NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh

Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Tiri / CEO / Orang Disabilitas / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Kinara, seorang gadis berusia 24 tahun, baru saja kehilangan segalanya, rumah, keluarga, dan masa depan yang ia impikan. Diusir ibu tiri setelah ayahnya meninggal, Kinara terpaksa tinggal di panti asuhan sampai akhirnya ia harus pergi karena usia. Tanpa tempat tujuan dan tanpa keluarga, ia hanya berharap bisa menemukan kontrakan kecil untuk memulai hidup baru. Namun takdir memberinya kejutan paling tak terduga.

Di sebuah perumahan elit, Kinara tanpa sengaja menolong seorang bocah yang sedang dibully. Bocah itu menangis histeris, tiba-tiba memanggilnya “Mommy”, dan menuduhnya hendak membuangnya, hingga warga sekitar salah paham dan menekan Kinara untuk mengakui sang anak. Terpojok, Kinara terpaksa menyetujui permintaan bocah itu, Aska, putra satu-satunya dari seorang CEO muda ternama, Arman Pramudya.

Akankah, Kinara setuju dengan permainan Aksa menjadikannya ibu tiri atau Kinara akan menolak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

Keesokan paginya.

Langit masih berwarna abu-abu ketika pintu gedung catatan sipil itu terbuka. Udara pagi yang dingin menyambut tiga orang yang keluar dari dalam, Rudi yang mendorong kursi roda, Arman dengan setelan hitam rapi, dan Kinara yang berjalan di samping mereka sambil menggenggam sebuah buku kecil warna merah marun.

Buku nikah, masih baru, masih berbau tinta, tapi rasanya seperti beban seberat gunung di tangan Kinara. Sementara bagi Arman, buku itu hanyalah kertas legal.

Rudi menyerahkan buku nikah milik Arman ke pangkuannya.

“Semua sudah lengkap, Tuan.”

Arman mengangguk datar. Tidak ada ekspresi bahagia, tidak ada senyum pengantin, tidak ada genggaman tangan. Hanya tatapan dingin yang tajam, menusuk, dan menghitung napas siapa pun yang berada di dekatnya.

Ia menoleh pada Kinara.

“Mulai sekarang,” katanya pelan, tapi tegas seperti palu hakim, “kau adalah pengasuh Aksa.”

Langkah Kinara terhenti.

Arman melanjutkan, “Tugasmu sederhana. Urus dia, perhatikan dia. Jangan bertindak di luar batas, kau bukan...”

Kinara memutar badan, menatap Arman tajam, suaranya meninggi.

“Stop.”

Rudi sampai tersentak. Kinara menggenggam buku nikah itu lebih erat.

“Jangan sebut aku pengasuh.”

Arman menaikkan satu alis. “Itu kenyataannya.”

“Tidak.” Kinara melangkah mendekat, berdiri tepat di depan pria itu, mata bertemu mata satu penuh api, satu dingin membeku.

“Aku istrimu, Tu-an Arman. Dan aku ibu tiri Aksa, suka atau tidak suka. Pernikahan ini sah. Namaku tertera di buku itu. Aku tidak akan berpura-pura jadi babysitter.”

Arman menahan napas sejenak. Tidak ada wanita yang berani membantahnya sedekat ini sejak kecelakaan itu, tatapannya mengeras.

“Ini kontrak.”

“Kontrak atau bukan, statusku tetap istrimu.” Kinara mencondongkan tubuh sedikit, kedua alisnya terangkat menantang.

“Dan aku akan mencintai Aksa … ya, terserah Anda mau ngomong apa.”

Rudi terpaku, burung-burung di atas bahkan seperti berhenti berkicau. Arman menyipitkan mata, jelas tidak suka.

“Kau...”

“Suka atau tidak,” Kinara memotong cepat, “aku bukan robot yang menjalankan daftar tugasmu. Aku akan memeluk dia kalau dia menangis. Aku akan memarahinya kalau dia nakal. Aku akan bersikap seperti ibu, bukan babysitter yang bisa kamu pecat kalau kamu sedang tidak suka.”

