NovelToon NovelToon
Bangkitnya Sekte Kuno: Meraih Puncak Tertinggi

Bangkitnya Sekte Kuno: Meraih Puncak Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kultivasi
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sekte kuno Pedang Langit yang berjaya selama seribu tahun, dalam lima ratus tahun terakhir mengalami kemunduran akibat seluruh guru besar dan murid sekte bahkan sesepuh serta ketua sekte tewas dalam perang melawan Klan Iblis. Hanya tersisa, seorang murid luar Li Tianchen dan mendapatkan warisan dari guru besar. li Tianchen menjadi ketua sekte Pedang Langit.
Hidup damai dan nyamannya mulai terusik, saat Sekte -sekte baru menyerang dan ingin menguasai wilayah sekte Pedang Langit.
Mampukah Li Tianchen mempertahankan sekte pedang Langit? Dapatkah Tianchen mendapatkan murid untuk membantu sekte meraih puncak tertinggi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEKTE KUNO 1

​Angin sore di Perbukitan Wuji biasanya membawa ketenangan yang magis. Di tempat ini, empat puncak megah Sekte Pedang Langit berdiri menjulang, menembus awan seolah menjadi tiang penyangga cakrawala. Aliran energi spiritual (Qi) murni yang pekat mengalir di antara celah-celah tebing, membentuk kabut tipis berwarna keperakan yang mengitari wilayah terlarang. Tempat ini adalah surga bagi para kultivator. Namun, keheningan lima ratus tahun itu mendadak robek.

​Di puncak tertinggi, di sebuah gubuk bambu yang bersahaja, seorang pemuda tampak sedang berbaring malas di atas kursi kayu. Li Tianchen, dengan jubah abu-abu sederhana yang tampak sedikit pudar di bagian ujungnya, sedang menikmati secangkir teh talas liar. Penampilannya sama sekali tidak mencerminkan statusnya. Pakaian yang ia kenakan adalah seragam kuno untuk murid luar, kasta terendah dalam hierarki sekte seribu tahun lalu.

​Clang!

​Sebuah resonansi spiritual yang pekat mendadak bergetar di dalam benaknya. Cangkir teh di tangan Tianchen berhenti di udara. Sepasang matanya yang semula sayu langsung menajam, memancarkan kilatan cahaya sedalam lautan.

​"Formasi Pelindung... ada yang menyentuhnya," gumam Tianchen lirih. Suaranya tenang, namun ada nada dingin yang terselip di sana.

​Ia meletakkan cangkirnya perlahan. Selama lima ratus tahun terakhir, sejak pertempuran agung melawan klan iblis yang merenggut nyawa seluruh sesepuh, guru besar, dan rekan-rekan seperguruannya, Sekte Pedang Langit telah menarik diri dari dunia luar. Nama besar mereka meredup, dianggap punah oleh sejarah, dan dilewati oleh zaman yang kini dikuasai oleh sekte-sekte baru yang haus kekuasaan.

​"Tampaknya, semut-semut di luar sana sudah mulai tidak sabar," Tianchen tersenyum tipis.

​Dengan satu hentakan kaki yang halus, tubuhnya melesat ke udara tanpa menimbulkan riak angin sedikit pun. Ia terbang melintasi awan, menuju perbatasan formasi luar di kaki gunung.

​Sementara itu, di batas terluar Perbukitan Wuji, atmosfer begitu mencekam. Riak energi berwarna merah bata dan perak terus menghantam dinding transparan yang melindungi sekte.

​"Sedikit lagi! Formasi kuno ini sudah rapuh oleh waktu! Mo Xuan Yu, tingkatkan pasokan energi jimatmu!" seru Zhao Jue, Ketua Puncak Merah dari Sekte Gunung Barat. Wajahnya yang paruh baya tampak bengis, dipenuhi ambisi yang meluap-luap. Jubah merahnya berkibar kencang seiring dengan aliran Qi tingkat Suci Menengah yang dilepaskannya.

​Di sampingnya, Mo Xuan Yu, Guru Senior dari Sekte Tiga Naga, mendengus pelan. Tangan tuanya bergerak cepat, menggambar segel formasi di udara menggunakan kuas tinta emas. "Jangan memerintahku, Zhao Jue! Formasi kuno Sekte Pedang Langit ini dibuat oleh para ahli lima seratus tahun lalu. Jika bukan karena aku yang meneliti titik lemahnya, bahkan dengan kultivasi tingkat Sucimu, kau hanya akan memuntahkan darah mencoba mendobraknya!"

