NovelToon NovelToon
Sutra Naga Pembelah Surga

Sutra Naga Pembelah Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Jatuh dari puncak kejayaan menjadi lelucon sekota dalam semalam, nasib Ye Xuan tampaknya telah berakhir. Namun, keputusasaan itu justru menjadi kunci pembuka rahasia kuno yang tertidur di dalam sebuah liontin tua. Di bawah bimbingan jiwa naga kuno, Ye Xuan mempelajari rahasia kultivasi yang menyimpang dari hukum langit. Dari turnamen kota kecil hingga medan perang antar benua, Ye Xuan menelan setiap rintangan dan kesengsaraan ilahi. Dunia menganggapnya sampah, namun ia akan membuktikan bahwa dirinya adalah penguasa sejati yang akan membelah surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Turnamen Dimulai dan Keangkuhan Klan Su

​Kabar tentang Ye Ming yang dilumpuhkan hanya dengan satu tamparan menyebar seperti api liar di dalam kediaman Klan Ye. Namun, alih-alih menimbulkan ketakutan, kabar itu justru memicu amarah dan ejekan dari faksi Penatua Pertama.

​Di dalam paviliun mewah yang dihiasi perabotan kayu gaharu, Ye Lang duduk sambil mendengarkan laporan dari pelayannya. Wajahnya menggelap, namun tak lama kemudian ia mendengus sinis.

​"Satu tamparan? Omong kosong!" Ye Lang membanting cangkir tehnya ke meja hingga retak. "Ye Ming adalah kultivator Tingkat 7. Bahkan aku butuh setidaknya sepuluh jurus untuk mengalahkannya. Bagaimana mungkin si Sampah yang dantian-nya sudah hancur bisa melakukannya?!"

​Di seberang meja, seorang pria paruh baya dengan jubah abu-abu mengelus jenggotnya. Ia adalah Penatua Pertama Klan Ye, kakek dari Ye Lang.

​"Tenanglah, Lang'er," ucap Penatua Pertama dengan nada meremehkan. "Kakek sudah memeriksa luka Ye Ming. Tidak ada fluktuasi Qi sedikit pun di lukanya. Ini membuktikan bahwa si Sampah itu belum pulih kultivasinya. Ia pasti menggunakan racun pelemah otot atau senjata tersembunyi, sama seperti taktik kotor yang ia gunakan pada pelayanmu, Ye Gou."

​Ye Lang tersenyum dingin mendengarnya. "Ternyata begitu. Ia tahu besok adalah ajang pembuktian, jadi ia mencoba menggunakan trik rendahan untuk menakut-nakuti kita."

​Penatua Pertama mengeluarkan sebuah botol giok kecil dari lengan bajunya dan meletakkannya di atas meja. "Ini adalah Pil Pembakaran Darah tingkat satu. Jika kau bertemu dengannya atau jenius dari klan lain yang menyusahkan di turnamen besok, gunakan ini. Turnamen ini memperebutkan kuota murid sekte dari Sekte Awan Azure. Kau tidak boleh gagal."

​Mata Ye Lang berbinar rakus saat ia mengambil botol giok itu. "Terima kasih, Kakek! Besok, di depan seluruh penduduk Kota Daun Gugur dan Klan Su, aku akan mematahkan semua anggota tubuh Ye Xuan di atas arena dan membuktikan siapa jenius sejati Klan Ye!"

​Keesokan paginya, Alun-alun Pusat Kota Daun Gugur telah disesaki oleh lautan manusia.

​Tiga klan besar penguasa kota—Klan Ye, Klan Su, dan Klan Wang—telah menempati tribun kehormatan masing-masing. Di kursi utama, duduk Sang Penguasa Kota yang bertindak sebagai wasit agung turnamen.

​Di area tribun Klan Su, seorang gadis muda duduk dengan postur anggun layaknya bunga teratai es yang tak tersentuh debu duniawi. Ia mengenakan gaun putih sutra, wajahnya memancarkan kecantikan luar biasa namun sangat dingin.

​Ia adalah Su Yan, mantan tunangan Ye Xuan yang memutuskan pertunangan secara sepihak sebulan lalu. Di sebelahnya duduk Patriark Klan Su yang menatap ke arah tribun Klan Ye dengan pandangan mengejek.

​"Ayah, apakah desas-desus itu benar? Bahwa si Sampah Ye Xuan kembali dan melumpuhkan Ye Ming?" tanya Su Yan tanpa menoleh, suaranya sedingin es.

​Patriark Su tertawa kecil. "Hanya kebetulan dan trik kotor. Yan'er, kau sekarang berada di Alam Kondensasi Qi Tingkat 8 Puncak, dan kau telah diterima di Sekte Awan Azure jalur khusus berkat bakat elemen es-mu. Masa depanmu adalah menjadi naga dan phoenix di antara manusia. Sampah seperti Ye Xuan bahkan tidak pantas untuk menjilat sepatumu lagi."

​Su Yan mengangguk samar. "Ayah benar. Dulu aku mengaguminya karena bakatnya, tapi sekarang, di mataku, ia tak lebih dari kerikil di pinggir jalan."

​TENG! TENG! TENG!

​Suara gong perunggu bergema tiga kali ke penjuru alun-alun, menandakan dimulainya turnamen. Sorak-sorai penonton meledak.

​Seorang tetua dari pihak Penguasa Kota melompat ke tengah arena batu yang berdiameter lima puluh meter. "Turnamen Bela Diri Kota Daun Gugur secara resmi dimulai! Pertandingan pertama di Blok A... Ye Xuan dari Klan Ye melawan Wang Hu dari Klan Wang!"

