anak remaja laki laki yang kehidupannya dibilang tak normal, jika anak seusianya akan merasakan bahagia sedih kecewa atau luka dan lainnya, namun dia malah tak merasakan apapun pada dirinya, kadang dia bertanya pada dirinya sendiri 'kenapa aku tak bisa hidup seperti mereka', hingga ia mengalami kecelakaan dan hidup ditubuh orang lain lebih tepatnya didunia novel, dia yang tak dapat merasakan apapun mendapat sebuah teman untuk pertama kalinya, yaitu sebuah sistem yang akan membantunya hidup didunia novel tersebut, akankah dia mendapatkan hidup yang dia inginkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ke apartemen tanaka
dimansion veroze yang tampak mewah dan elegan, seorang lelaki tampan dengan jas hitamnya yang sudah ternoda darah tengah berdiri dengan datar dan aura dinginnya, lelaki itu menahan kesal karna sedari tadi orang orang didepannya selalu bertanya ini itu padanya
"aku baik baik saja" kata lelaki itu malas
"tidak ada yang luka kan kelvin?" tanya fera cemas
"tidak ma~" jawab kelvin dengan menghela napas
Ya setelah kemarin kelvino diserang dan ditolong oleh tanaka, kelvino langsung pulang setelah dia menyuruh para bawahannya untuk membereskan kelacauan
Tapi kelvino yang baru saja masuk ke mansion veroze langsung dihujani berbagai pertanyaan yang membuatnya jengah, bahkan keesokan harinya mamanya datang tergopoh gopoh lalu tiba2 memutar tubuhnya dengan kasar untuk memastikan apa dirinya tidak terluka
"tapi ka-"
"mama aku baik baik saja" ucap kelvin memotong ucapan fera karna dirinya tau mamanya ini tidak akan berhenti mengoceh
"oh iya mama dengar dari papamu, kemarin ada yang nolongin kamu ya?" tanya fera dan diangguki kelvin
"kamu kenal orang itu, atau apa dia mengenalkan namanya padamu" tanya fera lagi membuat kelvino tampak berpikir
"aku sedikit familiar dengan bocah itu, selain itu namanya juga sama persis ma" kata kelvin
"bocah?" fera mengernyit bingung
"iya, bocah sma" ujar kelvin saat melihat mama nya mengernyit
"siapa namanya?" tanya fera penasaran
"antanak aviraza, bukankah namanya sama dengan anak bungsu mama ela?" ucap kelvin lalu bertanya pada mamanya yang sekarang melototkan matanya
"jangan2 dia adikmu!" seru fera
"mana mungkin dia mah, anak itu bodoh dan tidak berguna, sedangkan kemarin itu benar2 menakjubkan mana bisa disamakan dengan bocah bodoh itu" ujar kelvin yang seketika mendapat tabokan dikepala belakangnya
"sst..mama kenapa sih?" tanya kelvin kesal
"dia itu adikmu bodoh!" sinis fera sedangkan kelvin sudah mendengus malas
"sekarang anakku sudah berubah, bahkan perubahannya begitu berbeda dari yang dulu" kata fera sambil tersenyum sambil membayangkan wajah tampan tanaka
"anakku? apa anak itu sudah menerima mama? anak itu terlalu bodoh bahkan mengabaikan tawaran mama untuk pergi dari mansion ini" kesal kelvino
"tidak! dia memang anakku, sekarang tanaka sudah menerima mama bahkan dia sudah benar2 tak perduli pada keluarga setannya, pokoknya sekarang anakku benar2 berubah!" seru fera senang
"benarkah?" tanya kelvin ragu pasalnya dulu tanaka begitu gencar mencari perhatian keluarganya bahkan jika tanaka disuruh mati pun mungkin dia mau saking bodohnya
"benar, sekarang tanaka tidak tinggal disini lagi" balas fera
"hah? Lalu dia tinggal dimana?" tanya kelvin
"di apartemen xxx, dia tinggal sendiri" balas fera
