NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil
Popularitas:37.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 10

"Terus sekarang mau kamu apa, hah?! Melamarmu pada kedua orang tuamu dan menikahimu?! Kamu mau jadi istri kedua pria tua ini?!" ucap Xander.

Istri kedua?! Otak Elena mendadak macet. Jantungnya berdisko ria karena syok.

Jadi, kakek-kakek me-sum bertenaga kuda yang sudah menghamilinya tujuh tahun lalu ini ternyata statusnya sudah beristri?!

"Kakek sudah menikah?!" tanya Elena memastikan.

"Ya tentu saja! Aku sudah menikah, bahkan sudah punya banyak cucu dan cicit!" jawab Xander ketus sembari mengacungkan tongkatnya ke udara dengan kesal. "Istriku itu galak sekali! Kalau dia tahu ada daun muda sepertimu menggebrak mejaku sambil mengaku membawa benihku, malam ini juga namaku akan dicoret dari kartu keluarga dan nisan kuburanku langsung dipesan olehnya!"

Elena mundur satu langkah, menatap Xander dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan jijik sekaligus tak percaya.

"Wah, wah... dasar tua-tua keladi! Semakin tua semakin menjadi, ya! Bisa-bisanya tujuh tahun lalu Kakek kelayapan di hotel mewah dan menjebak gadis polos seperti aku, padahal di rumah sudah bau tanah dan ditunggu cucu cicit! Benar-benar tidak tahu diri!" ejek Elena tak kalah kesal, melipat tangan di dada.

Sungguh, demi apa pun di dunia ini, Elena mendadak menyesal setengah mati pernah menyerahkan malam itu kepada pria di hadapannya.

Kalau dipikir-pikir lagi, jika dia bersikeras meminta pertanggungjawaban berupa pernikahan, masa dia harus menjadi istri kedua?

"Oh, tidak bisa! Gengsiku yang setinggi langit ini menolak keras dipoligami oleh lansia jompo! Lagipula, kalau kami menikah, anak-anak seumuran aku nanti akan memanggilku nenek? Menggelikan!" batin Elana menjerit.

Melihat ekspresi Elena yang berubah dari ambisius menjadi jijik, Xander yang aslinya cerdas dan licik langsung menangkap peluang emas. Otak tuanya berputar cepat untuk memanfaatkan situasi demi membebaskan diri dari jeratan gadis ini.

Xander sengaja menghela napas panjang, memasang wajah sedih yang dibuat-buat, lalu memijat pinggangnya.

"Begitulah, Nona. Fisikku ini sebenarnya sudah rapuh. Jangankan memberi nafkah batin, jalan dari parkiran ke ruangan ini saja encokku sudah mau kambuh. Setiap malam aku harus dibalur minyak kayu putih oleh istriku. Apa kamu siap hidup sengsara mengurus kakek-kakek penyakitan seperti aku?"

"Ih! Ogah! Siapa juga yang mau jadi perawat Kakek?!" semprot Elena, bergidik ngeri membayangkan harus memijat punggung keriput pria itu setiap malam.

"Nah, kalau tidak mau menikah, ya sudah. Urusan kita selesai, kan? Anggap saja malam itu adalah takdir yang salah alamat. Silakan keluar, pintu keluar ada di sebelah kiri," usir Xander dengan lambaian tangan yang diatur sesantai mungkin.

Namun, Elena bukanlah wanita yang mudah ditipu begitu saja. Elena kembali maju, menggebrak meja kerja Xander untuk kedua kalinya dengan mata yang berkilat tajam.

"Heh, Kakek Tua! Jangan pikir bisa lepas tangan begitu saja ya setelah mendengar status pernikahanmu!" seru Elena galak. "Aku memang tidak sudi menikah denganmu dan menjadi istri kedua, tapi anak kita butuh biaya hidup!"

Xander mengernyit.

