NovelToon NovelToon
Mantan Komandan Muda

Mantan Komandan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyelamat / Fantasi
Popularitas:666
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Bima mengira ia bisa mengubur masa lalunya yang kelam di Desa . Mantan komandan regu pasukan khusus ini memilih hidup bersahaja sebagai petani jagung dan pemancing di tepi sungai demi melarikan diri dari trauma perang. Namun, kedamaian yang ia bangun susah payah runtuh setiap kali ia teringat pada Joni, sahabat sekaligus anak buahnya yang gugur dalam pelukan Bima akibat terjangan peluru senapan mesin musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lompatan kebebasan

Bima tanpa banyak bicara langsung membawa kembali tas ransel besar berisi pakaian itu.

Langkah kakinya terdengar konstan saat dia membawa tas tersebut kembali ke lantai dua. Bima duduk terdiam di sana, menunggu dalam keheningan yang panjang sampai tepat jam dua belas siang. Merasa bahwa komitmen pernikahan ini mulai berjalan pincang karena ego bisnis istrinya, Bima mengambil selembar kertas kosong dan sebuah pena. Dengan gerakan tangan yang mantap, dia mulai menuliskan sebuah draf perjanjian baru.

Waktu bergulir lambat hingga jam sembilan malam tiba. Mobil Viona akhirnya memasuki halaman villa setelah seharian penuh memeras otak di kantor pusat. Begitu melangkah masuk melewati pintu utama, Viona mendadak merasakan ada atmosfer yang aneh dan berbeda di dalam rumah. Bima tidak ada di lantai bawah. Biasanya, suaminya itu selalu berdiri siap menyambut kepulangannya dengan secangkir minuman hangat.

Didorong oleh rasa penasaran dan firasat yang tidak enak, Viona langsung berjalan cepat menaiki anak tangga menuju lantai atas. Benar saja, begitu pintu kamar terbuka, dia melihat sosok tegap Bima sedang berdiri diam di area balkon, menatap kosong ke arah kegelapan danau.

"Bima," panggil Viona lirih.

Bima pun membalikkan tubuhnya perlahan. Tanpa ekspresi marah atau kecewa, dia melangkah mendekat lalu menyodorkan selembar kertas draf yang dia tulis siang tadi tepat di hadapan Viona.

"Sepertinya kamu lupa menandatangani satu berkas ini," ujar Bima dengan suara baritonnya yang sangat dingin.

Viona yang masih kelelahan dan mengira itu hanyalah draf rules main-main seperti biasanya, tidak ingin ambil pusing. Tanpa melihat atau membaca satu patah kata pun isi tulisan di dalam kertas tersebut, Viona langsung menyambar pena dan membubuhkan tanda tangannya di atas kertas itu secara instan.

Bima menerima kembali kertas yang sudah ditandatangani tersebut, melipatnya rapi, lalu menyimpannya di dalam saku jaketnya. Namun, tepat setelah kertas itu masuk ke saku, ekspresi wajah Bima langsung berubah drastis. Tatapan matanya mendadak berubah menjadi sangat tajam dan dingin—sorot mata penuh determinasi seorang prajurit yang siap menjalankan misi mandiri.

Bima berbalik, menyambar tas ransel besarnya yang sudah tergeletak di atas lantai, lalu mulai melangkah lebar menuju pintu keluar kamar.

Melihat suaminya membawa tas dan hendak pergi, Viona langsung panik setengah mati. "Bim... Bima! Kamu mau ke mana?!" teriak Viona dengan suara bergetar.

Bima hanya diam seribu bahasa, terus melangkah maju tanpa memedulikan panggilan istrinya. Merasa suaminya benar-benar akan pergi meninggalkannya, Viona langsung berlari kencang menerobos ke depan Bima. Dengan gerakan cepat, dia menutup pintu kamar rapat-rapat dan menyandarkan seluruh tubuhnya di sana, memblokir jalan keluar.

"Kamu mau ke mana, Bim?! Jawab aku!" desak Viona dengan napas memburu dan mata yang mulai berkaca-kaca.

Bima menghentikan langkahnya tepat satu meter di depan Viona. Melihat jalan keluar di depannya sudah buntu total oleh hadangan tubuh istrinya, Bima tidak ingin menggunakan kekerasan fisik. Dia mundur tiga langkah ke belakang, memutar tubuhnya menghadap ke arah balkon luar yang terbuka lebar, lalu mengambil ancang-ancang yang matang.

Detik berikutnya, dengan gerakan setengah berlari yang sangat cepat sembari mencengkeram erat tali tas ranselnya, Bima langsung melompat bebas dari balkon lantai dua villa tersebut!

Wush!

Viona langsung menjerit histeris, berlari menuju pagar balkon dengan jantung yang serasa mau copot. Namun, begitu matanya melihat ke bawah, dia menyaksikan kemampuan fisik tingkat dewa dari suaminya. Setelah mendarat di atas rumput taman dengan teknik berguling yang sempurna tanpa luka sedikit pun, Bima langsung bangkit berdiri. Tanpa menoleh ke atas lagi, dia langsung berlari sekuat tenaga, melesat sangat cepat menembus kegelapan malam keluar melewati pagar villa, meninggalkan Viona yang hanya bisa menangis frustrasi di atas balkon meratapi kepergian suaminya yang begitu instan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!