"dia dapat dari mana uang untuk menyewa apartemen di kawasan elit itu?" kelvin terkejut
"kau tidak dengar berita kemarin?" tanya fera dan dibalas gelengan oleh kelvin
"huh sibuk terus kamu, jadi sebenarnya tanaka itu anggota band yang terkenal, jadi mungkin dia membeli apartemen itu dari situ" ucap fera
"waw...benar2 kejutan" gumam kelvin
"sudahlah kau penasaran kan, seperti apa tanaka sekarang?" ujar fera
"iya" balas kelvin
"ya sudah sekarang kamu ikut mama jenguk tanaka diapartemennya" seru fera semangat sedangkan kelvin hanya menggelengkan kepalanya, sedari dulu mamanya itu selalu antusias jika itu berhubungan dengan tanaka
kelvino tidak membenci tanaka hanya saja dia benar2 tidak suka melihat kebodohan tanaka dulu, dan dia semakin tidak suka saat tanaka menolak ajakan fera untuk ikut ke amerika bersamanya, kelvino tidak setolol dua saudaranya yang begitu membenci tanaka hanya karna tuduhan tanpa bukti itu
Fera dan kelvin berjalan melewati ruang tamu yang terdapat beberapa orang, sedangkan orang yang duduk disofa menatap ibu dan anak itu bingung
"mau kemana kalian?" suara bariton antonio mengalihkan perhatian fera dan kelvin
ibu dan anak itu kompak saling menatap lalu fera kembali menatap mertuanya itu "mau ke apartemen anakku" ujar fera
"ngapain?" tanya desifa
"tidak ada apa2, hanya ingin saja kebetulan kelvin juga ingin bertemu dengannya" balas fera
"kami pergi dulu" lanjut fera
"tunggu!" seru elaine dan terburu buru berdiri dan berjalan menuju fera dan kelvin
"ada apa?" tanya fera
"aku ikut" ujar elaine
"untuk apa?" tanya fera datar
"aku ibunya, apa perlu alasan untuk bertemu dengannya?" tanya elaine kesal
"heh, ibunya konon, waktu tanaka disiksa malah diam bahkan ikut menyiksa tanaka" sarkas fera yang langsung membuat elaine bungkam
"sudahlah ma, biarkan saja ikut toh dia benar, tak ada alasan untuk bertemu dengan 'anak kandungnya' jadi sekarang biarkan saja" ujar kelvin dengan menekan kata anak kandung yang seketika elaine merasa tersindir
Fera mendengus lalu segera pergi keluar mansion lebih dulu diikuti kelvin dan elaine
diluar mansion lebih tepatnya dimobil milik kelvin, fera melototkan matanya saat melihat dibelakang kelvin dan elaine ada banyak orang
"ngapain kalian juga kesini? Jangan bilang kalian juga ingin ikut!" seru fera kesal
"hm" balas antonio mewakili yang lain
Yah, antonio desifa zaga fandi dan alex ikut keluar dan memang ingin ikut karna penasaran dengan apartemen tanaka sekaligus penasaran akan kondisi tanaka
Fera kesal saat melihat beberapa orang itu langsung masuk kemobil, lalu fera pun ikut masuk kemobil dengan wajah cemberutnya
Dua mobil melaju keluar dari gerbang mansion veroze menuju apartemen tanaka, setengah jam berlalu kini dua mobil itu sampai di kawasan elit tempat apartemen mewah dibangun, tempat orang2 berduit tinggal
Dua satpam yang melihat fera mempersilahkan fera dan yang lain masuk karna satpam itu kenal fera waktu kemarin fera dan suaminya mengantarkan tanaka
Mobil melaju menuju area apartemen paling ujung, dua mobil itu berhenti didepan apart milik tanaka, mereka juga melihat beberapa motor sport yang terparkir didepan apart tanaka yang sudah pasti tanaka sedang ada tamu
Fera dan yang lain pun keluar dari mobil dan langsung keapart tanaka dan mengetuk pintunya
ceklek...
