NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil
Popularitas:36.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 9

Setengah jam kemudian, di pojok alun-alun desa yang ramai...

Noah berdiri mematung di samping sebuah meja kayu kecil yang diletakkan di atas trotoar. Matanya membulat sempurna, rahang tegasnya nyaris jatuh ke tanah. Di atas meja itu, berjejer belasan toples kaca bekas selai yang berisi air jernih. Di dalam masing-masing toples, berenang lah seekor ikan kecil berwarna-warni dengan ekor yang mekar melebar.

Di depan meja, terbentang kardus bekas mie instan dengan tulisan spidol merah yang mencolok:

IKAN CU-PANG PETARUNG TOP GLOBAL TEJO & NOAH!

"Tejo, maksud dari proyek bisnis dan investasi modal yang kamu agung-agungkan tadi adalah berdagang ikan cu-pang pinggir jalan?!" tanya Noah syok berat.

Ia menatap toples-toples tersebut, lalu beralih ke arah anak-anak kecil dengan ingus meler yang mulai berkerumun.

"Iya, Noah! Keren, kan? Kita jadi juragan ikan hias!" seru Tejo tanpa dosa, sibuk mengetuk-ngetuk dinding toples pakai jarinya agar si ikan cu-pang mau mengembangkan ekornya.

"Tugasmu gampang! Kamu kan mukanya ganteng tapi galak, pas banget buat meyakinkan anak-anak di sini kalau ikan cu-pang kita ini jenis petarung yang punya mental psikopat! Ayo, cepat promosikan, Noah!"

Noah memejamkan matanya rapat-rapat, memegang keningnya dengan gaya dewasa yang sangat dramatis. Harga dirinya terasa diinjak-injak oleh sekumpulan hewan air tawar berukuran lima sentimeter.

"Tejo, dengarkan aku. Makhluk air ini sama sekali tidak memiliki nilai jual tinggi. Bagaimana bisa kamu mengklaim ikan yang hobi menyendiri dan harganya lima ribu rupiah ini sebagai komoditas bisnis yang menjanjikan?"

"Yee, jangan salah, Noah! Ini cu-pang jenis halfmoon sama hellboy! Kalau mereka menang diadu, harganya bisa naik tiga kali lipat," balas Tejo ngegas, tidak mau kalah. "Tuh lihat, anak-anak sudah pada datang karena terpesona sama kegantenganmu! Ayo, layani pelanggan pertamamu!"

Seorang bocah laki-laki berpakaian kaus oblong longgar mendekat, menunjuk salah satu toples dengan jarinya yang kotor habis bermain tanah.

"Bang, yang ini berapa harganya? Bisa langsung diadu sama punya Ucok enggak?"

Noah menatap bocah itu, lalu melirik ikan cu-pang merah di dalam toples dengan pandangan menilai yang sangat dingin.

"Dua puluh ribu rupiah," jawab Noah ketus, menaikkan harga sepihak tanpa diskusi dengan Tejo.

"Hah?! Kok mahal banget? Biasanya di abang-abang SD cuma lima ribu!" protes si bocah pembeli.

Noah melipat tangannya di dada, menatap sang pembeli dengan tatapan mengintimidasi.

"Ikan ini memiliki sirip yang mematikan dalam air. Ini bukan ikan cu-pang sembarangan, ini adalah aset investasi tempur. Jika kemampuan finansialmu tidak mencukupi untuk membeli kualitas premium, aku sarankan kamu kembali bermain kejar-kejaran di lapangan."

Tejo langsung melongo mendengar cara promosi Noah yang kelewat elite untuk ukuran pasar kaget desa.

Namun ajaibnya, si bocah pembeli justru malah terpukau dengan penjelasan Noah.

"Ya sudah kalau begitu, aku beli yang ini deh!"

Noah menerima lembaran uang dari pembeli pertamanya dengan ujung jari yang dilapisi tisu. Lalu melirik Tejo yang menganga tak percaya.

