NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Anak Genius
Popularitas:116.9k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang remaja yang dianggap sebagai generasi muda terkuat saat ini. Ia tidak hanya kuat, ia juga kaya. Semua ia dapatkan berkat campur tangan gurunya.

Takdir mempertemukannya pada seorang pendekar misterius. Pendekar itu sangatlah kuat, walaupun tingkahnya agak sembrono.

Di kemudian hari ia akan mengetahui identitas dari pria itu. Petualangan mereka berdua akan sangat seru dan penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangan Kanan Dewa Kematian : Hantu Pedang

Belum sempat ada yang menjawab pertanyaan Sha Nuo, Lan Suya sudah lebih dahulu bergerak.

Swush!

Ia melangkah cepat ke depan, lalu menangkupkan kedua tangannya dengan penuh hormat.

"Salam hormat kepada Yang Mulia Kaisar."

"Salam hormat kepada Jenderal."

Mendengar sapaan itu, Sha Nuo akhirnya mengetahui identitas kedua pendatang tersebut. Orang yang berdiri di depan mengenakan jubah kekaisaran berwarna emas dengan sulaman naga berkuku lima. Wajahnya tampak tenang, namun memancarkan wibawa seorang penguasa. Dialah Zhou Ren, Kaisar Kekaisaran Zhou.

Di sampingnya berdiri seorang pria paruh baya bertubuh tegap dengan jubah hitam keemasan. Tatapannya tajam laksana pedang yang belum terhunus. Ia adalah Panglima Tertinggi Kekaisaran Zhou, Jenderal Go Mu.

Go Mu menganggukkan kepalanya kepada Lan Suya sebagai balasan atas penghormatan tersebut.

"Nyonya Ya."

Kemudian, pandangannya beralih kepada orang-orang yang berdiri di belakang wanita itu.

Tatapan pertamanya langsung tertuju kepada Yuang Dao.

"..."

Sorot mata Go Mu sedikit berubah.

Bagaimana mungkin ia tidak mengenali orang itu? Itu adalah Hakim Langit, Yuang Dao. Sejak puluhan tahun lalu, nama itu telah dikenal sebagai salah satu pendekar terkuat di seluruh Kekaisaran Zhou.

Bahkan, Yuang Dao merupakan sahabat dekat mendiang Kaisar Zhou Tian, ayahanda Kaisar Zhou Ren. Konon, ketika Zhou Ren masih bayi, Yuang Dao pernah menggendong bahkan menimangnya sendiri.

Karena hubungan itulah, di seluruh Kekaisaran Zhou, hampir tidak ada seorang pun yang menganggap Yuang Dao sebagai bawahan keluarga kekaisaran. Bahkan Kaisar Zhou Ren sendiri selalu memperlakukannya sebagai seorang senior.

Orang seperti Yuang Dao tentu tidak perlu memberikan penghormatan kepada seorang kaisar. Itu adalah penghormatan yang diberikan keluarga kekaisaran kepadanya.

Go Mu masih mengingat dengan jelas keterkejutannya beberapa waktu lalu ketika menerima laporan bahwa Yuang Dao memutuskan bergabung dengan Kelompok Harta Langit.

Padahal selama puluhan tahun, pendekar legendaris itu selalu hidup sebagai pendekar pengelana. Ia tidak pernah bergabung dengan sekte, keluarga bangsawan, maupun kelompok mana pun. Kini ia justru berdiri bersama Kelompok Harta Langit.

Pandangan Go Mu kemudian bergeser kepada Rou Xi. Wanita itu juga dikenalnya. Salah satu pendekar andalan Kelompok Harta Langit. Kemampuannya telah lama diakui di Kekaisaran Zhou.

Lalu, tatapannya berhenti pada seorang pria bertubuh tinggi besar yang berdiri tidak jauh dari mereka.

"..."

