NovelToon NovelToon
Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Setelah 8 tahun pacaran, Nisa yang menunggu dilamar di hari anniversary, justru merima kenyataan pahit jika ia diputuskan oleh Sandi dengan alasan tak setara.

Tapi takdir seperti sedang mengajak bercanda, sebulan kemudian Sandi datang ke rumahnya untuk melamar. Namun bukan ia yang dilamar, melainkan Naina, sang adik yang lulusan S1 dan bekerja sebagai teler di salah satu bank swasta.

Disaat ia terpuruk, ada sosok yang tak sengaja hadir dalam kehidupannya. Sosok yang begitu baik dan humoris, tapi kadang menyebalkan. Dia adalah Januar, seoarang driver ojol.

"Kalau jodoh memang harus setara, kamu nikah sama aku aja, Mbak." Ajakan nikah Januar alias Ojan, hanya disenyumin saja oleh Nisa.

Tapi Ojan, pantang menyerah, ia terus mendekati Nisa, hingga akhirnya wanita itu luluh. Tapi satu kenyataan pahit, membuat Nisa kembali terpuruk. Ternyata selain seorang ojol, Ojan juga merupakan mahasiswa S2. Apakah sekali lagi, ia harus patah hati karena alasan kesetaraan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

[ Mbak maaf, kayaknya nanti aku jemputnya agak telat ]

Jam 4 lebih, Ojan mengirim pesan pada Nisa.

"Ya Allah, Mah." Ojan rasanya pengen nangis, sayangnya malu karena dia cowok. Bisa-bisanya Mamanya dandan dan baru keluar kamar hampir jam 5. Alamat bukan agak telat, tapi telat banyak ini nanti.

"Loh, kok pakai motor?" Bu Dewi mengernyit melihat Ojan menyalakan mesin motornya.

"Aku ada janji habis ini, Mah." Ojan memutar motor ke arah luar.

"Enggak, enggak, Mama gak mau naik motor. Mama pakai gamis, Jan." Mengangkat sedikit gamis mewahnya yang berwarna cream.

"Di luaran sana, ada jutaan perempuan naik motor meski pakai gamis. Ayolah Mah buruan, aku udah telat ini," rengek Ojan.

"Enggak, pokoknya Mama mau naik mobil aja."

"Allahumma bariklana!" Ojan mengusap wajah dengan telapak tangan sambil membuang nafas kasar. "Mah, aku udah telat ini. Ayo buruan!" Menyodorkan helm pada sang Mama.

"Nanti kalau bulu mata Mama lepas gimana?"

"Ya tinggal pasang lagi disana. Lagian udah dikasih Allah bulu mata, masih aja kurang, ditambahin lagi."

"Tapi Mama ini bawa hermess, masa naik motor?" Menunjukkan tas tentengnya yang berwarna senada dengan gamis.

"Mau hermes, kremes, krunyes, lemes, bodo amat. Ayolah Mah, buruan!" Kesabaran Ojan sudah diambang batas.

Bu Dewi membuang nafas kasar, lalu mengambil helm yang disodorkan Ojan. Dengan terpaksa naik ke motor meski agak kesulitan. Gamis mahalnya diangkat sampai lutut, hingga yang terlihat adalah dalaman legging hitam panjangnya. Dalam hati berdoa semoga bulu matanya aman, tidak disambar angin jalanan, dan gamisnya tidak kusut. Dia paling tak percaya diri kalau memakai pakaian kusut.

"Andai aja, gue punya adik atau kakak, pasti gue bisa kabur saat situasi kayak gini," gerutu Ojan dalam hati. "Nasib jadi anak tunggal."

Gas langsung ditarik, Bu Dewi yang tak terbiasa naik motor dan sibuk memegangi tas hermesnya, hampir jatuh kebelakang, untung ia masih bisa jaga keseimbangan, dan langsung pegangan pinggang Ojan. "Heh, kamu mau bikin Mama jatuh hah?" omelnya.

"Apasih Mah, lebay deh."

Bug

Ojan meringis saat bahunya dipukul. Ngedumel dalam hati, heran sama emak-emak yang suka mukul anaknya. Giliran anak di pukul guru atau orang lain, langsung lapor polisi, kenapa dirinya sendiri yang suka mukul, jewer, dan nyubit, gak dilaporkan.

Niat hati ingin ngebut biar segera sampai, tapi baru narik gas sedikit, bahunya sudah kembali dipukul.

"Jangan ngebut-ngebut, Mama masih pengen hidup sampai 100 tahun."

