NovelToon NovelToon
REINKARNASI DEWA PELAHAP

REINKARNASI DEWA PELAHAP

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Dan budidaya abadi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:196.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Arlingga Panega

Ini adalah kisah dari seorang dewa yang memiliki julukan Dewa Pelahap. Dia yang merasa bosan karena telah berada di puncak kultivasi dan tidak mampu naik ke alam primordial, akhirnya berbuat nekat dengan memasuki siklus reinkarnasi menggunakan teknik tertentu dan menyegel ingatannya agar tidak menghilang saat bereinkarnasi.

Entah sebuah takdir atau kesialan yang menimpa Dewa Pelahap, sehingga dia bereinkarnasi menjadi menjadi manusia fana dengan dantian tersegel.

Namun ketika dia sedang dalam titik terendahnya, dia menemukan sebuah benda aneh yang mampu mengikis segel dalam dantiannya secara perlahan. Dan awal kisah Reinkarnasi Dewa Pelahap pun dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arlingga Panega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melawan 2 Cheetah Tingkat Raja Tahap Akhir 2

Sraiing!

Enam bilah cakar dari serangan kedua Cheetah melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Yu Jireu, dengan posisi diagonal membentuk huruf X. Yu Jireu langsung memasang wajah serius saat melihat hal tersebut. Dia yakin bahwa nyawanya pasti akan benar-benar dalam bahaya jika terkena kedua serangan Cheetah itu.

Namun Yu Jireu masih memiliki ketenangan dan hanya perlu bergerak menghindar karena telah memiliki pertahanan pelahap mutlak miliknya. Dengan memaksimalkan kekuatan elemen pelahapnya, Yu Jireu berkelit dan terbang ke atas langit untuk menyelamatkan nyawanya.

Boommm...

Kehancuran dahsyat terjadi dan menimbulkan gempa bumi. Debu-debu beterbangan di mana-mana dan menutupi area yang cukup luas. Kedua Cheetah itu menajamkan pandangannya untuk memastikan keberhasilan serangan mereka.

Akan tetapi keduanya justru langsung memasang wajah serius dan dengan cepat membuat pertahanan dengan energi Qi untuk menahan serangan Yu Jireu yang tiba-tiba muncul seperti hantu.

"Mati!" ucap Yu Jireu sembari mengayunkan tangannya.

Swoosshhh...

2 buah pusaran angin hitam seperti bor tercipta dari ayunan tangan Yu Jireu dan menghampiri kedua Cheetah dengan kecepatan menakutkan. Ruang dan udara yang dilewati bor angin itu langsung tidak stabil dan berdenyut-denyut karena elemen Yu Jireu ini merupakan jenis elemen puncak.

Booommm...

Ledakan dahsyat kembali terjadi saat bor angin hitam itu mengenai perisai buatan 2 Cheetah. Keduanya terdorong mundur puluhan langkah dan wajah mereka sangatlah jelek seperti babi. Aiish, padahal mereka jelas-jelas adalah Cheetah!

"Sialan! Bocah ini ternyata sangat kuat!" umpat Cheetah pertama saat merasakan hampir 60% energi Qi miliknya terkuras habis hanya untuk menahan bor angin hitam yang diciptakan oleh Yu Jireu.

"Kau benar! Bahkan baru kali ini aku menjumpai manusia yang memiliki elemen angin semengerikan bocah ini!" sahut Cheetah kedua.

"En! Kita harus hati-hati. Jika sampai lalai sedikit saja, kemungkinan kita akan mati. Sialan! Aku tidak percaya bocah yang baru lahir kemarin sore dan hanya memiliki kultivasi Tingkat Raja Tahap Awal dapat membuatku tertekan!" Cheetah pertama menjadi semakin marah.

Di sisi lain, Yu Jireu yang telah melakukan serangan terkuatnya juga memasang wajah buruk. Bagaimana tidak? Serangannya yang sebelumnya itu merupakan salah satu serangan yang paling ditakuti oleh para dewa saat di kehidupan pertamanya. Namun saat ini serangan itu hanya bisa membuat kedua Cheetah Tingkat Raja Tahap Akhir tertekan saja. Hal ini sungguh membuat Yu Jireu sangat frustasi.

Selain itu, Yu Jireu juga membutuhkan 45% konsumsi Qi untuk membuat serangan mengerikan itu. Jika dia menggunakannya lagi, maka dia akan kehabisan Qi dan mungkin akan dalam bahaya besar, mengingat para hewan buas atau binatang spiritual yang merasakan pertarungan ini pasti akan langsung datang jika dirasa pertarungannya telah selesai.

'Aku harus sesegera mungkin meningkatkan kekuatan elemen pelahapku. Jika tidak, aku hanya akan menjadi bahan tertawaan para dewa-dewi di sana nanti!' batinnya sembari menggertakkan giginya.

Yu Jireu yang masih melayang di atas langit-langit area pertempurannya kembali memfokuskan pandangannya pada kedua Cheetah lawannya. Matanya menyusut sangat tajam lalu melesat dengan cepat menyerang mereka. Dia ingin menghemat energi Qi dan melakukan pertarungan jarak dekat.

Zheep!

Yu Jireu muncul 1 meter dari Cheetah pertama yang sangat terkejut akan kemunculannya. Yu Jireu memaksimalkan penggunaan senjata kerambitnya dan menghujani Cheetah itu dengan serangan beruntun.

Trank! Trank! Trank!

Cheetah pertama terus mengumpati Yu Jireu dalam hati karena serangannya begitu cepat dan berbahaya. Sedangkan untuk Cheetah kedua, dia segera membantu saudaranya yang tampak kewalahan menghadang serangan cepat Yu Jireu.

