NovelToon NovelToon
MY MAFIA HUSBAND

MY MAFIA HUSBAND

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:787.1k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Ophelia Martin datang menggantikan kakak tirinya untuk menikahi seorang mafia, Bleiz Russo, karena hutang ayah tirinya.

Dia siap menghadapi monster yang dia pikir tua dan bengis itu.

Tapi ketika Ophelia memasuki kastil gelap dan dingin milik Bleiz Russo—dia tidak menemukan kakek-kakek keriput bertato dan tatapan menjijikkan itu.

Yang dia temui justru pria berusia tiga puluh tahunan dengan wajah mempesona, mata elang sedingin es, dan tubuh tegap yang terbalut jas berwarna gelap setara dengan auranya.

Pria itu ternyata menyodorkan kontrak sederhana, bukan sebuah pernikahan normal yang mungkin hanya akan berjalan sementara.

Ophelia hanya disuruh hamil darah dagingnya, dan itu membuat hutang ayah tirinya lunas. Tidak perlu ada cinta. Tidak perlu ada tuntutan. Bleiz hanya perlu wadah untuk pewarisnya.

Bleiz menyentuhnya seperti barang berharga, tapi menatapnya seperti debu tak berarti. Ophelia pernah menyaksikan sendiri bagaimana tangan kuat itu dengan tenang mematahkan tulang pengkhianatnya. Dia pikir dia akan mati ketakutan.

Tapi ternyata setiap kali jarak mereka hanya beberapa sentimeter, justru detak jantungnyalah yang paling berisik?

Ophelia harus mengingat satu aturan. Jangan pernah jatuh cinta pada iblis yang hanya menginginkan rahimmu.

Namun bagaimana caranya bertahan, ketika iblis itu mulai membelai perutnya yang mulai berisi, dengan tatapan yang untuk sekilas terlihat seperti ... ketakutan akan kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gelisah Dan Galau

Setelah kepergian Bleiz ke luar negeri, Ophelia awalnya merasa lega. Dia bisa berjalan-jalan di taman tanpa merasa diawasi, membaca buku di perpustakaan tanpa harus berpapasan dengan tatapan tajam pria itu, dan bahkan bernyanyi kecil di kamarnya tanpa takut diprotes.

Tapi memasuki hari keempat, ada sesuatu yang membuat perasaannya tak nyaman. Ada rasa hampa meskipun sebenarnya kehadiran Bleiz pun tetap membuat kastil sunyi, hanya saja ini berbeda.

"Dia bilang tiga hari," gumam Ophelia sambil memandangi taman di luar jendela kamarnya. "Kenapa belum kembali?"

Brigite kemudian masuk dengan sepiring teh dan kue. Ophelia menoleh dan menatap kedatangan wanita paruh baya itu.

"Brigite, apakah Bleiz pernah memberi kabar pada pengawalnya?" tanya Ophelia, berusaha terdengar cuek.

Brigite menggeleng pelan. "Belum, Nyonya. Tapi aku yakin Tuan Bleiz baik-baik saja. Dia selalu baik-baik saja. Mungkin ada urusan yang penting yang memakan waktu lebih lama.”

Ophelia mendengus. "Aku tidak peduli apakah dia baik-baik saja atau tidak. Aku hanya penasaran, itu saja."

Brigite tersenyum tipis, seolah tahu sesuatu yang tidak Ophelia katakan. "Tentu, Nyonya."

*

*

Hari kelima, Ophelia mulai gelisah. Dia bolak-balik dari kamarnya ke perpustakaan, dari perpustakaan ke taman, dari taman kembali ke kamar.

Matanya tanpa sadar sering menoleh ke arah gerbang kastil, berharap melihat mobil Bleiz masuk.

"Dia mafia," Ophelia mengingatkan dirinya sendiri. "Dia terbiasa dengan bahaya. Ini bukan urusanku. Aku seharusnya tak peduli. Ya, aku tak peduli!”

*

Tapi setiap malam, Ophelia semakin tidak bisa tidur. Dia membayangkan Bleiz di suatu tempat, entah di mana, mungkin terluka, mungkin dalam bahaya. Dan dia membenci dirinya sendiri karena memikirkannya.

Hari ketujuh, Ophelia tidak tahan lagi. Dia menahan Brigite di lorong dengan tatapan memohon.

"Brigite, tolong katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi. Ke mana dia pergi? Apakah ada yang salah? Dia tak memberi kabar sama sekali?”

Brigite tampak ragu. Wajahnya berubah tegang, dan Ophelia melihat ketakutan di mata pelayan setianya itu.

"Nyonya, aku tidak tahu banyak. Maaf,” kata Brigite dan segera pergi.

Ophelia merasakan kesal. "Ck! Menyebalkan. Masa mereka tak tahu ke mana tuannya pergi?”

