NovelToon NovelToon
LEGENDA KULTIVATOR GILA

LEGENDA KULTIVATOR GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

​Malam jahanam di Altar Darah Shenzhou menyisakan trauma mendalam yang mengakar di sanubari para penyintas. Tetua Agung Wu Cang kembali ke Klan Wu dengan tubuh ringsek dan kultivasi yang merosot drastis, memaksa dirinya mengunci mulut rapat-rapat. Aib dan ketakutan berbaur menjadi satu. Bukan hanya Klan Wu, klan-klan besar lainnya yang malam itu kehilangan puluhan bayi juga memilih sepakat untuk menghapus peristiwa tersebut dari catatan sejarah. Mereka menciptakan narasi baru untuk menutupi keserakahan yang berujung petaka.

​Dalam waktu singkat, sebuah rumor baru menyebar di seluruh penjuru Sembilan Daratan. Konon, Daratan Kesepuluh telah sepenuhnya terkunci. Para tetua mengklaim bahwa para Dewa Jahat di Shenzhou telah murka dan menyegel wilayah tersebut dengan kutukan yang jauh lebih mematikan, membuat siapa pun yang mencoba melintasi batasnya akan langsung lenyap tanpa sisa. Shenzhou berubah menjadi legenda mati—sebuah tempat terlarang yang namanya tabu untuk diucapkan di Jianghu.

​Namun, di balik kabut tebal yang dianggap mengunci daratan tersebut, kehidupan justru berdenyut dengan cara yang tidak biasa. Reruntuhan Altar Darah tidak lagi menjadi tempat pemujaan, melainkan sebuah wilayah yang berevolusi. Tanpa adanya energi kutukan pekat yang tersedot habis malam itu, ekosistem Shenzhou berubah total selama delapan belas tahun berikutnya. Tanah merah kehitaman itu kini ditumbuhi pohon-pohon raksasa berdaun kelabu, membentuk hutan belantara purba yang dihuni oleh binatang buas mutasi (Demon Beasts) yang sangat ganas.

​ROAAARRR!

​Raungan memekakkan telinga memecah keheningan hutan. Seekor Beruang Zirah Besi setinggi tiga meter—binatang buas tingkat tinggi yang kulitnya mampu menahan tebasan pedang baja terbaik—tengah mengamuk. Matanya yang merah menyala menatap penuh dendam pada sesosok pemuda yang berdiri tenang di atas dahan pohon.

​Pemuda itu adalah Wu Tian. Kini ia telah tumbuh menjadi seorang pria berusia delapan belas tahun. Penampilannya sangat sederhana, hanya mengenakan pakaian yang dijahit kasar dari kulit serigala hutan. Rambut hitamnya yang panjang diikat asal-asalan dengan ranting pohon. Namun, bentuk tubuhnya yang atletis dan tatapan matanya yang hitam legam memancarkan aura dingin yang bisa membuat nyali kultivator biasa ciut.

​Beruang raksasa itu menerjang, cakar besarnya mengayun menghancurkan batang pohon tempat Wu Tian berpijak. BOOM! Pohon itu tumbang, namun Wu Tian sudah melesat di udara seolah-olah gravitasi tidak berlaku baginya.

​Tanpa ekspresi, Wu Tian mendorong telapak tangan kanannya ke depan. Tidak ada kilatan pedang atau pancaran energi spiritual (Qi) berwarna-warni seperti kultivator pada umumnya. Yang keluar dari telapak tangannya adalah distorsi udara berwarna hitam keemasan yang berputar lambat.

​Jurus Terlarang: Ruang Hancur.

​CRACK!

