Hasna Gadis berusia 18 tahun itu Didesak oleh Ayahnya untuk menikah dengan seorang Ustadz yang sangat dikagumi oleh sang Ayah.Tentusaja Hasna menolaknya mentah mentah.Apalagi Dia baru saja lulus sekolah.Dan Ustadz yang dijodohkan dengan dirinya itu merupakan guru ngajinya yang sudah mempunyai Istri.Dan Jika Ustadz itu menikahinya,tentu saja Dia akan menjadi Istri kedua.Padahal Dia sangat membenci Poligami.Dan juga Dia tak ingin dicap sebagai pelakor.
Apakah Hasna mau menerima Pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayu Coe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Beberapa minggu kemudian,hubungan kedua sejoli itu masih terasa hambar. Tidak ada perkembangan yang signifikan. Namun begitu Faqih tetap berusaha untuk mendekati Gadis itu dengan perlahan, apalagi beberapa minggu yang lalu hasna sempat digunjingkan oleh beberapa orang ibu-ibu, tentu saja hal itu membuat dia semakin menjaga jarak dengan Faqih. Selama seminggu dia berada di rumah istri pertamanya yaitu Laila. Dia sengaja tidak menelpon ataupun tidak menghubungi Hasna sama sekali. Dan anehnya tak ada respon apapun dari Hasna, bahkan wanita itu cenderung tidak peduli kepadanya.
Dan hari ini adalah jadwalnya bersama Hasna, wanita itu tampak dingin dan ogah-ogahan melihatnya. Hal itu kadang membuat faqih putus asa, entah cara apa lagi yang harus dilakukannya agar wanita itu mau menerimanya sebagai suaminya.
Kini kedua sejoli itu sedang berada di kamarnya, mereka salat berjamaah bersama
Hasna berdiri di belakang ustaz Faqih, kali ini kedua sejoli itu sedang salat berjamaah. Mereka berdua tampak khusyuk.
Begitu selesai salam hasna langsung mencium tangannya.Kemudian Faqih mencium keningnya dengan Sayang. Hal itu membuat Hasna kaget, terasa sangat sudah lama sekali lelaki di depannya itu tak menyentuhnya. Apalagi semenjak Kejadian beberapa minggu yang lalu, dia memang sengaja menjaga jarak dengan lelaki itu, hasna bahkan berharap bisa berpisah dengan Faqih. Apalagi kini pernikahannya sudah diketahui oleh banyak orang, dan Hasna semakin dimusuhi juga dikucilkan. Dia dianggap sebagai pelakor. Padahal itu membuatnya sangat sakit hati, dia bahkan enggan keluar rumah.
" apakah kamu tidak merindukan aku Hasna? Sudah seminggu kita tidak bertemu?" tanya Faqih dengan menatapnya dengan tatapan sendu. Bukannya menjawab Hasna justru my house pergi setelah dia melipat mukena dan sajadahnya. Faqih langsung mencengkeram tangannya.
" tunggu Hasna Aku sedang bertanya padamu, semakin hari sikapmu ini semakin dingin padaku. Aku harus bagaimana Hasna?" tanya Faqih putus asa.
" mas tidak perlu Bagaimana bagaimana, jalani aja pernikahan ini seperti air mengalir. Bukankah mas tidak menginginkan perceraian?" tanya Hasna lagi.
" tentu saja Hasna Aku tidak mau kita berpisah!"
" itu jalani saja pernikahan ini seperti apa adanya, seperti yang telah aku katakan aku ini belum siap."
" apanya yang membuatmu tidak siap?" tanya Faqih bingung
" aku sebenarnya tidak siap untuk dihujat oleh banyak orang seperti ini mas, hati aku sakit karena aku dianggap sebagai pelakor dan perusak rumah tangga orang. Aku bahkan tidak berani keluar rumah. Bahkan beberapa orang terang-terangan menghina ayahku. Sakit hati aku Mas." yang langsung membuat Faqih terdiam membisu.
"Menurut Mas apa yang harus aku lakukan, aku ini hanya manusia biasa yang memiliki perasaan. Sekali dua kali aku menerima hinaan itu, tapi ini terus-menerus dan bahkan pada ayahku."
Ujar Hasna sambil menitikan air mata.
"Aku benar-benar sudah tidak tahan dengan situasi yang seperti ini. Tapi tentu saja aku pun tidak mau Berpisah Darimu Mas, ayahku tidak menginginkannya. Dia bahkan rela dihina Dini hujan seperti itu, asalkan aku selalu bersamamu. Aku benar-benar merasa bingung dan serba salah dengan keadaanku ini.”
" kemarilah Hasna!" ujar Faqih. Hasna pun menuruti perintahnya Kini dia duduk di hadapannya. Faqih meraup wajahnya agar dia bersitatap dengannya.
" hasna sayang, istriku. Maaf karena aku telah membawamu ke dalam situasi yang begitu pelik seperti ini, aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini. Terima kasih karena kamu sudah mau menerimaku dan mau bersabar dalam ujian ini. Aku harap kita bisa sama-sama melewatinya. Percayalah Hasna yang kita lakukan ini bukanlah perbuatan dosa, bukanlah perbuatan haram!"
*******
semoga saja dia gak menggunakan kehamilannya untuk menyingkirkan laila karna hukum dr tuhan lbih keji hasna
pengen gua geprekkk dh hasna ini