NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara
Popularitas:412.3k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Pergi Jauh

     Pagi itu, mereka berempat sudah berkumpul di meja makan. Menikmati sarapan pagi yang sengaja dibuatkan oleh Bu Karina. Bu Karina membuat sarapan pagi yang berbeda kali ini, yakni martabak kentang dengan isian persis isi risol.

     Kata Bu Karina, martabak kentang adalah camilan kesukaan Ardana dan suaminya. "Nay, nanti kamu bisa buat sendiri makanan ini. Ini sangat mudah dan mengenyangkan."

     "Iya, Ma."

     "Oh ya, Nay. Jangan lupa kurma mudanya dimakan. Usahakan makannya ganjil. Kurma itu sudah dibacain doa di depan Kabah oleh Tante Friska. Doa khusus agar kamu segera mengandung," tutur Bu Karina mengingatkan.

     Nayra mengangguk, ia terharu dengan kasih sayang yang diberikan saudara Ibu mertuanya itu.

     Menjelang siang, Bu Karina dan Pak Idris berpamitan pulang. Sebelum pulang, mereka berdua sempat berpesan kepada Nayra dan Ardana agar bisa menjalin rumah tangga dengan lebih baik lagi.

     Setelah kepergian kedua orang tua Ardana, keadaan rumah kembali sepi. Nayra segera membalikkan badan menuju dapur. Sementara Ardana masih berdiri di muka pintu, entah menatap apa di luar sana.

     Kalimat ancaman yang diucapkan Papanya kemarin malam sebelum beranjak tidur, terngiang kembali. "Papa tidak mau kamu sia-siakan Nayra. Kalau kamu bersikap seperti itu, maka lihat saja apa yang akan papa lakukan padamu."

     "Nayra..." Ardana memanggil Nayra. Tapi wanita itu sudah berjibaku dengan rutinitas sehari-hari di dalam rumah. Seakan sudah melupakan sikap kasar Ardana semalam.

     Seragam PDL dan PDH Ardana yang sudah Nayra cuci kemarin, kini selesai disetrika, sangat licin. Kemudian ia letakkan ke dalam lemari gantungan. Di sana pakaian Ardana semua sudah berjejer rapi dan wangi.

     Seburuk dan sedatar apapun sikap Ardana, Nayra tetap melakukan tugasnya, yakni berperan layaknya seorang istri. Entah sampai kapan hatinya akan berubah jadi beku.

     "Apa? Aduh...sekarang gimana keadaannya? Berteriak? Melakukan percobaan bunuh diri? Ok, ok, aku segera ke sana."

     Ardana terlihat terburu-buru menuruni tangga dengan ponsel di telinganya. Dia sedang berbincang dengan seseorang di seberang sana. Dan sepertinya keadaannya begitu mengkhawatirkan.

     Dari pojok ruangan tengah, Nayma mengamati Ardana. Lagi-lagi Nayma sedih melihat hal seperti ini. Ardana sangat perhatian dengan orang lain, sementara dengan dirinya sama sekali tidak.

     Ardana langsung bergegas menuju pintu depan, namun tiba-tiba ia berbalik dan berjalan menuju ruang tengah. Ia tadi sempat melihat Nayra di sana.

     "Nayra," panggilnya. Tapi Nayra sudah tidak berada di sana. Nayra berlari kecil saat Ardana bergegas tadi, ke belakang rumah dan menumpahkan segala sesak yang tiba-tiba menyesaki dadanya.

     "Ke mana dia?" gumamnya seraya menyisir setiap ruangan. Tiba di dapur, Ardana melihat pintu belakang sedikit terbuka. Dia menyunggingkan senyum, lalu perlahan menuju ke sana, menghampiri Nayra yang ia duga berada di sana.

     Pundak Nayra terlihat bergetar, Ardana semakin mendekat dan ia melihat Nayra menangis.

     "Sampai kapan Nay harus bertahan mencintai Mas Arda dan berharap sedikit saja cinta ini dibalas? Kalau memang tidak ada lagi harapan, Nay ingin segera waktu itu datang. Waktu di mana rasa sabar dan cinta ini menghilang. Dan di saat itulah Nay akan pergi jauh," bisikan lirih itu mengalir bagai instrumen musik sedih yang menyayat hati. Tentang sebuah keputusasaan yang entah kapan akan datang.

