NovelToon NovelToon
Single

Single

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:24.4k
Nilai: 5
Nama Author: KHskyLine

"Single itu pilihan"

Usia 26 tahun, masih sendiri? Disaat semua sahabatmu sudah berstatus istri seseorang. Parahnya lagi adik sepupumu yang paling bungsu bahkan akan segera melangsungkan pernikahannya bulan depan. Nah kamunya kapan?

Lavanya pusing dengan berbagai pertanyaan yang silih berganti datang kepadanya. Kenapa semua orang meributkan masalah asmaranya? Lavanya sih santai. Iya santai (dulu). Orangtuanya tuh, apalagi para ibu-ibu keluarga Ayahnya yang selalu menyindirnya gak laku. Kan kesal. Ditambah perilaku atasannya yang mendadak berubah menjadi seorang stalker. Bayangkan kemanapun Lavanya pergi pasti dan pasti ketemu si singa itu lagi.

Demi Tuhan Lavanya tidak mau menjadi pelakor. Pak Bosnya itu sudah punya istri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KHskyLine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lombok

Lavanya mengerjapkan matanya tak percaya. Ia menatap lekat wanita paruh baya yang sedang asyik mengupas pepaya di depannya. Ini benar Ibunya, kan? Bukan jelmaan jin penunggu pohon mangga depan kompleks?

"Boleh, kapan kamu berangkat?" tanya Ibunya santai.

Lavanya melongo. "Ibu serius izinin Vanya ke Lombok? Lombok loh, Bu! Di Nusa Tenggara Barat. Bukan Restoran Ayam Taliwang di samping kantor Bang Vano!"

Sang Ibu mengangguk tanpa beban, memotong pepaya merah itu menjadi balok-balok kecil.

"Ibuuu!" Lavanya merengek, menahan tangan Ibunya. "Vanya serius!"

Wanita itu menghela napas, menatap anak gadisnya tajam. "Itu sudah jadi tanggung jawab kamu sebagai karyawan. Jangan mau di bawah ketiak Ibu terus. Cuma tiga hari, bukan tiga tahun."

Lavanya cengo. Apa Ibunya baru saja meminum kopi sasetan yang kedaluwarsa? Kok rasanya pahit banget.

"Belajarlah mandiri. Seumuran kamu, kalau di kampung sudah punya anak sepuluh," tambah Ibunya telak. Ia menyodorkan kantong keresek berisi kulit pepaya. "Nih, buang ke depan."

Dengan bibir mengerucut, Lavanya menerima "upeti" sampah itu. Ia berjalan lesu keluar rumah. Jadi, besok ia benar-benar harus terbang ke Lombok?

"Pulang dari Lombok sekalian bawa calon suami!" teriak Ibunya dari dalam.

"IBUUU!" Lavanya melotot ke arah pintu. Rasanya ingin sekali ia memborong semua stok sabun cuci piring di warung sebelah untuk mencuci mulut Ibunya yang tak henti-hentinya membahas jodoh.

"Assalamualaikum, Kak Vanya yuhuuu!!!"

Suara cempreng itu membuyarkan kekesalan Lavanya. Ia segera membuka pagar dan menemukan tamu yang sangat tidak diundang.

"Kejutan!!!" Vani langsung menghambur memeluk Lavanya dengan wajah berseri-seri. "Gue lihat martabak keju kesukaan lo lagi mangkal di depan kantor my hubby. Berhubung gue baik hati dan dermawan, ya udah gue beliin."

Lavanya menyipitkan mata. Tumben sekali bocah ini berbaik hati? Matanya beralih pada Farel yang berdiri tegak di samping Vani, memegang kantong martabak dengan senyum tipis yang selalu berhasil membuat hati Lavanya berdesir.

"Dimakan ya" ucap Farel lembut sambil menyerahkan martabak itu.

Lavanya menerimanya dengan senang hati—setidaknya perutnya butuh asupan gula untuk meredakan emosi. "Makasih, ya." Sebagai gantinya, ia menyerahkan kantong hitam di tangan kirinya ke Vani. "Nih, buat lo."

"Eh? Apaan nih, Kak? Gue ikhlas loh, tapi kalau lo maksa kasih hadiah ya udah..." Vani hampir membukanya dengan semangat, sampai suara Ibu Lavanya menggelegar dari teras.

"Lavanya! Ada tamu bukannya disuruh masuk malah ngobrol di depan pagar!"

Lavanya berjengit saat pinggulnya dicubit maut oleh sang Ibu yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya. "Sana buatin minum!" perintah Ibunya, lalu beralih ramah pada Vani dan Farel.

"Eh, tunggu. Kamu sudah buang sampah, kan?" Ibu menahan lengan Lavanya sambil menatap curiga kantong hitam yang kini dipangku Vani.

"Hehe. Aku kasih ke Vani, Bu!" Tawa Lavanya meledak. Ia segera kabur membawa martabaknya ke dapur sebelum Vani menyadari bahwa "hadiah" itu adalah kulit pepaya.

"KAK VANYAAAAA!"

