Semua berawal dari kesalahan.
Tapi kesalahan itu lah yang mengantarkan mereka pada akhir yang mungkin bahagia.
"Kak Genta itu kayak es krim🍦Dingin tapi manis😋"
~Kinara Adinda A~.
Tapi ini bukan akhir dari segalanya.
Melainkan adalah awal perjalanan mereka.
mohon dibaca ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FIFITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12.Basecamp
Jarum jam sudah menunjukkan angka 7.
Terhitung sudah 2 jam Dinda berbaring di Ranjangnya.
Dinda terus memikirkan kejadian di kamar Genta tadi.
Ia tak habis pikir,mengapa ia bisa sebodoh itu.
"Gila.ngapain gue pakai acara usap kepala tu orang sih" Gerutu Dinda pada dirinya sendiri
"Mana pakai acara ketiduran lagi"
"Untung tu anak responnya baik.kalau tiba tiba gue dipukul tadi gimana?" Dinda berkata dengan nada frustasinya.
"Mana makin canggung lagi"
"Mama anak mu malu"
Dinda membenamkan wajahnya ke bantal sambil terus berusaha mengenyahkan bayang bayangan tentang kejadian tadi siang.
"Nggak bisa.kalau gini terus lama lama bisa gila gue" seketika Dinda langsung mengambil posisi duduk.
Dinda melirik seluruh penjuru kamarnya.seakan ada bohlam di samping kepalanya,Dinda langsung berjalan ke arah kamar mandinya.
30 menit Dinda habiskan untuk menjalankan ritual mandinya dan berpakaian.
Dinda menatap pantulan dirinya dari cermin besar disamping lemari pakaiannya itu.
Tubuh rampingnya di balut dengan kaos putih lengan pendek dan dilapisi cardigan hitam.
Kakinya nan jenjang di balut dengan celana jeans hitam di padukan dengan sneakers putih,senada dengan kaosnya.
Rambut hitamnya yang sepinggang ia ikat menyerupai ekor kuda.
Dinda menaburkan sedikit bedak baby ke wajahnya lalu mengambil tas punggungnya.
Dinda berjalan menuruni anak tangga satu per satu.
"Mau kemana dek?" tanya Mama yang berada di ruang keluarga ketika melihat anak gadisnya yang sudah berdandan rapi.
"Rapi amat lo dek.lo mau jalan ya?hayo ngaku" Bara mulai menggoda adiknya itu.
"Biasa Ma,Malam minggu."
"Napa lo bang?iri bilang bos"
Balas Dinda sambil balik menggoda abangnya itu.
"Pulangnya jangan larut ya dek" pesan Papa sambil melirik anak gadisnya itu.
"ini baru Papa gue.nggak muluk muluk" Dinda memuji Papanya yang is the best lah pokoknya.
"Asyiaappp bos ku"
"Pamit dulu.Assalammualaikum" Dinda menyambar kunci motornya yang tergeletek tak berdaya di atas meja samping televisi.
Sadis amat lu thor😁😁
Sepeninggalan Dinda di rumah Bara sudah menjadi korban bualan bualan dari kedua orang tuanya.
"Abang nggak pergi malam mingguan?" tanya Mamanya dengan senyum menngoda.
"Apaan sih Ma" Bara yang sadar akan situasi mulai mengambil ancang ancang untuk kabur ke kamarnya
"Abang mana ada yang mau Ma" sambung Papa dengan ekspresi yang sama dengan Mama
"T**uh kan orang tua kampret.ya Allah maaf kan Bara yang tak sengaja mengumpat" batin Bara.
"Serah Ma,Pa.Serahh" Bara melangkahkan kakinya ke arah kamar.
"Ih abang ambekkan.haha" goda Mamanya diiringi dengan tawa.
Papa yang melihat itu juga ikutan tertawa.
✨✨✨
Dinda mematikan mesin motornya.
Dinda melihat sudah banyak motor yang berjejer rapi.
Dinda menstandarkan motornya lalu melangkah menuju rumah yang tepat berada di depannya.
"Holla semua.Dinda kembarannya lisa blackpink is coming" teriak Dinda ketika mendorong pintu kayu itu.
"Brisik Din" sahutan pertama keluar dari mulut nan indah milik Mika.
"Ehh Dinda cantik bawa apaan tuh?" Tio langsung menghampiri Dinda dan meraih kantong kresek yang ditenteng Dinda.
"Dasar lo gentong minyak.kalau ada makanan aja bilang gue cantik" ujar Dinda pada Tio.
"Lo ngapain dimari?" tanya Dion yang baru datang dari arah dapur.
Jadi ya guys,rumah ini terdiri dari dua lantai.
yang mana lantai 2 khusus kamar.
Lantai 1 ada dapur,kamar mandi,dan 1 ruang besar buat kumpul kumpul.
Dulunya sih ini rumah punya Bonyoknya Si Dion.
Berhubung Mereka pindah,ya rumahnya di jadiin basecamp sama Dion.
"Emang adek nggak boleh ya bang main ke sini" ucap Dinda dengan nada manjanya.
"Jijik Din" ujar Syila berlagak muntah
"Uluh uluh bercanda dek" Dion menirukan nada Dinda sambil memeluk Dinda dengan hangat.
Ya,Dinda itu sudah di anggap Dion seperti adik kandungnya sendiri.Mungkin karena Dion anak satu satunya.
Dinda mebalas pelukan Dion tak kalah hangat.
"Din juga mau dong" ujar Mika.
Mika dan Syila adalah sahabat Dinda dari kecil.mereka dulu satu sekolah sebelum Dinda di pindahkan orang tuanya.
"Ogahhhh" balas Dinda sambil menuulurkan lidahnya.
"Awas lo ya" Mika yang kesal pun mulai mengejar Dinda.
Alhasil mereka kejar kejaran.
Penghuni ruangan yang melihat itu hanya tersenyum.
Momen seperti ini sudah lumayan cukup lama tidak mereka saksikan.
"Udah.jan pada larian lagi pusing gue liatnya" Rendi yang notabennya paling dewasa itu menghampiri Dinda dam Mika.
"Bang haus" rengek Dinda dan Mika ketika sudah duduk di sofa.
"Ambil sendiri gue capek" tolak Rendi yang sudah tau kelanjutan cerita.
"Nih minum" Syila melemparkan coca cola ke arah Dinda dan Mika.
Mika dan Dinda menangkap coca cola itu.
"Aaaa syila jadi sayang" teriak mereka sebelum meminum coca colanya.
🍁🍁🍁🍁
Terus gimana dengan Genta,kapan Dinda mau ngomong ke Genta??akan kah Genta bisa percaya dengan mudah nya??? hadeehh,,,