     Ardana terpaku, palung hatinya terenyuh. Ada kata-kata yang terasa menggores hatinya, sehingga ia merasakan hatinya berdesir hebat, 'pergi jauh', kalimat itu menggores palung hatinya.

     "Nayra, kamu menangis?"

     Nayra terkejut, lantas buru-buru ia menyeka air mata yang sejak tadi jatuh. Ia kaget sejak kapan Ardana berada di sana?

     "Ti~tidak, Mas. Mas Arda mau apa?" Suara Nayra sedikit bergetar disertai isak kecil, berusaha menahan tangis yang besar.

     "Aku harus pergi, jangan lupa kunci pintu. Kunci letakkan seperti biasa. Aku tidak tahu jam berapa aku pulang," beritahu Ardana.

     "Iya, Mas...." Nayra menyahut tapi sama sekali tidak menoleh ke arah Ardana. Nayra tidak mau wajah sembabnya terlihat oleh Ardana.

     "Baiklah," balas Ardana dan berlalu.

     Nayra segera membalik, wajahnya memanas. Ia menatap tajam kepergian Ardana yang lurus begitu saja. Nayra berandai, seandainya Ardana meluangkan sedikit saja untuk menyelipkan kalimat basa-basi, 'hati-hati di rumah atau jaga diri di rumah', mungkin Nayra bisa sedikit merasa diperhatikan. Tapi, ini sama sekali tidak.

     "Mas Ardaaaa...tidakkah sedikit saja di hatimu ada iba pada Nay, Masssss...? Atau sedikit saja menghargai dan menganggap bahwa Nay itu ada?" lengkingnya berteriak seolah-olah itu bukan Nayra. Nayra memang tidak seperti ini sebelum-sebelumnya.

     Ardana berbalik, ia terkejut dengan teriakan Nayra yang baru kali ini dia dengar. Lantas Ardana berjalan menghampiri Nayra.

     Wajah perempuan itu sudah basah air mata. Tatapannya tajam ke depan dengan mata yang memerah, seakan sedang menahan amarah.

     "Nayra...." Ardana sudah berada di dekat Nayra. Tangannya terangkat bermaksud meraih Nayra. Namun, Nayra segera menepis dengan kasar, lalu ia berjalan melewati Ardana dan berlari kecil memasuki dapur.

     "Nay...Nayra...." teriaknya memanggil Nayra yang menjauh. Ardana menyusul Nayra. Namun tubuh Nayra sudah terlanjur memasuki ruangan Sanggar Mini dan mengunci pintu itu kuat-kuat.

     "Nay, buka pintunya. Ayolah...buka sebentar. Aku harus pergi Nayra," desak Ardan tapi tidak mendapat sahutan dari Nayra.

     Tiba-tiba dering ponsel Ardana kembali berdering, Ardana menatap sekilas ponselnya dan mengabaikan panggilan itu. Kini perasaan khawatir tentang keadaan Nayra tiba-tiba saja menyita waktunya.

     Tentang kalimat pergi jauh dan teriakan tadi di belakang rumah, kembali terngiang seperti kaset yang berputar-putar.

     "Nayra, buka pintunya," pinta Ardana kembali. Namun masih sama nihil.

     Dering ponsel Ardana kembali terdengar, kini lebih nyaring. Ardana terpaksa mengangkatnya dan bicara.

     Nama Letnan satu Arkana, seorang dokter satuan memanggilnya.

     "Segera datang, pasien Tiana hanya ingin diatasi olehmu, Letnan!"

     Ardana terkejut, dia baru sadar kalau panggilan pertama tadi dari dokter Arka sudah memberi tahukan bahwa keadaan Tiana semakin parah, bahkan sempat mencoba melakukan percobaan bunuh diri.

     "Aku aku segera ke sana."