​Di belakang mereka, berdiri seorang pemuda tampan dengan ekspresi angkuh. Lu Mingyue, sang Putra Suci dari Sekte Gunung Barat. Ia menyilangkan dada, menatap jajaran gunung di hadapannya dengan pandangan merendahkan.

​"Sekte yang sudah mati memegang tanah sekaya ini... benar-benar pemborosan sumber daya alam," ucap Lu Mingyue dingin. "Setelah hari ini, Perbukitan Wuji akan menjadi milik aliansi kita."

​Wuss!

​Suara embusan angin yang teramat halus terdengar. Sebelum mereka sempat menyadarinya, sesosok figur telah berdiri di atas sebuah batu besar, hanya berjarak sepuluh langkah dari tempat mereka berdiri.

​Lu Mingyue terkejut, langsung memegang hulu pedangnya. Namun, begitu ia melihat penampilan orang yang baru datang, ketegangannya langsung berubah menjadi tawa mengejek. "Hahaha! Siapa ini? Memakai jubah kain kasar, bahkan tidak memiliki lambang murid dalam. Hei, bocah! Apakah kau pelayan sisa yang tertinggal di gunung ini?"

​Tianchen berkedip, melihat ke bawah pada pakaiannya sendiri. Ia menepuk dahinya pelan. Ah... aku lupa. Aku terbiasa memakai baju ini sejak lama. Lagipula, sudah lima ratus tahun tidak ada orang yang memanggilku Ketua Sekte, aku hampir lupa identitas kecilku sendiri.

​"Siapa yang memimpin tempat ini sekarang?" Zhao Jue melangkah maju, suaranya menggelegar dipenuhi tekanan spiritual. "Katakan pada Ketua Sektemu, Sekte Pedang Langit sudah terpuruk dan menjadi sejarah. Nama kalian bahkan tidak terdaftar dalam peringkat seratus Sekte Agung! Sebaiknya serahkan wilayah ini, atau kami akan meratakannya dengan tanah!"

​Tianchen menatap Zhao Jue dengan tatapan datar, seolah sedang melihat badut sirkus. "Sekte Pedang Langit tidak butuh pengakuan dari peringkat buatan manusia-manusia kecil seperti kalian. Dan mengenai Ketua Sekte... kalian sedang berbicara dengannya. Aku, Li Tianchen adalah ketua sekte pedang langit."

​Hening sejenak, sebelum akhirnya tawa bergemuruh pecah dari kelompok penyerang tersebut.

​"Kau? Ketua Sekte?!" Han Feiyu, seorang murid dari Sekte Tiga Naga, maju sambil tertawa terbahak-bahak. "Hei, sampah! Aku bahkan tidak bisa merasakan riak Qi dari tubuhmu! Kau hanyalah manusia biasa yang tidak memiliki tingkat kultivasi, atau mungkin kau menggunakan artefak murahan atau jimat untuk menyembunyikannya?!"

​Peng Yingyu, murid Sekte Tiga Naga lainnya yang memiliki bakat Tubuh Api, ikut melangkah maju. Matanya menyala kemerahan akibat elemen apinya yang bergejolak. "Kakak Senior Han, tidak perlu membuang waktu bersamanya. Orang gila yang mengaku ketua sekte ini biar kuhabisi saja. Merusak pemandangan!"

​"Mundur, biar aku yang mematahkan kakinya terlebih dahulu!" Han Feiyu tidak mau kalah. Bagi mereka, ini adalah kesempatan emas untuk pamer di depan para tetua.

​"Anak muda, dunia luar sudah berubah. Kau terlalu arogan," ucap Zhao Jue sambil melambaikan tangan, memberi izin kepada kedua murid tersebut untuk menyerang Tianchen. Di matanya, Tianchen hanyalah umpan tak berarti.

​"Mati kau!"

​Han Feiyu bergerak lebih dulu. Ia menarik pedangnya, melepaskan teknik andalannya. Qi biru pekat menyelimuti bilah pedangnya saat ia melompat, menebas dari atas ke arah kepala Tianchen dengan kecepatan penuh ahli pedang tingkat 4.

​Di saat yang hampir bersamaan, Peng Yingyu menghentakkan kakinya. Tanah di sekitarnya retak dan mengeluarkan asap. "Jurus Tapak Pembakar Jiwa!" Pekikan itu dibarengi dengan hantaman dua telapak tangan yang diselimuti api merah membara, mengarah lurus ke dada Tianchen dari sisi kiri.

