NovelToon NovelToon
Headline 29

Headline 29

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lindra Ifana

"Kapan kamu nikah? Temen temen kamu bahkan udah ada yang punya dua anak. Ibu udah pengen gendong cucu."

Kata kata itu terdengar sederhana tapi selalu terngiang di otak Aurel. Dia hanya ingin mencari yang terbaik untuk hidupnya, karena baginya seorang suami adalah partner seumur hidupnya.

Seperti kisahnya lima tahun yang lalu, yang sudah terlalu yakin dengan pilihan hatinya. Tapi nyatanya hanya pengkhianatan yang ia dapat. Pria itu lebih memilih wanita yang lebih seksi dan bisa dibanggakan untuk di bawa.

Aurel hanya masih mencari, apa itu salah? Tapi bagaimana jika pemujanya sekarang adalah CEO kaya raya yang umurnya jauh lebih muda darinya? Apa itu akan menjadi cinta sejatinya? Atau hanya angin lalu yang akan lewat begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lindra Ifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuka Mata

Pagi itu juga Wibowo dan Ratna pergi ke rumah sakit, tiba disana seluruh keluarga sudah menunggu. Mata mata sinis menyambut kedatangan mereka.

Wibowo menuntun istrinya ke sebuah kursi yang masih kosong, meminta Ratna untuk duduk. Sedang dirinya berdiri disamping Wasis. Kakak beradik itu terlihat saling diam.

"Apa kata dokter tentang ibu?" tanya Wibowo, akhirnya.

Wasis berdecih sinis, kemudian membuang mukanya. Begitupun dengan yang lain, diam, seolah tak ingin menjawab sulung Dirgantara.

"Mana anak tak tahu aturan itu Mas? Apa maunya? Takut dia kesini hahh!!* ujar Wasis dengan suara yang ditekan.

"Sis, kamu tahu benar seperti apa Adrian itu. Dia yang paling muda diantara kalian, tapi dia punya tanggung jawab paling besar di keluarga ini. Dia yang mampu selesaikan semua masalah kalian. Tapi balasan kalian?"

"Kami tidak melakukan apapun, dia memecat kami tanpa alasan yang jelas!" sahut Wasis mulai.terpancing emosinya.

Teguh ikut menimpali "Mas Wasis benar, bayangkan saja... email pemecatan masuk jam 12 malam! Aku, Mbak Neti, Handayani... semua! Ini keterlaluan!"

Neti mulai dengan dramanya, air matanya berlinang. "Puluhan tahun kita jadi keluarga, dan kalah oleh seorang wanita yang baru dikenal hitungan hari."

Ratna menoleh, bagaimanapun saat ini Aurel sudah menjadi putrinya. Dia tak akan biarkan satu orang pun menghina menantunya.

"Ini bukan tentang kalah menang, tapi soal menghormati. Seharusnya kalian semua menghormati pilihannya," ujar Ratna, dia mengeluarkan ponsel dan mengetikkan sesuatu. Jam enam pagi, seharusnya Adrian dan Aurel sudah bangun dan membaca pesannya tadi.

"Kami tarik semua saham milik kami, dan kami juga minta saham 30% milik ibu!! Kita mau lihat tanpa kita bisa apa itu bocah!!" teriak Wasis tak peduli jika suaranya menggema di seluruh ruangan.

Tiba tiba Ratna berdiri, begitupun semua wanita yang sedang duduk. Jika Ratna tersenyum maka semua diruangan itu berwajah tegang.

Adrian datang dengan menggandeng tangan istrinya. Semua mata tertuju padanya, terutama Aurel yang datang dengan mengenakan dress putih.

Langsung hening.

Wasis langsung melangkah maju. "Nyalimu boleh juga. Berani kau datang setelah membuat Eyang Dyah di bawa ke rumah sakit!!"

Wasis mengepalkan tangannya, Adrian tetap berjalan bahkan seperti tak mendengar suaranya. Pria muda itu berjalan lurus ke pintu kaca ICU.

Adrian menghela nafas panjang ketika melihat di dalam, Eyang Dyah terbaring dengan Oksigen, cairan Infus dan alat menempel yang terhubung langsung dengan elektrokardiogram.

Tangan yang biasanya memegang tongkat, sekarang penuh jarum.

Adrian membalikkan badan, berdiri di tengah ruangan dengan Aurel masih ada disisinya.

"Tadi aku mendengar keributan soal saham," kata Adrian. Suaranya rendah. "Aku sudah disini, aku akan mendengar kalian."

Wasis menyipit. "Disaat seperti ini kau bicara tentang saham?? Anak tidak tahu aturan. Mas Wibowo ajari anakmu sopan santun!!" ujar Wasis sinis tanpa berani menatap Adrian.

"Aku beri waktu 24 jam," kata Adrian. "Siapapun yang ingin menarik atau menjual sahamnya silahkan, itu hak kalian. Saya tunggu di kantor."

Teguh melangkah mendekat, tapi wajahnya tidak segarang tadi saat Wibowo dan istrinya datang.

"Adrian kau tidak punya hak memecat kami, Eyang Dyah juga pemegang saham terbesar. Seharusnya kau libatkan beliau dalam mengambil semua keputusan!"

