NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:943
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

TENG! TENG! TENG!

Suara bel resonansi besar menggema di seluruh area Zona Hijau, menandakan berakhirnya waktu grinding rutin bagi mahasiswa tingkat satu. Para mahasiswa dari faksi Swordman, Archer dan Shaman mulai berbondong-bondong meninggalkan lapangan, sebagian ada yang wajahnya lesu karena belum mencapai level target, dan sebagian lagi sibuk membuka katalog Marketplace di jam tangan mereka.

"Lihat tuh, Jon. Mereka sibuk belanja senjata elemen," bisik Gondrong sambil menunjuk sekelompok mahasiswa yang sedang berdebat soal harga pedang Fire Element yang harganya bisa mencapai jutaan poin akademi.

Joni melirik layar holografik di pergelangan tangannya. Senjata elemen Electric, Ice, Poison, atau Fire—memang sebuah keharusan untuk bertahan hidup di Zona Merah. Tapi harganya? Benar-benar tidak masuk akal bagi mahasiswa baru yang hidupnya saja pas-pasan.

"Beli di Market? Gue mending nabung buat bayar renovasi rumah Emak yang bolong-bolong," celetuk Joni sambil membuka tas plastik belanjaannya. "Nih, mumpung masih ada sisa, sikat dulu coke dingin ama cemilan."

Ketiganya duduk santai di gundukan reruntuhan beton di pinggir lapangan yang mulai sepi. Mereka menunggu dengan tenang. Mereka tidak butuh senjata beli-jadi yang harganya mencekik leher. Bagi tim Joni, ada cara yang lebih "jantan" dan efisien: memancing sang penguasa zona untuk menjatuhkan jarahan secara langsung.

Setelah sore benar-benar menjelang dan suasana lapangan sudah sepi senyap tanpa ada satu pun mahasiswa lain yang tersisa, Joni berdiri dan meregangkan otot lehernya.

"Udah sepi, Ndrong. Saatnya kerja lembur."

"Hehehe... akhirnya. Gue udah gatal mau nabok ratusan zombie petinju biar si bos gede keluar," sahut Gondrong bangkit berdiri dengan antusias.

Strateginya sederhana namun melelahkan: Ritual Pemanggilan Bruise Master.

Bruise Master adalah World Boss tingkat rendah zona hijau. Dia tidak akan muncul sebelum sistem mendeteksi setidaknya dua ratus ekor Bruise Jr. telah dibantai di lokasi yang sama dalam waktu singkat.

"Laras, fokus heal dan buff aja. Nggak usah boros energi buat Shatter Wave," perintah Joni. "Ndrong, kita mob sekaligus dua puluh ekor. Jangan sampai ada yang lepas, biar hitungannya masuk!"

Mereka mulai berlari mengelilingi lapangan. Joni bertindak sebagai pemikat utama. Dia berlari zig-zag, memancing gerombolan zombie petinju keluar dari persembunyian mereka di balik reruntuhan pabrik tua.

KROOOOKKK!

HUUUUAAARRR!

Dalam sekejap, lapangan yang tadinya kosong kini penuh dengan kerumunan zombie petinju. Joni terus mengumpulkan mereka, berputar-putar layaknya penari balet maut. Begitu jumlahnya sudah mencapai batas yang ditentukan, mereka mulai membantai habis tanpa ampun.

Ratusan Bruise Jr. tumbang. Debu dan abu hitam memenuhi udara lapangan. HP mereka terkuras, tapi tidak ada satu pun poin EXP yang masuk—karena batas grinding harian sudah habis. Namun, setiap pukulan yang mendarat kini berubah menjadi akumulasi poin jarahan yang sangat besar.

Setelah lima belas menit pembantaian nonstop, atmosfer di lapangan tiba-tiba berubah. Suhu udara menurun drastis, dan tanah di bawah kaki mereka mulai berguncang hebat.

DUUMMM! DUUMMM! DUUMMM!