Pintu terbuka dan tampaklah seorang laki2 tampan dengan baju santainya, yaitu kaos hitam dan celana pendek berwarna senada sandal nya pun berwarna hitam
"aza sayang mama datang!!!" seru fera dan lanhsung memeluk tanaka sedangkan tanaka menepuk nepuk punggung fera, gerakan tangan tanaka terlihat kaku ditambah wajah datarnya
fera melepas pelukannya lalu ia menarik tanaka masuk tanpa menghiraukan orang2 yang sekarang mendengus kesal, lalu mereka pun masuk, didalam ternyata ada vero dan anggota band lainnya yang terlihat sudah sangat santai mengobrol dengan fera
tamu2 baru itu pun dipersilahkan duduk disofa yang tersisa, ruang tamu itu sangat luas jadi bisa menampung banyak tamu
"mau minum apa?" tanya tanaka datar, fera menatap keluarga veroze
"apa saja" balas antonio mewakili yang lain
"ada teh, coffe, susu, es buah, jus buah, sup buah, air putih, air dingin, air-"
"kopi saja!" seru vero memotong ucapan tanaka
"bego! Tamunya tuh mereka bukan lo" ujar celia
"dari pada tanaka ngabsen gimana?" tanya vero kesal
"lah iya juga, gini aja deh, kita bantuin tanaka bikin minum" ucap veronika
"oke tanaka kita kedapur yuk!" seru gio sambi merangkul tanaka membuat temannya yang lain mendengus kesal
"heh lepasin adek gue, ketek lo bau bangke!" teriak celia dan berlari menyusul kedapur begitu juga vero veronika dan ryzef
sedangkan keluarga veroze hanya diam tidak tau harus apa, tapi pikiran mereka tengah berkecamuk saat ini, terutama alex dan elaine dua orang itu sedari tadi dilanda kesal dan cemburu, kesal karna tanaka bahkan tak menatap dirinya dan yang lain dan hanya menatap fera saja, juga cemburu karna fera tampak dekat dengan tanaka
Tap...tap...tap...
"mama" suara berat mengalihkan perhatian mereka, terlihat kelvin mendekat dan duduk didekat fera, yah tadi kelvin ada perlu sebentar jadi dia berpisah dijalan dengan yang lain, dia dijemput bawahan ayahnya
"mana anak itu ma?" tanya kelvin
"lagi didapur" balas fera dan kelvin paham
tak lama terdengar beberapa langkah kaki dari arah dapur yang membuat semua menatap kearah beberapa orang yang kini sedang membawa nampan
Kelvin terfokus pada satu laki2 yang sekarang sedang menata minuman dimeja dibantu temannya yang lain
kelvin terdiam dia menatap intens kearah tanaka yang sekarang sudah kembali duduk, kelvin tersentak saat melihat tanaka juga menatap kearahnya
"ada apa?" tanya tanaka membuat semua orang menatap dirinya
keluarga veroze menatap arah pandang tanaka, mereka mengernyit saat kelvin menatap tanaka tak percaya, yah awalnya mereka juga terkejut tapi tatapan kelvin terlihat berbeda
"kamu yang kemarin itu kan?" tanya kelvin dan tanaka mengangguk
"kamu ngapain disini, kamu kenal sama tanaka?" tanya kelvin yang dibalas anggukan oleh tanaka
anggota band teman tanaka sangat ingin tertawa
sedangkan fera dan keluarga veroze menatap kelvin dengan pandangan bertanya
"ada apa kelvin?" tanya desifa
"bocah ini yang kemarin menolongku omah" jawab kelvin yang membuat keluarga veroze terkejut tak terkecuali fera
"jadi bocah yang kamu ceritakan itu tanaka?" tanya fera dan diangguki kelvin
"lalu dimana anak itu ma?" tanya kelvin membuat fera mengernyit
"tanaka maksud kamu?" tanya fera balik
"siapa lagi, kita kan kesini karna ingin lihat keadaan dia" balas kelvin