"Selama tujuh tahun ini aku membesarkan anakmu sendirian! Kamu tahu tidak, gaya hidup anakmu itu luar biasa mahal! Dia tidak mau makan nasi lembek, mintanya keju impor, daging rendah lemak, dan susu formula premium yang harganya bikin dompetku menangis darah! Belum lagi ensiklopedia ekonomi berbahasa Inggris yang dia minta tiap bulan!" cerocos Elena berapi-api, mengeluarkan seluruh unek-unek penderitaan finansialnya selama ini.

Xander melongo. "Susu premium? Ensiklopedia ekonomi? Anak macam apa yang berumur enam tahun minta dibelikan buku seperti itu?" batin Xander bingung, namun di sisi lain ia mulai merasa karakter anak itu agak mirip dengan cucunya sendiri, Leonard.

"Jadi, apa maumu?" tanya Xander, menaikkan alisnya.

"Ganti semua uang biaya yang sudah aku keluarkan selama tujuh tahun ini! Bayar tunai nafkah dari bayi sampai sekarang, ditambah bunga inflasi! Kalau tidak, aku akan bawa anakmu ke sini dan membiarkan dia menceramahi Kakek tentang osteoporosis sampai Kakek pingsan!" tuntut Elena dengan mantap, menadahkan telapak tangannya di depan wajah Xander.

Xander menahan tawanya sekuat tenaga. Gadis di hadapannya ini benar-benar keras kepala, matre, tapi entah kenapa sangat menghibur.

Untuk sementara Xander akan mengikuti permainan Elena sampai ia bertemu dengan bocah yang dianggap benihnya.

"Baiklah, kalau itu maumu. Berapa totalnya?"

Elena tersenyum licik, langsung menyebutkan nominal fantastis yang membuat dahi Xander berkerut.

"Apa kamu bilang? Seratus miliar?! Apa kamu sudah tidak waras, hah?!" Xander refleks menyentuh dadanya yang mendadak terasa sesak. "Itu biaya membesarkan anak atau biaya membeli satu skuadron jet tempur?!"

Elena malah mendongak angkuh, mengibas-ngibaskan tangannya santai.

"Aduh, Kakek jangan lebay deh. Itu sudah termasuk kalkulasi inflasi, biaya jaminan masa depan, dan kompensasi atas kerugian nama baikku di kampung ini! Gaya hidup anak kita itu elite, Kek. Dia tidak bisa mencium bau asap cerutu, apalagi kalau dikasih makan mie instan, bisa demo dia!"

Xander memutar bola matanya, memegang tongkatnya erat-erat agar tidak khilaf mengetuk kepala calon karyawannya ini.

"Gila, benar-benar gila. Meski aku ini kaya, uang seratus miliar tidak jatuh dari langit seperti air hujan, Nona!"

Melihat korbannya mulai terpojok, Elena tersenyum super manis, lalu mencondongkan tubuhnya di atas meja, menatap Xander dengan kedipan mata.

"Ya sudah, kalau Kakek keberatan bayar tunai karena takut saldo rekeningnya jantungan, aku berikan solusi alternatif yang saling menguntungkan," tawar Elena penuh percaya diri.

"Solusi apa?" tanya Xander curiga.

"Jadikan aku pemimpin perusahaan perkebunan ini! Bagaimana?" Elena menaikkan alisnya, tersenyum licik. "Hitung-hitung ini menjadi uang muka warisan untuk anak kita Lagipula, daripada Kakek yang sudah sepuh ini kecapekan mengurus kebun sampai encoknya kambuh tiap sore, lebih baik serahkan takhta ini padaku. Aku yang pimpin, Kakek tinggal duduk manis di rumah sambil minum jamu kuat."

Xander langsung melongo mendengar kegilaan Elena yang levelnya sudah menembus lapisan ozon.

"Jadi pemimpin di sini?! Menjadi bos besar?!" Xander tertawa hambar, geleng-geleng kepala. "Heh, jangankan jadi pemimpin, kamu saja belum resmi aku terima jadi staf administrasi! Kamu ini mau melamar kerja atau mau merampok?!"