​Dua serangan mematikan dari kultivator tingkat Roh Baji mengurung Tianchen tanpa celah. Lu Mingyue tersenyum sinis, mengantisipasi tubuh pemuda di depannya tercabik-cabik.

​Namun, Tianchen bahkan tidak mengedipkan mata.

​"Terlalu lambat. Terlalu banyak celah. Dan yang paling penting... tidak bertenaga," bisik Tianchen.

​Tepat saat ujung pedang Han Feiyu dan tapak api Peng Yingyu berjarak satu inci dari kulitnya, Tianchen menggerakkan dua jarinya, bukan memegang pedang, hanya dua jari telanjang yang dilapisi energi transparan.

​“Jurus Kuno: Pedang Es Abadi.”

​CRACK!

​Suhu di sekitar tempat itu mendadak anjlok hingga mencapai titik beku ekstrem dalam fraksi detik. Udara yang dilewati oleh jari Tianchen langsung mengkristal menjadi es biru yang pekat. Gelombang dingin yang mutlak dan tak terbendung meledak keluar.

​Han Feiyu membelalakkan mata saat merasakan pedang bajanya membeku seketika. Tidak hanya itu, aliran Qi di dalam meridian tubuhnya mendadak melambat, mengental, dan berhenti mengalir seolah-olah waktu itu sendiri telah dibekukan. Api di tangan Peng Yingyu padam seketika, tergantikan oleh lapisan es tebal yang menjalar naik dari pergelangan tangannya menuju bahu.

​"A-apa ini?!" Peng Yingyu menjerit, namun suaranya tercekat di tenggorokan karena hawa dingin mulai membekukan pita suaranya.

​BOOM!

​Hanya dengan satu jentikan jari dari Tianchen, gelombang kejut es menghantam dada kedua murid jenius tersebut. Tubuh Han Feiyu dan Peng Yingyu terlontar ke belakang seperti layang-layang putus, menghantam tebing batu dengan keras. Mereka jatuh berlutut, memuntahkan darah yang langsung membeku menjadi kristal merah di atas tanah. Seluruh tubuh mereka gemetar hebat, diselimuti embun beku yang menekan basis kultivasi mereka hingga titik nadir.

​Satu jurus. Dua murid jenius tingkat Roh Baji kalah telak tanpa sempat menyentuh selembar benang pun dari pakaian Tianchen.

​"Apa?!" Lu Mingyue terkesiap, langkah kakinya mundur setengah langkah secara tidak sadar. Wajahnya yang semula angkuh kini memucat. "Bagaimana mungkin? Dia tidak melepaskan riak Qi tingkat tinggi, tapi jurus es itu... kekuatannya sangat mengerikan!"

​Zhao Jue dan Mo Xuan Yu juga langsung menegang. Sebagai kultivator tingkat Suci, mereka memiliki pandangan yang lebih tajam. Mereka tahu persis bahwa jurus yang baru saja digunakan bukanlah sihir es biasa, melainkan Pemahaman Konsep Pedang yang sudah mencapai tingkat tertinggi.

​"Sialan! Ternyata kau menyembunyikan kultivasimu dengan sangat dalam!" Zhao Jue menggertakkan gigi, wajahnya memerah karena malu sekaligus murka. Dua murid aliansi dihajar seperti anjing di depan matanya sendiri. "Mingyue! Ikut aku! Kita hancurkan bajingan ini bersama-sama!"

​"Baik, Ketua Zhao!" Lu Mingyue menarik pedang peraknya. Energi api dan angin bergejolak di sekeliling tubuhnya. Sebagai ahli pedang tingkat 4 dan pemilik kultivasi Inti Emas Akhir, ia tidak bisa membiarkan harga dirinya diinjak-injak.

​"Jurus Agung Gunung Barat: Tapak Api Penghancur Bumi!" Zhao Jue melompat ke udara. Kedua tangannya membesar, diselimuti oleh api raksasa setinggi sepuluh meter yang membakar oksigen di sekitarnya. Udara bergetar hebat akibat panas yang ekstrem.

​"Jurus 1000 Angin: Badai Bilah Perak!" Lu Mingyue menyusul dari bawah. Ia mengayunkan pedangnya ratusan kali dalam sedetik, menciptakan badai angin puyuh yang dipenuhi oleh ribuan bilah angin setajam silet, meluncur badai ke arah Tianchen untuk mengunci ruang geraknya.