"lah kan orangnya ada disini vin!" seru fera
"mana?" tanya kelvin sambil menatap vero ryzef dan gio
"itu?" tunjuk fera yang membuat kelvin terbelalak
"mana mungkin!" seru kelvin yang membuat fera dan keluarga veroze terkejut akan reaksi yang kelvin perlihatkan
"kamu kenapa sih?" tanya fera kesal
"anak itu dan bocah ini terlihat jauh berbeda ma!" ujar kelvin sambil menatap intens tanaka
"memang beda tapi setiap manusia juga bisa berubah kelvin" ucap fera
"benar, apalagi kalian tidak pernah tau apa yang selama ini tanaka sembunyikan dari kalian" celutuk veronika dengan senyum sinisnya, yah lima band itu sangat tidak suka pada keluarga veroze, karna mereka selalu menyiksa tanaka
Keluarga veroze terdiam termasuk fera dan kelvin, meski fera tidak membenci tanaka bahkan sangat menyayanginya tapi ia tetap merasa bersalah karna membiarkan tanaka sendirian ditengah2 orang yang selalu menyiksanya
"merasa tersindir eh? Tenang saja tanaka tidak akan kembali pada keluarga seperti kalian, jadi kalian bisa leluasa merawat dan memanjakan anak angkat kalian itu" ujar celia tak kalah sinis
"apa maksudmu?" tanya fera
"kami akan membawa tanaka pergi dan tinggal dengan keluarga kami" sahut vero yang sedari tadi diam
mendengar apa yang dikatakan vero, keluarga veroze entah kenapa merasa marah dan sangat tidak suka
"huh kalian terlalu percaya diri, tanaka tidak akan mau pisah dari keluarganya" ujar zaga sinis
"kenapa tidak? Apakah kau tidak melihat atau belum sadar, tempat bertamu kalian saat ini tempat tinggal siapa?" ejek ryzef
"bahkan tanpa kalian pun sedari dulu tanaka sudah bisa hidup sendiri" tambah gio
"apa maksud kalian, tanaka hidup dengan uang kami!!!" teriak alex
"pfftthahaahaha!!!" lima band itu tertawa terbahak bahak mendengar teriakan alex
"jangan membuatku sakit perut karna tertawa tuan alex veroze!" seru veronika
keluarga veroze menggeram marah dan hendak berbicara tapi disela oleh lima teman tanaka
"sedari dulu tanaka itu hidup dibiayai oleh bi asti, pengasuh tanaka, dia menghidupi tanaka dengan gajinya, jadi apanya yang hidup dengan uang kalian, yah memang benar gaji bi asti uang dari kalian, tapi uang itu upah bi asti karna bekerja jadi pelayan dimansion kalian" ucap celia panjang lebar dengan pandangan yang kembali sinis
"ya bahkan yang menyekolahkan dirinya pun adalah bi asti, dan semenjak bi asti hilang, tanaka mulai menghidupi dirinya sendiri dengan kerja ini itu tanpa sepengetahuan kalian, bahkan biaya sekolah smp dan sma nya pun hasil jerih payahnya sendiri" sahut veronika
"dan dengan seenak jidat mereka malah mengangkat anak saat masih ada anak lain yang membutuhkan mereka" ujar ryzef
"yah bahkan lebih gilanya lagi...si anak kandung luntang kantung nyari duit, eh si anak angkat tukang ngabisin duit" ucap gio dengan nada seolah bergosip
"anak kandung ditelantarin, anak angkat dimanjain, parah sih ini ck..ck..ck.." decak vero sambil menggelengkan kepalanya kekanan kekiri, kelakuan dramatis vero itu membuat anak band lainnya tertawa ngakak sedangkan semua keluarga veroze terdiam dengan tangan mengepal
Bahkan sekelas antonio yang dikenal sat set dalam menyingkirkan lawannya yang membuatnya kesal kini malah juga terdiam