Arman terdiam, hanya rahangnya yang mengeras.

Angin pagi menerbangkan ujung rambut Kinara. Wanita itu berdiri tegak, tidak mundur, tidak gentar meski sedang berhadapan dengan CEO yang terkenal tak tersentuh siapa pun.

Akhirnya, Arman hanya mengerutkan keningnya dan berpaling.

“Rudi, ayo pulang!”

Bahunya tegang, nadanya dingin, tapi di matanya ada sesuatu yang lain, sesuatu yang tidak ia akui, keterkejutan dan sedikit kekesalan dan entah kenapa di situ ada ketertarikan.

Sementara Kinara mengikuti di belakang, memegang buku nikahnya. Dengan langkah yang mantap, dengan hati yang belum gentar sedikit pun.

Mereka baru saja hendak menuju mobil ketika sebuah sedan mewah menghentak rem tepat di depan pintu gedung catatan sipil. Pintu terbuka cepat, dan dari dalam keluar seorang pria muda berjas rapi bersama seorang perempuan cantik dengan make-up tebal.

Kinara membeku, dia melihat pria itu, dia Rayyan, mantan kekasih yang dulu ia cintai sepenuh hati sebelum dia menusuk dari belakang.

Dan perempuan di sampingnya, dia Mimi, saudara tiri Kinara yang mengusirnya dari rumah setelah ayah Kinara meninggal.

Dunia terasa mengecil, Rayyan melihat Kinara lalu melirik buku nikah di tangannya dan tatapan jijik langsung muncul di wajahnya.

“Oh,” ujarnya sinis, “jadi begini caramu bangkit setelah putus dari aku, Kinara? Cari pria lumpuh, biar bisa kau manfaatkan uangnya?”

Mimi menyikut lengan Rayyan sambil tertawa geli.

“Pantasan hilang dari rumah. Ternyata kamu jual diri dalam bentuk baru, ya. Pria lumpuh kaya raya? Wah, Kinara, aku harus akui … demi uang kamu bisa apa aja.”

Rudi melihat Kinara dengan wajah tegang, menunggu dia marah, atau menangis, atau lari. Arman tidak bereaksi, tatapannya kosong, datar, tapi rahangnya mengeras. Kinara menghela napas, lalu mengangkat dagu.

“Yang penting,” katanya lantang, “suami aku yang sekarang kaya raya banyak uang.”

Rayyan langsung berhenti tertawa. Kinara mendekat setengah langkah, senyum tipis terbentuk di bibirnya.

“Dan kamu, Rayyan? Pria miskin yang hidupnya cuma bisa numpang sama perempuan. Mau ngomong apa tentang aku?”

Wajah Rayyan memerah. Mimi ternganga, tidak menyangka Kinara bisa sepedas itu.

Rayyan melangkah maju, membentak, “Kau akan menyesal, Kinara! Karena mulai hari ini, aku resmi bekerja sama dengan perusahaan besar, Mission Bar! Perusahaan yang akan membuatku jauh lebih tinggi dari posisimu!”

Rudi memutar kepala pelan ke arah Arman. Wajah sang CEO tidak berubah, hanya satu hal yang terlihat, kening Arman berkerut. Mission Bar, perusahaan itu adalah miliknya. Tapi Arman tetap diam, tidak ada kebutuhan untuk menjelaskan apa pun kepada orang asing. Tidak ada kebutuhan untuk membalas. Arman Pramudya tidak menurunkan levelnya. Kinara, tanpa mengetahui hal itu, justru tertawa ringan.

“Oh?” Ia mencondongkan tubuh sedikit. “Baguslah, tapi jangan lupa … dari dulu kamu cuma bisa masuk perusahaan kalau dibopong orang lain.”

Rayyan benar-benar hendak meledak. Namun sebelum ia sempat mendekat lebih jauh Kinara bergerak cepat. Ia berdiri di samping kursi roda Arman, memegang sisi sandarannya lalu berkata dengan suara manis penuh penghinaan,

“Ayo pulang, suamiku.”

