NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Syahrul Mulia

Demi menyelamatkan ayahnya dari lilitan utang, Arunika Maheswari terpaksa menggantikan kakaknya menikah dengan Arsen Valentino, seorang CEO sekaligus Raja Mafia paling berkuasa. Pernikahan yang berawal dari keterpaksaan itu membawa Arunika masuk ke dunia penuh rahasia, pengkhianatan, dan perebutan kekuasaan yang mengancam nyawanya setiap saat.

Di tengah bahaya yang terus mengintai, hubungan mereka perlahan berubah menjadi cinta yang tak terduga. Namun, mampukah Arunika bertahan sebagai istri sang Raja Mafia, atau justru menjadi kelemahan terbesar yang akan menghancurkan Arsen?

Disclaimer : Novel ini dibuat semata-mata untuk hiburan. Seluruh isi cerita merupakan imajinasi penulis dan tidak untuk ditiru atau dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala bentuk penyalahgunaan isi novel di luar tujuan sebagai bacaan hiburan.

Terima kasih dan selamat menikmati cerita. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahrul Mulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Fragmentasi Dua Wadah

Suara transmisi radio itu mati dengan bunyi klik yang kering, meninggalkan dengung statis yang bergetar di dinding besi kabin kapal selam taktis. Kata-kata Haryo Valentino masih menggantung di udara, sedingin air es palung Saint Petersburg yang kini menekan kaca kokpit hingga mengeluarkan bunyi derit yang kaku.

*Krak… Krak…*

Celah-celah halus berbentuk jaring laba-laba mulai merayap di permukaan kaca akrilik tebal di bagian haluan. Di balik retakan yang memancarkan uap embun dingin itu, siluet Arsen Valentino tampak begitu mengerikan. Dengan baju selam taktis hitamnya, dia menempel pada bodi kapal seperti monster laut purba, sementara alat pemotong laser di tangannya terus memancarkan lidah api jingga yang mengikis lapisan pelindung terakhir kabin.

Arunika palsu—yang kini menyadari statusnya tak lebih dari sekadar replika tanpa nomor seri—bangkit berdiri dengan tubuh yang masih gemetar akibat hipotermia. Selimut termal yang membungkusnya terlepas, jatuh di atas lantai besi yang mulai digenangi oleh rembesan air es setinggi mata kaki. Di depannya, Arunika asli juga sedang mencoba menyeimbangkan tubuhnya di atas lantai yang miring empat puluh lima derajat.

"Kau mendengar suara pencipta kita, Salinan?"

Arunika asli menyeka darah segar di sudut bibirnya akibat hantaman tadi, matanya yang porselen berkilat penuh kebencian yang dingin.

"Bagi Haryo Valentino, kita berdua hanyalah kegagalan organik yang harus dibersihkan dari labirin takdirnya. Protokol pemusnahan dari langit itu bukan sekadar ancaman kosong. Dia sedang mengunci posisi kita menggunakan satelit militer."

"Aku tidak peduli pada satelitnya, dan aku tidak peduli pada darah Valentino yang mengalir di dalam tubuhmu!" jerit Arunika palsu, suaranya parau, pecah oleh akumulasi penderitaan dua puluh dua tahun yang kini berbalik menjadi energi kegilaan yang murni. Dia menerjang maju kembali, mengabaikan goyangan masif kapal selam yang kian kehilangan tekanan hidrolik.

*Brak!*

### Badai di Bawah Lapisan Es

Kedua wanita berwajah sama itu kembali terlibat dalam pertumpahan darah yang brutal. Arunika palsu menghantamkan siku tangannya ke arah rahang Arunika asli, memicu suara deburan kaku yang membuat kembarannya terdorong mundur menghantam konsol sonar. Namun, Arunika asli, dengan pelatihan militer bawah airnya yang superior, membalas dengan satu sapuan kaki yang brutal, menjatuhkan Arunika palsu ke dalam genangan air es di lantai kabin.

*Pbyarr!*

Air es yang dinginnya menusuk tulang langsung menyergap punggung Arunika palsu, memeras sisa oksigen di paru-parunya. Namun sebelum dia sempat bangkit, kaca kokpit depan akhirnya menyerah pada tekanan berton-ton air palung Saint Petersburg dan kikisan laser Arsen.

*PRANG!!!*

Hantaman air es bertekanan tinggi menjebol kaca haluan dengan daya dorong yang luar biasa masif, merobek seluruh isi kabit dalam sekejap. Semburan air itu menghantam tubuh Arunika asli dan Pierre di kursi kemudi, melemparkan mereka ke arah dinding buritan seperti boneka perca.

Kabin kapal selam mini itu seketika dipenuhi oleh air es yang gelap dan bergolak ganas, mematikan seluruh lampu neon ultraviolet dan menyisakan kegelapan total yang gulita.