"Merampok berkedok pertanggungjawaban, Kek," jawab Elena tanpa dosa.

"Berani sekali gadis ini. Belum tahu dia kalau pemilik asli kebun ini adalah mafia berdarah dingin. Kalau Leon tahu ada wanita yang mau merampok kebun tehnya, bisa dijadikan pupuk kompos dia!" batin Xander terkekeh dalam hati.

"Baiklah. Aku akan pertimbangkan... tapi dengan satu syarat."

"Apa itu? Jangan bilang Kakek mau minta jatah malam kedua ya? Memang masih kuat?"

"Sembarangan! Mulutmu itu perlu disekolah lagi!" semprot Xander dengan wajah memerah menahan malu sekaligus kesal. "Syaratnya, bawa anak itu ke hadapanku besok pagi! Aku ingin melihat langsung bocah yang katanya seharga seratus miliar itu. Kalau wajahnya tidak mirip denganku, kamu akan aku jebloskan ke penjara atas tuduhan penipuan!"

"Oke! Siapa takut! Besok pagi aku akan membawanya ke sini, siap-siap saja Kakek jantungan melihat kembaran kecilmu!" tantang Elena mantap.

Xander memutar bola mata malas. Ia yakin gadis ini penipu kelas kakap!

1
Keysha Aurelie
wah Elena kapan lagi bermanja manja sama suami orang apalagi udah lansia dan di saksikan istri sah nya pula hahaha🤣🤣
asik nih gak sabar menunggu kelanjutannya
Oma Naomi saya mengagumi anda🤣
MamDeyh
😂😂😂
Nice1808
elena mata duitan demi uang dia akan bermanja2 dgn xander buat leonard cemburu🤭🤣🤣🤣
Dede Maesaroh
bener noah keluarga ayah mu emang aneh termasuk ibu mu🤣
Pawon Ana
ayo kita lihat dan nikmati ketika para tetua mengerjai cucu singa-nya....🤣
tinie
🤣🤣 kakek nenek mau balas dendam
tetang bagaimana jadinya ada anak kecil yng mirip
Dew666
Lanjuttttt
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus kau opa🤣🤣🤣🤣🤣🤣ciap oma jd singa
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nice1808
hahhah xander bego bukannyz menjelaskan dr awal klo elena salah tebak klo xander yg tdr di hotel itu, krna topeng leon yg mirip xander, mampus kau xander kena amukan naomi🤣🤣
Nice1808: 🤣🤣🤣🤣iya betul
total 2 replies
Kinara Widya
🤣🤣🤣🤣🤣segera jelasin ke istrimu Xander...sebelum terjadi perang dunia...🤣🤣🤣
Sri Rahayu
wkwkwkkk....kaget Naomi denger Noah panggil Xander PAPA.bukan kakek buyut 🤩🤩🤩...lanjut Thott kepo nih 😘😘😘
Mita Paramita
kakek nenek datang 🤣🤣🤣
Keysha Aurelie
hahaha lucu saat Noah panggil Opa Xander "Papa"🤣🤣🤣
Elena pasti panik melihat Naomi , berasa jadi wanita simpanan
🤣🤣
Leon siap siap jadi asisten opa dan oma mu🤣
vj'z tri
amin kan gak yaaa /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ itu dirimu versi mini maseee
Dew666
Lanjut lanjut lanjut
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat dan terimakasih up nya

meskipun namanya Leon tetap saja akan kupanggil singa yang alergi sentuhan🤣
hahaha Joni sampai menangis itu lho Leon 😂
habislah Leon setelah ini di tangan opa Xander 🤣
berani banget menghamili gadis sampai ada nya seorang anak yang menyebalkan
Senja: Wkwk sama sama beb, ini sambil nunggu kontrak baru up banyakan
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Senja: Okeeee kk
total 1 replies
Mita Paramita
kocak bapak sama anak🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!