NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Syahrul Mulia

Demi menyelamatkan ayahnya dari lilitan utang, Arunika Maheswari terpaksa menggantikan kakaknya menikah dengan Arsen Valentino, seorang CEO sekaligus Raja Mafia paling berkuasa. Pernikahan yang berawal dari keterpaksaan itu membawa Arunika masuk ke dunia penuh rahasia, pengkhianatan, dan perebutan kekuasaan yang mengancam nyawanya setiap saat.

Di tengah bahaya yang terus mengintai, hubungan mereka perlahan berubah menjadi cinta yang tak terduga. Namun, mampukah Arunika bertahan sebagai istri sang Raja Mafia, atau justru menjadi kelemahan terbesar yang akan menghancurkan Arsen?

Disclaimer : Novel ini dibuat semata-mata untuk hiburan. Seluruh isi cerita merupakan imajinasi penulis dan tidak untuk ditiru atau dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala bentuk penyalahgunaan isi novel di luar tujuan sebagai bacaan hiburan.

Terima kasih dan selamat menikmati cerita. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahrul Mulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Rekahan Es Masa Lalu

Badai salju di atas Danau Saint Petersburg menderu kian liar, menyemburkan serpihan es yang tajam menusuk kulit hingga mematikan rasa. Namun, bagi Arunika dan Arsen Valentino, dinginnya badai tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan guncangan horor yang baru saja muncul dari balik kabut tebal di langit Rusia.

Di atas helikopter militer hitam tanpa logo kenegaraan yang mengambang rendah, sesosok pria paruh baya menatap mereka dari pintu kabin yang terbuka. Rambutnya yang memutih di bagian pelipis, garis rahangnya yang angkuh, serta sepasang mata elang yang sama persis dengan milik Arsen, berdiri kokoh di balik jubah laboratorium putih yang kontras.

Haryo Valentino. Pria yang makam kemegahannya di Indonesia baru saja dihancurkan oleh ledakan beberapa jam lalu, kini berdiri tegak, menantang maut dan memutarbalikkan seluruh logika kematian dunia bawah tanah.

"Ayah..." bisik Arsen, suaranya yang biasa sedingin es kini bergetar oleh retakan emosi yang luar biasa pekat. Senapan serbu di tangan kanannya perlahan bergeser arah, bergetar di tengah embusan angin badai yang mengamuk.

Dua belas tahun meratapi kematian sang ayah, dua belas tahun membangun dinasti Valentino di atas puing-puing dendam, dan malam ini dia dipaksa melihat bahwa sang mentor agung adalah sutradara dari seluruh neraka ini.

Arunika mencengkeram lengan mantel wol milik Arsen dengan sisa tenaganya, napasnya memburu menghasilkan uap putih di udara.

Kepalanya berputar hebat, dihantam oleh gelombang emosi yang naik turun dengan ekstrem. Jika pria di helikopter itu adalah Haryo Valentino, maka dialah pria yang telah menanam benih di rahim ibu simpanannya dua puluh dua tahun lalu. Pria itu adalah ayah kandungnya yang asli. Ayah yang membiarkannya dipelihara oleh Boris Volkov, diukir dengan stempel palsu, dan dijadikan budak jaminan utang judi dua puluh miliar demi sebuah eksperimen genetika jangka panjang!

"Kau melihatnya, Arsen? Kau melihat pencipta kita?!" Valeria Baskoro berteriak di tengah gemuruh baling-baling helikopter, suaranya melengking tinggi penuh dengan histeria gila dan kemenangan manipulatif. Pisau belatinya masih menempel ketat di leher Boris Volkov, sementara tangan kirinya mengangkat tinggi silinder pengontrol ranjau bawah air yang kini berdenyut merah seirama dengan detak jantungnya sendiri.

"Haryo Valentino tidak pernah mati, Arsen!" lanjut Valeria, tawa liarnya berbaur dengan deru angin badai. "Dia memalsukan kematiannya dua belas tahun lalu karena faksi Eclipse dan faksi Volkov mulai mengendus proyek klonasi murni miliknya.

Dia bekerja sama dengan pamanku, Boris, untuk menciptakan aku di laboratorium, menggunakan sumsum tulang belakang Arunika agar dinasti kalian memiliki penerus tanpa cacat! Dan malam ini, anak di dalam rahimku ini... adalah mahkota murni yang akan menyatukan seluruh aset dunia hitam di bawah satu nama!"