Yah antonio memang tak memanjakan alisa seperti yang lain tapi dengan dia membiarkan alisa tinggal disana itu sama saja dia setuju jika alex dan yang lain mengangkat alisa sebagai anak, begitu juga desifa
Fera dan kelvin? Oh mereka sudah menunduk dari tadi, fera malu dan merasa bersalah pada tanaka, harusnya dulu ia paksa saja tanaka ikut dengannya jadi kejadian begini tidak akan pernah ada
sedangkan kelvin terdiam merasa bersalah,
sebenarnya dulu ia kadang memukul tanaka meski tak sesering keluarga kandung tanaka sendiri, kelvin kesal karna tanaka selalu saja mengabaikan perhatian yang fera dan ardian berikan padanya, sehingga dua orang yang kelvin sayang itu terkadang sedih saat melihat tanaka lagi2 disiksa
"dan kau tuan muda kelvin, kau sangat bodoh!" sarkas veronika tiba2
kelvin mendongak "apa maksudmu?!!!" teriak kelvin emosi
"heh, kau bodoh kau tolol kau goblok kau bego!!" maki celia dengan sinis
"kau berani denganku?!!" teriak kelvin hendak berdiri tapi ditahan oleh fera
"tidak usah berteriak toh apa yang dimaki celia pada tuan muda itu benar adanya" ujar vero malah semakin membuat kelvin meradang tapi ia tak bisa melawan apa yang diperintahkan mamanya yaitu diam ditempat
"heh kau terlalu bodoh karna tak tau apa yang tanaka dulu lakukan" ucap celia
"dulu tanaka bukannya berniat mengabaikan perhatian kedua orang tuamu, tapi tanaka hanya terpaksa dirinya waktu itu masih kecil, dan kau tahu anak kecil mudah dibodohi dan ancam, jadi kusebut kau bodoh itu karna memang faktanya begitu" lanjut celia
"kau mengabaikan sinyal yang diberikan tanaka padamu, tanaka selalu mendekatimu itu karna ingin kau tahu jika dia butuh pertolongan, tapi malah berakhir dipukuli, haah~miris sekali" ucap veronika dengan lirihan diakhir
Kelvin terdiam mematung, fera yang tersentak, dan keluarga veroze yang terkejut karna baru tahu jika kelvin juga pernah memukuli tanaka
"apa itu benar kelvin?" tanya fera dengan suara kecil tapi masih bisa didengar, dan tak ada sahutan dari kelvin yang sekarang terdiam menunduk
"JAWAB MAMA, KELVIN!!!" teriak fera
Dengan masih menunduk kelvin mengangguk, fera tersentak dan tak sadar setetes air matanya meluncur melewati pipinya
"kenapa?" gumam fera
"aku tidak suka mama dan papa selalu sedih saat tanaka mengabaikan kalian berdua, aku terlanjur kesal jika mengingat itu, jadi saat aku melihat tanaka aku ingin menahan emosiku tapi tetap tidak bisa" ucap kelvin dengan masih menunduk
"sudah mama bilang, kami berdua tidak apa2 dan mama juga bilang untuk tidak menyakiti tanaka, tapi kamu..." fera menatap kelvin tak percaya
"maaf" cicit kelvin
"sudah cukup mama tidak bisa mengatasi kebodohan dua adikmu itu kelvin, tapi ternyata kau sama saja dengan mereka" sarkas fera sambil menatap zaga dan fandi yang kini juga menunduk
"maaf" cicit kelvin lagi
"bwahahaha!!!kenapa jadi kalian yang berdrama disini, sudah cukup anak pungut kalian itu yang selalu berdrama" sinis veronika yang membuat beberapa orang disana kesal
"apa maksudmu? alisa itu polos dan baik, dia tidak akan berdrama seperti anak haram itu!!!" teriak zaga emosi dan menunjuk tanaka dengan tatapan tajamnya
"anak haram ya?..." gumam vero
"baiklah, jika dia anak haram maka kalian tidak ada masalah kan jika aku membawa tanaka pergi bersama kami?" ucap ryzef sekaligus bertanya
