Ini adalah kisah dari seorang dewa yang memiliki julukan Dewa Pelahap. Dia yang merasa bosan karena telah berada di puncak kultivasi dan tidak mampu naik ke alam primordial, akhirnya berbuat nekat dengan memasuki siklus reinkarnasi menggunakan teknik tertentu dan menyegel ingatannya agar tidak menghilang saat bereinkarnasi.
Entah sebuah takdir atau kesialan yang menimpa Dewa Pelahap, sehingga dia bereinkarnasi menjadi menjadi manusia fana dengan dantian tersegel.
Namun ketika dia sedang dalam titik terendahnya, dia menemukan sebuah benda aneh yang mampu mengikis segel dalam dantiannya secara perlahan. Dan awal kisah Reinkarnasi Dewa Pelahap pun dimulai!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arlingga Panega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melawan 2 Cheetah Tingkat Raja Tahap Akhir
Dua sosok itu menatap ke arah Yu Jireu pergi sebelumnya dengan niat membunuh yang sangat dahsyat meledak dari dalam tubuh mereka. Udara di sekitar sampai berdenyut-denyut karena terjadinya ketidakstabilan.
Mereka berdua adalah binatang spiritual yang telah memiliki kecerdasan serta dapat berbicara layaknya manusia. Tingkatan kultivasi mereka juga bukanlah kaleng-kaleng, keduanya sudah berada di Tingkat Raja Tahap Akhir yang sebentar lagi akan naik ke Tingkat Kaisar. Kekuatan mereka ini bukanlah suatu yang dapat disinggung dan dihadapi oleh Yu Jireu saat ini yang masih begitu lemah.
Mereka begitu marah dengan kematian dari Kera Api, karena pemimpin tertinggi mereka yang ada di pusat Jurang Kematian telah memberikan mandat untuk menjaga serta mengawasi binatang buas keturunan dari Sang Dewa Kera. Sepertinya pemimpin tertinggi mereka juga telah mengetahui potensi yang dimiliki oleh Kera Api sehingga memberikan tugas khusus kepada binatang spiritual Tingkat tinggi.
Setelah menenangkan diri dan menyiapkan mental untuk dimarahi oleh sang pemimpin nanti, keduanya pun menghilang dari tempat itu menuju ke pusat Jurang Kematian.
Zheep! Zheep!
***
Waktu terus berlalu dan tidak terasa sudah hampir 7 bulan Yu Jireu berada di dasar Jurang Kematian. Itu artinya sudah setahunan lebih semenjak dia pergi meninggalkan keluarga, khususnya ayahnya.
Hari-hari yang dilewati oleh Yu Jireu tentu saja penuh dengan pertarungan melawan hewan buas atau binatang spiritual dari berbagai tingkat. Selain itu, dia juga menggunakan sumber daya serta inti dari musuh-musuh yang telah dia bunuh untuk meningkatkan kultivasinya.
Kultivasi Yu Jireu saat ini telah berada di Tingkat Raja Tahap Awal dan merupakan prestasi yang sangat mengerikan, bahkan untuk kultivator di Alam Dewa sekalipun, mengingat umurnya baru menginjak 11 tahun. Jika di dalam klan, Yu Jireu sudah bisa menjadi seorang tetua dan merupakan tetua termuda sepanjang sejarah.
Saat ini Yu Jireu sedang duduk bersantai sembari membakar daging binatang spiritual Tingkat Raja Tahap Menengah yang sebelumnya telah berhasil dibunuhnya. Binatang spiritual itu adalah badak bercula lima yang memiliki kulit sangat tebal dan kuat seperti baja. Namun karena pengalaman bertarung Yu Jireu yang begitu luas, dia masih bisa mengalahkannya meskipun memerlukan waktu yang sedikit lebih lama.
"Meskipun daging badak ini sedikit alot, namun karena tingkat kultivasinya yang cukup tinggi, kelezatannya tidak dapat diragukan lagi!" ucap Yu Jireu sembari mengunyah daging bakar yang telah dilumuri dengan rempah-rempah pilihan hasil temuannya selama di perjalanan menuju pusat Jurang Kematian.
Saat Yu Jireu masih asik menyantap hidangan daging badak bercula lima, wajahnya tiba-tiba menjadi sangat masam karena intuisinya merasakan dua aura yang cukup kuat sedang melesat dengan kecepatan tinggi ke tempatnya berada.
"Sialan! Dua hewan ini mengganggu sekali! datang disaat waktu yang tidak tepat!" keluh Yu Jireu selalu berdiri dengan tegap menunggu tibanya dua pemilik aura sembari terus memakan daging panggangannya.
Zheep! Zheep!
Dua sosok Cheetah dengan aura kultivasi Tingkat Raja Tahap akhir muncul 30 meter dari tempat Yu Jireu berdiri. Kedua Cheetah ini memiliki tubuh yang begitu besar seperti gajah saja.