Ophelia menggelengkan kepalanya. “Dan lebih menyebalkannya lagi, aku yang merupakan istrinya tak tahu ke mana suaminya pergi.” Ophelia mendengus kesal.

*

*

Hari kedelapan, Ophelia tidak bisa duduk diam. Dia turun ke ruang makan meskipun tidak ada Bleiz, duduk di kursinya yang biasa, menatap kursi kosong di hadapannya.

Makanan terasa hambar di lidahnya. Dia hanya memainkan garpu di piringnya. Otaknya masih penuh dengan Bleiz Bleiz, dan Bleiz.

‘Kenapa aku begini?’ tanyanya dalam hati. ‘Aku membencinya. Dia menculikku. Dia memaksaku menikah dengannya. Tapi kenapa aku takut dia tidak kembali?’

*

Malam itu, Ophelia tidak bisa tidur. Dia duduk di ambang jendela kamarnya, memandangi langit malam yang gelap, berdoa agar Bleiz pulang dan menampakkan wajah dinginnya itu lagi padanya.

Hingga hari ke empat belas, Ophelia sudah kehilangan harapan. Dia duduk di taman, di bangku batu yang biasa dia duduki, dengan buku terbuka di pangkuannya tapi matanya kosong. Brigite datang dengan cangkir teh seperti biasa, tapi Ophelia tidak menyentuhnya.

"Nyonya, kau harus makan," kata Brigite lembut.

"Aku tidak lapar," jawab Ophelia, suaranya lemah.

"Nanti Tuan Bleiz akan marah jika tahu kau tidak makan."

Ophelia tersenyum pahit. "Dia tidak akan tahu. Dia tidak ada di sini."

Tapi tepat saat itu, suara mesin mobil terdengar dari kejauhan. Ophelia menegang. Jantungnya berdebar kencang.

Dia berdiri, bukunya jatuh dari pangkuannya, dan dia berlari ke arah gerbang tanpa peduli dengan gaunnya yang terseret di tanah.

(JANGAN LUPA KOMEN DAN LIKE)

1
Yunita Akmalia
kenapa sedikit banget Thor, boleh tambah up lagi, katanya harus to the point
Lina Cuang
berdua jalan kepantai lagi nanti ketahuan ev salah paham lagi
Lina Cuang
lanjut kak
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Ayna Adam
lanjut kak Zarin
HR_junior
aneh acara privat tp kok si Helena bisa datang mng siapa yg ngundang ya..aneh banget kan..Leon mng km hak tau kalo kakk km suka bikin drama apa ya..apa cuma Noah yg tau di antara lean evren ya.makame gak ada perteman yg bener antara perempuan n laki2.dah pisah ya gak Isa dong cipika cipiki dll .lean lean mantanmu bilangin itu
maret
q yg baca aja ikut cemburu.. ih...
jauhin aja tuh lean biar pusing sendiri...
isni afif
😘😘😻😻🫣😘😘😻
isni afif
lanjut kak....
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍👍👍👍💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍👍👍👍👍💪💪💪💪
Nonie Hlm
aduuuhhh kenapa ngomong cm B2 aja ....bawa sekalian Evre kenalin...ntar si Helena ngereog atau tantrum atau yg lebih parah pura² sedih nangis sesegukan minta di peluk lg .... ambyar bisa loe gak bakal dipercaya lagi ma Ev...jgn cari penyakit Lean 😅🫣
happy oktavia
biarin aja Ev... kamu liat aja si Leander gmn ngadepin helena.. kamu hrs percaya diri
happy oktavia
emang Helena diundang di acara itu? engga kan?? iiihh
happy oktavia
nyari2 Lean buat apa???
Dewi
Sorry tumben ceritamu agak belibet biasanya satset thor but lanjut terimakasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Shee_👚
nah kayanya helena punya rasa sma lean, bukan hanya sekedar rasanya nyaman tapi emang cinta
Farda monukliafari
ciri" ratu drama dan rumit deh nih mantan lead yg katane ndak mau sesuatu yg rumit hihi
kita pantau gimana sikap lead ke helen.
menurut aku jika kalau cwo lagi mendekati cwe incaran ( udah jadian masih sembunyi" ) tetep aja si cwo harus jaga perasaan cwe yg di dekatin dan harus tegas sama yg katanya temen baik itu gimanapun ( mau sampai cwe lain nangis atau gimana ).
because dr ini bisa tau, type cwo apakah sii lead ini wkwk
Farda monukliafari: betul nih kak, kita pantau drama yg bakal mantan lead lakukan dan sikap leadnya hihi
total 2 replies
V_eRiL
kau harus tegas dgn Helena deh Lean dan lebih baik tdk perlu berteman lagi dengannya..kalau kau masih berteman dengan Helena, dia akan selalu ada bahkan bisa jadi penghalang di dalam hubunganmu dgn Evren 😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!