Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.
Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.
Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.
Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.
Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Naila bergegas turun ke bawah, dia sangat malu dengan ulah Rivan. Padahal beberapa hari yang lalu, Naila sudah membuat Rivan dan keluarga nya masuk penjara. Tapi seperti nya mereka tidak akan menyerah begitu saja.
"Naila, cepat turun. Dasar wanita murahan, kembalikan rumah ku!" Teriak Rivan dengan suara lantang.
Pintu lift terbuka, dan Naila muncul dari dalam nya. Rivan terpaku melihat penampilan Naila sekarang, padahal beberapa waktu yang lalu Naila tampak sangat kucel dan dekil dengan daster lusuh nya.
Naila berjalan dengan anggun dan elegan, mendekati laki - laki yang tidak lama lagi akan menjadi mantan suami nya tersebut. Senyum mengembang dari sudut bibir Rivan, akhir nya dia berhasil menemukan Naila.
"Mau apa lagi kau datang ke sini?" Tanya Naila degan ketus.
"Naila, ikut aku kita pulang sekarang. Kau harus mempertanggung jawab kan semua perbuatan mu pada kami, kembalikan rumah kami seperti dulu!" Rivan berkata pada Naila.
"Apa kamu sudah amnesia, Mas? Rumah mana yang kau maksud? Apakah selama ini kau merasa pernah membeli rumah?. Rumah itu di beli oleh orang tua ku, jauh sebelum kita menikah. Jadi terserah mau akau jual atau apapun itu, bukan kah sudah berapa kali aku tegaskan pada mu!" Naila berkata dengan tenang.
"Naila, aku ini suami mu dan aku juga punya hak yang sama atas rumah itu. Kau tidak bisa menjual nya tanpa seizin ku! Cepat kembalikan rumah itu, keluarga ku butuh tempat tinggal!" Bentak Rivan dengan kasar.
"Keluarga mu bukan lah urusan ku, silahkan kalian cari tempat tinggal sendiri. Jangan ganggu aku, sudah cukup selama ini kalian menjadikan aku pembantu di rumah ku sendiri. Sedangkan kau dan keluarga mu setiap tahun pergi berlibur ke luar kota, dan aku kalian tinggal kan di rumah!" Naila mengeluarkan semua hal yang dia simpan di dalam hati.
"Naila, kau tidak punya hak sama sekali untuk melarang ku dan keluarga ku berlibur. Aku yang bekerja, dan terserah uang nya mau aku pakai untuk liburan keluarga ku atau untuk apapun itu!" Rivan berkata pada Nadila.
"Baik lah, Mulai sekarang aku tidak akan mempermasalahkan hal itu lagi. Kita akan berpisah secepat nya!" Naila berkata dengan tegas.
"Sampai kapan pun, kita tidak akan berpisah. Sekarang cepat ikut aku pulang, dan kerjakan semua tugas mu di rumah!" Rivan menarik tangan Naila dan memaksa untuk membawa nya pulang.
Naila dengan sekuat tenaga nya berontak, dan akhir nya cekalan di tangan nya terlepas.
"Aku tidak akan pernah ikut pulang dengan mu lagi, kau bukan lagi rumah bagi ku!" Naila mengeluarkan ponsel dari saku nya dan menghubungi pihak keamanan kantor.
"Cepat datang kemari, usir orang gila ini dari sini!" Naila memberi perintah pada sekuriti melalui sambungan telepon.
"Kurang ajar kau Naila, berani nya kau mengusir ku!" Rivan mengayun kan tangan nya, bersiap menampar Naila.
"Hentikan,,,,!" Tiba - tiba terdengar suara bariton yang membuat Rivan menghentikan aksi nya.
Semua orang yang ada di sana, langsung menolak ke arah asal suara. Tidak terkecuali Rivan dan Naila, seorang laki - laki tampak sangat berwibawa berdiri tidak jauh dari tempat mereka.
"Pak Farhan,,,,!" Naila menyebut nama sang atasan.
Pak Farhan, yang merupakan pemilik perusahaan ini berjalan mendekati Naila dan Rivan. Dia sangat marah saat melihat kantor nya di jadikan tempat untuk membuat keributan.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya pak Farhan dengan suara tegas.