"Setelah mencarimu sekian lama, akhirnya kami menemukanmu bocah bangsat!" ucap salah satu Cheetah itu tiba-tiba dengan niat membunuh yang meledak sangat gila dari dalam tubuhnya.
Yu Jireu langsung mengerutkan keningnya saat mendapati salam yang begitu hangat dari kedua Cheetah itu.
"Kalian berdua mencariku? Untuk apa?" Yu Jireu pura-pura bersikap bodoh padahal dia dengan jelas telah mengetahui bahwa kedua binatang spiritual di hadapannya pasti sangat marah, akibat dirinya membunuh cukup banyak bawahan mereka.
"Raaarrrr.. Jangan berpura-pura bodoh bocah sialan! Kami tahu bahwa kaulah pelaku dibalik hancurnya beberapa tempat di Jurang Kematian ini, serta terbunuhnya penguasa tempat tersebut!" Cheetah yang lainnya berkata dengan sangat geram. dia menunjukkan gigi giginya yang sangat panjang dan tajam melebihi pedang.
"Oh..? Bukankah sangat wajar jika kami para manusia memburu kalian?" Yu Jireu berkata dengan main-main.
"Jika begitu prinsipmu, maka akan sangat wajar pula bila kami akan membunuhmu sekarang juga! Roaaaarrr.." ujar Cheetah pertama sembari melesat ke arah Yu Jireu dengan kecepatan tinggi dan mengayunkan cakarnya yang sangat tajam.
Wajah Yu Jireu seketika menjadi sangat serius dan dia pun langsung membuang daging panggang badak bercula lima lalu bergerak menghindar.
Jreezz...
Tiga buah garis di tanah yang cukup panjang dan dalam tempat Yu Jireu sebelumnya berdiri segera tercipta, karena efek serangan dari Cheetah itu. Wajah Cheetah itu menunjukkan ketidakpuasan karena gagal melakukan serangan pertamanya.
"Roaaaarrr.." Cheetah kedua mengaum dengan keras lalu memberikan serangan susulan untuk Yu Jireu.
Zheep!
Sraiing!
Yu Jireu langsung mengutuki Cheetah kedua karena posisinya saat ini benar-benar tidak dalam kondisi yang baik-baik saja atau kurang menguntungkan. Yu Jireu berkelit sebisa mungkin untuk menghindari tiga bilah cakar dari Cheetah kedua namun masih sedikit terlambat.
Srak!
Bamm!
Yu Jireu terpelanting lalu terjungkal-jungkal setelah menerima sedikit serangan 3 bilah cakar tersebut. Yu Jireu langsung bangkit dengan kecepatan tinggi lalu memperbaiki kuda-kuda bela dirinya sembari meringis kesakitan.
Darah yang cukup banyak juga terlihat merembes dari sela-sela baju kulit kelinci raksasa yang terkoyak.
"ugh! Sialan! Ini sakit sekali!" kata Yu Jireu sembari mengalirkan energi Qi untuk menyembuhkan luka tersebut.
Tangannya juga tergenggam dengan sangat kuat dan senjata pisau kerambit mendengung dengan cukup nyaring. Yu Jireu sedikit marah karena terkena serangan cakar Cheetah kedua. Lagi-lagi karena harga dirinya yang pernah menjadi entitas terkuat di Alam Dewa, hatinya menjadi sangat geram karena binatang spiritual selemah itu dapat membuatnya terluka.
Zhuuung!
3 pusaran angin berwarna hitam segera terbentuk dan mengelilingi Yu Jireu. Ini merupakan pertahanan pelahap miliknya yang dikatakan sebagai pertahanan mutlak dari segala macam bentuk serangan. Ya, jika kekuatannya masih berada di puncaknya, maka tidak ada seorangpun yang dapat membobol pertahanan pelahap ini, akan tetapi saat ini Yu Jireu hanya seorang kultivator yang berada di Tingkat Raja Tahap Awal dan itu masih terbilang sangat lemah sekali.
Pertahanan pelahap mutlak ini hanya bisa Yu Jireu gunakan beberapa kali saja, mengingat kapasitas energi Qi yang digunakan untuk menciptakannya sangatlah besar.
Di sisi yang lain, Cheetah kedua juga merasa sangat tidak puas karena serangannya yang cukup kuat belum membuat bocah berumur 11-an tahun itu mati terbelah. Dia mendekati Cheetah pertama dan menatapnya dengan tatapan tertentu, lalu mengangguk secara bersamaan.
Kedua Cheetah ini ingin melakukan serangan secara bersamaan guna mempercepat tugas atau misi yang diberikan oleh pemimpin mereka di pusat Jurang Kematian.
"Kau akan mati, bocah!" teriak kedua Cheetah itu lalu melesat secara bersamaan dan mengayunkan cakar mereka.
Sraiing!
seru soalnya
tetap semangat berkarya thorr.. semoga sehat selalu amin