Sebuah bayangan raksasa menutupi mereka. Dari balik portal retakan tanah, sesosok makhluk setinggi tiga meter muncul. Tubuhnya dipenuhi otot yang membengkak seukuran drum, mengenakan sarung tinju besi berkarat dengan duri-duri tajam di sekelilingnya. Matanya merah menyala penuh amarah.

[BOSS ALERT: BRUISE MASTER TELAH MUNCUL!]

Bruise Master meraung, suaranya menggetarkan jantung. Sang pegulat raksasa itu menatap Joni dkk dengan kebencian murni.

"Hehehe... tuh kan, keluar juga si buntelan otot," Gondrong menyeringai, meski keringat dingin mulai mengucur di dahinya.

Joni memasang kuda-kuda paling rendah, aliran Ki di tangannya berderit kencang. Dia tahu, satu pukulan dari monster ini bisa menghancurkan pertahanan mereka jika tidak ditahan dengan sempurna.

"Siap-siap, semuanya! Kita hajar sampai dia ngeluarin elemen senjata itu!" seru Joni.

Pertarungan melawan sang penguasa zona pun dimulai di tengah senja yang merah padam.

GRAAAOORRR!

Raungan Bruise Master menggetarkan permukaan tanah tandus. Dengan ukurannya yang sebesar truk, sang pegulat raksasa itu melesat maju. Kecepatannya di luar dugaan. Gerakan kakinya lincah bagai petinju kelas berat profesional, kontras dengan tubuh raksasanya yang masif.

WUUUTTT—BLAAAMMM!

Sarung tinju besi berduri milik Bruise Master menghantam tempat Joni berdiri sedetik yang lalu. Paving blok hancur berkeping-keping, menciptakan kawah sedalam setengah meter. Joni berhasil berguling ke samping berkat dorongan sisa coke dingin tadi yang rupanya menambah sedikit fokusnya.

"Gondrong, potong jalurnya dari kiri! Dia mau ngincer Laras!" teriak Joni sambil menahan napas.

"Hehehe... tidak semudah itu, Buntelan Otot! Ankle Crush!" Gondrong melesat, melayangkan tendangan memutar tepat ke arah urat asisten di pergelangan kaki kanan sang bos raksasa.

KRETEKK!

Tendangan Gondrong telak mengenai sasaran, namun Bruise Master hanya bergeser beberapa senti. Level pertahanan monster ini terlalu tebal. Meski begitu, efek Slow berhasil aktif, membuat gerakan memutar tubuh sang raksasa melambat.

"Laras, Shield!" Joni berteriak sekencang-kencangnya saat melihat lengan kiri Bruise Master berayun horizontal—sebuah pukulan hook raksasa yang mengarah tepat ke arah mereka berdua.

"Qigong Art: Spirit Aegis!" Laras menghentakkan tongkatnya. Sebuah kubah transparan berwarna merah muda langsung membungkus tubuh Joni tepat waktu.

BLAAASSTTT!!!

Pukulan Bruise Master menghantam perisai Laras hingga hancur berkeping-keping dalam satu kedipan mata. Sisa daya dorongnya menghantam rompi badak tanah Joni. Joni menyilangkan kedua gauntlet nya di depan dada, menahan tekanan yang setara dengan tabrakan kereta api.

SREEEETTTTT!

Kaki Joni terseret ke belakang hingga belasan meter, menciptakan dua jalur parit mendalam di tanah. HP-nya merosot 15% seketika—kerusakan terbesar yang pernah ia terima selama ini. Namun, Joni justru tersenyum lebar. Matanya menyala.

"Daya tahannya boleh juga... tapi lo udah masuk jarak tembak gue!" Joni mengambil pijakan kuat, memusatkan seluruh energi yang tersisa di dalam tubuhnya ke kepalan tangan kanan. Aliran dari esensi Brawler-nya berderit begitu hebat hingga udara di sekitarnya terasa panas.

"Gondrong, tahan kepalanya!"