​Tanpa menyentuh fisik beruang tersebut, ruang di sekitar kepala binatang buas itu mendadak terpelintir hebat. Dalam satu kedipan mata, tengkorak beruang zirah yang sekeras besi itu hancur merosot ke dalam, melumpuhkannya seketika tanpa sempat melolong. Tubuh raksasa itu ambruk ke tanah, menumpahkan darah segar yang langsung diserap oleh tanah Shenzhou. Wu Tian mendarat dengan ringan di samping bangkai tersebut, wajahnya datar seolah baru saja menepak seekor nyamuk.

​Bagi Wu Tian, pertarungan hidup dan mati seperti ini adalah rutinitas harian. Ia tidak pernah mengenal apa itu rasa takut, karena sejak bisa mengingat, ia sudah berada di puncak rantai makanan di daratan terlarang ini.

​Namun, di balik kekuatannya yang mengerikan, ada satu misteri besar yang selalu mengusik benak Wu Tian. Setiap kali malam tiba dan ia duduk bermeditasi di atas reruntuhan altar lawas, ia kerap merenungkan eksistensi dirinya sendiri.

​Ada hal yang sangat aneh dengan cara berpikirnya. Wu Tian tahu betul bahwa sejak bayi, ia hidup sebatang kara. Tidak ada manusia yang menemaninya, tidak ada ibu yang memeluknya, dan tidak ada guru yang mendidiknya. Secara logika, ia harusnya bertingkah layaknya binatang buas—berkomunikasi dengan raungan dan bertindak hanya berdasarkan insting hewani.

​Namun kenyataannya tidak demikian. Wu Tian bisa berpikir secara kompleks. Ia memahami konsep moral, strategi, bahkan ia mengerti bahasa manusia. Ketika ia sesekali menemukan potongan perkamen kuno atau prasasti batu yang tertimbun di reruntuhan Shenzhou, matanya bisa membaca aksara-aksara rumit itu dengan sangat lancar. Pikiran di kepalanya secara otomatis menerjemahkan setiap arti kata dan simbol, seolah-olah pengetahuan itu sudah terpatri di dalam jiwanya sejak sebelum ia dilahirkan.

​‘Bagaimana bisa aku memahami semua ini?’ batin Wu Tian sering bertanya-tanya sambil menatap tangannya sendiri.

​Jawaban dari keanehan itu ada di dalam kepalanya: sebuah potret ingatan aneh yang terfragmentasi. Setiap kali ia memejamkan mata, memori kolektif tentang jurus-jurus terlarang yang telah punah, nama-nama dewa purba, hingga peta bintang langit akan berputar di benaknya. Ingatan itu bertindak seperti guru gaib yang mendikte setiap langkah kultivasinya. Dari ingatan itulah ia tahu bagaimana cara memanipulasi energi hitam keemasan di tubuhnya.

​Selain ingatan aneh itu, Wu Tian hanya memiliki satu objek fisik sebagai petunjuk asal-usulnya. Ia meraba dadanya, mengeluarkan selembar kain sutra merah yang sudah usang dan jimat kertas yang telah hangus sebagian. Jimat itu ia temukan di dekat tubuhnya saat ia mulai bisa merangkak dulu. Di atas permukaan kertas yang terbakar itu, samar-samar tertulis dua karakter aksara yang terbaca jelas di otaknya: Klan Wu.

​"Klan Wu..." Wu Tian menggumamkan kata itu. Suaranya terdengar berat dan asing di telinganya sendiri, karena ia sangat jarang berbicara. "Siapa mereka? Dan kenapa mereka meninggalkanku di tempat seperti ini?"

​Pertanyaan yang terpendam selama delapan belas tahun itu mendadak menemukan titik terang siang itu.

​Indra pendengaran Wu Tian yang sangat tajam menangkap suara yang tidak biasa dari arah perbatasan luar Shenzhou. Itu bukan langkah kaki binatang buas. Langkah kaki ini terlalu ringkih, tergesa-gesa, dan dipenuhi oleh kepanikan. Suara gesekan kain jubah dan denting logam pedang terdengar samar dari jarak beberapa mil.

