NovelToon NovelToon
MATA TEMBUSH PANDANG

MATA TEMBUSH PANDANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dunia Masa Depan / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Melalui dinding yang seolah lenyap itu, Chen bisa melihat dengan sangat jelas interior kamar Mei. Dan yang membuat jantungnya hampir melompat keluar dari dada adalah, ia bisa melihat area kamar mandi kecil di dalam sana. Pintu kamar mandinya pun tembus pandang.
Di dalam sana, Mei sedang berdiri di bawah kucuran air shower. Tanpa sehelai pakaian pun.
Chen terpaku di tempatnya, tenggorokannya mendadak kering. Setiap lekuk tubuh tetangganya itu, bulir-bulir air yang mengalir di kulitnya, bahkan warna rambutnya yang basah terlihat dengan detail yang luar biasa jernih. Kemampuan matanya seolah menembus batas ruang dan privasi yang ada.
Chen buru-buru menutup kedua matanya dengan telapak tangan, napasnya memburu, dan wajahnya memerah padam sampai ke telinga.
“A-apa yang terjadi dengan mataku?!” batin Chen menjerit panik sekaligus tidak percaya. “Apakah kakek semalam… benar-benar nyata?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Renungan Malam dan Kejutan dari Sepasang Mata Ajaib

Setelah badai intrik dengan keluarga besar Liu mereda dengan kepatuhan mereka yang mutlak, Chen akhirnya bisa bernapas lega. Mengendarai mobil sport mewah pemberian Liu, ia membelah jalanan kota yang mulai sepi menuju kawasan pinggiran.

Di sepanjang perjalanan, Chen menatap lurus ke depan, namun pikirannya melayang jauh ke belakang. Ia sedikit merenung tentang garis nasibnya yang berubah begitu drastis. Belum lama berselang, ia hanyalah seorang pemuda miskin, buruh kasar pelabuhan yang serba kekurangan, dan selalu dipandang sebelah mata oleh dunia. Namun kini, dalam hitungan minggu, ia telah bertransformasi menjadi miliarder baru, sosok yang dihormati para taipan internasional, dan Penasihat Agung yang membuat keluarga konglomerat bertekuk lutut.

Chen tersenyum tipis, mencengkeram kemudi mobilnya dengan hangat. Semua kekayaan dan kekuasaan ini tidak membuatnya buta; justru semua ini semakin mempertegas tujuannya untuk melindungi satu-satunya wanita yang tulus mencintainya sejak ia bukan siapa-siapa.

Kembali ke Kosan

Beberapa saat kemudian, mobil sport mewah itu melambat dan berbelok memasuki halaman kosan sempit yang sederhana. Kontras antara mobil mewah dan bangunan kosan tua itu terlihat begitu mencolok. Setelah memarkirkan mobilnya dengan rapi, Chen turun dan melangkah masuk ke koridor. Langkah kakinya terasa ringan, dipenuhi rasa rindu yang membuncah.

Tujuan pertamanya bukan kamarnya sendiri, melainkan kamar Mei.

Chen berjalan pelan agar tidak menimbulkan suara berisik di koridor yang sunyi. Sambil berjalan, ia meraba saku jasnya, memastikan kunci rumah mewah yang baru dibelinya masih ada di sana. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang, membayangkan bagaimana ekspresi wajah Mei saat ia memberikan kejutan hadiah pernikahan itu nanti.

Getaran Tanpa Perintah

Namun, tepat ketika Chen menghentikan langkahnya dan berdiri persis di depan pintu kayu kamar Mei, sebuah sensasi aneh mendadak menyerang kepalanya. Bagian belakang retinanya berdenyut hangat, disusul dengan aliran energi molekul yang berdesir sangat kuat.

Wush...

Tanpa ada perintah dari pikirannya, sepasang mata ajaib Chen mendadak aktif secara otomatis. Penglihatan laboratorium mistisnya langsung membedah serat-serat kayu pintu di hadapannya, menjadikannya transparan seketika.

Pandangan Chen menembus ke dalam kamar. Di bawah temaram lampu kamar yang hangat, ia melihat Mei sedang membelakanginya, perlahan melepas blus rajut tipisnya untuk digantikan dengan kaus tidur yang lebih longgar. Kulit punggungnya yang putih bersih, halus bak porselen, serta lekuk tubuhnya yang anggun terpapar jelas di balik penglihatan tembus pandang Chen.

Chen seketika mematung di tempatnya, napasnya tertahan di tenggorokan. Jantungnya berdentum kencang, memompa darah panas ke seluruh tubuhnya. Wajahnya langsung memerah padam.

Ini adalah kedua kalinya mata ajaibnya aktif sendiri tanpa kendali perintahnya, dan untuk kedua kalinya pula, matanya secara kebetulan langsung tertuju pada momen intim kekasihnya itu. Chen buru-buru memejamkan matanya dengan rapat, berusaha sekuat tenaga menekan aliran energi hangat di kepalanya agar penglihatan tembus pandang itu mati.

"Astaga..." bisik Chen dalam hati sambil menggelengkan kepalanya pelan, mencoba menenangkan debaran dadanya yang mengamuk. Tampaknya, setiap kali emosinya sedang sangat rileks atau dipenuhi rasa kasih sayang yang besar kepada Mei, mata ajaib itu merespons getaran hatinya secara otomatis.

Setelah memastikan matanya kembali normal, Chen menarik napas dalam-dalam, merapikan kerah bajunya.

Tok..tok..

Lalu mengetuk pintu dengan pelan. "Mei... ini aku, Chen. Aku sudah pulang."

1
Agus Suciyadi
lumayan bagus sih thor...ceritanya nyambung terus, Mcnya bagus dlm sifat dan sikapnya tidak menye2 yg nafsuan. semangat thor lanjut terus/Good//Good//Good/
Markario Putra: Bantu share yah gan 👍
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!