Di dalam air yang membekukan itu, kesadaran Arunika palsu nyaris menguap. Tubuhnya terombang-ambing di dalam ruang kabin yang kini telah berubah menjadi peti mati besi. Saraf-saraf tubuhnya menjerit lumpuh akibat suhu ekstrem di bawah nol derajat.

Namun, di tengah kepasrahan maut yang kian mencekik, sebuah tangan yang terbungkus sarung tangan karet tebal taktis tiba-tiba merenggut kerah kemeja hitam besar milik Arsen yang dikenakannya. Itu adalah Arsen Valentino.

Pria itu, dengan pendorong jet mini di punggungnya, menerobos masuk melalui jendela haluan yang hancur, menyeret tubuh Arunika palsu keluar dari dalam kapal selam yang kian tenggelam menuju dasar palung yang tak berdasar.

Arsen menempelkan sebuas masker oksigen darurat ke wajah Arunika palsu, memaksakan pasokan udara masuk ke dalam paru-parunya yang nyaris kolaps. Melalui kaca helm selamnya yang gelap, sepasang mata elang Arsen menatap lurus ke dalam manik mata Arunika palsu—sebuah tatapan yang sarat akan dominasi yang mutlak, seolah menegaskan bahwa kepemilikannya atas gadis itu tidak akan pernah bisa dilepaskan bahkan oleh kematian ganda sekalipun.

Pendorong jet di punggung Arsen menderu rendah di dalam air, menarik tubuh mereka berdua naik dengan kecepatan tinggi menembus kegelapan danau, meninggalkan kapal selam mini yang kini hancur bersama Arunika asli dan pengkhianat Pierre di dalamnya.

### Altar yang Terbakar

Ketika mereka berhasil menerobos permukaan air danau yang kini telah hancur berantakan oleh ledakan ranjau sebelumnya, badai salju Saint Petersburg masih mengamuk dengan liar. Arsen menyeret Arunika palsu ke atas sebuah bongkahan es raksasa yang mengapung di dekat reruntuhan dermaga kayu kastil Volkov yang terbakar.

Arunika palsu jatuh bertumpu pada kedua lututnya di atas salju tebal, terbatuk-batuk mengeluarkan sisa air es dari tenggorokannya. Tubuhnya bergetar hebat, wajahnya seputih kapas. Arsen membuka helm selamnya dengan satu sentakan kasar, membiarkan rambut hitamnya yang basah langsung membeku ditiup angin badai Rusia.

"Kau aman, Valeria," ucap Arsen, suaranya terdengar kaku dan berat, dengan sengaja tetap menggunakan nama palsu itu untuk memutus ikatan darah Valentino yang baru saja terungkap di antara mereka. Pria itu merobek tas taktis di pinggangnya, mengeluarkan sebuah jaket tebal berlapis bulu serigala dan membungkus tubuh ramping Arunika palsu dengan cengkeraman yang kuat.

"Kenapa..." ratih Arunika palsu, suaranya nyaris habis disapu lolongan angin badai. "Kenapa kau terus menyelamatkanku, Arsen? Aku hanyalah salinan palsu... Haryo Valentino membohongimu, membohongi kita semua! Aku bukan adik tirimu, aku hanyalah sampel laboratorium yang diciptakan untuk menjadi tameng hidup!"

Arsen mencengkeram dagu Arunika palsu dengan jemarinya yang kokoh, memaksanya menatap langsung ke dalam manik mata elangnya yang berkilat penuh intrik politik dunia bawah tanah.

> "Aku tidak peduli apakah kau salinan, replika, atau anak haram dari ayahku, Valeria. Di mata seluruh dewan tetua faksi barat yang saat ini sedang menanti hasil di Eropa, kau adalah pengantin resmi dari Arsen Valentino yang memegang kode genetik murni Eclipse. Jika Haryo Valentino ingin menghancurkan bidak caturnya, maka dia harus berhadapan dengan seluruh kekuatan kerajaanku terlebih dahulu."

Arsen meluruskan tubuhnya kembali, menatap lurus ke arah langit malam Saint Petersburg yang pekat. Di atas sana, di balik lapisan awan mendung yang tebal, sebuah titik cahaya merah kecil tampak bergerak dengan kecepatan konstan—satelit militer faksi Valentino yang kini telah diambil alih oleh Haryo untuk mengeksekusi protokol pemusnahan dari langit.

"Marco!" panggil Arsen melalui alat komunikasi internalnya yang mulai kembali berfungsi setelah keluar dari air.

"Saya di sini, Tuan," sahut suara Marco dari arah reruntuhan lobi kastil Volkov. Pria tangan kanan itu tampak berjalan tertatih-tatih menembus badai salju bersama beberapa pengawal elit aliansi barat yang tersisa. "Kendaraan taktis kita di sektor timur masih berfungsi. Sinyal pemusnahan satelit akan mencapai titik koordinat danau ini dalam waktu empat menit."