"Bagaimana? Empat kali lipat dari perkiraanmu, bukan?" ucapnya sombong.

Dari kejauhan, Bella yang bersembunyi di balik pohon, menahan tawa sampai pundaknya berguncang hebat.

"Astaga, tuan muda Noah. Gaya bicara dan level makanan boleh saja seperti bangsawan, tapi saat melihat uang matanya langsung ijo! Benar-benar bocah genius. Aku yakin mata duitan nya ini seratus persen dari gen Elena! Dia pasti bangga melihat bakat terpendam putranya, hahaha!"

*

*

Ceklek!

Pintu itu akhirnya terbuka.

Xander melangkah masuk ke dalam ruangan dengan sebuah tongkat kayu mahal berhulu perak di genggaman tangannya. Pria tua itu, meskipun rambutnya sudah memutih seluruhnya dan kulitnya berkerut, masih tampak sangat sehat, bugar, dan memancarkan aura wibawa yang luar biasa kuat.

"Ehem!" Xander berdeham keras demi mengembalikan wibawa kantor cucunya.

Elena yang tadinya sudah terkantuk-kantuk di atas sofa, bahkan nyaris mengeluarkan air liur karena bosan menunggu seketika tersentak kaget. Ia langsung menegakkan tubuhnya, merapikan pakaian, dan berdiri dengan senyum profesional yang dipaksakan.

"Ah! Selamat pagi... eh, siang, Tuan! Saya Elena Anastasia. Saya melamar pekerjaan di sini sebagai staf administrasi keuangan dan—"

"Aku sudah tahu," potong Xander ketus, kelewat malas mendengar perkenalan formal. Ia berjalan menuju kursi kebesaran di balik meja kerja, lalu mendudukkan dirinya dengan anggun.

Elena mendongak untuk menatap langsung wajah sang pemilik perkebunan. Namun, begitu matanya menangkap detail wajah pria tua di hadapannya, pasokan oksigen di paru-paru Elena seolah terhenti seketika. Matanya membulat sempurna, melotot hingga nyaris keluar dari kelopaknya.

Alis yang menukik tajam, bentuk rahangnya, bahkan tatapan matanya yang menusuk dan menyebalkan, mengingatkannya pada seseorang.

"T—tidak mungkin. Jangan bilang kakek tua yang berdiri di hadapanku ini adalah kakek yang sama yang menghabiskan malam panas denganku tujuh tahun lalu?!" batinnya bertanya-tanya.

Elena memperhatikan struktur wajah Xander sekali lagi. Kemiripannya dengan Noah, putra semata wayangnya yang berusia enam tahun itu mencapai level 99,9%! Pantas saja Noah kalau bicara ketus dan hobi menatap orang seperti mau membunuh, ternyata gen biologisnya berasal dari kakek-kakek yang ada di depannya ini!

Seketika, rasa takut Elena menguap, digantikan oleh sebuah seringai licik dan ambisius di sudut bibirnya.

Tujuh tahun! Tujuh tahun lamanya ia hidup terlunta-lunta, dicaci-maki tetangga sebagai wanita hamil tanpa suami, bahkan harus menguras tabungan demi menuruti selera makan Noah yang selangit! Kali ini, takdir sudah mengantarkannya pada sumber uang yang asli.

Elena tidak akan membiarkan kakek tua ini lolos begitu saja!

"Kakek tidak mengenaliku?" tanya Elena tiba-tiba. Nadanya berubah total, bukan lagi nada pelamar kerja yang sopan, melainkan menantang ala penagih utang keliling.

Xander yang baru saja mau membuka berkas lamaran Elena langsung menghentikan gerakannya. Ia mengernyitkan dahi dalam-dalam.

"Maksudmu apa, Nona? Sopan sedikit, ya. Saya ini pewawancara anda."

