NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:816.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Pergi Jauh

     Pagi itu, mereka berempat sudah berkumpul di meja makan. Menikmati sarapan pagi yang sengaja dibuatkan oleh Bu Karina. Bu Karina membuat sarapan pagi yang berbeda kali ini, yakni martabak kentang dengan isian persis isi risol.

     Kata Bu Karina, martabak kentang adalah camilan kesukaan Ardana dan suaminya. "Nay, nanti kamu bisa buat sendiri makanan ini. Ini sangat mudah dan mengenyangkan."

     "Iya, Ma."

     "Oh ya, Nay. Jangan lupa kurma mudanya dimakan. Usahakan makannya ganjil. Kurma itu sudah dibacain doa di depan Kabah oleh Tante Friska. Doa khusus agar kamu segera mengandung," tutur Bu Karina mengingatkan.

     Nayra mengangguk, ia terharu dengan kasih sayang yang diberikan saudara Ibu mertuanya itu.

     Menjelang siang, Bu Karina dan Pak Idris berpamitan pulang. Sebelum pulang, mereka berdua sempat berpesan kepada Nayra dan Ardana agar bisa menjalin rumah tangga dengan lebih baik lagi.

     Setelah kepergian kedua orang tua Ardana, keadaan rumah kembali sepi. Nayra segera membalikkan badan menuju dapur. Sementara Ardana masih berdiri di muka pintu, entah menatap apa di luar sana.

     Kalimat ancaman yang diucapkan Papanya kemarin malam sebelum beranjak tidur, terngiang kembali. "Papa tidak mau kamu sia-siakan Nayra. Kalau kamu bersikap seperti itu, maka lihat saja apa yang akan papa lakukan padamu."

     "Nayra..." Ardana memanggil Nayra. Tapi wanita itu sudah berjibaku dengan rutinitas sehari-hari di dalam rumah. Seakan sudah melupakan sikap kasar Ardana semalam.

     Seragam PDL dan PDH Ardana yang sudah Nayra cuci kemarin, kini selesai disetrika, sangat licin. Kemudian ia letakkan ke dalam lemari gantungan. Di sana pakaian Ardana semua sudah berjejer rapi dan wangi.

     Seburuk dan sedatar apapun sikap Ardana, Nayra tetap melakukan tugasnya, yakni berperan layaknya seorang istri. Entah sampai kapan hatinya akan berubah jadi beku.

     "Apa? Aduh...sekarang gimana keadaannya? Berteriak? Melakukan percobaan bunuh diri? Ok, ok, aku segera ke sana."

     Ardana terlihat terburu-buru menuruni tangga dengan ponsel di telinganya. Dia sedang berbincang dengan seseorang di seberang sana. Dan sepertinya keadaannya begitu mengkhawatirkan.

     Dari pojok ruangan tengah, Nayma mengamati Ardana. Lagi-lagi Nayma sedih melihat hal seperti ini. Ardana sangat perhatian dengan orang lain, sementara dengan dirinya sama sekali tidak.

     Ardana langsung bergegas menuju pintu depan, namun tiba-tiba ia berbalik dan berjalan menuju ruang tengah. Ia tadi sempat melihat Nayra di sana.

     "Nayra," panggilnya. Tapi Nayra sudah tidak berada di sana. Nayra berlari kecil saat Ardana bergegas tadi, ke belakang rumah dan menumpahkan segala sesak yang tiba-tiba menyesaki dadanya.

     "Ke mana dia?" gumamnya seraya menyisir setiap ruangan. Tiba di dapur, Ardana melihat pintu belakang sedikit terbuka. Dia menyunggingkan senyum, lalu perlahan menuju ke sana, menghampiri Nayra yang ia duga berada di sana.

     Pundak Nayra terlihat bergetar, Ardana semakin mendekat dan ia melihat Nayra menangis.

     "Sampai kapan Nay harus bertahan mencintai Mas Arda dan berharap sedikit saja cinta ini dibalas? Kalau memang tidak ada lagi harapan, Nay ingin segera waktu itu datang. Waktu di mana rasa sabar dan cinta ini menghilang. Dan di saat itulah Nay akan pergi jauh," bisikan lirih itu mengalir bagai instrumen musik sedih yang menyayat hati. Tentang sebuah keputusasaan yang entah kapan akan datang.

     Ardana terpaku, palung hatinya terenyuh. Ada kata-kata yang terasa menggores hatinya, sehingga ia merasakan hatinya berdesir hebat, 'pergi jauh', kalimat itu menggores palung hatinya.

