NovelToon NovelToon
Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / CEO / Duda
Popularitas:96.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kepindahan Arumi ke sekolah elit di ibu kota membawanya menjadi wali kelas Azzam dan Azzura, si kembar anak konglomerat yang dikenal paling bermasalah. Dengan ketulusan dan kesabarannya, Arumi berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Zaky Tanuwijaya, ayah si kembar sekaligus cinta pertama yang pernah menghancurkan hatinya di ambang pernikahan. Kini, Zaky yang telah menjadi duda ingin menebus kesalahan masa lalu dan memenangkan kembali hati Arumi.
Namun, ibunda Zaky terus menanamkan ketakutan kepada Azzam dan Azzura bahwa ibu tiri hanyalah wanita yang mengincar harta. Di tengah penolakan si kembar dan luka lama yang belum sembuh, mampukah Arumi membuka kembali hatinya dan membuktikan bahwa kasih sayang tulus mampu mengalahkan prasangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

Pagi yang cerah menyapa desa tempat tinggal keluarga Arumi. Di dalam kamarnya, Arumi telah selesai didandani. Ia mengenakan kebaya muslimah berwarna pink muda yang dipadukan dengan kain batik senada. Penampilannya benar-benar memukau dan anggun, paras cantiknya seolah tak tergerus oleh usianya yang kini genap 30 tahun.

Arumi memandangi pantulan dirinya di cermin, lalu menarik napas dalam-dalam untuk memantapkan hati menerima pilihan kedua orang tuanya. Namun, ketenangan pagi itu mendadak terusik ketika deru mesin mobil berkelas menggema di halaman rumahnya. Tiga mobil mewah berplat B yang tampak asing sekaligus tak asing kini terparkir rapi di pekarangan rumah, seketika menjadi pusat perhatian keluarga besar dan tetangga sekitar.

Pintu kamar mendadak terdorong terbuka. Bu Aminah masuk dengan napas terengah-engah. "Rum... Sepertinya ada tamu besar dari Jakarta!"

Arumi mengerutkan keningnya heran. "Tamu dari Jakarta? Siapa, Bu? Mbak Ayu tidak mungkin..." gumamnya pelan.

Namun, sedetik kemudian, dadanya berdegup kencang. Sebuah nama mendadak terlintas di pikirannya yakni Zaky.

Dugaannya tepat sasaran. Berkat bantuan anak buahnya, Zaky berhasil melacak lokasi rumah baru keluarga Arumi dalam waktu singkat. Di luar, Pak Darmawan, ayah Arumi telah berdiri di teras dengan rahang menegang kaku saat mengenali sosok pria yang sangat ia benci selama belasan tahun ini.

Zaky keluar dari mobil dengan setelan rapi, tampak tampan dan gagah, disusul oleh Azzam dan Azzura. Tak ketinggalan, Nyonya Maya pun melangkah keluar dari mobil ketiga dengan wajah tertunduk penuh rasa bersalah siap merendahkan hatinya untuk meminta maaf atas semua kelakuan kejamnya.

Saat Arumi dan ibunya melangkah keluar menuju teras, langkah Arumi seketika terhenti kaku. Matanya bertabrakan langsung dengan iris matanya Zaky.

"Rum..." bisik Zaky pelan, suaranya bergetar menatap nanar sosok wanita terkasihnya yang tampil begitu cantik dan anggun dalam balutan kebaya lamaran.

'Zaky... Kenapa kau harus mencari ku sampai ke sini? Kenapa aku harus melihat wajahmu lagi? Tolong... jangan goyahkan hatiku lagi!' batin Arumi menangis histeris di balik wajah tenang yang berusaha ia pertahankan.

Keduanya saling menatap dalam diam. Dari bola mata mereka, tersirat binar kerinduan dan cinta yang teramat besar, namun takdir seolah menolak bersatu karena tembok pemisah yang terlampau tinggi.

Melihat kehadiran sang guru, Azzam dan Azzura tidak bisa lagi menahan rasa rindu mereka. Keduanya menatap Arumi dengan mata berbinar-binar.