"Bergerak ke arah bandara satelit sekarang juga," perintah Arsen datar. Pria itu menyambar lengan Arunika palsu, memaksanya bangkit berdiri di atas sepatu bot taktisnya yang kaku. "Kita terbang ke Swiss malam ini. Jika Valeria yang asli memegang kunci biometrik pertama di rahimnya, maka kita akan menggunakan tubuh replika ini untuk membobol brankas utama sebelum Haryo sempat menghapus seluruh data aliansi kita."

Transformasi psikologis Arunika palsu kini telah mencapai titik tertingginya. Rasa takut, keputusasaan, dan air mata yang dulu mendominasi kehidupannya di Indonesia telah sepenuhnya terbakar habis oleh pengkhianatan Boris Volkov dan Haryo Valentino. Jika dia diciptakan sebagai sebuah wadah palsu, maka dia akan memastikan dirinya menjadi wadah paling mematikan yang akan menampung seluruh darah para penciptanya.

"Bawa aku ke Swiss, Arsen," bisik Arunika palsu, suaranya kini terdengar begitu datar, luwes, dan sarat akan racun yang mematikan. "Mari kita tunjukkan pada ayahmu bagaimana sebuah produk laboratorium yang gagal bisa meruntuhkan seluruh imperium murni yang dia agungkan selama dua belas tahun ini."

Konvoi kendaraan taktis lapis baja faksi Valentino melesat membelah badai salju Saint Petersburg dengan kecepatan maksimal, meninggalkan kastil Volkov yang kini telah berubah menjadi altar runtuhan yang terbakar.

Tepat ketika roda kendaraan mereka meninggalkan batas luar gerbang perbukitan, sebuah kilatan cahaya laser putih berskala masif menghantam bagian tengah Danau Saint Petersburg dari arah langit, memicu ledakan elektromagnetik termal yang menguapkan seluruh sisa air dan es danau menjadi awan asap putih yang membubung tinggi menembus atmosfer.

Protokol pemusnahan Haryo Valentino telah dilaksanakan, namun sang target utama telah melesat pergi menuju jantung pertahanan terdalam mereka di Eropa tengah.

### Gerbang Perak Zurich

Empat jam penerbangan maut menembus badai musim dingin Eropa membawa jet pribadi Arsen Valentino mendarat di pangkalan udara swasta Zurich, Swiss. Kota yang dikenal sebagai pusat penyimpanan aset paling aman di dunia bawah tanah itu tampak begitu tenang di bawah guyuran hujan gerimis yang dingin.

Arunika palsu melangkah turun dari kabin pesawat dengan penampilan yang telah sepenuhnya berubah. Dia kini mengenakan setelan gaun mantel sutra premium berwarna hitam legam dengan potongan kerah tinggi yang menyembunyikan memar di lehernya, namun tetap membiarkan bahu kirinya yang menyimpan stempel bulan sabit merah terlihat tegas di balik lapisan kain tipis. Wajah cantiknya dipoles dengan kosmetik dingin yang menyembunyikan pucatnya hipotermia, memancarkan aura seorang ratu mafia yang siap menuntut haknya.

Arsen berjalan di sampingnya dengan mantel wol hitam panjang yang elegan, jemari kokohnya menggenggam erat pergelangan tangan Arunika palsu, memberikan kesan kepada tim keamanan Swiss bahwa mereka adalah sepasang penguasa yang sah.

"Brankas utama faksi Valentino berada di kedalaman tiga puluh meter di bawah tanah Bank Internasional Zurich," ucap Marco saat mobil limosin mereka bergerak membelah jalanan aspal kota yang sepi. "Sistem keamanannya menggunakan pemindaian retina ganda, kode enkripsi dinamis, dan... kunci biometrik murni yang hanya bisa diaktifkan oleh kecocokan struktur DNA Haryo Valentino atau keturunannya yang memiliki kode genetik Eclipse."

"Boris Volkov dan Valeria yang asli sudah berada di dalam bangunan sejak tiga puluh menit lalu," Pierre—yang ternyata berhasil selamat dari kapal selam dan melarikan diri lebih awal menggunakan jalur evakuasi Rusia—tampak mengirimkan pesan teks terenkripsi baru ke gawai milik Marco. "Mereka sedang mencoba memaksa dewan direksi bank untuk membuka brankas menggunakan janin di dalam rahim Valeria."

Arsen tidak merespons dengan kemarahan.

Seringai kejam penuh intrik politik justru muncul di wajah tampannya. "Mereka mengira janin itu adalah satu-satunya kunci murni. Mereka lupa bahwa sumsum tulang belakang yang digunakan untuk menciptakan Valeria... berasal dari tubuh wanita yang saat ini duduk di sampingku."