"Aamiin." Biarpun Mamanya bawel, ia tetep ingin wanita itu terus di sisinya.

Ojan menggerutu sepanjang jalanan yang macet. Ini jam pulang kantor, ya seperti inilah kondisi jalanan. Mau lewat kayak harus ngantri dulu, semua berebut mau lewat. Ia melihat jam di speedometer, sudah pukul 5 lebih 10 menit, tapi ia belum nyampek di rumah Tante Indri. Mana untuk ke kantor Papanya harus balik lagi karena berlawanan arah.

...----------------...

Nisa masih di pantry hingga jam setengah 6, tadi ia mengirim pesan pada Ojan jika sudah sampai, telepon dia. Tapi sampai sekarang cowok itu belum juga telepon.

Ia yang duduk seorang diri, melihat ke arah pintu mendengar suara langkah kaki.

Langkah kaki Sandi terhenti, ia fikir pantry dalam kondisi kosong jam segini, tapi ternyata ada Nisa. Gadis itu hanya seorang diri, duduk di kursi sambil main HP. Seketika, suasana berubah canggung. Melihat Nisa melengos, ia lanjut jalan menuju kompor untuk merebus air. Perutnya tak bisa menerima kopi dari air dispenser, jadi harus merebus dulu. Ia lembur hari ini, butuh kopi untuk menambah semangat dan menghilangkan kantuk. Mulutnya tak sampai hati hati untuk menyuruh Nisa, ia merebus sendiri air dan menuang kopi saset ke dalam cangkir.

"Nis." Sandi menoleh, memecah keheningan di antara mereka. "Kamu marah sama aku?"

"Enggak. Ngapain marah, buang-buang energi aja." Nisa masih menatap ponsel, scroll sosial media.

"Sekali lagi, aku minta maaf ya, Nis."

"Biasanya, orang minta maaf itu setelah melakukan kesalahan." Nisa akhirnya mengangkat wajah, menatap Sandi. "Kamu ada salah apa sama aku? Selingkuh?" tersenyum miring.

"A, aku..." Wajah Sandi seketika gugup. Mendengar suara air mendidih, ia langsung membalikkan badan ke arah kompor, mengangkat gagang panci, menuangkan airnya ke dalam cangkir yang sudah diisi kopi. "Gak ada perselingkuhan. Aku pacaran sama yang sekarang, setelah kita resmi putus." Mengaduk kopi, tak mau menatap Nisa.

"Semoga pacar baru kamu, gak digantung 8 tahun juga," sindir Nisa. Ia beranjak, ingin meninggalkan pantry karena malas bertemu Sandi, namun bertepatan dengan itu, ponselnya berdering. Ada telepon dari Ojan.

"Hallo. Iya sayang, sudah ada di depan ya?"

Sandi reflek menoleh, sementara di seberang sana, Ojan sampai speechless. Dia tak salah dengarkan, barusan Nisa manggil dia sayang?

Nisa melirik Sandi. Emang dikirannya, cuma Sandi aja yang bisa cepet move on, dapat pacar baru, ia juga bisa.

"Tunggu bentar ya Sayang, aku ke keluar." Nisa mengambil tas, lalu meninggalkan pantry.

Ojan menepuk pipi, takut sedang mimpi. Sudah 2 kali Nisa manggil sayang sampai dia tak bisa berkata-kata. Setelah hening cukup lama, Ojan melihat layar ponselnya. Ternyata sudah ditutup oleh Nisa. Ia melihat log panggilan, takut yang terjadi barusan hanyalah imajinasinya. Ternyata tidak, barusan dia dan Nisa memang terhubung di telepon. Ia menutup mulut dengan telapak tangan, syok sekaligus sangat senang. Tubuhnya serasa ringan sekali, seperti terbang melayang-layang di udara.

Ponsel di tangan Ojan berdering, sampai cowok yang lagi melamun sambil senyum-senyum dengan pipi memerah itu terkejut. Ada panggilan masuk dari Nisa.

"Ojan, kamu dimana, kok gak ada di luar?" Nisa mengedarkan pandangan ke seluruh tepi jalan sekitar kantor.

"Astaga!" Ojan menepuk kening. "Ia sampai lupa, kalau tadi telepon Nisa mau mengabarkan jika ia tak bisa menjemput. Sekarang posisinya masih di depan rumah Tante Indri. "Mbak maaf, kayaknya aku gak bisa jemput. Posisiku jauh dari kantor kamu, takutnya kamu kelamaan nunggu aku."