"Bu Arumi... Kami sangat merindukan Ibu!" seru Azzam dan Azzura serempak.

Mendengar suara anak-anak didiknya, pertahanan Arumi luluh seketika. Ia merentangkan kedua tangannya. Tanpa membuang waktu, si kembar langsung berhambur dan berlari menubruk tubuh Arumi, memeluknya dengan sangat erat seolah takut kehilangan lagi.

Azzura mendongak di dalam pelukan Arumi, air matanya menetes. "Bu Arumi... tolong maafkan Mamah kami... Mamah Citra... Kami tahu kalau mendiang Mamah Citra tidak pantas untuk dimaafkan, dan kami siap menerima pembalasan apa pun dari Bu Arumi... Tapi kami mohon, Ibu tetaplah bersama Papah... Karena di hatinya Papah, cuma ada Bu Arumi!" ujar Azzura memohon dengan tulus.

Arumi tertegun. Kalimat yang baru saja keluar dari bibirnya Azzura benar-benar di luar dugaan dan membuatnya terperanjat.

"Apa maksud kamu berkata seperti itu, Azzura? Ibu tidak mengerti..." tanya Arumi dengan raut wajah penuh kebingungan, matanya bergantian menatap Azzura dan Azzam.

Azzura makin erat memeluk pinggang Arumi, isakannya kian pecah. "Kami sudah tahu semuanya, Bu Arumi... Bahwa Ibu dan mendiang Mamah dulu adalah sahabat baik. Tapi Mamah begitu teganya memfitnah Ibu... Saya mohon Ibu mau kembali dengan Papah... Maaf karena perbuatan Mamah Citra membuat Ibu dan Papah menderita selama ini!" ucap Azzura terisak-isak, menumpahkan segala penyesalan atas kejahatan ibu kandungnya.

Zaky yang berdiri tak jauh dari sana menyaksikan pemandangan itu dengan dada bergemuruh hebat. Sepasang anak kembar yang selama bertahun-tahun sempat ia abaikan, yang dulu selalu ia anggap sebagai jejak kelam masa lalu, kini justru berdiri paling depan demi membela cintanya. Mereka bahkan rela menanggung beban kesalahan mendiang ibu mereka hanya agar dirinya bisa meraih kebahagiaan bersama Arumi.

'Maafkan Papahmu yang tidak berguna ini, Nak...' bisik Zaky dalam hati seraya mengusap sudut matanya yang basah oleh genangan air mata penyesalan.

Namun, momen haru itu mendadak sirna saat Pak Darmawan melangkah maju dengan wajah mengeras. Ia menarik lembut lengan Arumi untuk mengambil jarak dari Zaky.

"Rum, ingat! Kamu sudah mengambil keputusan dan Bapak tidak mau dibuat malu lagi olehmu gara-gara dia!" tegas Pak Darmawan seraya menunjuk tajam ke arah Zaky.

Zaky hanya bisa tertunduk dalam diam. Ia sadar betul betapa besar luka yang pernah digoreskan pada keluarga ini, hingga ia tak punya keberanian untuk membela diri. Zaky sangat berharap Arumi menolak lamaran yang akan berlangsung hari ini. Namun, melihat penegasan Pak Darmawan, harapan Zaky seketika pupus. Tak ada lagi celah. Arumi sebentar lagi akan menjadi milik pria lain.

Arumi mengelus lembut pipi Azzam dan Azzura, menatap kedua muridnya itu dengan pandangan sarat kasih sayang bercampur kepasrahan.

"Azzam, Azzura... maafkan Ibu, ya. Ibu tidak bisa kembali lagi bersama Papah kalian," tutur Arumi pelan namun pasti. "Semua yang terjadi di masa lalu sudah Ibu anggap selesai. Kita semua sekarang punya jalan hidup masing-masing."

Mendengar penolakan halus itu, Nyonya Maya tak sanggup lagi menahan rasa bersalahnya. Wanita paruh baya itu melangkah mendekat dengan mata berkaca-kaca, membuang jauh-jauh seluruh keangkuhannya.