Zaga terdiam, begitu juga yang lain
"kalian diam itu berarti kalian mengiyakan" celutuk gio
"tidak!!! dia anakku!!!" teriak elaine sambil berdiri hendak mendekati tanaka tapi vero dengan sigap menarik tubuh tanaka ketengah2 anggota band yang lain
"apa yang membuat nyonya bisa berkata begitu dengan lantangnya?" ujar celia tersirat ejekan disenyum sinisnya
elaine mematung
"baiklah, tanaka sudah kalian izinkan untuk ikut dengan kami, terima kasih kami akan segera beberes barang2 tanaka dulu, kalian lanjutlah mengobrol, santai saja oke" kata veronika semangat sambil menarik tangan tanaka menuju lantai atas
"kalian tidak bisa membawanya!! dia anggota keluarga veroze!!!" teriak desifa yang membuat keluarga veroze terkejut
"huh apa maksudmu nyonya? meski kalian bermarga gentara sekalipun kami tidak akan takut, kami akan tetap membawa tanaka pergi" sinis vero lalu pergi dari sana diikuti temannya yang lain, meninggalkan keheningan diruang tamu
"AKU SUDAH BILANG JANGAN PERNAH MENYEBUT TANAKA ANAK HARAM!!! LIHAT KARNA ULAHMU TANAKA PERGI!!!" teriak elaine menunjuk zaga dengan emosi
"tapi dia memang anak haram mah!!!" teriak fandi tak terima jika saudaranya disalahkan
"hahaha!!!" fera tertawa, tawanya membuat yang lain bingung
"kalian ini begitu bodoh, mana ada anak haram yang begitu mirip dengan ayah dan ibunya, kalian percaya begitu saja hasutan pelayan itu? benar2 bodoh" ejek fera
"pelayan?" gumam alex yang mengingat tanaka pernah bercerita tentang seorang pelayan yang membuatnya mengalami kerusakan pada wajahnya
"ya..pelayan yang selalu membodohi tanaka saat kecil dan pelayan yang membuat wajahnya rusak dan berakhir jelek" ucap fera
"kamu tahu tapi kamu tidak memberi tahu kami tentang pelayan itu" ucap desifa
"hahaha berapa kali aku dan suamiku mengatakan tentang pelayan itu tapi berakhir kalian yang memarahiku hanya karna pelayan itu adalah anak dari pelayan yang begitu kalian hormati" kata fera
lagi2 keluarga veroze diam "bukti ada tapi pelayan itu selalu berhasil membuat kalian yakin jika dia begitu setia pada kalian, sehingga aku selalu kalian marahi saat ingin membuktikannya" kata fera
"lalu dimana bukti itu sekarang?" tanya desifa
"sudah hilang entah kemana, toh aku juga tidak peduli, sekarang tanaka sudah benar2 menjauhi kita, aku tidak tau aku masih bisa bertemu dengannya atau tidak bila mengingat apa yang sudah kelvin lakukan" ucapan fera semakin melirih
"maaf" cicit kelvin
"sudahlah, semua juga tidak berguna sekarang" balas fera lalu ia pergi dari sana
"aku juga tahu jika alex sudah melakukan tes DNA, dan aku yakin hasilnya cocok, melihat kecemasan dimata alex saat ini" celutuk fera dan setelah itu ia benar2 pergi dari sana
"iya, kemarin aku sempat melakukan tes dan memang cocok" lirih alex kemudian berdiri dari sana dan pergi menyembunyikan air matanya yang sudah menetes
keluarga veroze yang lain pun juga pergi dari sana, menyisakan beberapa orang yang mengintip melihat kejadian itu, dia adalah vero ryzef dan gio, tiga orang itu cekikikan sekarang
Selesai mengintip tiga orang itu pun menyusul kelantai atas, sebenarnya tentang tanaka akan ikut mereka itu bohongan, karna tanaka sendiri tidak mau jadi yang lain terpaksa mengiyakan