"Oh, gitu ya. Ya udah gak papa."

"Maaf Ya, Mbak." Ojan merasa tak enak hati. "Kamu naik ojol aja, nanti aku ganti uangnya."

"Apaan sih, Jan, biasa aja kali. Aku faham kok, kerjaan kamu itu bikin kamu gak meski ada di satu tempat, bisa sedang di tempat jauh. Namanya juga ngojek."

"Maaf ya, Mbak." Ojan menyesal sekali tak bisa menjemput Nisa, merasa bersalah.

"Santai aja. Aku faham kok dengan kerjaan kamu. Aku bisa pulang sendiri, gak papa."

"Mbak, tadi kamu mang_"

"Udah dulu ya, Jan. Udah mau gelap nih, aku pesen ojol dulu."

Ojan mende sah frustasi saat Nisa memutus sambungan, padahal mau nanyain soal panggilan sayang tadi.

1
Hani Ekawati
Pokonya klo ngomong sama ras terkuat di bumi kamu ga bakal menang Jan 😁
Semoga dengan nama panggilan Ula dan Ule, twins sehat, udah cukup pas baru lahir di NICU sampe beberapa hari.
Tetanggaku juga anaknya pas baru lahir di NiCU sampe seminggu, dikasih namanya Hafis, sering sakit sakitan bulak balik rumah sakit. Terus di saranin sama si kakek bayi itu namanya Bayu, sekarang dengan nama itu anaknya sehat terus entahlah mitos atau fakta😁
Hani Ekawati
Nah tuh itu bagus, namanya orang barat tapi panggilan tetap lokal 🤭
Hani Ekawati
Ya engga apa2 atuh Jan ☺️
Hani Ekawati
Nah iya kadang kan suka minta pendapat sama penjaga toko, aku juga gitu kira kira yang lagi laris dipasaran yang mana 😁
Hani Ekawati
Aku pernah dikasih oleh oleh sama ponakan yang kerja di Singapur dikasih sepatu asli sepatunya nyaman banget ☺️🤭
Hani Ekawati
Berarti PR buat Nisa dan Ojan buat ngasih nama panjang buat twins, entah itu namanya mau kebarat baratan atau ketimur timuran tapi untuk panggilan fix Ula dan Ule 😁
Penasaran Thor nama lengkap twins apa sih 😁🤭
Hani Ekawati
Pak Yapto donatur finansial dan Ojan donatur bibit nya 😁🤭
Hani Ekawati
Alhamdulilah Nis kamu punya mertua baik banget meskipun di awal pacaran sama ojan pak Yapto nyebelin tapi pas kamu udah nikah ternyata aslinya dia baik dan perhatian ☺️
Hani Ekawati
Pak Yapto gitu gitu setia banget loh Jan
Hani Ekawati
Pusing ya Ma, anak sama bapak jadi berantem terus apalagi perihal nama panggilan twins 🤭
Hani Ekawati
Tuh kan orang tua jaman dulu masih percaya mitos nama panggilan pun berpengaruh katanya biar sehat mulus Rahayu 😁
Hani Ekawati
Lah bener ternyata nama panggilannya twins yang cowok Ule 🤭
Hani Ekawati
Semoga twins segera sehat agar bisa berkumpul dengan keluarga dirumah
Shee_👚
😂😂😂😂😂😂
dah jan ngalah aja
Shee_👚
namanya beneran bagus tapi panggilan nya astaghfirullah
ini pak yapto kenapa sih harus itu nama panggilannya 🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
Alhamdulillah sa rejeki kamu jadi mantu idaman. apa² juga tergantung kitanya. kalau kita baik, sopan santun dan nurut pasti mertua juga baik🤗
Shee_👚
sabar jan, tar lama² anak mu namany ulele ulala😂😂😂
Hani Ekawati: Benar benar bikin ketawa perihal nama panggilan twins 😁
total 1 replies
Wiwie
yg bner aj kak msa ula sma ule 😭😭😭
Yeni Fitriani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣thoor jgn bikin opa ula dan ule nakal ya... tetaplah dia jd opa yg setia pd satu omanya sj.... cukup naina dan sandi saja yg jd penjahat cinta di novel ini.... ya penjahat cinta yg insaf.
sutiasih kasih
ojan trtekan batin.... punya anak tpi tak punya kuasa..... mna istri jga milih kubu opa si kembar...
inget ojan.... selain donatur dilarang ngaturrrrrr.....😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!