​Wu Tian menyipitkan matanya. Detak jantungnya sedikit meningkat—bukan karena takut, melainkan karena rasa penasaran yang membuncah. Manusia. Ada manusia lain yang memasuki wilayahnya.

​Dengan gerakan secepat bayangan, Wu Tian melesat di antara dahan-dahan pohon raksasa, mendekati sumber suara tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Dari balik dedaunan lebat di batas hutan, ia mengintip ke arah area terbuka yang berbatasan dengan kabut luar.

​Di sana, terlihat tiga orang kultivator muda—dua laki-laki dan satu perempuan—sedang berlari pontang-panting. Jubah mereka yang berwarna putih bersih kini telah robek dan berlumuran lumpur serta darah. Mereka tampaknya nekat menerobos perbatasan Shenzhou untuk mencari tanaman herbal langka, namun justru berakhir menjadi buruan.

​Di belakang mereka, seekor Serigala Bayangan bertaring ganda tengah mengejar dengan kecepatan penuh.

​"Kakak Senior Lin! Kita tidak akan bisa lolos!" teriak kultivator muda yang paling belakang dengan wajah pucat pasi. Kakinya gemetar hebat saat Serigala Bayangan itu melompat, siap menerkamnya dari belakang.

​"Jangan menyerah! Gunakan formasi pertahanan!" balas kultivator perempuan yang dipanggil Lin. Ia mencoba membalikkan badannya sambil menghunuskan pedang, namun tekanan aura binatang buas itu membuat gerakannya melambat.

​Wu Tian yang mengamati dari atas pohon awalnya tidak berniat peduli. Baginya, hukum alam di Shenzhou sangat sederhana: yang lemah akan dimakan yang kuat. Namun, sesaat sebelum serigala itu merobek leher si kultivator muda, mata Wu Tian tidak sengaja menangkap detail pada pakaian mereka.

​Di dada kiri jubah putih yang dikenakan oleh ketiga kultivator muda itu, terdapat sulaman benang emas berbentuk lambang lingkaran dengan pola lidah api yang khas.

​Mata Wu Tian langsung melebar. Ia dengan cepat meraba jimat hangus di balik pakaian kulitnya. Lambang lidah api di jubah ketiga orang itu... sama persis dengan sisa lambang yang tertera pada jimat kematian miliknya.

​"Klan Wu..." desis Wu Tian.

​Tanpa berpikir dua kali, Wu Tian menjatuhkan diri dari atas pohon, meluncur deras bak meteor jatuh tepat di antara Serigala Bayangan dan ketiga kultivator yang ketakutan tersebut.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe tubuh fisik yang kuat😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
LanzT0k3
keren ❤️❤️
Danzo28: Terimakasih 🥳
total 1 replies
ibarumbung
mantap... lanjut thor
Danzo28: siap KA
ditunggu yahhh🥳
total 1 replies
Was pray
ceritanya bagus sih cuma up nya yg terlalu lama dan sedikit pula... ntar para reader mundur Krn gak sabar nunggu up nya
Was pray: oke... 👍
total 2 replies
Was pray
sayang sekali wu Tian kuat tapi gaya bertarungnya gak ada seninya, kayak babi hutan yg nyruduk
Was pray
cari uang lah.. wu Tian, masak mau mengandalkan diberi makan sama orang lain terus?
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo Thor semangat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mereka tidak tau monster sesungguhnya mulai bangkit😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
monster sesungguhnya mulai beraksi👍😄😄
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii ayooooo bantaaaaaaaiiiiii 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehe..aroma pembantaian nih 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh konspirasi tersembunyi 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehehe pura2 jadi babi🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha harga diri yang hancur🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur ceritanya bagus dan menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
baca beberapa chapter di awal cukup bagus alur ceritanya 👍
ibarumbung
alur cerita yang bagus
Danzo28: Terimakasih
semoga betah yahh
Happy reading 🥳🥳🥳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!