Xu Ming adalah pemuda biasa dari Bumi yang sangat menggemari novel dan komik kultivasi. Suatu hari, keinginannya untuk menjadi tokoh utama benar-benar terkabul. Ia tiba-tiba terbangun di Dunia Tianxuan dan memperoleh Sistem Pembimbing Kultivasi. Namun, alih-alih menjalani petualangan besar, ia justru dipaksa berlatih pedang, berkebun, memasak, melukis, memainkan qin, menulis kaligrafi, hingga melakukan berbagai pekerjaan sederhana selama sepuluh tahun.
Saat Xu Ming mengira perjalanan sebagai seorang kultivator baru akan dimulai, sistem justru menghilang setelah menyatakan bahwa tutorial telah selesai.
Menganggap dirinya masih seorang mortal yang lemah, Xu Ming memilih tinggal di Desa Qinghe dan menjalani hidup tenang. Tanpa ia sadari, seluruh latihan itu telah membuatnya melampaui semua tingkatan kultivasi. Sementara Xu Ming terus meragukan kekuatannya, seluruh dunia justru memanggilnya Senior, menganggapnya sebagai pertapa agung yang menyembunyikan identitas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 — Pelelangan yang Menjadi Pusat Perhatian
Gerbang Kota Qingyun dipenuhi orang.
Para pedagang.
Para kultivator.
Murid berbagai sekte.
Bahkan beberapa tetua dari kekuatan besar.
Semua berkumpul di sana.
Namun bukan karena pelelangan biasa.
Melainkan karena satu nama.
Xu Ming.
Kereta Paviliun Seratus Harta perlahan memasuki kota.
Begitu kereta itu terlihat...
Suasana langsung berubah.
Banyak orang mulai berbisik.
"Itu kereta Paviliun Seratus Harta."
"Apakah Senior Xu ada di dalam?"
"Aku dengar beliau adalah ahli yang menyembunyikan kekuatannya."
"Katanya satu kaligrafinya membuat Tetua Agung Wen mendapatkan pencerahan."
"Dan katanya beliau hanya membutuhkan satu pandangan untuk memahami kelemahan teknik pedang dua sekte."
Rumor terus menyebar.
Semakin banyak orang membicarakan Xu Ming...
Semakin jauh cerita itu berubah.
Di dalam kereta.
Xu Ming mendengar suara ramai dari luar.
Ia membuka tirai kecil.
"Kenapa banyak orang melihat ke sini?"
Zhao Yuan yang duduk di depan sedikit gugup.
"Senior..."
"Mungkin karena mereka penasaran."
Xu Ming mengangguk.
"Oh."
Ia tidak terlalu memikirkannya.
Lalu ia kembali melihat patung kayu kecil yang sedang ia buat.
"Sebenarnya bagian wajahnya masih kurang bagus."
Ia mengambil pisau ukir.
"Terlalu kaku."
Tetua Liu yang duduk di samping langsung melihat.
Matanya berkedut.
Bahkan saat dikelilingi ribuan orang...
Senior Xu masih santai membuat patung.
Akhirnya kereta berhenti di depan Paviliun Seratus Harta.
Bangunan itu sangat besar.
Terdiri dari beberapa lantai.
Dihiasi batu giok dan ukiran naga.
Para penjaga berdiri dengan hormat.
Ketika Xu Ming turun...
Semua orang yang berada di sekitar langsung terdiam.
Mereka melihat seorang pemuda sederhana.
Tidak mengenakan pakaian mewah.
Tidak membawa senjata.
Tidak memancarkan aura.
Hanya membawa sebuah kotak kayu.
Itulah Xu Ming yang selama ini menjadi pembicaraan.
Seorang pria paruh baya segera menyambut.
"Aku adalah pemilik Paviliun Seratus Harta."
"Salam untuk Senior Xu."
Xu Ming sedikit bingung.
"Jangan panggil aku Senior."
"Aku hanya datang melihat pelelangan."
Pemilik paviliun tersenyum.
"Tentu, Senior."
Xu Ming menyerah.
Ia mulai menyadari.
Tidak peduli berapa kali ia berkata...
Tidak ada yang mendengarkan.
Di dalam paviliun.
Sebuah ruangan khusus sudah disiapkan.
Namun Xu Ming menolak.
"Ruangan biasa saja tidak apa-apa."
"Aku tidak perlu tempat khusus."
Pemilik paviliun terdiam.
Kemudian semakin yakin.
"Senior Xu benar-benar tidak peduli dengan status."
Akhirnya mereka membawa Xu Ming ke ruangan yang nyaman.
Sebelum pelelangan dimulai...
Xu Ming membuka kotak kayunya.
Ia melihat beberapa barang dagangannya.
Kaligrafi.
Lukisan.
Dan patung kayu.
"Aku mungkin bisa menjual ini nanti."
Zhao Yuan yang melihat isi kotak itu langsung membeku.
"Senior..."
"Apakah semua ini..."
"Ya."
Xu Ming mengangguk.
"Hasil kerajinan tanganku."
Zhao Yuan menelan ludah.
Di dalam kotak itu terdapat beberapa benda yang menurutnya...
Lebih berharga daripada seluruh harta di aula pelelangan.
Namun Xu Ming membawanya seperti membawa barang biasa.
Tidak lama kemudian...
Pelelangan dimulai.
Barang pertama dikeluarkan.
Sebuah pil tingkat tinggi.
Banyak kultivator mulai menawar.
Barang kedua.
Sebuah senjata spiritual.
Harga naik dengan cepat.
Xu Ming melihat dengan penasaran.
"Oh."
"Ternyata seperti ini cara orang kota menjual barang."
Baginya...
Itu pengalaman baru.
Ia tidak tertarik pada pil atau senjata.
Ia hanya melihat-lihat.
Kemudian...
Pembawa acara naik ke panggung.
"Barang berikutnya..."
"Adalah sebuah gulungan misterius."
"Didapat dari reruntuhan kuno."
"Namun hingga sekarang tidak ada yang mampu memahaminya."
Sebuah gulungan tua dibawa keluar.
Banyak kultivator langsung memperhatikan.
Beberapa ahli mencoba merasakan isinya.
Namun tidak ada yang berhasil.
Xu Ming yang duduk di atas hanya melihat sekilas.
Lalu berkata pelan,
"Hmm?"
"Sepertinya tulisan itu salah."
Ruangan langsung sunyi.
Semua orang menoleh.
Karena suara itu berasal dari Xu Ming.
Bersambung...