"Halah, tidak usah pura-pura amnesia karena faktor usia, Kek!" seru Elena berapi-api. Ia melangkah maju, lalu dengan berani menggebrak meja kerja Xander dan menunjuk tepat di depan hidung pria tua itu. "Tujuh tahun yang lalu! Di hotel mewah malam itu! Aku mengandung benihmu, Kek! Dan sekarang, anak kita sudah besar, wajahnya mirip sekali denganmu! Aku menuntut Kakek untuk bertanggung jawab sekarang juga!"

Deg!

Xander seketika mematung di kursinya. Bola matanya nyaris melompat keluar. Jantungnya mendadak mau copot. Tujuh tahun lalu gadis ini mengandung benihnya?!

"Kamu jangan sembarangan bicara, ya!" bisik Xander buru-buru melirik ke arah pintu takut ada karyawan yang menguping. "Kapan aku pernah tidur dengan gadis muda bau kencur seperti kamu?!"

"Jangan mengelak! Lihat mataku! Apa Kakek lupa dengan malam yang penuh keringat itu, hah?!" cecar Elena makin menjadi-jadi.

Xander mulai berkeringat dingin. Otak tuanya berputar liar memikirkan nasibnya. Jika sampai karyawan di luar mendengar drama ini dan sampai ke telinga istrinya, bisa habis dia!

Siapa sebenarnya gadis gila yang tiba-tiba mengaku membawa anak hasil benih tuanya?!

1
Keysha Aurelie
wah Elena kapan lagi bermanja manja sama suami orang apalagi udah lansia dan di saksikan istri sah nya pula hahaha🤣🤣
asik nih gak sabar menunggu kelanjutannya
Oma Naomi saya mengagumi anda🤣
MamDeyh
😂😂😂
Nice1808
elena mata duitan demi uang dia akan bermanja2 dgn xander buat leonard cemburu🤭🤣🤣🤣
Dede Maesaroh
bener noah keluarga ayah mu emang aneh termasuk ibu mu🤣
Pawon Ana
ayo kita lihat dan nikmati ketika para tetua mengerjai cucu singa-nya....🤣
tinie
🤣🤣 kakek nenek mau balas dendam
tetang bagaimana jadinya ada anak kecil yng mirip
Dew666
Lanjuttttt
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus kau opa🤣🤣🤣🤣🤣🤣ciap oma jd singa
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nice1808
hahhah xander bego bukannyz menjelaskan dr awal klo elena salah tebak klo xander yg tdr di hotel itu, krna topeng leon yg mirip xander, mampus kau xander kena amukan naomi🤣🤣
Nice1808: 🤣🤣🤣🤣iya betul
total 2 replies
Kinara Widya
🤣🤣🤣🤣🤣segera jelasin ke istrimu Xander...sebelum terjadi perang dunia...🤣🤣🤣
Sri Rahayu
wkwkwkkk....kaget Naomi denger Noah panggil Xander PAPA.bukan kakek buyut 🤩🤩🤩...lanjut Thott kepo nih 😘😘😘
Mita Paramita
kakek nenek datang 🤣🤣🤣
Keysha Aurelie
hahaha lucu saat Noah panggil Opa Xander "Papa"🤣🤣🤣
Elena pasti panik melihat Naomi , berasa jadi wanita simpanan
🤣🤣
Leon siap siap jadi asisten opa dan oma mu🤣
vj'z tri
amin kan gak yaaa /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ itu dirimu versi mini maseee
Dew666
Lanjut lanjut lanjut
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat dan terimakasih up nya

meskipun namanya Leon tetap saja akan kupanggil singa yang alergi sentuhan🤣
hahaha Joni sampai menangis itu lho Leon 😂
habislah Leon setelah ini di tangan opa Xander 🤣
berani banget menghamili gadis sampai ada nya seorang anak yang menyebalkan
Senja: Wkwk sama sama beb, ini sambil nunggu kontrak baru up banyakan
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Senja: Okeeee kk
total 1 replies
Mita Paramita
kocak bapak sama anak🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!