Reno yang berniat meneruskan kuliah S2 di kota harus terpaksa menikahi anak saudara jauh dari ayahnya.
Reno terpaksa menikah karena wasiat ayahnya yang sudah meninggal.Rianti yang anak yatim piatu harus menuruti kemauan ibu Ningrum untuk menikahkannya dengan anaknya Reno.
Reno yang merasa tidak menginginkan pernikahan itu,selalu mengabaikan Rianti,dan tak pernah pulang ke rumahnya.
Ibu Ningrum yang mengetahui kelakuan anaknya sampai marah hingga membuat siasat agar Reno bisa tidur dengan Rianti.
Apakah yang di lakukan ibu Ningrum?
Bagaimana setelah Rianti mempunyai anak,apakah Reno berubah?
Yuk,kepoin ceritanya yah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13.Malam Kejadian
Reno masuk kamar dengan ragu,dia melirik ibunya masih ada di kursi meja makan sambil memainkan ponselnya tanpa menoleh ke arah Reno.
Setelah Reno masuk kamar,buru-buru bu Ningrum menuju pintu kamar Reno dan menguncinya pelan.Kunci kamar Reno dia ambil tadi siang,dia sembunyikan juga kunci cadangannya supaya Reno tidak menemukan ketika mencarinya.
Kemudian bu Ningrum masuk ke kamarnya dengan hati berdebar.Sesungguhnya dia juga sangat menyesal melakukan itu,tapi apa boleh buat.Menghela napas dengan kasar,dan di baringkannya tubuhnya yang memang terasa lelah karena tegang harus melakukan itu.
Sementara di dalam kamar Reno,Rianti masih merapikan kasur dan mengganti sarung bantal dengan yang baru.Dia sendiri tidak menyadari kalau Reno sudah masuk dan sedang menatapnya.
Lama Reno menatap Rianti,awalnya tatapan itu penuh kekesalan karena Rianti sangat lama merapikan tempat tidurnya,tapi tatapan itu berubah sayu.
Dia merasakan hal aneh di tubuhnya.Ada rasa panas yang sangat menyiksa.Kepalanya tiba-tiba pusing,bagian bawah entah sejak kapan sudah berdiri tegak.Dia sendiri tidak tahu itu perasaan apa.Buru-buru dia masuk kamar mandi karena tubuhnya benar-benar seperti terbakar.Dia mandi air dingin,seluruh tubuhnya dia guyur dengan cepat berharap rasa panas itu cepat hilang.
Reno mengumpat,dia masih belum bisa menghilangkan rasa panas di tubuhnya.Dan perlahan gejolak di dada bergemuruh.Ada rasa ingin dia keluarkan di bawah sana.Rasa gairah kian memuncak,dia mendesah lagi,hatinya gelisah.Ini harus di tuntaskan.
Dia ingat Rianti masih ada di dalam kamarnya,kemudian dia berpikir apakah dia harus menuntaskannya pada Rianti?
Reno menggeleng,dia tidak mau merasa bersalah dan di persalahkan.Dia akan menyuruh Rianti untuk keluar kamarnya sebelum dia benar-benar menerjang Rianti.
Lalu tanpa memakai baju,Reno keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk di pinggangnya menutupi bagian bawahnya.
"Cepat kamu keluar,sebelum saya melakukan kesalahan.!"Reno menarik Rianti dengan kasar menuju pintu kamar dan menarik handelnya.
Tapi,dia gagal membuka pintu karena terkunci.Seingat dia tadi pintu tidak di kunci.Lalu dia mencari kunci cadangan di laci meja,tetap tidak di temukan kunci cadangannya.Dia mengumpat lagi.Gelisah hatinya.
Reno frustasi tidak menemukan kuncinya.Dia diam sambil memejamkan matanya.Gairah itu makin memuncak,dia gigit bibirnya kuat.
Sedangkan Rianti hanya diam tidak mengerti dengan kelakuan Reno malam ini.Di tatapnya suaminya yang terlihat sangat marah.Rianti merasa takut akan Reno melampiaskan amarahnya karena tidak menemukan kuncinya.
