NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Aurora—seorang montir bar-bar dan hacker genius dunia bawah—tewas mengenaskan lalu bertransmigrasi ke raga Aletheia Elixir. Aletheia adalah istri figuran yang diabaikan dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri, Kaelen Azrael—Raja Mafia bermata merah, penguasa dunia, sekaligus pria tertampan yang dirumorkan impoten.

​Enggan mati konyol, Aurora langsung menghapus riasan menor buruk rupanya, mengungkap kecantikan aslinya yang secantik Dewita malam, lalu menyodorkan surat gugatan cerai tepat di depan wajah sang tiran!

​Namun, Aurora salah perhitungan. Sifat bar-barnya yang menolak tunduk justru menyulut ego sang tiran. Dan yang paling mengerikan... tepat saat mata merah Kaelen menatap pesona Aurora yang mencoba menolaknya, penyakit impoten sang tiran sembuh.​

Gairah Kaelen yang telah mati bertahun-tahun meledak dengan begitu liar dan haus darah.
​Bukannya bebas, Aurora justru ditarik paksa ke atas sofa. Surat cerai terhempas berantakan, digantikan kukungan penuh kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERMAINAN KUCING-TIKUS DI SANGKAR EMAS

Mendengar hal itu, Cyra terdengar tersedak ludahnya sendiri di seberang telepon. "Apa?! Raja Mafia berdarah dingin itu bergerak melakukan pembantaian demi membelamu?! Bukankah di plot asli novel atau drama yang kau ceritakan, dia seharusnya membencimu setengah mati dan mengurung mu di sel bawah tanah?!"

​"Alur ceritanya sudah bergeser dan hancur berantakan sejak aku menyodorkan surat gugatan cerai tepat di depan wajah kaku pria itu kemarin," jawab Rae dengan nada dingin yang sarat akan ambisi. "Dia tidak mengirim ku ke sel bawah tanah, melainkan berubah menjadi monster posesif gila yang menolak melepaskan barang yang sudah sah menjadi miliknya. Tapi, Cyra... ini justru menjadi kesempatan emas yang sangat sempurna bagi kita. Saat Kaelen sibuk memimpin pasukannya untuk membantai keluarga Elixir di luar sana, fokus sistem penjagaan internal di mansion Azrael ini pasti akan terbagi dan melemah."

​"Jadi... kita akan mengeksekusi rencana pelarian darurat mu sekarang juga?" tanya Cyra, suaranya seketika berubah menjadi sangat serius, profesional, dan penuh dengan kesiapan tempur. Di seberang sana, terdengar suara ketukan papan tik (keyboard) yang intens saat Cyra mulai membuka jalur navigasi kota.

​"Benar. Kaelen memang memberikan izin secara lisan semalam bahwa aku boleh beraktivitas di luar mansion. Tapi pria itu gila, Cyra. Dia menaruh ratusan pasang mata pengawal terlatih dan memasang radar pelacak di sekelilingku untuk mengawasi ku bagai tawanan ber-sangkar emas. Aku tidak sudi hidup di bawah bayang-bayang ketiak mafia gila yang bisa menerkam ku kapan saja dia mau. Aku butuh kebebasan mutlak tanpa pengawasan untuk mengurus dan mengembangkan perusahaan teknologi rahasia yang sudah kita bangun," perintah Rae dengan nada absolut yang tidak menerima bantahan.

​Rae menjauhkan jam tangannya sedikit, menatap denah mansion yang mulai terunduh di layarnya. "Cyra, dengarkan instruksi ku. Siapkan satu mobil pengalih dengan pelat nomor palsu yang sudah terdaftar di sistem kepolisian di area gerbang barat laut, tepat setengah jam dari sekarang. Aku akan meretas sistem kamera pengawas utama (CCTV) mansion ini dan memasukkannya ke dalam looping—lingkaran rekaman palsu—selama sepuluh menit. Itu adalah waktu maksimal bagi kita sebelum sistem AI pusat mereka menyadari adanya anomali jaringan."

