NovelToon NovelToon
Akar Yang Menembus Langit

Akar Yang Menembus Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: cldazxx

Cerita ini bukan tentang siapa yang tercepat menjadi terkuat, melainkan tentang bagaimana seseorang yang dianggap paling lemah belajar memahami kekuatan yang sesungguhnya: kesabaran, ketahanan, kemampuan menahan badai tanpa tumbang, dan perlahan tumbuh melampaui batas yang dianggap mustahil oleh semua orang. Ia akan bertemu teman yang setia, menghadapi musuh yang meremehkannya, dan akhirnya mengungkap mengapa jalan kuno itu dihapus dari sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cldazxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Hutan Batu yang Terlarang

Tiga hari berlalu sejak kejadian di lapangan latihan. Lin Mo semakin jarang terlihat di tempat umum. Setelah pelajaran selesai, ia langsung pergi ke sudut paling belakang halaman akademi—tempat yang berdekatan dengan pagar batu tinggi yang memisahkan kawasan akademi dengan Hutan Batu Hitam.

Konon hutan itu dulunya adalah tempat ujian tingkat lanjut, namun lima puluh tahun lalu terjadi perubahan aneh: energi di dalamnya menjadi kacau, batu-batu bergerak sendiri, dan siapa pun yang masuk tanpa kekuatan cukup akan tersesat selamanya. Sejak saat itu, hutan itu ditutup rapat dan dilarang dimasuki siapa pun.

Bagi Lin Mo, tempat ini justru seperti surga tersembunyi. Tanah di sini jauh lebih keras, lebih padat, dan aliran kekuatan buminya jauh lebih pekat dibandingkan tempat lain. Setiap kali ia melatih teknik akar di sini, kemajuannya terasa dua kali lebih cepat.

Sore itu, saat ia sedang berdiri memejamkan mata, menyalurkan kesadarannya menembus lapisan batu di bawah pagar, suara langkah kaki tergesa terdengar.

"Kau benar-benar berani berada di sini?"

Lin Mo menoleh. Itu Guru Yu, satu-satunya pengajar yang mendukungnya. Wajahnya tampak cemas. "Hutan ini berbahaya. Jika ketahuan, kau bisa dikeluarkan seketika."

"Di sini rasanya sangat pas dengan latihanku," jawab Lin Mo jujur. "Aku tidak akan masuk ke dalam, hanya berlatih di pinggir pagar saja."

Guru Yu menghela napas panjang, lalu menatap pagar batu yang gelap. "Aku tahu kau berbeda. Teknikmu... mengingatkanku pada catatan kuno yang pernah kubaca. Tapi hati-hati. Bukan hanya akademi yang melarangnya. Ada orang yang sengaja menjaga agar rahasia di sana tidak terungkap."

Ia berbisik pelan: "Kabarnya di tengah hutan itu tersimpan sisa-sisa jejak Jalan Akar Purba. Tapi Keluarga Meng melarang siapa pun menyentuhnya. Mereka takut jika jalan itu bangkit kembali, kekuasaan mereka akan goyah."

Belum sempat Lin Mo bertanya lebih lanjut, suara marah terdengar dari kejauhan. "Guru Yu! Kenapa kau berbicara dengan murid yang melanggar batas?"

Guru Gao datang bersama dua penjaga akademi, wajahnya penuh kemenangan. "Kau sudah ketahuan, Lin Mo! Masuk ke kawasan terlarang adalah pelanggaran berat. Ikut aku ke ruang hukuman sekarang!"

"Aku tidak melewati pagar," bantah Lin Mo. "Aku hanya berdiri di wilayah akademi."

"Cukup alasanmu!" Guru Gao melambaikan tangan. "Tangkap dia!"

Namun saat penjaga itu hendak mendekat, tiba-tiba tanah di sekitar pagar bergetar hebat. Pagar batu yang kokoh itu retak-retak, dan celah kecil terbuka lebar. Angin kencang bertiup keluar, membawa bau tanah purba dan suara gemuruh samar dari dalam hutan.

Guru Yu memucat. "Pintu itu... terbuka sendiri!"

