Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
"Aku penasaran, kenapa sampai kini kamu masih membencinya? Padahal kamu tahu sendiri kan, dulu di sekolah Abian itu adalah cowok yang paling populer. Banyak cewek yang naksir sama dia," tanya Lola dengan nada penuh rasa ingin tahu.
Devina hanya menghela nafas dengan kasar. Padahal dia sudah ingin melupakan musuh bebuyutannya itu, namun Lola terus saja membahas nama yang paling ingin dia hapus dari ingatannya.
Bagi Devina, Abian Pratama adalah laki-laki yang paling menyebalkan di dunia ini. Dulu , semasa mereka masih sekolah, hampir setiap hari mereka ribut.
Dulu, Abian adalah murid paling populer di sekolah. Dia tampan, kaya, dan berkuasa. Banyak murid perempuan yang berebut ingin mendekatinya. Tapi sebaliknya, hampir semua murid laki-laki takut padanya. Tidak ada yang berani melawan.
Sedangkan Devina, saat itu dia adalah murid baru di sekolah tersebut. Dia sangat tidak tahan melihat Abian yang sering berbuat semena-mena di sekolah. Karena itu, dia memberanikan diri untuk melawannya.
Flashback On...
"Kau berani melawanku?" tanya Abian dengan tatapan matanya yang tajam.
Bukannya takut, Devina malah berkacak pinggang. "Memangnya kenapa aku harus takut padamu? Jangan mentang-mentang sekolah ini punya orang tuamu, makanya kamu jadi meraja di sekolah. Aku sama sekali tidak takut."
Saat itu Devina membela Eliano yang habis dihajar oleh Abian.
"Apa kamu tidak tahu apa alasan aku menghajarnya?" tanya Abian dengan nada dingin.
Devina menghela nafas. "Itu karena kamu merasa sok berkuasa di sekolah ini, makanya kamu selalu menghajar orang seenaknya dengan tanpa alasan."
Setelah berkata begitu, Devina segera membantu Eliano berdiri, dia memapah laki-laki itu, untuk pergi meninggalkan Abian di halaman belakang sekolah.
Abian hanya menghela nafas, memandangi punggung Devina yang yang semakin menjauh darinya.
Flashback Off...
Saat mengingat semua kenangan buruknya bersama Abian, membuat Devina menjadi kesal. "Aku sangat membenci kepribadiannya. Dia sangat arogan, sok berkuasa, dan selalu menindas yang lemah. Kamu juga tahu sendiri, hampir setiap hari kami sering berantem."
Lola pun tertawa kecil. "Tapi kalau dipikir-pikir, justru setelah kejadian di belakang sekolah itu, kamu jadi semakin dekat dengan Eliano."
Devina mengangguk. "Hm, dari dulu sudah beberapa kali Eliano menyatakan perasaannya padaku, tapi selalu aku tolak dan memilih untuk berteman saja. Tapi seiring berjalannya waktu, aku menyadari cinta Eliano begitu besar. Dia rela menunggu aku membuka hati untuknya selama bertahun-tahun. Dan akhirnya, aku memutuskan untuk menerima cintanya."
Devina menjadi teringat pada Eliano, dia pun segera mengirimkan pesan kepada calon suaminya itu.
[Apa kamu sudah tidur? Jujur saja malam ini aku sangat deg-degan, mengingat besok kita akan segera menikah. Aku harap aku bisa menjadi istri yang baik buat kamu.]
Setelah sekian lama menunggu balasan dari Eliano, tapi ka kunjung datang.
Devina pun tersenyum, "Hm, mungkin dia sudah tidur, makanya gak membalas pesan dariku."
...****************...
Beep...
Beep...
Beep...
Terdengar suara ponsel berdering di sebuah kamar hotel. Di kamar tersebut terdapat pakaian wanita dan lelaki berserakan di lantai, menjadi saksi bisu akan apa yang baru saja terjadi. Dan terdengar suara gemericik air dan suara desahan di kamar mandi.
Suasana malam yang penuh gairah ini membuat sang pemilik ponsel tidak menyadari bahwa ponselnya sedari tadi berdering.
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