​"Dimengerti, Bos! Semua sistem pendukung siber dan jalur pelarian darurat sudah berada di bawah kendaliku. Mobil pengalih akan tiba tepat waktu. Kau hanya perlu keluar dari gedung utama tanpa memicu kecurigaan fisik dari para penjaga koridor," jawab Cyra dengan penuh percaya diri.

​"Serahkan bagian itu padaku. Aku akan mengurus para pengawal bodoh itu dengan caraku. Sampai jumpa di titik penjemputan, Cyra." Rae memutus kontak sepihak.

​Dia kembali menatap layar jam tangannya. Kini, denah tiga dimensi dari seluruh kompleks mansion mewah Azrael telah terpampang sepenuhnya dengan resolusi tinggi, lengkap dengan titik-titik sensor merah yang bergerak, menandakan posisi real-time dari para pengawal elit Kaelen yang berjaga di setiap sudut koridor dan halaman luar.

​Sambil menarik napas panjang untuk meredakan rasa nyeri yang kembali berdenyut di tubuhnya, Rae menyunggingkan senyuman menantang yang sangat berani. Jiwa bar-barnya bergejolak hebat. Permainan kucing-dan-tikus yang sesungguhnya antara sang hacker bar-bar dan sang Raja Mafia tertinggi baru saja dimulai, dan Rae akan berusaha dia tidak akan membiarkan dirinya tertangkap lagi ke dalam jerat gairah Kaelen Azrael, walaupun mungkin akan sulit.

Waktu sepuluh menit yang dijanjikan oleh Cyra mulai berjalan mundur di layar jam tangan pintar milik Rae. Di dalam ruang kendali keamanan mansion Azrael, layar-layar monitor raksasa kini hanya menampilkan rekaman looping palsu—menunjukkan koridor yang sepi dan tenang, padahal sang dewi montir saat ini sedang berjuang melangkah keluar dengan tubuh yang hampir remuk.

"Sial, efek obat ini benar-benar membuat kakiku berat," bisik Rae sambil mengancingkan jubah hitam satinnya hingga ke leher, menyembunyikan setiap tanda kepemilikan Kaelen.

Dengan gerakan seringan kucing, Rae membuka pintu jati ruang kerja Kaelen. Lorong mansion itu tampak lengang, namun sensor merah di jam tangannya menunjukkan ada tiga pengawal elit dunia bawah yang berjaga di belokan koridor menuju tangga utama. Mereka adalah pasukan khusus Kaelen yang memiliki insting tajam seperti serigala.

Rae tidak bisa menggunakan jalur biasa. Otak geniusnya segera memutar denah tiga dimensi mansion.

"Gerbang barat laut melewati jalur evakuasi dapur kotor dan gudang anggur," gumam Rae miring. "Taktik klasik untuk mengelabui mafia."

Rae berbalik, menyelinap ke arah koridor sayap barat yang buntu. Di ujung lorong, terdapat sebuah jendela besar yang menghadap langsung ke atap penghubung area pelayan. Tanpa ragu, Rae membuka selot jendela, merasakan angin pagi menerpa wajah cantiknya. Rasa perih di punggungnya kembali berdenyut saat dia dipaksa merayap keluar dan melompat ke atas atap semen dengan jarak satu meter di bawahnya.

Brak!

Rae mendarat dengan mulus, meskipun dia harus menggigit bibir bawahnya agar tidak memekik sakit karena pinggangnya serasa mau patah akibat maraton sepuluh ronde semalam.

"Kaelen bajingan, kalau aku tertangkap lagi, aku bersumpah akan meracuni kopi pagi mu," umpat Rae sambil membersihkan debu di gaun tidurnya.

Dia bergerak cepat di atas atap, memanfaatkan bayangan pilar mansion untuk menghindari pandangan penjaga menara. Dalam waktu lima menit, Rae berhasil turun melalui pipa pembuangan air di dekat dapur kotor—keahlian fisik sebagai montir jalanan benar-benar menyelamatkannya di raga Aurora yang lemah ini.