Limosin mewah mereka berhenti tepat di depan gedung Bank Internasional Zurich yang megah dengan arsitektur pilar batu kuno yang kokoh.

Pengamanan di sekitar bangunan sangat ketat, namun karena reputasi Arsen sebagai pemilik sah faksi Valentino, para direktur bank tidak berani menghalangi jalurnya saat pria itu melangkah masuk bersama Arunika palsu melewati pintu gerbang perak utama.

Mereka menuruni lift hidrolik khusus menuju ke lantai terbawah kompleks brankas. Ketika pintu lift terbuka dengan bunyi denting halus, atmosfer di dalam ruangan bawah tanah itu terasa begitu steril, dingin, dan dikelilingi oleh dinding baja titanium kedap suara.

Di depan pintu brankas raksasa yang berbentuk roda gigi perak vertikal, Boris Volkov dan Valeria Baskoro tampak sedang berdiri bersama beberapa ahli IT militer Rusia. Wajah cantik Valeria tampak dipenuhi peluh dingin, tangannya terus memegangi perutnya yang ramping di depan panel pemindaian biometrik yang terus memancarkan lampu merah tanda penolakan akses.

"Enkripsinya berubah! Sialan, Haryo mengubah kodenya dari helikopter!" umpat Boris Volkov dengan amarah yang meledak-ledak.

"Kodenya tidak berubah, Paman," sebuah suara wanita yang sangat luwes dan dingin tiba-tiba menyela dari arah koridor lift.

Boris dan Valeria secara serentak membalikkan tubuh mereka. Wajah cantik Valeria seketika berubah menjadi pucat pasi seperti kain kafan saat melihat Arunika palsu melangkah maju dengan keanggunan yang mutlak, berdampingan dengan Arsen Valentino yang memegang alat pemicu sirkuit elektromagnetik di tangannya.

"Kau... bagaimana mungkin kau masih hidup?!" jerit Valeria Baskoro, suaranya melengking tinggi penuh ketakutan horor saat melihat replikanya kembali dari dasar danau yang membeku.

Arunika palsu melangkah mendekati panel pemindaian biometrik, menatap lurus ke dalam sepasang mata Valeria dengan tatapan porselen yang hampa. "Janin di dalam rahimmu itu menolak kodenya karena dia tahu... sang pemilik sah dari sumsum tulang belakang yang menciptakannya... saat ini sedang berdiri di depan gerbang ini."

Arunika palsu mengulurkan tangan kirinya, menempelkan telapak tangannya di atas permukaan kaca pemindai biometrik panel brankas. Detik itu juga, lampu indikator panel berubah warna dari merah menyala menjadi hijau murni, disusul oleh suara derit mekanik raksasa dari roda gigi perak brankas yang mulai berputar terbuka lambat.

Namun, tepat di saat pintu brankas titanium itu terbuka penuh menampilkan barisan dokumen aliansi mafia global dan tumpukan batangan emas di dalamnya, sebuah proyektor hologram di tengah ruangan bawah tanah mendadak menyala secara otomatis akibat sinyal satelit internasional.

Sesosok pria tua dengan pakaian pelayan bungkuk yang mereka temui di kastil Saint Petersburg tadi muncul di dalam proyeksi hologram tersebut, namun wajahnya kini telah berubah melalui topeng digital menampilkan wajah Haryo Valentino yang sebenarnya yang sedang tersenyum kejam dari balik meja laboratorium barunya di pangkalan utara.

Pria tua itu menatap Arsen dan kedua Arunika dengan sepasang mata elangnya yang berkilat penuh kemenangan mutlak yang mengerikan.

> **“Terima kasih telah membukakan gerbangnya untukku, anak-anakku yang bodoh... Protokol pembersihan tahap akhir tidak dirancang untuk menghancurkan danau Saint Petersburg, melainkan untuk memicu ledakan hulu ledak nuklir mini yang tertanam di bawah fondasi Bank Zurich ini dalam waktu enam puluh detik dari sekarang.”**

_____________________________

**Bersambung ke Bab 24...**

* Apakah Arsen Valentino bersama kedua Arunika akan terjebak di dalam ruang brankas titanium kedap suara yang akan segera berubah menjadi kuburan radiasi nuklir mini?

* Rencana ekstrem macam apa yang sebenarnya dirancang oleh Haryo Valentino untuk menghapus seluruh aliansi mafia global dari muka bumi demi membangun tatanan dunia hitam yang baru?

* Dan akankah Arunika palsu mampu membalikkan keadaan menggunakan rahasia kode genetik murni yang kini telah sepenuhnya menyatu dengan batin kegelapannya?

*Jangan lewatkan badai intrik politik dan letupan konflik luar biasa di bab berikutnya!*

1
lee eun ji
😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!