"Aku punya hak untuk itu, aku bertanggung jawab penuh dengan semua hal yang menyangkut berjalannya perusahaan. Jika ada hal yang merugikan atau membahayakan maka aku wajib menyingkirkannya."

"Jadi kau anggap kami ini merugikan?!!!" teriak

"Om belum lupa dengan proyek fiksi senilai 30M itu kan?"

Teguh diam tak menjawab, kakinya perlahan melangkah mundur.

Adrian menarik lembut tangan Aurel. "Dan satu lagi," suara Adrian meninggi. "Mulai kemarin malam, wanita ini sah menyandang nama Dirgantara. Aurel sah menjadi istriku. Jadi siapapun yang menghina atau merendahkan dia..." Kata katanya terjeda ketika tangan Aurel menarik ujung kemejanya. Wanita itu menggeleng pelan, seolah mengatakan agar Adrian tak lagi meluapkan emosinya.

"Itu artinya kalian berhadapan denganku."

Sejenak ruangan menjadi senyap.

Wasis tertawa sinis. "Hah! Istri?! Bercanda kamu, dia baru dikenalkan menjadi tunangan kamu. Lagipula Eyang sudah punya calon istri buat kamu."

"Adrian benar Sis, Aurel sudah sah menjadi menantuku. Jadi tak ada alasan lagi buat kalian meributkan hal ini. Sudah....sekarang kita fokus dengan kesehatan ibu," Wibowo maju menimpali.

Ratna segera menggandeng tangan Aurel untuk diajak duduk

Dari dalam ICU, monitor elektrokardiogram tiba tiba bersuara.

_BIP... BIP... BIP..._

Suster lari keluar. "Maaf, saya harap keluarga mundur! Pasien gelisah!"

Semua panik. Tapi di dalam ruang ICU ternyata mata Eyang terbuka. Dokter datang untuk melihat keadaannya.

Bibir Eyang bergerak dan bersuara serak.

"Ad... rian..."

"Anda masih harus istirahat lebih banyak Nyonya. Semua keluarga nyonya ada di depan, mereka sangat menyayangi anda," ujar dokter agar Eyang Dyah bisa lebih tenang.

Tapi wanita di depannya terus memanggil nama itu tanpa henti, Adrian. Akhirnya dokter keluar dan berjalan menuju orang orang yang sejak semalam menunggu pasiennya di luar ruangan.

Wibowo spontan bergegas menghampiri dokter, wajahnya panik.

"Dokter bagaimana keadaan ibu saya??"

"Beliau sudah sadar, tapi kondisinya masih sangat lemah. Saya harap anda semua bisa lebih tenang agar nyonya Dyah juga bisa tenang di dalam sana. Saat membuka mata beliau memanggil nama Adrian, bisakah beliau dengan nama tersebut ikut dengan saya untuk bertemu Nyonya Dyah?"

Adrian langsung maju. "Saya Dok, saya ikut ke dalam."

"Tidak bisa! Dia sumber masalahnya Dokter, dia bisa membuat keadaan ibu saya lebih buruk!"

"Sis jaga ucapanmu," ujar Wibowo, tangannya mencengkeram tangan adiknya. Pandangannya tajam menghunus. "Ibu ingin bertemu Adrian."

Adrian mengikuti langkah dokter ke dalam ruangan, setelah memakai pakaian steril Adrian perlahan mendekati ranjang pasien, tempat Eyang Dyah tergolek tak berdaya dengan banyak alat menempel ditubuhnya.

Adrian menunduk. Nafasnya berat. Bagaimanapun wanita tua didepannya adalah wanita yang dulu sangat memanjakannya... menyayanginya.

"A-adrian... Adrian...."

"Eyang...."

1
lia juliati
😍 tor update lebihin ya
lia juliati
😍
lia juliati
yah masih berputar kubangan yg sama
lia juliati
yang penting sabar.... sabar
lia juliati
cari terussss.....ampe dengkul lemes...
lia juliati
jitak sm gebukin ja kak Aisha.... ..kasih pelajaran yg berat
lia juliati
penyesalan d akhir swlalu....
Nur Ahmad
sukurin elo Adrian 🤣🤣🤣
lia juliati
klo terungkap smua.... jgn harap kasih maap aurel... cape bgt jadi kamu
Nur Ahmad
pak wibowo hajar anak mu yang bikin kesel itu
Nur Ahmad
Adrian 😡😡😡
Nur Ahmad
nah loh nenek lampir datang
Diah Anggraini
lanjut ya ka
lia juliati
aurel lanjut aja jalanin hidup.... yg toxic d jauhkan.... aurel wanita yg tegar
lia juliati
pergilah bila d usir jgn lihat k belakang.... jaga harga diri... cukup sudah
lia juliati
apakah Adrian n wibowo bisa d kadalin? mereka pinter tp klo urusan hati, tetep jd ilang nalar
lia juliati
aurel knapa smua harus kamu.....biarkan saja apapun yg mereka perbuat ckp kuat hati tp 1 hal jgn mau d tindas n bersikap tenang tp bisa menghancurkan... tp klo sudah d luar batas pergi saja tdk usah liat k bkng
Nur Ahmad
jawab Dri... ogah!!
Nur Ahmad
aurel kah?
Nur Ahmad
itu aisha tau tp nggak cemburu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!