Sementara itu, di gerbang barat laut yang tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan mansion, sebuah mobil sedan hitam dengan kaca segelap arang sudah bermesin menyala. Cyra berdiri di samping kemudi dengan gelisah, matanya terus menatap arloji.

"Satu menit lagi waktu looping habis," bisik Cyra cemas.

Sret!

Semak-semak di dekat pagar pembatas setinggi dua meter itu mendadak bergerak. Sebuah bayangan hitam melompati pagar dengan gerakan bar-bar yang sangat tidak anggun untuk ukuran seorang nyonya besar mafia.

"Rae!" Cyra memekik tertahan saat melihat sahabatnya berhasil mendarat dengan napas memburu.

"Jalan sekarang, Cyra! Jangan banyak tanya!" seru Rae sambil membuka pintu penumpang dan langsung menghempaskan tubuh lemasnya ke kursi empuk.

Cyra tidak membuang waktu. Dia langsung menginjak pedal gas dalam-dalam, membuat ban mobil berdecit keras di atas aspal jalanan hutan pinus yang sepi, meninggalkan area mansion Azrael secepat kilat.

Di dalam mobil, Cyra melirik Rae dari kaca spion dan seketika terbelalak gila. "Demi dewa, Rae... lehermu... dan paha yang mengintip dari jubah itu... Si tiran itu benar-benar menguliti atau mengagumimu semalam?!"

Rae memijat pelipisnya yang berdenyut, wajahnya merona merah karena kesal. "Sudah kubilang dia monster kelaparan. Sekarang, fokus pada radar. Apakah Kaelen memasang pelacak tak terlihat di raga ini saat aku tidak sadar?"

Cyra langsung menekan tombol di dasbor mobil, mengaktifkan alat pemindai frekuensi militer tingkat tinggi. Detik berikutnya, layar pemindai berbunyi bip dengan ritme cepat, dan sebuah titik merah berkedip tepat di area tengkuk Rae.

"Sialan! Ada cip pelacak sub-kutan militer tertanam di bawah kulit tengkukmu, Rae! Itu jenis hard-tracker dunia bawah yang terhubung langsung ke satelit pribadi Kaelen!" seru Cyra panik. "Begitu sistem CCTV mansion kembali normal dalam hitungan detik dari sekarang, Kaelen akan tahu kau bergerak menjauh!"

Di saat yang sama, belasan kilometer dari sana, di dalam mobil limosin mewahnya yang sedang melaju menuju kediaman keluarga Elixir, Kaelen Azrael mendadak merasakan dadanya bergemuruh aneh. Pria bermata merah itu membuka tablet militer di tangannya.

Peringatan: Objek Aletheia Elixir telah keluar dari perimeter aman mansion.

Seketika itu juga, aura di dalam limosin Kaelen berubah menjadi badai es yang mematikan. Sepasang mata merah mautnya menyipit tajam, memancarkan kilat obsesi gila dan amarah yang luar biasa pekat hingga membuat tangan kanannya yang duduk di depan hampir jantungan.

Surat cerai bodoh, rencana pelarian, dan sifat bar-bar istrinya langsung tersambung di otak cerdas Kaelen.

"Kau berani bermain kucing-kucingan denganku, hm, Istriku?" desis Kaelen dengan suara bariton rendah yang teramat mengerikan. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tiran yang siap memburu mangsanya.

Kaelen menekan tombol interkom. "Putar balik pasukan. Blokir seluruh akses keluar kota, bandara, dan pelabuhan. Cari mobil yang membawa istriku. Jika ada yang berani menghalanginya... tembak di tempat. Aku sendiri yang akan menyeret wanita nakal itu kembali ke ranjangku."

1
Nur Janah
suka ceritanya.....👍👍Rea tangguh n bar bar,,
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
namice
🤣🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
Sulati Cus
sekalinya hidup🤔
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
hukuman ranjang yg extrem🤣
namice: 🤣🤣🤣... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
astaga kebayang nggak sih 10ronde🤔 pertama melakukan alamat ...
namice: 🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak baca novel ku 🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
lanjut langsung tak favorit
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, aku sudah update satu bab lagi kak... 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!