Belle Ursula yang waktu itu masih pelajar di sekolah menegah atas kelas dua belas di sukai oleh Lettu Harrel Jitro karena kecantikan dan kelincahan Belle di lapangan voli. Pertemuan itu, membuat Harrel berusaha mendekati Belle yang masih duduk di kelas dua belas. Mereka perpacaran. Ketika Belle lulus seleksi kuliah di fakultas kedokteran pada salah satu universitas negeri di Jogja. Cinta mereka di uji waktu dan jarak. Apakah cinta pertama Belle akan abadi??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran
Belle sudah bertugas satu tahun lamanya di rumah sakit tentara. Permohonan cuti menikah pun sudah diajukan. Rencananya mereka akan menikah di Jayapura, jadi acara lamaran terjadi tiga hari kemudian mereka akan menikah. Rencana sudah tersusun rapi oleh Hugo dan Belle. Dan semua rencana mereka diserahkan kepada Tuhan.
Pada sebulan sebelum menikah, Hugo dan Belle sudah bersiap berangkat ke Jayapura. Jefry dan dokter Joe akan menghadiri pernikahan itu. Satu minggu sebelum pernikahan mereka sudah ada di Jayapura.
Dibandara Belle di kagetkan dengan satu koper besar punya mereka. Sementara Mama dan Papanya Hugo berserta adiknya sudah ada di bandara Makassar, menunggu pesawat yang akan mereka tumpangi dari Jakarta.
"Kak, kenapa ada koper besar ini??"
"Ade terlalu sibuk sampai ngak lihat dari rumah kita bawa berapa koper."
"Kak, ade ngak pikun ya??"
"Iya sayang." (Hugo langsung mencium bibir kekasihnya ini.) " koper ini rahasia, nanti harinya baru sayang tahu. Oke!!"
Penerbangan satu jam lebih akan dilalui oleh Hugo, Belle dan ajudannya. Dan ternyata Beni ikut juga dalam penerbangan ini.
Sampai di bandara Sultan Hasanudin di Makassar, Belle akan bertemu dengan orangtua dan adiknya Hugo. Karena penerbangan ke Jayapura baru dini hari, maka mereka langsung ke penginapan di bandara. Disana sudah ada Hein adiknya Hugo bersama papa dan mama.
Belle langsung di peluk oleh mama dan papanya Hugo.Meskipun sudah bertemu lewat vidio call, pertemuan face to face baru pertama kali. Mereka hanya menyewa dua kamar hanya untuk menyimpan barang dan istirahat sebentar. Mama dan Belle sendiri dan kami berempat laki - laki di kamar sebelah.Hugo dan Hein adiknya sedang mengatur perjalanan untuk keliling kota Makassar. Mereka pun menyewa mobil satu.
"Sayang mau mandi dulu baru keluar atau..."
"Ade masih harum kok."
"Mana kakak cium." Hugo langsung mencium Belle di depan orangtuanya dan adek laki - lakinya. Raut wajah Belle langsung memerah. Orangtua Hugo langsung tersenyum melihat sikap Hugo. Hein hanya tersenyum sambil mengeleng kepalanya melihat sikap kakaknya. Laki - laki kaku, ternyata bisa romantis juga. Sedangkan Beni sudah biasa lihat kebucinan komandannya ini.
Dari jam sepuluh pagi sampai jam enam sore mereka ada di luar. Sarapan dan makan siang dan makan malam juga diluar. Mereka mengelilingi kota makassar, foto di bangunan kuba, patung kuda di depan Benteng. Menikmati pemandangan sore hari di pantai boulevard. Dan jalan - jalan di studio trans sekalian makan malam disana. Pukul tujuh baru mereka tiba kembali di penginapan. Belle langsung ke kamar mereka. Calon mama mertua yang membersihkan badannya duluan. Selesai itu baru Belle.
Belle sebelum mandi sudah menyiapkan teh buatnya dan calon mama mertuanya. Karena di kamar sebelah mereka berempat berebut kamar mandi. Hugo memilih ke kamar mamanya dan Belle.
"Belle ma??"
"Baru mandi."
"Tehnya siapa ma??"
"Belle buat untuk mama dan dia."
Hugo langsung meminum teh punya Belle. Sambil menikmati kue dan nonton televisi.
"Kak.... Kok disini."
"Kangen."
"Alay."
"Kami antrinya berempat sayang. Aku sudah gerah. Mana papa kalau mandi lama sekali. Suamimu tuh ma, ngak perna berubah." Mama hanya tertawa.
"Itu papa kamu Hugo."
"Sayang tehnya minum berdua ya."
"Iya. Kakak masih mau."
"Kopi aja sayang."
Belle langsung membuat kopi. Selesai mengeringkan rambutnya dia langsung ketempat tidur, karena mertuanya juga sudah di tempat tidur sambil nonton.Mereka berdua cerita. Mertuanya cerita tentang calon suaminya. Sampai Belle tertidur.
Hugo yang selesai mandi menikmati kopi buatan kekasihnya. Dia tersenyum melihat Belle yang tertidur di paha mamanya. Langsung dia bergabung dengan dua perempuan yang berharga dalam hidupnya.
"Hugo menunggu dan membangkitkan kepercayaannya sangat lama ma."
"Iya mama tahu. Jaga dan cintai dia dengan tulus nak."
"Hugo bahagia ada di antara kalian berdua."
Pukul dua belas malam mereka sudah menuju ke bandara. Hugo menyewa mobil hotel untuk membawa barang - barang mereka dan mereka sendiri. Hugo dan mamanya baru membangunkan Belle tepat jam dua belas.
"Sayang, nanti bobo lagi di pesawat, biar kakak bisa peluk."
"Kaka......." Belle merasa malu, karena di godai oleh Hugo. Maka dicubit perut kekasihnya itu.
Cek in, boarding sudah dilakukan, saat ini mereka semua sudah berada di dalam peswat menuju ke Jayapura. Terlebih dahulu akan transit di salah satu kota di Papua.
Semua fasilitas sudah disiapkan oleh letting - letting Hugo yang ada di kota ini. Satu hari setelah mereka tiba, keluarga Tandean, Hugo bersama orangtua, adiknya serta letting - letting dan keluarga datang melamar Letda Dokter Belle Ursula Allo. Orangtua berserta kerabat dan tentangga Belle sudah siap menyambut kedatangan mereka.
Belle tidak menyangka bahwa Hugo membawa hantaran barang - barang kesukaan Belle. Ternyata koper besar itu berisi barang - barang ini. Acara lamaran berjalan lancar.
Hari minggu pukul sembilan Belle dan Hugo ke gereja, sekalian pengumuman terakhir bagi rencana pernikahan mereka. Sudah dua minggu berturut - turut di umumkan dan ini pengumuman yang terakhir. Karena hari senin besok pernikahan mereka. Belle di ibadah minggu pagi ini, mengucapkan terima kasih dan memohon maaf atas kerepotan yang mereka buat pagi pengurus gereja. Alasan Belle dan Hugo di jelaskan oleh Hugo, agar tidak ada kecurigaan alasan terburu - buru.