NovelToon NovelToon
Ayahku Memiliki Sistem

Ayahku Memiliki Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Saat ia pikir hidupnya berakhir, seorang pria tiba-tiba mendapatkan sistem. Namun, bukannya menjadi kaya, ia justru terbangun di masa lalu... di dalam tubuh ayahnya saat masih muda.

Kini, dengan sistem di tangannya dan mengetahui masa depan, ia harus mengubah takdir keluarganya.

Mampukah ia menyelamatkan keluarganya... tanpa menghapus keberadaannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Mendengar tuduhan Riko, Raka hanya bisa mendengus remeh. Dia sengaja maju satu langkah, berdiri pas di depan Nadia untuk memblokir pandangan Riko.

​"Gak usah teriak-teriak di depan rumah orang, bos. Malu dilihat tetangga. Mending lu balik aja ke mobil mewah lu sana sebelum basah kuyup," ucap Raka dengan nada meremehkan.

​"Lu diam ya, miskin! Gua nggak ada urusan sama lu!" bentak Riko yang emosinya sudah di ubun-ubun.

Dia menggeser tubuhnya paksa, mencoba meraih Nadia yang ada di belakang Raka.

"Nadia, kamu nggak bisa gini! Kamu harus dengerin aku dulu! Aku punya uang, aku bisa sembuhin adik kamu di kampung! Ikut aku sekarang!"

​Nadia spontan mundur ketakutan. "Nggak mau, Mas Riko! Tolong pergi!"

​Riko yang sudah gelap mata nekat maju menerobos pintu. Dengan kasar, dia langsung mencengkeram pergelangan tangan Nadia dengan sangat kuat dan menariknya paksa.

​"Lepasin nggak! Aku bilang ikut ya ikut!" seru Riko egois.

​"Aw! Sakit, Mas Riko! Lepasin!" Nadia meringis kesakitan. Pergelangan tangannya langsung memerah karena cengkeraman Riko bener-bener kencang.

​Melihat mata ibunya mulai berkaca-kaca menahan sakit, di tambah ada laki-laki lain yang berani kasar di depan matanya sendiri, emosi Raka langsung meledak.

Rasa amarah dari pemilik tubuh asli dan jiwa Raka bersatu, memicu adrenalinnya naik seketika.

​"Gua bilang... LEPASIN TANGAN IB... ISTRI GUA, SIALAN!"

​BUGH!

​Tanpa basa-basi lagi, Raka langsung melayangkan satu pukulan mentah tepat ke arah rahang Riko.

Pukulan Raka yang dilapisi tenaga kasar seorang buruh pabrik dan kuli proyek itu bener-bener telak.

Cengkeraman tangan Riko di pergelangan tangan Nadia langsung terlepas seketika.

​Riko terhuyung ke belakang, langkah kakinya tidak seimbang sampai akhirnya dia jatuh telentang ke luar teras, langsung menghantam tanah halaman yang becek dan berlumpur karena air hujan.

Baju kemeja putih mahalnya langsung kotor penuh noda cokelat.

​Riko memegangi rahangnya yang terasa mau copot.

Dia meludah ke samping, melihat ada sedikit darah yang keluar dari gusi nya.

Rasa syok dan malu karena dipukul oleh orang yang dia anggap remeh membuat Riko kesetanan.

​"Brengsek lu ya!" teriak Riko sambil bangkit berdiri dengan terburu-buru.

Dia langsung menerjang maju ke arah teras, melayangkan pukulan balasan ke arah muka Raka.

​Raka yang posisinya di atas teras sempat mencoba menghindar, tapi karena pergerakan Riko bener-bener nekat, tinju Riko sukses mendarat di pipi kiri Raka.

​BETAIL!

​Kepala Raka terlempar ke samping. Rasa panas dan berdenyut langsung menjalar di pipinya.

Tapi bukannya takut, Raka malah tersenyum sinis. Dia mengusap sudut bibirnya yang sedikit robek.

​"Cuma segini pukulan orang kaya?" ejek Raka memprovokasi.

​Raka langsung melompat turun dari teras, menerjang Riko ke tengah halaman rumah yang diguyur hujan deras.

Tubuh kedua pria dewasa itu langsung bertabrakan di tengah kepungan air.

Raka merangkul leher Riko, lalu menghantamkan lututnya berkali-kali ke arah perut Riko.

​DUGH! DUGH!

​"Uhuk!" Riko terbatuk, napasnya langsung sesak.

Dia membalas dengan mencengkeram kaos hitam Raka, lalu menariknya ke bawah sampai mereka berdua sama-sama ambruk dan guling-gulingan di atas tanah berlumpur.

​Suasana di halaman rumah bener-bener kacau. Suara hujan yang deras berbaur dengan suara napas memburu dan hantaman fisik.

Mereka berdua saling pukul, bergantian mengambil posisi di atas.