Go Mu sedikit mengernyit. Ia sama sekali tidak mengenali pria itu. Namun, entah mengapa, hanya dengan berdiri diam, pria tersebut telah memancarkan tekanan yang bahkan membuat nalurinya menjadi waspada.

Go Mu kemudian mengalihkan pandangannya ke sekeliling.

"..."

Ekspresinya perlahan berubah serius. Perbukitan itu benar-benar telah berubah menjadi lautan kehancuran.

Retakan besar memenuhi tanah. Ratusan pohon tumbang berserakan. Di berbagai penjuru, kobaran api masih membakar hutan tanpa henti. Asap hitam membubung tinggi ke langit.

Firasat Go Mu langsung mengatakan satu hal. Semua ini, kemungkinan besar adalah akibat pertarungan antara Yuang Dao dan pria bertubuh besar yang tidak dikenalnya itu.

Pada saat itulah, Kaisar Zhou Ren memandang Lan Suya.

"Nyonya Ya."

Nada suaranya tenang, namun penuh wibawa.

"Bisakah Nyonya menjelaskan... apa yang sebenarnya telah terjadi di tempat ini?"

Lan Suya tertawa kecil.

"Hehe..."

Ia berusaha menyembunyikan rasa gugupnya di balik senyum anggun yang selalu menghiasi wajahnya.

Kemudian ia kembali menangkupkan kedua tangannya.

"Yang Mulia. Pertama-tama, izinkan aku meminta maaf."

Ia melirik sekilas ke sekeliling.

"Kerusakan di tempat ini memang terjadi karena sebuah... latih tanding."

"Kami terlalu terbawa suasana sehingga tanpa sadar menimbulkan kerusakan sebesar ini."

Jawabannya terdengar tenang dan diplomatis. Ia sama sekali tidak menyebut adanya kesalahpahaman maupun pertarungan besar yang baru saja terjadi.

Zhou Ren tidak langsung menjawab. Tatapannya menyapu seluruh lereng bukit yang hangus terbakar. Api masih menjalar dari satu pohon ke pohon lainnya.

Asap terus mengepul memenuhi udara. Beberapa hewan liar bahkan tampak berlarian menyelamatkan diri dari kobaran api.

Beberapa saat kemudian, Zhou Ren mengembuskan napas pelan.

"Pembicaraan bisa dilanjutkan nanti."

Ia menatap kobaran api yang semakin meluas.

"Kita harus segera memadamkan kebakaran ini sebelum merambat ke seluruh kawasan hutan."

Mendengar itu, Sha Nuo yang sejak tadi hanya mengamati akhirnya kembali melihat ke sekeliling.

"..."

Baru sekarang ia benar-benar memperhatikan akibat pertarungan mereka. Perbukitan yang tadinya hijau kini dipenuhi kobaran api. Tanah hancur dan pepohonan tumbang.

Ia mengusap dagunya pelan.

"Lumayan berantakan juga..."

Kemudian, ia melangkah maju beberapa langkah.

"Biar aku yang membereskannya. Serahkan padaku."

Whoossh...

Tanpa menghunus kedua pedangnya, ia hanya menghentakkan salah satu kakinya ke tanah.

Tap!

Dalam sekejap, kegelapan pekat keluar dari bawah telapak kakinya. Awalnya hanya berupa lingkaran hitam kecil. Namun...

Whoosshhh!! Kegelapan itu segera meluas dengan kecepatan yang mencengangkan.

Seperti lautan bayangan tanpa batas, ia merambat melewati retakan-retakan tanah, menyusuri lereng bukit, menelan bebatuan, batang pohon yang tumbang, hingga akhirnya mencapai kobaran api yang masih berkobar di berbagai penjuru.

"..."

Semua orang menatap tanpa berkedip. Begitu bayangan hitam itu menyentuh kobaran api...

Wuussh...

Api yang sebelumnya berkobar ganas tiba-tiba meredup. Tidak ada ledakan dan tidak ada semburan air. Api itu seolah ditelan.

