Dikhianati hingga tewas di dunia modern, Anya, seorang CEO jenius ahli strategi investasi, bertransmigrasi ke tubuh Permaisuri Xian—seorang istri kaisar yang lemah, miskin, dan ditindas oleh para selir di istana belakang.
Namun, si licik salah memilih lawan. Jiwa yang baru ini tidak mengenal kata menyerah. Menggunakan ilmu ekonomi modern, Anya mengobrak-abrik Paviliun Logistik, menyikat habis menteri korup, dan membalikkan keadaan hingga para musuhnya gemetar ketakutan!
Di tengah aksi balas dendamnya yang badass, Kaisar Liang yang dingin dan berwibawa justru mulai mendekat, terpikat oleh kepakan sayap sang Ratu yang baru.
"Kau sangat menarik, Xian. Katakan padaku... apa yang sebenarnya terjadi padamu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 KEHANCURAN KARTEL HITAM
Pernyataan emosional yang keluar dari mulut Kaisar Liang malam itu meninggalkan getaran yang mendalam di hati Anya. Namun, sebagai seorang wanita mandiri yang terbiasa mengendalikan hidupnya sendiri, Anya tahu bahwa cara terbaik untuk merayakan kepercayaan sang Kaisar adalah dengan menyelesaikan perang dagang domestik ini dengan sebuah kemenangan mutlak yang bersih dan tidak menyisakan ruang bagi musuh untuk bangkit kembali.
Memasuki hari ketujuh sejak peluncuran Toko Sembako Murah Kekaisaran, situasi finansial Asosiasi Dagang Naga Hitam telah mencapai titik nadir kebangkrutan total. Dengan gudang-gudang yang terkunci rapat berisi barang timbunan yang nilainya terus menyusut setiap hari, dan hutang pinjaman modal kepada bank-bank swasta tradisional yang sudah jatuh tempo, para pemimpin asosiasi tersebut akhirnya menyadari bahwa mereka telah kalah taruhan melawan sang Permaisuri.
Pagi itu, di bawah guyuran hujan salju yang tipis, kepala Asosiasi Naga Hitam, seorang pria paruh baya bertubuh gemuk bernama Gu Chen, bersama dengan lima perwakilan pedagang besar lainnya, berjalan masuk ke dalam Istana Phoenix dengan tubuh membungkuk rendah. Wajah mereka yang biasanya angkuh kini tampak sangat kuyu, dipenuhi oleh lingkaran hitam di sekitar mata akibat kurang tidur dan tekanan mental yang luar biasa parah.
Anya menerima mereka di aula depan paviliunnya. Dia duduk di atas kursi kebesaran dengan keanggunan mutlak, mengenakan gaun sutra tebal berwarna biru dongker dengan sulaman benang perak berbentuk ombak laut yang tenang namun dalam. Di sampingnya, Kasim Wang berdiri dengan memegang tumpukan dokumen akuisisi aset yang telah disiapkan oleh Anya sejak awal krisis terjadi.
"Hamba... Gu Chen, bersama seluruh perwakilan Asosiasi Naga Hitam, bersujud memohon ampunan yang sebesar-besarnya di hadapan Yang Mulia Permaisuri Xian yang agung," ucap Gu Chen dengan suara yang bergetar hebat, menjatuhkan tubuhnya berlutut di atas lantai pualam yang dingin, diikuti oleh para pedagang lainnya. "Kami mengakui kebodohan dan keserakan kami yang telah mencoba memanipulasi harga pasar ibu kota. Mohon Yang Mulia bermurah hati memberikan jalan hidup bagi klan dagang kami... kami siap menurunkan harga barang kami kembali ke tingkat normal hari ini juga."
Anya menatap sekumpulan pria yang bersujud di bawah kakinya itu dengan pandangan mata yang sangat datar dan dingin. "Menurunkan harga ke tingkat normal hari ini, Tuan Gu? Apakah kau pikir pasar kekaisaran ini adalah mainan anak-anak yang bisa kau naik-turunkan harganya sesuka hatimu hanya berdasarkan tingkat kenyamanan perutmu?"
Anya memberikan isyarat kepada Kasim Wang, yang langsung melangkah maju dan melemparkan gulungan dokumen perkamen ke depan wajah Gu Chen.
"Tawaran untuk menurunkan harga sudah terlambat satu minggu, Gu Chen," ucap Anya dengan nada suara yang sangat tegas dan penuh intimidasi seorang CEO yang sedang melakukan hostile takeover. "Asosiasi Naga Hitam saat ini memiliki hutang jatuh tempo sebesar lima ratus ribu tian emas kepada lembaga keuangan domestik, dan seluruh toko kalian tidak menghasilkan satu koin pun selama tujuh hari terakhir. Nilai valuasi pasar perusahaan kalian telah runtuh total. Di dalam tanganku ini, terdapat dokumen 'Akuisisi Aset dan Merger Nasional'."
Gu Chen gemetar saat membuka dokumen tersebut dengan tangan yang basah oleh keringat dingin. "Apa... apa maksud dari dokumen ini, Yang Mulia?"
"Maksudnya sangat sederhana," jawab Anya sambil menyilangkan kedua kakinya dengan anggun. "Seluruh gudang penyimpanan, toko distribusi, dan jaringan logistik milik Asosiasi Naga Hitam secara resmi disita dan dialihkan kepemilikannya menjadi milik 'Badan Usaha Dagang Milik Kekaisaran' di bawah pengelolaan langsung Istana Phoenix. Sebagai gantinya, kekaisaran akan melunasi seluruh hutang jatuh tempo kalian kepada pihak bank, dan kalian semua akan diberikan posisi sebagai manajer operasional tingkat menengah dengan gaji bulanan tetap tanpa memiliki hak kepemilikan saham sedikit pun atas bisnis tersebut. Jika kau setuju, bubuhkan stempel tokomu di atas dokumen itu sekarang. Jika tidak... dalam waktu tiga jam, pengawal kekaisaran akan menyegel seluruh tokomu atas tuduhan kejahatan sabotase ekonomi negara, dan kalian semua akan menghabiskan sisa hidup di penjara pengasingan."