Tanpa pikir panjang,Reno menarik Rianti lagi menuju ranjangnya.Dia membanting Rianti di kasur.Rianti ketakutan,dia meringis dan menutupi wajah dan dadanya.Di tatapnya Rianti dengan penuh amarah dan gairah.Dia tidak bisa diam saja,sesuatu itu terus mendorongnya untuk di keluarkan karena gairah.
Tanpa di duga,Reno menarik paksa baju Rianti,Rianti meronta dan menghalau tangan Reno yang menarik paksa bajunya.Namun tenaga Rianti kalah dengam Reno,akhirnya baju Rianti terlepas,di sana hanya terlihat aset berharga milik Rianti yang tertutup bra hitam.
Reno pun menarik paksa lagi bra yang di tutup tangan Rianti,dia menepis tangan Rianti.Lalu bra Rianti juga terlepas kemudian kepalanya dia tundukkan dan meraup dengan kasar dua aset kenyal milik Rianti itu.Rianti meringis kesakitan karena Reno menggigit p*tingnya.
"Jangan mas Reno."teriak Rianti,dia menangis terisak memohon pada Reno untuk tidak melakukannya.
Tapi Reno tidak mempedulikannya,dia terus menyesap milik Rianti itu.Ada rintihan kesakitan dari bibir Rianti,dia berusaha untuk menutupinya lagi dan lagi-lagi Reno menghalanginya.Tangan Rianti terkunci di atas kepalanya oleh tangan Reno.
Setelah cukup bermain di dua bukit kembar itu,Reno langsung membuka pangkal paha Rianti dengan kasar,dia sudah tidak bisa lagi bermain-main.
Kemudian tanpa memberi rangsangan apapun,setelah melepas kain penghalangnya Reno langsung menghujamkan miliknya ke milik Rianti.Dia terus mendorong dengan beberapa kali percobaan.Dan akhirnya langsung masuk kemudian di pompa sekencang mungkin untuk segera menuntaskan harsatnya yang begitu tiba-tiba.Reno mendesah,menikmati sesuatu yang baru dia rasakan.Gariah itu terus memuncak sehingga Reno tanpa jeda menghujam terus menerus miliknya ke dalam milik Rianti.
Rianti meringis kesakitan,dia menangis.Dia akhirnya pasrah walau rasa sakit di bawah sana karena Reno memperlakukannya dengan kasar serta lebih sakit lagi hatinya.Bukan begini caranya dia menyerahkan diri pada suaminya.
Satu jam lamanya Reno melakukan itu pada istrinya,lalu setelah selesai Reno mencabut miliknya.Reno diam,mengamati wajah Rianti yang basah karena keringat dan air mata bercampur jadi satu.Ada rasa bersalah di hatinya,namun apa boleh buat dia juga harus menuntaskan gairahnya.Jika tidak,kepalanya akan pusing dan besok tidak bisa konsentrasi bekerja.
Tiba-tiba rasa kesalnya datang.Dia bangkit dari atas Rianti yang masih meringis dan mengisak.Lalu berdiri dari kungkungannya serta menuju kamar mandi dan mengguyur tubuhnya.Tiba-tiba sesuatu gairah itu datang lagi.Dia mengumpat lagi,dia heran kenapa tiba-tiba dia begitu agresif pada perempuan yang sangat dia benci.Serasa ingin lagi dan lagi.
Dalam kegelisahan karena gejolak itu muncul lagi Reno berpikir,apa yang salah.Apakah dia makan sesuatu yang salah?atau meminum minuman yang salah.Lama berpikir.Dia masih menahan lonjakan gairah itu.
Sial!
Ini pasti kerjaan ibu.Ibu pasti mencampurkan sesuatu di dalam teh yang tadi di suguhkan padanya.Dia benar-benar marah pada ibunya.
Reno terus mengguyur tubuhnya,dia tidak peduli akan kedinginan yang penting dia bisa meredam gairahnya tanpa menerjang Rianti kembali.Lama Reno mengguyur tubuhnya,walau menggigil kedinginan tetap dia lakukan.Setelah di rasa sudah tidak merasakan gairah itu lagi,dia mengambil handuk dan melilitkan ke pinggangnya kemudian keluar dari kamar mandi.Dia menuju ranjangnya yang ternyata masih ada Rianti sedang merapikan bajunya.