     "Nayra, kamu menangis?"

     Nayra terkejut, lantas buru-buru ia menyeka air mata yang sejak tadi jatuh. Ia kaget sejak kapan Ardana berada di sana?

     "Ti~tidak, Mas. Mas Arda mau apa?" Suara Nayra sedikit bergetar disertai isak kecil, berusaha menahan tangis yang besar.

     "Aku harus pergi, jangan lupa kunci pintu. Kunci letakkan seperti biasa. Aku tidak tahu jam berapa aku pulang," beritahu Ardana.

     "Iya, Mas...." Nayra menyahut tapi sama sekali tidak menoleh ke arah Ardana. Nayra tidak mau wajah sembabnya terlihat oleh Ardana.

     "Baiklah," balas Ardana dan berlalu.

     Nayra segera membalik, wajahnya memanas. Ia menatap tajam kepergian Ardana yang lurus begitu saja. Nayra berandai, seandainya Ardana meluangkan sedikit saja untuk menyelipkan kalimat basa-basi, 'hati-hati di rumah atau jaga diri di rumah', mungkin Nayra bisa sedikit merasa diperhatikan. Tapi, ini sama sekali tidak.

     "Mas Ardaaaa...tidakkah sedikit saja di hatimu ada iba pada Nay, Masssss...? Atau sedikit saja menghargai dan menganggap bahwa Nay itu ada?" lengkingnya berteriak seolah-olah itu bukan Nayra. Nayra memang tidak seperti ini sebelum-sebelumnya.

     Ardana berbalik, ia terkejut dengan teriakan Nayra yang baru kali ini dia dengar. Lantas Ardana berjalan menghampiri Nayra.

     Wajah perempuan itu sudah basah air mata. Tatapannya tajam ke depan dengan mata yang memerah, seakan sedang menahan amarah.

     "Nayra...." Ardana sudah berada di dekat Nayra. Tangannya terangkat bermaksud meraih Nayra. Namun, Nayra segera menepis dengan kasar, lalu ia berjalan melewati Ardana dan berlari kecil memasuki dapur.

     "Nay...Nayra...." teriaknya memanggil Nayra yang menjauh. Ardana menyusul Nayra. Namun tubuh Nayra sudah terlanjur memasuki ruangan Sanggar Mini dan mengunci pintu itu kuat-kuat.

     "Nay, buka pintunya. Ayolah...buka sebentar. Aku harus pergi Nayra," desak Ardan tapi tidak mendapat sahutan dari Nayra.

     Tiba-tiba dering ponsel Ardana kembali berdering, Ardana menatap sekilas ponselnya dan mengabaikan panggilan itu. Kini perasaan khawatir tentang keadaan Nayra tiba-tiba saja menyita waktunya.

     Tentang kalimat pergi jauh dan teriakan tadi di belakang rumah, kembali terngiang seperti kaset yang berputar-putar.

     "Nayra, buka pintunya," pinta Ardana kembali. Namun masih sama nihil.

     Dering ponsel Ardana kembali terdengar, kini lebih nyaring. Ardana terpaksa mengangkatnya dan bicara.

     Nama Letnan satu Arkana, seorang dokter satuan memanggilnya.

     "Segera datang, pasien Tiana hanya ingin diatasi olehmu, Letnan!"

     Ardana terkejut, dia baru sadar kalau panggilan pertama tadi dari dokter Arka sudah memberi tahukan bahwa keadaan Tiana semakin parah, bahkan sempat mencoba melakukan percobaan bunuh diri.

     "Aku aku segera ke sana."

     Ardana segera bergegas pergi dan rasa khawatir terhadap Nayra tadi menguap begitu saja. Ia lebih mengkhawatirkan Tiana yang kini dikabarkan kambuh lagi dan sempat melakukan percobaan bunuh diri.

     Di rumah sakit RSAU, seorang perawat yang akan memasang selang infus, tiba-tiba hampir terjengkang, karena Tiana mengamuk dan tidak ingin dipasang selang infus.

     "Tidak...saya tidak mau dipasang selang infus. Saya hanya akan sembuh jika Letnan Ardana berada di sini dan merawat saya," pekiknya dengan mata menyala.

     "Tiana, ada apa?"

     Tiana terbelalak, matanya berubah berbinar bahagia saat ia mendapati kehadiran Ardana.

NB: Sabarrr ya, Nayra belum pergi karena belum saatnya. Hehe.....mohon dukungannya ya. Jangan lupa follow profilnya Author. Makasih....