Boris Volkov, yang lehernya masih terkunci oleh belati keponakannya sendiri, hanya bisa mendengus kasar dengan mata yang berkilat penuh intrik yang patah. Sang arsitek iblis yang mengira dirinya memegang kendali atas seluruh sandiwara di Indonesia dan Paris, ternyata hanyalah bidak catur lain yang kini ditumbalkan oleh ambisi darah dagingnya sendiri.

"Turunkan senjatamu, Arsen!" perintah Valeria, jarinya menekan lebih dalam tombol silinder pengontrol ranjau. "Satu gerakan bodoh darimu, dan aku akan menghentikan detak jantungku sendiri. Ranjau di bawah lapisan es ini akan meledak, menenggelamkanmu dan adik tiri malangmu ini ke dasar danau yang membeku!"

Pendar cahaya hijau maut dari ratusan ranjau bawah air di bawah lapisan es setebal satu meter di bawah kaki mereka berkedip kian cepat, memantulkan warna hijau yang mengerikan di atas hamparan salju putih. Suasana di atas danau Saint Petersburg berada di ambang batas kehancuran total.

Arunika menatap pendar hijau di bawah kakinya, lalu beralih menatap Haryo Valentino di atas helikopter. Rasa benci yang amat sangat, kemarahan defensif, dan kehampaan yang luar biasa hampa bergolak hebat di dalam dadanya. Dia tidak lagi memiliki nama yang nyata, tidak memiliki keluarga yang tulus, dan kini ayahnya sendiri menatapnya dari atas seolah-olah dia hanyalah sampel laboratorium yang sukses bertahan hidup.

Kekosongan emosi di dalam diri Arunika perlahan mengkristal menjadi sejenis kegilaan baru. Dia melepaskan cengkeramannya pada lengan Arsen, lalu melangkah maju setapak demi setapak di atas permukaan es yang licin, mengabaikan lolongan angin badai.

"Valeria..." suara Arunika terdengar begitu luwes, datar, dan sarat akan racun sedingin es Rusia, memotong ketegangan di antara mereka. "Kau bangga menjadi sebuah produk laboratorium yang diciptakan dari bagian tubuhku? Kau mengira janin di dalam rahimmu itu adalah mahkota?"

Arunika mengangkat tangan kanannya yang menggenggam belati beracun, mengarahkannya bukan ke arah Valeria, melainkan tepat ke arah bahu kirinya sendiri, tepat di atas stempel bekas tempat tertanamnya microchip pelacak sebelumnya.

"Jika kau meledakkan tempat ini, Valeria, kau juga akan menghancurkan satu-satunya sumber genetik murni yang kau butuhkan untuk menjaga janin cacatmu itu tetap hidup setelah lahir!" teriak Arunika, sebuah senyuman kejam yang belum pernah dia perlihatkan selama dua puluh dua tahun kehidupannya muncul di bibirnya yang pucat. "Tembak aku, Arsen! Atau biarkan wanita ini tahu bagaimana rasanya kehilangan segalanya di atas danau ini!"

Emosi pembaca kembali diaduk-aduk melihat transformasi psikologis Arunika yang kian mengerikan. Gadis desa yang dulu menangis memohon ampunan di lantai kamar yang remang-remang, kini berdiri di atas ranjau militer Rusia, menantang kematian ganda dengan senyuman seorang ratu mafia yang telah kehilangan seluruh kemanusiaannya.

Arsen Valentino menatap punggung ramping Arunika, dan kilatan kepuasan penuh dominasi bercampur rasa ngeri yang samar melintas di sepasang mata elangnya. Adik tirinya telah sepenuhnya menjelma menjadi belati paling beracun yang pernah diciptakan oleh dinasti mereka.

Arsen mengambil satu langkah taktis ke samping, memotong arah angin, lalu mengangkat senapan serbunya kembali. Namun, bidakannya malam ini tidak mengarah ke arah Valeria atau Boris Volkov, melainkan lurus mengarah ke tangki bahan bakar helikopter militer hitam di atas kepala mereka.

"Kau melupakan satu kalkulasi bisnis yang krusial, Valeria," ucap Arsen, nadanya kembali datar dan kaku, tanpa ada riak keraguan sedikit pun. "Aku tidak pernah bernegosiasi dengan teroris yang menggunakan darah dinastiku sebagai taruhan. Jika tempat ini harus menjadi kuburan massal, maka aku akan memastikan ayahku ikut menyaksikan bagaimana kerajaannya runtuh bersama kita."