Dalam hitungan napas...

Wuussh...

Wuussh...

Lidah-lidah api yang membakar pepohonan satu demi satu menghilang ke dalam kegelapan. Asap yang mengepul perlahan menipis. Kobaran yang semula menjalar ke segala arah lenyap tanpa meninggalkan percikan sedikit pun.

Hanya dalam beberapa saat, seluruh kawasan perbukitan kembali menjadi sunyi. Yang tersisa hanyalah tanah yang hangus, pepohonan tumbang, dan bekas-bekas kehancuran akibat pertarungan sebelumnya.

"..."

Keheningan menyelimuti tempat itu. Wajah Zhou Ren, Go Mu, Rou Xi, bahkan Lan Suya sendiri memperlihatkan sedikit keterkejutan.

Mereka pernah melihat orang memadamkan api menggunakan air. Pernah melihat pendekar angin memadamkan kobaran dengan badai. Bahkan ada pula yang menggunakan es.

Namun menggunakan elemen kegelapan untuk menelan api? Tak seorang pun pernah menyaksikannya.

Terlebih lagi, radius kebakaran yang baru saja dipadamkan membentang sangat luas, hampir menutupi seluruh lereng bukit. Kemampuan seperti itu benar-benar berada di luar nalar mereka.

Zhou Ren perlahan memalingkan wajahnya kepada Lan Suya.

"Nyonya."

Tatapannya kembali tertuju kepada Sha Nuo yang masih berdiri tenang di kejauhan.

"Siapakah sebenarnya orang itu?"

Lan Suya tersenyum tipis. Ia lalu menjawab dengan penuh hormat.

"Yang Mulia. Ia adalah Hantu Pedang, Sha Nuo."

"Tangan kanan Dewa Kematian, Senior Boqin Changing."

Mendengar nama itu, sorot mata Zhou Ren sedikit berubah.

"..."

Tentu saja ia mengenal nama Boqin Changing. Dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada pendekar yang namanya lebih sering terdengar dibandingkan pria tersebut.

Mulai dari berbagai pencapaian yang mengguncang dunia persilatan, hingga keterlibatannya dalam berbagai peristiwa besar yang mengubah peta kekuatan antar kekaisaran.

Saat ini Boqin Changing bahkan memikul tanggung jawab sebagai Pelindung Kekaisaran Qin sekaligus Pelindung Kekaisaran Shang. Dua kekaisaran berada di bawah perlindungannya.

Sepak terjangnya yang luar biasa membuat banyak orang mulai menyebutnya sebagai salah satu Kaisar Wilayah yang baru. Seorang tokoh yang kedudukannya telah melampaui pendekar biasa.

Namun kini, tangan kanan orang sebesar itu, ternyata sedang berdiri di wilayah Kekaisaran Zhou.

1
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz pokok'é 🔥🌽
Irfan tejo laksono
ahaiiii 👍👍👍
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍👍
mbono keling
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪
yayat
bantai jangn kash ampun tujukan pada paman nou rui murid dr boqin
Adek Darmansyah
udh mulai menyebalkan ni authorr...
Nanik S
Bantai semua dan ambil semua Cincin ruang musuh seperti biasanya
Nanik S
Rui... tunjukan pada Paman Nuo, bahwa mampu membantai mereka dan tidak selembut hatinya🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Ridwan Pasirjambu
😍😍😍😍
budiman
satu mawar 🌹
Raju
tiba dilokasi, bertatap muka, mengetahui tingkt kultivasi musuh, di izinkan bertarung seraya mencabut pedang... udah.... slsai....🤣🤣🤣
tariii
jangan remehkan bocil itu, wooooyyyyy.... jangan lihat tampangnya yg polos, dia itu monster kecil yg siap membant*i kalian para perampokk...🤭🤭🤭😂😂😂
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Muantebz
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz 🔥🌽
kute
super seru enak alur ceritanya tidak membosankan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!