1
Nok Denok
kirain cerita Bagus,,ga taunya cerita Oneng,,lebayy
Lina Zascia Amandia: Terimakasih Kakak. Maaf sudah lebay, karena si Onengnya udh ditinggal pergi oleh Bajuri...
total 1 replies
Zheevanya Putri
penulis ny lebay apa" d ksh note apa apa d note udah gitu pake curhat segala..
Lina Zascia Amandia: Hahhaa... maafkan saya yg lebay ya. Ini bentuk protes sy kepada pihak NT Kak. Masa iya nulis lelah2 tidak dpt reward. Maaf juga mental seseorang tdk sama satu sama lain. Mungkin saat kecewa sy bisanya lebay seperti apa yg kakak katakan. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sholawat Nariyah
AUTHOR MEMUAKKAN..
WANITA di jadikan objek perlakuan semena suami
Lina Zascia Amandia: Maaf ini hanya hiburan. Saya tidak bermaksud memberi kesan kalo wanita adalah objek semena2 suami. Kakak baca sampai tamat dong.
total 1 replies
Sholawat Nariyah
MEMUAKKAN, cerita ini cerminan dari diri Author yg menjadi Wanita lemah saat ada laki laki yg menginjak injak harga dirinya
Lina Zascia Amandia: Gak juga Kak, saya hanya memenuhi permintaan PF dengan tema Air Mata Pernikahan. Jangan terlalu menjudge dr tampilan isi tulisan ya Kakak cantik. Ini hanya hiburan, kalau gak sesuai jangan memojokkan penulisnya atau menuduh penulis seperti apa yang ditulisnya. Kalau tuduhan Kakak tdk sesuai, maka akan jadi dosa untuk kakak lho. Tapi berhubung saya gak mau menjadikan tulisan sy ini dosa bagi orang lain, saya maafkan Kakak saat ini juga agar saya gak menuntut Kakak kelak di akhirat. Alhamdulillah nama Kakak Sholawat Nariyah, banyak2 baca sholawat agar dpt syafaat dr Kanjeng Nabi Besar kita Muhammad SAW. Makasih kehadirannya ya Kakak cantik. Selamat dunia akhirat. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nok Denok
mampir Thor,, kayaknya bagus nih, tp letak paragraf awalannya sedikit mengganggu
Lina Zascia Amandia: Wah, makasih byk Kak.... paragraf awal? Ok, saya cek? Ganggunya di mananya, biar sy perbaiki. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
effan jayadi putraa
semangat kak semoga ad cinta nya😍
Lina Zascia Amandia: Aamiin... smgt juga buat Kakak...
total 1 replies
Surya Ningsih
semangat Thor, syakallah utk suaminya..
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Deera__
ini warnanya gimana campuran hitam navy kah? 🤧🤣🤣🤣 lucu kakaknya. pasti kecapean nulis
Deera__: It's oke, tetap menghibur/Smile/☺️
total 2 replies
Deera__
aku nggak kecapean Thor... malah kurang banyak kalau bisa 5000an lebih kaya 😍😋🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__: gasss semangat kakak/Kiss/
total 2 replies
Deera__
aku yang baca ikut merasakan kagum, bahagia dan adem seakan masuk ke rumah barunya Arda dn Nayra. 😍😍😍
Aneidy Sumarni
muter muter trus smpe harus lompat2 bacanya yg kreatif dong
Lina Zascia Amandia: Udah tamat Kak Cantikkkk...
total 1 replies
Deera__
jodohnya Tama ini 😍😍🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
Hay salam kenal Anara sayang. kamu udh tumbuh jadi anak cantik ya 😍😍
Lina Zascia Amandia: Hai juga.... 🥰🥰
total 1 replies
Deera__
kayaknya emang Arkana sudh takdirny yg akan menolong membantu menemukan Nayra. pasti berhasil
Deera__
wah pasti Nayra udh lahiran dn anaknya udh tumbuh balita cantik 😍😍😍
Deera__
tarik ulur dulu lah biar syahhhduuuu🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
semoga aja jodoh untuk bertemu Nay. atau othor lagi coba main petak umpet dulu Ardan. dikasih hukuman karna kejam dan dinginnya Ardan selama 3 tahun ini 🤣🤣🤣🤣
Lina Zascia Amandia: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Deera__
kok malah borneo jauh Mamat. SULAWESI ARDAN SULAWESI /Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/📢📢📢
Deera__
padahal istrimu di pulau Sulawesi bukan Sumatera /Shy//Smug/
Deera__
sabar ya... mending ama si San San itu atau semoga bertemu jodh yg baik yg lain kamu Tama.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!