Ia menatap Rayyan dan Mimi sekilas.

“Jangan pedulikan orang gila.”

Rudi hampir tersenyum, dan benar-benar hampir tersenyum melihat sikap berani Kinara melawan mantan kekasih dan saudara tiri.

Rayyan membeku, Mimi mendengus kasar, wajahnya memerah seperti tomat busuk. Kinara masuk ke dalam mobil dengan elegan, seolah dua orang itu bukan siapa-siapa dalam hidupnya. Rudi mendorong kursi roda Arman masuk, menutup pintu dengan halus.

Rayyan masih berteriak-teriak di luar, tapi suara itu memudar begitu mobil mulai bergerak.

Di dalam mobil, hening dan terasa sangat hening. Kinara memandang lurus ke depan, tapi bisa merasakan tatapan Arman yang menusuk dari sampingnya.

Tatapan yang sulit dibaca, tatapan yang entah menghargai keberaniannya atau justru sedang menilai kebodohannya.

Namun, hari itu, di depan mantan kekasih dan adik tirinya, Kinara akhirnya merasakan sesuatu yang sudah lama hilang.

'Wanita ini sulit ditebak, dia menangis?' batin Arman saat melihat Kinara diam-diam menyeka sisi kedua matanya.

1
nunung nurlindah
ini teh udah tamat gitu ceritanya?
Yunes
Katanya keamanan diperketat
Yunes
Iya😭😭😭😭
Yunes
Kenapa perempuan jadi ttitik lemah teru😭😭😭
Lala lala
CEO trlalu bodoh, tau belum dpt bayaran mkn seenaknya pesan..
malas lanjut lah
Lala lala
kyk anak sdh SMP deh cara nya
My Drakor
perawan 100 miliar milik mafia kok ngga ada thor?
ႩჄჄႩ
kayaknya seru.. aku mau lanjut semoga sampai tamat..💪
𝒯𝒽𝒾𝒶𝒶
jalang” kau yg jalang amira bego , udh bisa msuk rumah sakit jiwa kau ini saking gilanya
𝒯𝒽𝒾𝒶𝒶
arman hnya korban ngapain kau marah sama arman dia jg kasian lohh udh lumpuh bininya bego ninggalin dia terutama aksa mamanya ninggalin dia dari bayi bapaknga jadi dingin klo arman wktu itu yg meninggal aksa gimana kasian kan
Kembarr Kembaarr
tumbuh 1 lg iblis berwujud manusia
Kembarr Kembaarr
terlalu kebanyakan janji. terlalu mengancam tp zong.
Kembarr Kembaarr
Nauzubillaah smg di dunia nyata gakada manusia2 berhati iblis sprt ibu dn anak dlm cerita ini. ceritanya terlalu sadis dn kejam. karna mrk sekawanan perempuan
Kembarr Kembaarr
amira emang stres dia. semua yg dia keendaki hrs di turuti. lbh baik di buang perempuan macam bgini. dr pd banyak menanggung dosa
Kembarr Kembaarr
contoh wanita yg tak pernah puas dngn apa yg dia miliki. meremehkn suami yg msh punya kekurangn dn mencari kepuasan di luar dngn laki2 lain yg dia anggap lbh sempurna. dn ternyata jg krng puas lg lalu ingin kembali. msh adakah yg mau sama wnita yg kelakuannya udah sprt hewan ini...?
Kembarr Kembaarr
mungkin bg amira setiap orang hrs bisa di kendalikn sesuai keinginan amira
Kembarr Kembaarr
smg di dunia nyata gak ada perempuan sprt mimi. iblis berwujud manusia
Kembarr Kembaarr
yaa setan2 gentaysngan mulai pd muncul dn bersatu. maklum setan jd cepat bersatunya.beda kalau soal kebaikan akan sulit tuk bersatu
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰🥰 udah tamat ya🙏🙏🙏 makasih ceritanya bagus
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰🥰💐💐💐💐💐 suka ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!