Tanpa pikir panjang,Rianti di tarik tangannya dengan paksa untuk segera keluar dari kamarnya.Dia akan mendobrak pintu agar Rianti cepat keluar.Dia tidak mau menambah rasa bersalah pada perempuan itu.
Dan itu juga bukan sepenuhnya salahnya,tapi ibunya yang telah memperdayanya dan menantunya.
Dan benar saja,Reno mendobrak pintu itu dengan keras.Tanpa Reno tahu sebenarnya pintu itu sudah tidak di kunci lagi beberapa saat sebelum Reno mengambil kesucian Rianti dengan paksa.
Ternyata ibu Ningrum merasa bersalah,dia akhirnya membuka kunci dan akan memanggil Rianti keluar,tapi dia terlambat.Reno sudah mengungkung Rianti dan siap menghujamkan senjata miliknya.
Ibu Ningrum kembali menutup pintu pelan lalu pergi ke kamarnya lagi.Dia semakin bersalah pada Rianti.Dia juga siap jika anaknya nanti marah padanya.
Rianti di dorong keluar dengan kasar oleh suaminya itu.Dia semakin terisak,berdiri belum beranjak dari hadapan Reno yang menatapnya tajam.
"Jangan pernah menampakkan wajahmu di hadapanku besok pagi!"selesai mengucapkan kata kasar itu,Reno menutup pintu dengan keras sehingga Rianti terlonjak.
Memang sangat keterlaluan Reno.Rianti seperti seorang pelacur yang di buang setelah di pakai.
'Apa salahku?'gumam Rianti sambil terisak,hatinya benar-benar sakit.Dengan langkah gontai dia pergi menuju kamarnya dengan keadaan pakaian yang tidak karuan.
****
Pagi hari,seperti biasa Rianti bangun lebih dulu.Dia melakukan tugasnya seperti biasa walau masih terasa perih di bawah selangkangannya.Sebelum Reno bangun dan sarapan,dia akan pergi ke pasar ikut bersama mbok Surti untuk menghindari Reno.
Sebelum pergi ke pasar,Rianti menyiapkan sarapan terlebih dahulu di meja makan sehingga jika mbok Surti dan dia tidak ada mertua dan suaminya tinggal mengambil apa yang sudah tersaji di meja makan.
"Neng,kenapa harus iku mbok ke pasar?Nanti siapa yang layani ibu dan suamimu sarapan?tanya mbok Surti.
"Sudah saya siapkan semuanya mbok di meja,biar mereka ambil sendiri.Saya pengen ikut mbok Surti ke pasar,siapa tahu jika mbok Surti tidak bisa belanja di pasar,saya bisa menggantikannya mbok."ujar Rianti beralasan.
"Ya sudah,mbok kali ini ijinkan.Tapi nanti tidak boleh ikut lagi."ucap mbok Surti lagi.
"Ngga apa-apa mbok,biar saya belajar pergi ke pasar,biar tahu harga-harga Sayur di pasar.Siapa tahu nanti saya jadi juragan sayur mbok."Rianti beralasan.
"Halah,mana mungkin!Suamimu itu kaya neng,ngga bakalan bangkrut sampai neng Rianti harus jualan sayur di pasar."elak mbok Surti,Rianti hanya tersenyum.
"Yang bilang bangkrut siapa?Saya hanya bilang siapa tahu nanti jadi juragan sayur."
"Ya terserah neng Rianti aja.Yang penting neng Rianti tidak melupakan kewajiban sebagai istri."selalu nasehat itu yang di lontarkan mbok Surti pada Rianti.
"Iya mbok."tanpa membantah Rianti mengiyakan omongan mbok Surti karena dia tidak mau berdebat lama.
*****(@@***@@)*****
Di part ini aku nulisnya agak degdegan,dan pengen cepat selesai juga.😊😁✌