     Ardana segera bergegas pergi dan rasa khawatir terhadap Nayra tadi menguap begitu saja. Ia lebih mengkhawatirkan Tiana yang kini dikabarkan kambuh lagi dan sempat melakukan percobaan bunuh diri.

     Di rumah sakit RSAU, seorang perawat yang akan memasang selang infus, tiba-tiba hampir terjengkang, karena Tiana mengamuk dan tidak ingin dipasang selang infus.

     "Tidak...saya tidak mau dipasang selang infus. Saya hanya akan sembuh jika Letnan Ardana berada di sini dan merawat saya," pekiknya dengan mata menyala.

     "Tiana, ada apa?"

     Tiana terbelalak, matanya berubah berbinar bahagia saat ia mendapati kehadiran Ardana.

NB: Sabarrr ya, Nayra belum pergi karena belum saatnya. Hehe.....mohon dukungannya ya. Jangan lupa follow profilnya Author. Makasih....

1
Aditya hp/ bunda Lia
kayaknya Nayra hamil yah ... Anara bakalan punya adek
Rina
Gas terus Arda jangan kasih kendor 🫢🫢🫢
Nar Sih
kayak nya nayra hamil lgi ,dan mau nya nempel terus sama suami☺️
Lina Zascia Amandia: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ariany Sudjana
selalu senang membaca novel kehidupan anggota TNI, karena almarhum papa saya juga anggota TNI
Lina Zascia Amandia: Wah... makasih byk ya Kak... sehat sllu dan ikuti terus kisahnya. Semoga sllu menghibur... 🙏🙏
total 1 replies
Ita rahmawati
blm mau tamatkah cerita ini Thor,, kyknya udh bahagia deh mereka apa mau lanjut kisah Tama SM Tasya 🤔
Lina Zascia Amandia: Ok Kak... otw ya...
total 3 replies
Poppy Stellany
di bab berapa kan udah ngerayain wedding anniversary mereka.. yg di resto moh trus ada tiana juga
Lina Zascia Amandia: Oh iya ya? Coba saya cek. Lupa lagi Kak, maklum kemarin lama rehatnya. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
akhirnya up juga ... lama ngilang selamat datang kembali... 🫰🫰
Lina Zascia Amandia: Selamat datang kembali ya Kak... 😄😄😄🙏🙏
total 1 replies
Ita rahmawati
aku sampe lupa siapa Bu Lila 😂
Ita rahmawati: di maafkan Thor 🤣🤣🤣
total 4 replies
Nar Sih
ahir nya up lgi ,kirain udh selesai kak ,moga stlh ini up lancar ya kak🙏
Poppy Stellany
kok aneh menikah di kesatuan bukannya ktp langsung berubah? masak msh pk ktp lama
Ariany Sudjana
ceritanya bagus, tapi update kelamaan
Lina Zascia Amandia: Hehehe... maaf Kak... 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kok blm nambah up Thor?
Lina Zascia Amandia: Iya nanti ya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ita rahmawati
ini mau lanjut LG GK sih Thor 🤦
Lina Zascia Amandia: Nanti ada lanjutannya dua bab ya. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Sri Agustin
sebaiknya cerai sj bt kebaikan semua, nayra yakinlah pasti akan mendapatkan pria yg lbh baik dan mencintaimu,ga usah mengharap org yg ga mencintai akan lbh menyakitkan
Lina Zascia Amandia: Udah tamat Kak.. Baca sampai tamat ya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
mie_moet
lha kok tama bisa2nya mau bantu meluruskan kan nanti jadina salah paham berkepanjangan🙄
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Lina Zascia Amandia: Makasih byk Kak...
total 1 replies
Ellya Muchdiana
ceritanya. bagus tidak bertele tele
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak...
total 1 replies
yeni kusmiyati
jangan sombong nay ,batas kesabaran juga ada batasnya ,ardana sudah berusaha minta maaf Dan memeperbaikinkeadaan ,jangan terlalunkeras kepala
zoya
ih ko gitu sih istri lg sakit jg
Ellya Muchdiana
si Ardha kebanyakan mikirin perempuan gila tuh si Tiana, sampai lupa ulang tahun mamanya dan isterinya pergi entah kemana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!