"Arumi... tolong maafkan Saya..." panggil Nyonya Maya dengan suara bergetar. "Saya begitu bodoh... Saya sangat bodoh karena selama ini termakan oleh kebohongan dan fitnahnya Citra..."

Belum sempat Arumi membalas perkataan Nyonya Maya, deru suara klakson dan iring-iringan mobil lain mendadak memasuki pekarangan rumah. Rombongan calon suami Arumi beserta keluarga besarnya telah tiba.

Melihat kedatangan rombongan tersebut, dadanya Zaky serasa dihantam godam berat. Rasa sakitnya menjalar begitu hebat, seolah ditusuk ribuan jarum tak berwujud. Pria itu mengepalkan tangannya di samping tubuhnya, berusaha sekuat tenaga berdiri tegar menyaksikan wanita yang sangat dicintainya dipinang orang lain.

Pintu mobil utama dari rombongan itu terkuak. Sosok pria berkulit sawo matang dengan tatanan rambut klimis, mengenakan kemeja batik elegan dan celana bahan, melangkah keluar dengan senyum menyungging di wajahnya.

Zaky yang menatap intens ke arah calon mempelai pria itu seketika membelalakkan matanya. Napasnya tertahan saat mengenali raut wajah pria tersebut.

'Hah?! Wisnu?! Kenapa... kenapa dia yang ada di sini?!' batin Zaky tak percaya, menatap sosok pria di hadapannya dengan rasa syok yang luar biasa.

Bersambung...

1
Uba Muhammad Al-varo
si Citra..... kalau benar Azzam dan azura bukan anaknya Zaky, memang benar' Citra kejam dan jahat,dibalik kemunculan Yudistira adakah rahasia yang tersembunyi
Teh Euis Tea
mungkin dulu citra tidur sm yudistira trs hamil dan menjebak zaky
mungkin dulu yudi miskin makanya citra ninggalin yudi?
achh penasaran bgt
Nadja 🎀
jangan bilang dulu citra benci Yudi miskin.. makanya meninggalkan yudi. makanya pura-pura di tidurin biar zaky bertanggung jawab karena zaky orang kaya jg harta jg sengaja keluarga Zaky benci arumi pantas saja terungkap!
Nar Sih
sabar zaky ,jika memang azzam bukan putra kandung mu gk apa ,,anggap si kmbr tetap putra putri mu
Nar Sih
waah...ank siapa si kmbr yaa
Iffanaya 😽
nah loh...apa mungkin kalo Azam dan azzura anaknya dokter Yudistira yg pernah pny hubungan sama citra 🤔
Arum Dyah
jangan2 anaknya dokter itu lagi...🤭🤭
Teh Euis Tea
nah loh jd si kembar anak siapa itu?
mana si citra udah meninggal lg jd ga bisa nanya
berarti dulu si citra jebak zaky untuk tanggung jawab sm anak yg di kandung, kasian zaky 🥹
neny
tuh kan,,aq dah felling dr awal,,mereka bkn anak Zaky,,citra menjebak Zaky dan membuat Zaky hrs bertanggungjawab pdhl itu anak dr laki2 lain
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
apa azam azzura bukan anak kandung nya zaky 🤔
vania larasati
lanjut kak
Aisyah Suyuti
menarik
Ana
ikut bahagia 🤗
mimief
atu pasangan lagi yg belum bahagia Thor
Wisnu Ama indah?
apakabar tu berdua
mimief
cie.

cieeeee
pak Arya
mimief
pasti urusan ayu yaaa
mimief
tapi kenapa ya
Ama pelakor jaman sekarang
udah pada rada lain yaa

🤣
mimief
wah...orang sakit
bisa jadi perang dunia ke 2 ini
kalau nemuin lipstik di jas nya 😱
Nar Sih
seneng nyaa arumi bnr,,di ratukan oleh suami juga sikembar azam azzura dan gk ketinggalan ibu mertua
Ana
ga sabar nunggu bab selanjutnya 🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!