NovelToon NovelToon
Jalan Dewa Kehampaan

Jalan Dewa Kehampaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Timur, kekuatan mutlak adalah hukum tertinggi, dan mereka yang tidak bisa berkultivasi hanyalah debu yang pantas diinjak-injak. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, harus menanggung kehinaan selama bertahun-tahun karena cacat bawaan pada meridiannya. Takdirnya mencapai titik terkelam ketika ia dikhianati, disergap oleh pembunuh bayaran suruhan sepupunya, dan dilemparkan ke dasar Jurang Hukuman yang mematikan.
​Namun, jurang itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.
​Di ambang kematian, darah dan tekad Lin Tian yang pantang menyerah membangkitkan sebuah artefak kosmis yang bersemayam dalam dirinya—Mutiara Kehampaan. Tubuh fananya dihancurkan dan ditempa ulang, meridiannya disucikan, dan ia mewarisi Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit, sebuah kekuatan tabu yang ditakuti oleh alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Membelah Langit Menuju Awan Ungu

​Keheningan di alun-alun kediaman Klan Lin begitu pekat hingga suara angin yang berhembus terasa memekakkan telinga. Ancaman dari Utusan Zhao, seorang kultivator tahap Inti Emas, benar-benar menghancurkan sisa-sisa keberanian Tetua Pertama dan seluruh penjaga klan.

​Di Benua Timur, sebuah klan kecil di kota terpencil seperti Klan Lin hanyalah butiran debu di hadapan raksasa sekelas Sekte Awan Ungu. Satu jentikan jari dari Utusan Zhao sudah cukup untuk meratakan seluruh Kota Daun Gugur.

​Lin Tian menatap Utusan Zhao dalam diam. Ia tahu, tawaran ini bukanlah karena belas kasihan. Di dunia kultivasi, bakat dan kekuatan adalah satu-satunya mata uang yang berlaku. Utusan Zhao melihat potensinya, dan sebagai balasannya, sekte akan memberikan perlindungan dan sumber daya. Ini adalah transaksi yang saling menguntungkan.

​"Murid Inti..." gumam Lin Tian. Ia menangkupkan kedua tangannya ke arah Utusan Zhao. "Kesempatan yang diberikan oleh Utusan Zhao sangat berharga. Namun, sebelum aku berangkat, ada satu urusan yang harus kuselesaikan di sini."

​Utusan Zhao tersenyum, mengibaskan lengan jubah ungunya. "Silakan. Selama kau tidak memusnahkan seluruh klan ini dan membuang waktuku terlalu lama, kau bebas melakukan apa saja. Hari ini, Sekte Awan Ungu menopang punggungmu."

​Mendengar perlindungan mutlak itu, wajah Tetua Pertama berubah menjadi abu-abu pias. Tubuhnya gemetar hebat saat melihat Lin Tian membalikkan badan dan berjalan ke arahnya.

​Tap. Tap. Tap.

​Langkah kaki Lin Tian terdengar santai, namun di telinga Tetua Pertama, itu adalah ketukan palu algojo. Lin Tian berhenti tepat di hadapan pria tua yang masih memegangi lengan kanannya yang patah.

​"Tetua Pertama," panggil Lin Tian dingin, suaranya tanpa emosi. "Sepuluh tahun lalu, ketika ayah dan ibuku menghilang di Reruntuhan Lembah Hitam, kau mengambil alih seluruh aset keluarga utamaku. Aku tidak peduli dengan emas atau pil obat yang kau rampas untuk membesarkan cucu kesayanganmu itu."

​Lin Tian mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya memancarkan kilatan ungu yang membuat jiwa Tetua Pertama bergetar.

​"Namun, ayahku meninggalkan sebuah Cincin Penyimpanan dan Medali Giok Hitam. Serahkan padaku sekarang."

​Tetua Pertama menelan ludah paksa. Medali Giok Hitam itu adalah pusaka peninggalan Kepala Klan sebelumnya, dan memiliki rahasia yang belum bisa ia pecahkan hingga hari ini. Namun, menatap mata Lin Tian dan merasakan aura membunuh yang menguar dari pemuda itu, ia tahu penolakan berarti kematian. Utusan Zhao pasti tidak akan repot-repot menghentikan Lin Tian jika ia memutuskan untuk memenggal kepala sang Tetua.