"Dasar kucing-kucing lemah!" teriak Yu Jireu di sela-sela dirinya memberikan serangan.

Trank! Trank!

Tring! Tring! Tring!

Suara dentangan saat senjata kerambit dan cakar kedua Cheetah bertemu terus terdengar memekakkan membentuk sebuah alunan nada. Meskipun Cheetah kedua telah datang membantu, namun nyatanya Yu Jireu masih bisa mengungguli keduanya dengan cukup mudah.

Hal ini tentu saja karena pengalaman bertarung di kehidupan pertamanya sangatlah kaya, bahkan tidak terbatas. Selain itu kedua Cheetah ini sepertinya sudah cukup lama tidak bertarung, entah mungkin karena kekuatannya yang sudah cukup lumayan, sehingga gerakan mereka dapat Yu Jireu lihat sangatlah kaku.

Trank! Trank!

Srak!

"Roaaaarrr..." Cheetah kedua mengaum sangat keras saat pisau kerambit Yu Jireu mengenai bagian perutnya. Dengan terburu-buru dia segera menjaga jarak agar tidak mendapatkan serangan susulan yang mungkin lebih merepotkannya.

Akan tetapi hal itu menjadi angin segar bagi Yu Jireu untuk lebih fokus menyerang Cheetah pertama tanpa ada bayang-bayang serangan lain dari Cheetah kedua.

"Dasar bodoh!" cibir Yu Jireu pelan lalu bergerak dengan sangat cepat menyererang Cheetah pertama.

Trank! Trank!

Mata Cheetah pertama langsung melebar saat saudaranya malah melakukan tidakan yang tidak seharusnya. Dia langsung dibuat kewalahan saat serangan Yu Jireu telah berjalan 2 detik. Ini benar-benar serangan gerak cepat yang terlalu mengerikan.

Srak! Srak! Srak!

"Raaarrrr.."

Tiga sayatan berhasil mengenai kaki depan bagian kanan, wajah dan dada Cheetah pertama. Dia langsung menjerit kesakitan yang membuat Cheetah kedua yang sedang memulihkan luka menyadari kesalahannya.

"Oh tidak!" ucapnya sembari menerjang dengan ganas menggunakan taringnya ke arah Yu Jireu.

Srak!

Yu Jireu kembali berhasil mendaratkan sayatan keempatnya pada Cheetah pertama pada bagian dada lagi sebelum dia bergerak menghindar dari terkaman Cheetah kedua.

Grapp!

Serangan Cheetah kedua hanya mengenai udara kosong saja, karena Yu Jireu sudah lebih dulu menghindar. Dia buru-buru mendekati saudaranya dengan wajah sangat khawatir.

"Raaaarrr.." Cheetah pertama terus berteriak kesakitan dan menjatuhkan tubuhnya berguling-guling.

"Saudaraku-.." belum sempat Cheetah kedua selesai mengucapkan kata-katanya, Cheetah pertama sudah memotongnya.

"Tidak perlu mengkhawatirkan aku! Cepat bunuh bocah laknat itu!"

"B-baik!" Cheetah kedua berkata dengan cepat, karena dia takut saudaranya itu akan membencinya, karena kesalahan yang telah dia lakukan.

Cheetah kedua membalik badan dan menemukan Yu Jireu yang berdiri dengan tegap menghadapnya sembari tersenyum menyeringai.

"Kau akan menerima akibat buruk karena telah melukai saudaraku, bocah bangsat!" teriak Cheetah kedua, lalu dari seluruh tubuhnya muncul sinar emas terang yang merupakan elemen cahaya. Cheetah merupakan binatang spiritual pelari tercepat yang pernah ada, dan alasan hal itu bisa didapatkan, karena mereka secara alamiah memiliki elemen cahaya yang merupakan salah satu elemen unik.

Akan tetapi sangat sulit bagi pemilik elemen cahaya untuk bisa meningkatkan kekuatan elemennya ke tingkat lebih tinggi lagi. Bahkan untuk murid Yu Jireu di kehidupan pertamanya yang tidak lain adalah Dewa Bintang belum bisa melakukannya.

Seluruh anggota tubuh Cheetah kedua bersinar sangat terang dan aura tirani binatang spiritual meledak cukup gila. Namun Yu Jireu tetap tenang seperti biasa, karena tentu saja dia dapat mengalahkan elemen cahaya itu menggunakan salah satu tekniknya. Terlebih, dialah orang yang bisa membuat pemilik elemen cahaya tertinggi di Alam Dewa atau Dewa Bintang berada di atas ketinggian. Mana mungkin dia tidak tahu-menahu mengenai kelemahan elemen cahaya.

"Hanya akan sia-sia!" ucapnya pelan sembari kembali memunculkan seringai tipis pada bibirnya.

1
Iwa Kakap
vssbnodubnsks
Alfa Kristanti
/Heart//Heart//Heart//Heart/
Atik Kiswati
gt aja tamatnya....
wong agung
pertarungan nya terlalu lama
wong agung
kunpeng si ikan pelahap langit
wong agung
buah bodhi itu ada pohon nya
ira kasih
ditunggu season 2 nya thor...😁
seru soalnya
ira kasih
akhirnyaaaaa.......
ira kasih
raja yang sopan...
ira kasih
semoga ketemu ya thor.. sama istrinya 😁
ira kasih
waahhh.... langsung kayyaaaaa.....🤩
ira kasih
a..
ira kasih
👀
ira kasih
😁👍
ira kasih
a
ira kasih
yeeeeyyy....
ira kasih
😁👍
ira kasih
yeeyy...
ira kasih
kangen karya othor.. pas nwmu yg ini blm baca.
tetap semangat berkarya thorr.. semoga sehat selalu amin
Huang Ling'er
ARC 2 ya dimana ya ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!