Riko yang dasarnya punya postur tubuh agak tinggi mencoba mengunci pergerakan Raka, dia melayangkan pukulan bertubi-tubi ke arah wajah Raka.

Beberapa pukulan sempat meleset karena air hujan yang menusuk mata, tapi dua pukulan berhasil mengenai dahi dan hidung Raka sampai berdarah.

​"Mas Raka! Udah, Mas! Stop! Jangan berantem!" teriak Nadia histeris dari atas teras.

Dia menangis ketakutan sambil memeluk tiang rumah, bingung harus berbuat apa karena badannya gemetaran melihat baku hantam yang mengerikan itu.

Di dalam rumah, Reno kecil yang mendengar keributan mulai menangis kencang.

​Raka yang posisinya sempat terdesak di bawah langsung memutar otaknya.

Memanfaatkan kekuatan otot lengannya yang sering dipakai mengangkat beban berat di tempat proyek, Raka mencengkeram kedua bahu Riko, lalu menggunakan kedua kakinya untuk menendang perut Riko sekuat tenaga dari bawah ke atas.

​BAK!

​Riko terlempar ke belakang, berguling beberapa kali di atas lumpur.

Belum sempat Riko berdiri, Raka dengan cepat merangkak naik dan langsung menduduki perut Riko.

Raka mengunci kedua tangan Riko dengan lututnya, membuat pria kaya itu tidak bisa berkutik lagi.

​Napas Raka ngos-ngosan, wajahnya yang basah karena air hujan kini bercampur dengan darah dari hidung dan lumpur hitam.

Dengan tatapan mata yang bener-bener dingin dan menusuk, Raka mengepalkan tinjunya tinggi-tinggi.

​BUGH!

Satu pukulan mendarat di pipi kanan Riko.

BUGH!

Satu pukulan lagi menghantam hidung Riko.

​"Ini buat lu yang udah berani datang ke rumah gua!" bentak Raka.

​BUGH!

"Ini buat lu yang udah berani maksa Nadia!"

​BUGH!

"Dan ini buat lu yang udah bikin anak gua nangis di dalem!"

​Muka Riko sudah bonyok gak karuan, mata kirinya membengkak keunguan, dan dia cuma bisa mengerang kesakitan di bawah kungkungan Raka tanpa bisa melawan lagi. Harga dirinya hancur lebur di dalam lumpur.

​"Mas Raka, udah! Cukup, Mas! Nanti dia mati!" teriak Nadia lagi, kali ini dia nekat berlari turun ke halaman, menerobos hujan deras dan langsung memeluk punggung Raka dari belakang untuk menghentikannya.

​Merasakan pelukan hangat dan mendengar suara tangisan Nadia yang ketakutan, kesadaran Raka perlahan kembali.

Amarahnya yang sempat meluap-luap lambat laun mulai mereda. Dia menurunkan kepalan tangannya yang sudah memar dan berdarah.

​Raka berdiri perlahan, membiarkan Nadia merangkul lengannya yang basah.

Dia menatap Riko yang terkapar tak berdaya di atas tanah, megap-megap menghirup udara sambil memegangi wajahnya yang babak belur.

​Raka menunjuk ke arah jalan keluar dengan jarinya yang gemetar karena sisa adrenalin.

​"Sekali lagi... gua peringatin ya. Sekali lagi lu injek kaki lu di daerah sini, atau lu berani sentuh seujung kuku pun pakaian keluarga gua... gua pastiin lu pulang tinggal nama. Sekarang, bawa badan lu yang penuh lumpur itu dan PERGI DARI SINI!" ancam Raka dengan suara bariton yang bener-bener tegas tanpa ada keraguan.

​Riko dengan sisa-sisa tenaganya berusaha bangkit berdiri.

Tubuhnya gemetar, pakaian mahalnya sudah robek dan hancur penuh lumpur.

Dia menatap Raka dengan tatapan dendam kesumat yang mendalam, lalu berjalan pincang tertatih-tatih meninggalkan halaman rumah menuju mobil mewahnya yang terparkir di ujung gang.

1
Bryan
keren thor, banyakin ya update nya, 1 vote udh melayang 💪👍
Maul: terima kasih banyak kak😆
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
Reno bocil bikin ngakak deh🤣🤣
Maul
/Blush/
Maul
duit 😘
Maul
/Hey/
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Yuliana Tunru
knp verota x jd maju mundur sih kan yg baca bingung 🤭🤭
Maul: hehe, mungkin ke depannya gak akan maju mundur🙏
total 1 replies
Maul
Sistemnya plin-plan wkwk
Maul
waduh, yang ini gk cadel😅
Maul
ngasuh diri sendiri 🤭
Maul
women
Maul
Ayahku adalah diriku sendiri🤔
Maul: cuma bercanda kak, soalnya kan mc nya masuk ke tubuh ayahnya sendiri😅 🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!