​Dengan tangan kiri yang gemetar, Tetua Pertama merogoh saku jubahnya dan mengeluarkan sebuah cincin perak kuno serta medali giok berwarna hitam pekat.

​Lin Tian mengambil kedua benda itu. Ia memasukkan Qi-nya sedikit ke dalam Medali Giok Hitam, memastikan keasliannya, lalu menyimpannya dengan aman di balik kemejanya.

​"Mulai hari ini," suara Lin Tian bergema ke seluruh penjuru alun-alun, memastikan setiap anggota klan mendengarnya. "Aku, Lin Tian, memutuskan semua ikatan dengan Klan Lin di Kota Daun Gugur. Hutang darah dan penghinaan selama sepuluh tahun telah lunas terbayar hari ini. Jika ada di antara kalian yang ingin membalas dendam untuk Lin Feng... pintu selalu terbuka. Tapi pastikan kalian membawa peti mati kalian sendiri."

​Tidak ada satu pun anggota klan yang berani bersuara. Tatapan benci yang dulunya sering dilemparkan pada Lin Tian kini berganti menjadi ketakutan mutlak. Mereka baru saja menyaksikan kelahiran monster, dan tidak ada yang berani menantang nasib.

​Lin Tian berbalik dan berjalan kembali ke sisi Utusan Zhao. "Aku sudah selesai."

​"Bagus. Keputusan yang tegas dan tidak bertele-tele. Kau memang dilahirkan untuk berjalan di atas jalur kultivasi," puji Utusan Zhao sambil tertawa kecil.

​Pria paruh baya itu lalu merogoh kantong di pinggangnya dan melemparkan sebuah patung kayu kecil berbentuk burung bangau ke udara. Ia membentuk segel tangan yang rumit, dan energi spiritual yang luar biasa memancar dari tubuhnya.

​Wung!

​Dalam sekejap mata, patung kayu kecil itu membesar puluhan kali lipat, diselimuti cahaya putih yang menyilaukan. Ketika cahaya itu mereda, seekor Bangau Roh Raksasa berbulu putih seputih salju dengan sayap selebar sepuluh meter melayang di atas arena. Aura binatang ini memancarkan tekanan setara dengan tahap Pondasi Bumi puncak.

​Penonton terkesiap, banyak yang langsung bersujud karena tekanan Qi yang dipancarkan oleh tunggangan spiritual tersebut. Ini adalah pertama kalinya penduduk Kota Daun Gugur melihat keajaiban dari kultivator tahap Inti Emas.

​"Naiklah," perintah Utusan Zhao, yang sudah melompat lebih dulu dan berdiri di punggung bangau raksasa tersebut.

​Lin Tian menekuk lututnya, menggunakan Tiga Langkah Hantu Kehampaan, dan tubuhnya melesat ringan ke udara, mendarat dengan mulus di belakang Utusan Zhao. Bangau roh itu sama sekali tidak bergoyang saat menerima bobot Lin Tian, menunjukkan betapa kuat dan stabilnya makhluk tersebut.

​"Berpeganganlah yang kuat, anak muda. Perjalanan ke Sekte Awan Ungu memakan waktu setengah hari, dan angin di atas sana tidak ramah bagi mereka yang fisiknya lemah," kata Utusan Zhao.

​"Silakan, Senior," jawab Lin Tian tenang.

​Bangau Roh itu memekik nyaring, suaranya membelah awan. Dengan satu kepakan sayap yang menghasilkan badai kecil di alun-alun, burung raksasa itu melesat ke langit biru, meninggalkan Kota Daun Gugur yang perlahan menyusut menjadi titik kecil di bawah sana.

​Di atas langit Benua Timur.

​Angin memukul wajah Lin Tian bagaikan ribuan pisau kecil, namun tubuhnya yang setingkat Pondasi Bumi menahannya dengan mudah. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia melihat dunia dari atas awan.