​Api raksasa dari atas, badai pisau angin dari depan. Kombinasi serangan ini cukup untuk meratakan sebuah kota kecil dalam sekejap.

​Tianchen berdiri di tengah badai itu, jubah abu-abunya berkibar keras. Matanya menatap kobaran api dan angin yang mendekat dengan tatapan dingin. Elemen dasarnya adalah Bumi, namun penguasaannya terhadap hukum alam telah melampaui batas elemen tunggal. Sebagai seorang Maharaja Menengah dan Ahli Pedang Tingkat 10, serangan di depannya ini tak lebih dari permainan anak-anak.

​"Kalian ingin melihat apa itu pedang yang sebenarnya?" Tianchen bergumam.

​Ia mengulurkan tangan kanannya ke samping. Meskipun tidak memegang pedang fisik, atmosfer di seluruh Perbukitan Wuji mendadak berubah. Tekanan udara turun drastis, dan awan hitam mulai menggumpal dengan cepat di atas kepala mereka.

​RUMBLE!!!

​Suara guntur menggelegar, membelah langit sore yang semula cerah.

​“Jurus Pedang Petir... Gabungan Dua Belas Bayangan Pedang.”

​Tianchen tidak bergerak dari tempatnya berdiri, namun dalam sekejap mata, tubuhnya tampak membelah menjadi dua belas bayangan identik yang mengitari wilayah tersebut. Setiap bayangan memegang sebilah pedang yang terbentuk murni dari petir ungu yang menyambar-nyambar dari langit.

​ZAP! ZAP! ZAP!

​Dua belas bayangan itu bergerak secara bersamaan dengan kecepatan yang melampaui kecepatan suara.

​“Tebas.”

​Suara Tianchen terdengar serempak dari dua belas arah. Dua belas kilatan petir ungu raksasa membelah malam yang mendadak gelap.

​BOOM! CRASH!

​Tapak api raksasa milik Zhao Jue terbelah menjadi dua bagian seperti kertas yang digunting sebelum sempat menyentuh tanah. Petir ungu menyambar lurus ke arah dadanya. Zhao Jue membelalakkan mata, mencoba mengaktifkan perisai Qi tingkat Sucinya, namun perisai itu hancur berkeping-keping dalam sekejap.

​"Ugh!" Zhao Jue menjerit saat energi petir menghanguskan meridian di lengannya, melempar tubuhnya jatuh bebas ke tanah hingga menciptakan kawah sedalam tiga meter.

1
SENJA
ga sia sia turun gunung 🤣
SENJA
wah mantabs! instan hasilnya
SENJA
hmmm kemana kesombongan kalian 🤨
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
wihhhh enaknya ada pil panjang umur disini bagi dong Li 🤭🤣🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
Zhao ini merasa dia paling sakti saja jadi dia menindas orang seenaknya sendiri memaksakan kehendaknya sendiri belum tau aja kalo ketemu Li Tiancheng habis kau
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
ini ketua sekte apaan suka intimidasi orang seenaknya sendiri mana mau memaksa lagi padahal anaknya tidak mau😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
baru juga di tingkat Ranah suci sombongnya amit amit ini Zhao woy diatas langit masih ada langit kau memang cocok diseumpamakan dengan serangga kecil 🤭
SENJA
sukur lu 😤
SENJA
lu ga tau dia lebih hebat tapi ngga sombong dan banyak bacot kaya lu 😄
SENJA
hmmm sombong amat 😤😤😤
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
dihhh ini sekte awan kok memaksa anak kecil supaya masuk ikut ke sektenya aneh anaknya mau kali kakeknya juga ikut tapi dia tak mau menerima kakeknya 😏
SENJA
mantabs! lawang sekte sombong begini 😤
SENJA
hmmm baru sekte menengah aja gayanya selangit 😮‍💨
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wah bakalan seru nih nanti Valeska sama Su Ziyan 🤔🤭🤣🤣🤣
SENJA
berasa jalan jalan aja 😄
SENJA
lemah aja sok keras Lu 😄
SENJA
baru setitik itu 🤣
SENJA
belum tau aja kau rubah 🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Ling Ling kalo kau keras kepala yang rugi kau sendiri bilang tidak mau lagi kau yang akan rugi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
berpikir positif aja luu Valeska kau itu terluka parah kultivasi juga turun jauh kalo nurut sama Li Tiancheng minimal kau disembuhkan dan bisa kembali kuat lagi bahkan lebih 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!