Lavanya bersandar di balik dinding dapur, mengatur napasnya yang sesak karena tertawa sekaligus perih. Dari celah dinding, ia mengintip ke ruang tamu. Hatinya menghangat melihat Farel tertawa kecil melihat tingkahnya, namun sesaat kemudian ia merasa lemas.

"Duh, kakak sepupumu itu memang lagi kumat jahilnya," sayup-sayup suara Ibu terdengar. "Gimana? Sudah diputusin souvenir pernikahannya mau apa?"

Lavanya tersenyum miris. Ia memilih berlama-lama di dapur. Informasi tentang pernikahan itu jauh lebih pahit daripada pepaya mentah.

 

🦁🦁🦁

Pesawat mendarat sempurna. Lavanya menghirup udara Lombok yang hangat tepat jam 11 siang. Ia mencoba membangun suasana liburan di kepalanya, meski statusnya ke sini adalah untuk bekerja di bawah perintah Pak Singa.

"Mbak Lavanya?"

Pria paruh baya dengan senyum lebar menghampirinya. "Saya Rohan. Saya yang akan mengantar Mbak selama tiga hari ke depan."

Pak Rohan ternyata adalah versi "Tukul Arwana" kearifan lokal. Ia sangat ramah dan hobi bicara, membuat perjalanan menuju resort tidak terasa sunyi. Apalagi saat mobil mulai menyusuri pesisir pantai.

"Bagus kan, Mbak? Sayang loh kalau dilewatkan cuma buat tidur," ujar Pak Rohan bangga.

Lavanya terpana menatap air laut yang berkilau tertimpa matahari. Biru, jernih, dan menenangkan. Jauh lebih indah daripada Ancol yang biasa ia kunjungi.

"Bagus banget, Pak! Lombok memang keren," puji Lavanya tulus.

"Karena itu, Mbak, banyak yang bulan madu ke sini. Apalagi ada cabang Arrarya Resort di sini, pas banget buat pengantin baru," sahut Pak Rohan semangat.

Senyum Lavanya perlahan pudar. Honeymoon? Ia hanya bisa mendengus dalam hati.

"Artis-artis saja banyak yang ke sini, Mbak. Mbak Lavanya juga harusnya ajak suami ke sini, dijamin romantis pisan!"

Lavanya mengembuskan napas lelah. Kenapa semua orang hari ini kompak membahas hal yang sama?

"Saya belum menikah, Pak. Nggak mungkin saya ajak suami orang buat honeymoon ke sini," jawab Lavanya ketus.

"Eh? Jangan atuh, Mbak! Masa cantik-cantik jadi pelakor," Pak Rohan tertawa, lalu melirik dari spion tengah. "Serius belum nikah? Bukannya dari informasi... duh, maaf Mbak, saya jadi banyak bicara."

Lavanya mengerutkan kening. "Informasi apa, Pak?"

Pak Rohan tersenyum canggung. "Mungkin saya salah dengar. Tapi Mbak Lavanya ini cantik dan sukses, kok bisa belum menikah? Apa cowok Mbak nggak takut kena tikung?"

Lavanya tersenyum miris. Pertanyaan ini sungguh menguji iman. "Jodoh saya masih setia jagain jodoh orang lain, Pak," balasnya keki.

Pak Rohan malah tertawa, seolah Lavanya sedang melawak. Namun, sedetik kemudian, ucapannya berubah menjadi serius.

"Jangan menunggu sesuatu yang nggak pasti, Mbak. Sebagai perempuan, lebih baik dicintai daripada mencintai." Pak Rohan menatap jalanan di depan dengan tatapan dalam. "Jangan tolak lelaki yang datang dengan tulus pada Mbak Lavanya, hanya demi lelaki yang mata dan hatinya sudah milik perempuan lain"

Lavanya terdiam. Kata-kata itu menghantam ulu hatinya, lebih keras daripada deburan ombak di luar sana

🦁🦁🦁

1
falea sezi
anehh malah nyalahin keluarga bloon ini vani
falea sezi
bentar leo agama nya kn beda ibunya islam bapak nya agama nya apa 😒 kok bisa istri islam. nikah ma agama beda emank sah kah
falea sezi
cocokk bgt visual nya
falea sezi
🤣🤣 kasian lo banyak licik sih vani
falea sezi
😒 berarti egois donk ni sepupunya si vany
falea sezi
kenapa g bs nikah sepupu kan bisa nikah
Maria Magdalena
jgn sampe farel dan vani jd pengganggu kehidupan rmh tangga vanya dan leo ya thor buang ke samudra atlantik aja😁
Dwi Sulistyowati
lanjut thor
Dwi Sulistyowati
cantik bgt vanya
Dewy Aprianty
lanjut thorr
Nacita
ih seru 🤣
Rian Moontero
lanjuuutt😍
octa❤️
karya yg bagus,semangat berkarya ya
Wawan
....✍️
Dian mom vano
jangan lama lama yaa
Yusa Yuwet
ditunggu ya?? dan smoga secepatnya
Dewi Ohapiah
akuuuuu... menunggumuuu
Dewi Ohapiah
ko blm up tor?
Azz Uky
kl CEO ny singa, GM ny macan
Nuraini Ajja
amin... semangat y thor nyusun skripsi ny.. smoga cepet slesai.. trus bisa up lg...
love you author....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!