"Pak, ini urusan saya dan istri saya. Jadi saya minta sama bapak untuk tidak ikut campur dalam urusan ini!" Rivan berkata dengan berani nya.
Rivan tidak sadar dia sedang bicara dengan siapa, dia berfikir dengan mempermalukan Naila di sini maka Naila akan kembali pada nya.
"Saya tidak perduli dengan urusan rumah tangga kalian, tapi satu hal yang pasti. Selesaikan urusan kalian di luar, dan jangan membuat keributan di kantor saya!" Pak Farhan berkata dengan tegas.
"Maaf pak, saya tidak akan mengulangi nya lagi!" Naila berkata dengan kepala tertunduk.
Pada saag yang bersamaan, sekuriti yang di panggil oleh Naila pun tiba di sana. Dan dia melihat banyak orang berkumpul di lobi.
"Silahkan pergi dari tempat ini, atau mau di bantu oleh sekuriti?" Tanya pak Farhan dengan tatapan tajam.
"Saya akan pergi, ayo Naila cept pulang!" Kembali Rivan menarik paksa tangan Naila.
"Aku tidak akan pergi, aku mau bekerja. Tidak ada lagi yang bisa di bicarakan!" Naila menepis tangan Rivan dengan kasar.
"Jangan membantah ku, atau kau akan menyesal!" Rivan mengancam Naila.
"Pak, tolong bawa laki - laki ini keluar!" Naila berlata pada 2 orang sekuriti yang ada di sana.
"Baik bu!" Jawab sekuriti itu sambil mengangguk kan kepala nya.
Kedua laki- laki berbadan tetap itu segera membawa Rivan keluar secara paksa dari sana, Rivan berontak dan dia ingin melepaskan diri. Tapi dia kalah tenaga, tenaga kedua nya lebih besar.
"Naila, ini belum selesai Naila. Aku akan datang kembali untuk membawa mu pulang, aku tidak akan membiarkan kau menang setelah menjual rumah ku dan selingkuh di belakang ku!" Teri!aku Rivan dengan suara lantang.
Naila merasa sangat malu dengan ulah Rivan, dia di tuduh selingkuh padahal Naila tidak pernah melakukan hal itu sama sekali. Dia bersih, dan jauh dari tuduhan Rivan.
"Naila, kau ikut ke ruangan saya sekarang juga!" Pak Farhan berkata dengan tegas.
"Baik pak!" Jawab Naila dengan kepala tertunduk.
"Semua nya bubar, dan kembali ke tempat nya masing- masing!" Perintah Pak Farhan.
Semua orang yang tadi berkumpul di sana, bergegas membubarkan diri dan kembali ke balik meja masing - masing. Tidak ada yang berani membantah perintah dari pak Farhan, selama memimpin perusahaan ini pak Farhan memang tegas dalam bersikap pada siapa pun.
Pak Farhan segera menuju ke lift khusus, ke ruangan nya. Sedangkan Naila masih berdiri di sana dengan kepala tertunduk, setelah pak Farhan pergi dari sana baru lah Naila pun beranjak dari sana.
'Mas Rivan benar - benar keterlaluan, belum satu bulan aku kembali bekerja di tempat ini, tapi di sudah membuat ku dalam masalah!' Rutuk Naila di dalam hati.
Dengan langkah gontai, Naila pun bergegas pergi ke ruangan nya. Kini dia bersiap menemui pak Farhan, Naila tahu kali ini dia akan mendapat teguran yang keras karena ulah Rivan.
'Semoga saja pak Farhan tidak memecat ku, jika aku sampai di pecat maka lihat saja mas. Aku akan membuat mu dan keluarga mu menderita lebih dari ini!' Batin Naila di dalam hati.
nyebelin banget
bisa2nya nduh orng smbrangn,pdhl dia sndri yg slingkuh....jd laki2 kere aja sok2an miara slingkuhan....😫😫😫
next double up ya atau crazy up gitu Thor 😄😄
msa udh d ftnah dn d bkin malu d dpn bnyak orng,tp msih diem aja....tar lma2 kluarga benalu mkin gila....