​Gunung-gunung raksasa yang menembus langit, sungai-sungai yang membentang seperti naga perak, dan hutan-hutan purba yang menyelimuti daratan sejauh mata memandang. Di dalam benaknya, Mutiara Kehampaan berdenyut pelan, seolah merespons luasnya dunia yang baru saja terbuka baginya.

​"Lin Tian," suara Utusan Zhao menembus deru angin, dikirim langsung ke telinga Lin Tian menggunakan Qi. "Kau memiliki fisik yang aneh. Kultivasimu baru di tahap Pengembara Qi tingkat sembilan puncak, namun kekuatan tulang dan ototmu telah menembus tahap Pondasi Bumi. Dan lagi, aku tidak melihat tanda-tanda kau mengkonsumsi pil penguat tubuh."

​Lin Tian sudah menduga pertanyaan ini akan muncul. Ia harus berhati-hati; rahasia Mutiara Kehampaan tidak boleh diketahui siapa pun. Jika seorang ahli mengetahui ia memiliki pusaka kosmis yang mampu melahap segala energi, bahkan Kaisar dari Alam Atas pun akan turun untuk memburunya.

​"Waktu aku jatuh ke Jurang Hukuman sebulan yang lalu, aku menemukan sebuah genangan air berwarna merah pekat di dalam sebuah gua," Lin Tian mengarang cerita dengan wajah datar. "Aku meminumnya karena kehausan. Setelah itu tubuhku serasa dibakar, dan ketika aku sadar, meridianku yang cacat sudah sembuh, dan kekuatanku melonjak."

​Utusan Zhao terdiam sejenak, menatap awan di depannya. "Genangan Darah Binatang Iblis Kuno... mungkin itu adalah sisa esensi dari monster tingkat tinggi yang mati di dasar jurang. Keberuntunganmu sangat luar biasa, Nak. Banyak orang mati meledak karena menyerap energi sebuas itu."

​Pria itu percaya pada alasannya. Di dunia kultivasi, pertemuan kebetulan (karmic luck) dengan harta karun di tempat-tempat berbahaya adalah hal yang wajar bagi para jenius.

​"Namun, jangan berpuas diri," lanjut Utusan Zhao memperingatkan. "Di Sekte Awan Ungu, kau tidak akan berhadapan dengan sampah seperti Lin Feng. Sekte kami memiliki sepuluh ribu murid luar, seribu murid dalam, dan seratus murid inti. Setiap dari mereka adalah naga dan burung phoenix di wilayah masing-masing. Kau akan memulainya sebagai Murid Inti secara langsung karena pengecualian yang kuberikan, dan itu pasti akan mengundang rasa iri dan permusuhan dari para murid lain."

​Lin Tian tersenyum tipis, matanya menatap tajam ke arah cakrawala. "Saya tidak pernah takut pada permusuhan, Senior. Pedang yang tidak pernah beradu dengan pedang lain, pada akhirnya hanya akan berkarat."

​Utusan Zhao tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban sombong namun penuh keyakinan itu. "Bagus! Aku suka semangatmu! Bersiaplah, kita sudah tiba di perbatasan Sekte Awan Ungu."

​Lin Tian menatap ke depan, dan napasnya seketika tertahan.

​Di balik lautan awan, lima puncak gunung raksasa melayang di udara, dihubungkan oleh jembatan-jembatan cahaya yang terbuat dari energi spiritual murni. Air terjun raksasa mengalir dari puncak gunung yang melayang, tumpah ke bumi di bawahnya menciptakan pelangi abadi. Bangunan-bangunan istana megah beratap genteng zamrud berdiri kokoh di tebing-tebing curam, dikelilingi ribuan burung bangau yang terbang bebas.

​Qi di tempat ini sangat kental, hampir berubah menjadi embun mistis. Bahkan sebelum mendarat, pusaran di Dantian Lin Tian berputar kegirangan, merespons energi alam yang berlimpah ruah.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz
hadad fernandez khan
lanjut tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!