​Mendengar nama "Ye Xuan", seluruh alun-alun mendadak hening selama beberapa detik, sebelum akhirnya meledak dalam tawa dan cemoohan yang memekakkan telinga.

​"Ye Xuan? Si Tuan Muda Sampah dari Klan Ye?!"

"Aku dengar dantian-nya sudah hancur tiga tahun lalu! Untuk apa dia naik ke arena? Mencari mati?!"

"Hahaha, Klan Ye pasti sudah gila mengirim orang cacat untuk bertarung!"

​Di tengah cemoohan ribuan orang, sesosok pemuda berjubah hitam sederhana berjalan perlahan menaiki tangga arena. Wajahnya sangat tenang, seolah cemoohan itu hanyalah angin lalu. Ia berdiri tegak di tengah arena, menatap lawannya.

​Lawan Ye Xuan, Wang Hu, adalah pemuda berbadan besar layaknya beruang. Ia memikul sebuah gada besi berduri yang beratnya ratusan kati. Aura Alam Kondensasi Qi Tingkat 6 memancar darinya, menekan udara di sekitarnya.

​Wang Hu menancapkan gadanya ke lantai arena batu hingga retak. Ia tertawa terbahak-bahak. "Hei Sampah! Aku tidak tahu keberanian bodoh apa yang membuatmu berani naik ke arena ini. Berlututlah, jilat sepatuku, dan menggonggonglah tiga kali! Maka aku, Kakek Wang-mu, akan membiarkanmu merangkak turun dengan selamat!"

​Di tribun Klan Ye, Ye Lang tersenyum puas melihat Ye Xuan dipermalukan. Di tribun Klan Su, Su Yan bahkan tidak repot-repot membuka matanya untuk melihat ke arah arena, merasa jijik.

​Di atas arena, Ye Xuan tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Ia mengangkat tangan kanannya perlahan dan mengaitkan jari telunjuknya ke arah Wang Hu.

​"Banyak bicara. Majulah," ucap Ye Xuan dengan nada sedatar air.

​Wajah Wang Hu langsung merah padam karena amarah. "Beraninya kau meremehkanku! Aku akan meremukkan kepalamu menjadi bubur!"

​BUM!

​Wang Hu menolak lantai arena dengan keras. Tubuh besarnya melesat ke depan. Ia mengangkat gada besinya tinggi-tinggi. Qi atribut tanah menyelimuti gada itu, membuatnya bersinar kekuningan dan memancarkan tekanan seberat gunung.

​Gada Penghancur Gunung!

​Ini adalah serangan fatal. Wang Hu berniat membunuh Ye Xuan di tempat untuk mempermalukan Klan Ye!

​Angin kencang dari gada itu meniup rambut Ye Xuan. Jarak gada itu kini hanya tinggal satu jengkal dari kepalanya. Penonton menahan napas, beberapa gadis bahkan menutup mata tidak berani melihat tengkorak Ye Xuan hancur.

​Namun, di detik terakhir saat gada itu hampir menyentuh rambutnya...

​SWUSH!

​Ye Xuan bergerak.

​Ia tidak menghindar. Ia hanya mengangkat tinju kirinya dan memukul tepat ke arah gada besi yang beratnya ribuan kati tersebut.

​Tidak ada ledakan Qi. Tidak ada cahaya teknik bela diri. Hanya murni kekuatan daging dan tulang dari fisik Naga Primordial yang menanggung beban dua puluh lima ribu kati!

​KLAAAAANG!!!

​Suara logam yang memekakkan telinga meledak di tengah arena. Gelombang kejut tak kasat mata menyapu lantai batu, meniup debu hingga menutupi pandangan penonton baris depan.

​Apa yang terjadi selanjutnya membuat ribuan pasang mata di alun-alun membelalak tak percaya.

​Gada besi tingkat spiritual yang dibanggakan Wang Hu bengkok dengan sudut yang tidak wajar, lalu meledak menjadi belasan pecahan logam yang berhamburan ke segala arah!

​Sebelum Wang Hu sempat menyadari bahwa senjatanya telah hancur oleh tangan kosong, tinju Ye Xuan menerobos pertahanannya dengan kecepatan kilat dan mendarat tepat di dadanya.

​KRAK!

​"GAHH!" Mata Wang Hu melotot. Dada bidangnya melesak ke dalam seketika. Tubuh raksasa seberat dua ratus kilogram itu terlempar ke udara bagaikan layang-layang putus, melayang melintasi arena sejauh tiga puluh meter, sebelum akhirnya menabrak tembok pembatas tribun penonton hingga hancur berkeping-keping.

​Wang Hu merosot ke tanah di antara tumpukan puing, memuntahkan darah segar yang bercampur dengan pecahan organ dalamnya, lalu pingsan tak sadarkan diri.

​Satu pukulan. Senjata hancur. Lawan sekarat.

​Seluruh alun-alun yang tadinya dipenuhi cemoohan kini sunyi senyap bagaikan kuburan. Rahang setiap orang seolah lepas dan jatuh ke tanah.

​Bahkan Su Yan, yang tadinya memejamkan mata dengan arogan, kini berdiri dari kursinya. Mata indahnya menatap sosok pemuda berjubah hitam di tengah arena dengan keterkejutan yang tak bisa disembunyikan.

​Di tengah keheningan absolut itu, Ye Xuan menurunkan tinjunya, menatap wasit yang masih membeku dengan pandangan dingin.

​"Bisa kau umumkan hasilnya sekarang?"

1
Divka
bgus
Divka
bgus...smg ye xuan nnt mampu melindungi temen dan rekannya...berbuat baiklah sedikit🤣
Deutsch
mantap thor
Gia Uw
keren cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!