Di atas helikopter, wajah Haryo Valentino yang semula tenang tanpa emosi mendadak berubah menegang melihat moncong senjata anaknya terkunci pada jalur bahan bakar cadangan pesawatnya.

Tepat di saat ketegangan masif di atas danau Saint Petersburg itu mencapai titik nadir yang paling mematikan, tali evakuasi taktis yang diturunkan dari helikopter mendadak tersentak keras. Valeria Baskoro, dengan gerakan kilat, memotong leher Boris Volkov dengan belatinya hingga pria tua itu tumbang bersimbah darah di atas es, lalu mengaitkan tubuhnya sendiri pada tali evakuasi bersama silinder pengontrol ranjau.

*Duar!!!*

Arsen menarik pelatuk senapannya, melepaskan rentetan tembakan beruntun ke arah tangki helikopter. Sebuah ledakan kecil memicu kobaran api jingga di ekor helikopter, memaksa pilot Rusia itu memutar kemudi dengan liar untuk menghindari hantaman ledakan sekunder, menarik tubuh Valeria ikut terbang melesat ke atas menembus kabut badai salju.

Namun, karena guncangan masif pada helikopter dan sistem gelombang elektromagnetik yang tidak stabil, silinder pengontrol ranjau di tangan Valeria memancarkan kilatan lampu merah eror yang melengking pendek. Sistem aktivasi otomatis ranjau bawah air yang terkunci pada detak jantungnya mendadak membaca distorsi frekuensi sebagai tanda kematian.

*Bip. Bip. Bip.*

Suara alarm penghitungan mundur berdurasi tiga detik menggema dari seluruh permukaan es danau di bawah kaki Arsen dan Arunika. Pendar cahaya hijau maut di bawah es berubah menjadi warna merah darah yang pekat, siap meledakkan seluruh wilayah air Saint Petersburg menjadi kawah abu yang membeku.

Arsen dengan gerakan refleks seorang predator tertinggi langsung menerjang tubuh Arunika, mendekapnya erat ke dalam pelukannya, lalu melemparkan tubuh mereka berdua ke arah celah retakan es terdalam di dekat dermaga kayu yang mulai runtuh.

Tepat di detik hitungan mundur mencapai angka nol, seluruh lapisan es Danau Saint Petersburg pecah berantakan oleh serangkaian ledakan masif bawah air yang mengerikan, melemparkan berton-ton air es dan bongkahan es raksasa ke udara, menenggelamkan takhta dan dinastinya ke dalam kegelapan air yang mematikan.

Di dalam air es yang sangat dingin dan gelap gulita, kesadaran Arunika mulai menipis drastis.

Tubuhnya perlahan tenggelam ke dasar danau, terlepas dari dekapan Arsen akibat gelombang kejut ledakan yang masif. Namun, sesaat sebelum matanya sepenuhnya terpejam dan kegelapan total merenggut sisa napasnya, sebuah tangan misterius yang mengenakan sarung tangan medis lateks hitam mendadak muncul dari balik kegelapan air terdalam, mencengkeram pergelangan tangannya dengan sangat kuat.

Tangan itu menarik tubuh Arunika naik bukan ke arah permukaan danau yang hancur, melainkan masuk ke dalam sebuah kapsul kapal selam mini tersembunyi yang sejak awal telah menunggu di dasar danau. Dan dari balik kaca kedap air di dalam kabin kapal selam tersebut, sesosok wanita muda dengan wajah yang **sama persis** dengan wajah Arunika sendiri—tanpa ada sedikit pun perbedaan kosmetik atau rekayasa—menatapnya dengan sepasang mata porselen yang memancarkan rahasia yang jauh lebih mengerikan dari seluruh konspirasi klonasi Valeria.

_____________________________

**Bersambung ke Bab 22...**

*Siapakah sebenarnya sosok wanita muda di dalam kapal selam mini yang memiliki wajah yang sama persis dengan wajah Arunika di dasar danau yang membeku tersebut? Jika Valeria adalah produk rekayasa genetika sumsum tulang belakang, lalu siapakah 'kembaran murni' yang tersembunyi di dalam air es Saint Petersburg? Dan akankah Arsen Valentino mampu selamat dari ledakan ranjau massal untuk merebut kembali pengantin penggantinya yang kini berada di tangan faksi ketiga yang tak dikenal? Tunggu kelanjutan kisahnya yang semakin memanas dan penuh letupan konflik luar biasa di bab berikutnya!*

1
lee eun ji
😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!