝗄𝖺𝗇𝖺 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗌𝗎𝗄𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗂𝖻𝗎𝗄𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗂𝗋𝗂 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝗎𝗁𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗋𝗂𝗉𝖺𝖽𝖺 𝖻𝖾𝗋𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺, 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗇𝗀𝗄𝗎𝗁 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺? 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝖻𝖾𝗀𝗈
Memyr 67
𝗇𝗀𝖺𝗉𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗋𝗄𝖺𝗇𝖺 𝗆𝖺𝗋𝖺𝗁 𝗆𝖺𝗋𝖺𝗁. 𝗅𝖺𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗃𝖺 𝗄𝖾 𝗉𝗋𝖺𝗆𝗎𝗀𝖺𝗋𝗂 𝗄𝖾𝗌𝖺𝗒𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝗌𝖺𝗇𝗍𝖺𝗒 𝗌𝖺𝗆𝗍𝖺𝗒.
desy meytha sumbayak
bagus cerita nya.....ttp semangat
Mayang Tomat
ya ampun..kukira hny perasaanku saja suami ngidam.ternyata beneran ada ya,4 × hamil,4 × suami yg ngidam🤣💪
Mutia Mobile
kok aku ngak di undang leya ya 🤭
Punkpunk 234
😡😡😡😡
Punkpunk 234
eett daakh.. othoorr kapan dimetonginnya c Kunti Shanaz haahh..?!!!? 😡😡😡
Punkpunk 234
hmm.. jadi mikir aku tuh 😉 jangan² akhir ceritanya nanti bakal rame sama yg reunian neechch..😂😂
Lesmana
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Punkpunk 234
wadduhh c Kunti Shanaz sedang menggali lubang kubur nya sendiri..😂😂
Punkpunk 234
pa kabarnya c Kunti Shanaz ?!?
Punkpunk 234
novel yg kerreenn.. aku suka bngt cerita yg begini 😍👍👍😍
Punkpunk 234
arkana.. sombongnya mo nyundul langit.. mentang² pilot.. ngawang² terus.. berasa langit miliknya..😂😂🤭 pdhl diatas langit masih ada langit..😡
Lesmana
woowww ini istri2nya yg kelak para suaminya kena hiv berjamaah 🤣🤣🤣
Setiawan
yah elu emang ky sampah sih.. sama laki org nyosor mulu 😅😅😅
rahmah
ceritanya bagus jarang banget cerita kehidupan pilot dan ini juga banyak yg terinspirasi kalau tertimpa masalah apapun itu mau di selingkuhi putus cinta di pecat dari pekerjaan dll harus bangkit kembali dan leya arkana kaisar kan pilot tapi anaknya gak jadi pilot ya tapi dapat menantu pilot itu Janeta calon istrinya Arsen semoga bahagia selalu..🥰
rahmah: bangkit kembali jadi lebih baik kalau Shanaz malah berakhir kena penyakit..😁
total 2 replies
Lesmana
ini perempuan kaga ada kapok2nya😤😤 di ksh hidup enak , malah nyari mslh trus.. tunggu hancur lebur br berenti kynya si shanaz😤😤
Widia Aja
Pasti sebentar lagi giliran Viola yg beraksi dng dendam dan kelicikannya...
Widia Aja
Viola jadi Shanaz kedua.... obsesi yg mengerikan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!