"Siaapp! Jidat beton bertindak! HEAD CRUSH!!!" Gondrong melompat dari reruntuhan beton, menukik vertikal dan menghantamkan dahinya tepat di antara kedua mata Bruise Master.

JEDDUAARRR!

Hantaman jidat legendaris itu membuat Bruise Master terhuyung ke belakang, pandangannya goyang, memicu efek Stun selama dua detik. Dua detik yang krusial.

"Habis lo... TOKKAN PUNCH!!!" Joni melesat maju bagai peluru kendali. Tubuhnya meluncur horizontal di udara, membawa seluruh bobot pertahanannya yang masif dan menghantam tepat di ulu hati sang raksasa.

BOOOOOOOOOOMMMMM!!!

Ledakan energi murni membumbung tinggi, menciptakan gelombang kejut yang menerbangkan debu-debu di seluruh lapangan. Bruise Master melenguh panjang, tubuh raksasanya bergetar hebat sebelum akhirnya ambruk ke tanah dengan suara berdebam keras, lalu perlahan hancur menjadi pusaran abu hitam yang pekat.

Suasana lapangan kembali hening. Napas Joni memburu, tangannya gemetaran karena baru saja melepaskan seluruh dayanya. Di pergelangan tangan mereka, jam tangan spiritual berdenting serentak dengan warna emas.

DENG! DENG! DENG!

>[SISTEM: WORLD BOSS ZONA HIJAU 'BRUISE MASTER' TELAH DIKALAHKAN!]

>Poin Akademi diperoleh: +5.000 Poin (Bonus Batas Harian).

>Menjatuhkan Barang (Drop Item) Terdeteksi.

Di atas tumpukan abu hitam tempat raksasa itu tewas, sebuah kotak peti kayu kuno dengan ukiran rantai besi muncul. Gondrong langsung berlari mendekat dengan mata melotot. "Jon! Laras! Sini buruan! Petinya warna ungu, Cok! Ini Grade Elit!"

Joni dan Laras melangkah mendekat. Dengan tangan yang masih agak gemetar, Joni membuka tutup peti tersebut. Seketika itu juga, cahaya biru elektrik yang menyilaukan mata keluar dari dalam peti, disertai dengan hawa dingin yang berderak.

Di dalam peti itu, tergeletak dua buah barang:

 1. [Lightning Iron Gauntlet - Tier 2]: Sepasang gauntlet besi hitam yang dialiri petir biru berderit konstan. Memiliki efek pasif Stun 5% pada setiap pukulan fisik dan tambahan Elemental Damage: Electric.

 2. [Frost Spiritual Ring - Tier 2]: Sebuah cincin perak dengan permata es abadi di tengahnya, memberikan peningkatan Mana Regen 20% dan efek Ice Frost pada setiap buff yang dikeluarkan.

"Mantaaap.. Electric Gauntlet..." Joni melongo. Kalau barang ini dijual di Marketplace kampus, harganya bisa bikin mahasiswa baru harus berutang sampai lulus kuliah.

"Wah. Jon, lo dapet senjata listrik! Dan ini buat Laras, cincin es!" Gondrong berteriak kegirangan, melompat-lompat tanpa memedulikan jidatnya yang sekarang agak benjol dan memerah akibat menghantam dahi raksasa tadi.

Laras menerima cincin itu dengan tangan gemetar, matanya berbinar haru. "Ini... mahal banget kalau di toko. Terima kasih, Kak Joni, Bang Gondrong."

Joni langsung memasang Lightning Iron Gauntlet baru itu ke kedua tangannya. Begitu terpasang, aliran listrik biru langsung merambat ke rompi badak tanahnya, memberikan sensasi kekuatan baru yang luar biasa.

"Dengan ini... kita udah lebih dari siap buat menginjakkan kaki di kota mati Zona Merah besok," ucap Joni sambil mengepalkan tangannya yang kini berderit petir. "Dan Tian... lo bakal kaget lihat apa yang nunggu lo di hari Senin nanti."

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!