Tanpa diduga, gelombang tak kasat mata menyapu keluar. Semua orang kecuali Lin Mo terpental mundur. Guru Gao dan penjaga terjatuh ke tanah, kesulitan bernapas seolah ada beban berat menindih dada mereka. Hanya Lin Mo yang berdiri tegak—gelombang itu justru terasa seperti pelukan hangat, seolah memanggilnya masuk.

"Pintu hanya terbuka bagi yang berjalan di jalan itu," bisik Lin Mo pelan.

Di tengah kebingungan itu, tiba-tiba Zhang Hao berlari mendekat. Ia melihat celah di pagar, lalu melihat Lin Mo, dan pikiran jahat muncul di kepalanya. Ia menyangka hutan itu penuh harta karun, dan jika Lin Mo mati di dalam sana, masalahnya selesai.

Ia diam-diam menendang batu ke arah kaki Lin Mo, membuat keseimbangannya tergoyahkan. "Masuklah ke sana dan mati saja!"

Lin Mo terhuyung mundur, dan tanpa sengaja melangkah melewati celah pagar. Segera setelah tubuhnya sepenuhnya masuk ke dalam hutan, celah itu menutup kembali dengan bunyi gemuruh, menyisakan permukaan batu yang mulus seolah tidak pernah ada celah sama sekali.

Guru Gao bangkit dengan wajah pucat namun puas. "Bagus. Sekarang dia tersesat di sana. Tidak ada yang akan menemukan mayatnya."

Guru Yu menatapnya marah. "Kau tahu itu hutan maut! Kau baru saja mengirim murid mati!"

"Kau tidak bisa membuktikan apa-apa," jawab Guru Gao dingin. "Dia sendiri yang melanggar aturan."

 

Di sisi lain pagar, suasana dunia seketika berubah hening dan suram. Pohon-pohon di sini tidak berdaun, batangnya berwarna abu-abu gelap seperti batu, dan tanahnya keras hingga tidak ada jejak kaki yang tertinggal. Cahaya matahari hampir tidak bisa menembus kanopi ranting kering di atas.

Namun Lin Mo tidak merasa takut. Justru sebaliknya—di sini, kesadarannya bisa menyebar jauh lebih luas. Ia merasakan getaran jutaan akar purba yang tertidur di bawah tanah, dan jejak kekuatan yang pernah begitu dahsyat hingga bisa mengubah bentuk gunung.

Ia berjalan perlahan ke arah pusat hutan. Setiap langkah membuatnya semakin memahami tekniknya sendiri. Di luar sana ia hanya meniru akar; di sini ia merasakan bagaimana akar sungguhan bertahan hidup di tengah tanah yang tidak memberi ampun.

Tiba-tiba, bayangan bergerak di antara pepohonan. Makhluk setengah batu setengah tanaman melompat menghadangnya—Golem Akar, sisa penjaga yang sudah gila karena energi kacau. Tangan batu yang berat menghantam ke arahnya.

Lin Mo tidak lari. Ia justru melangkah maju, menempelkan telapak tangannya ke tubuh batu makhluk itu. Ia menyalurkan kekuatan akar, merasakan sambungan energi di dalam tubuh golem, lalu perlahan memintanya untuk tenang.

Anehnya, pukulan itu melambat, lalu berhenti sama sekali. Cahaya merah di mata golem meredup, dan ia perlahan berlutut, menyandarkan kepalanya ke tanah seolah memberi hormat.

Lin Mo tersenyum tipis. Ia tidak perlu menghancurkan apa yang terbuat dari bumi. Ia hanya perlu berbicara dengan bahasa yang sama.

Saat ia melanjutkan perjalanan, di kejauhan terlihat sebuah bangunan batu yang utuh berdiri di tengah hutan—sebuah altar kuno yang tertutup lumut ribuan tahun. Di atasnya terukir pola yang sama persis dengan yang ada di batu hitam miliknya.

Di sana, jawaban yang ia cari mulai terlihat jelas. Dan ia juga menyadari satu hal: Hutan Batu ini bukan tempat maut. Ini adalah tempat ujian terakhir bagi mereka yang pantas melanjutkan Jalan Akar.

Dan sekarang, akarnya telah menembus hingga ke tempat yang paling dalam.

 

1
Anime aikō-kā
Akar Yang Menembus Langit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!