NovelToon NovelToon
Oh! Mantan Kekasihku

Oh! Mantan Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:21.9k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Menjadi Dokter sukses di usia 31 tahun ternyata tidak cukup bagi Hazel untuk membeli satu hal yang paling ia inginkan yaitu kebebasan dari kekangan Ibunya, hingga ia dipaksa untuk pergi ke daerah perbatasan demi ambisi sang Ibu mencari menantu tentara.

Namun, takdir punya rencana lain. Di tempat itulah Hazel kembali dipertemukan dengan seorang pria yang sudah lama ia kenal, pria yang mampu menggoyahkan perasaan Hazel setelah 14 tahun lamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Siapakah pria itu? Bagaimana nasib Hazel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ma!

Baru saja Hazel menghidupkan mesin mobil, ponselnya kembali bergetar dan nama Mama berkedip di layar. Hazel tidak mengangkatnya, ia tahu jika mengangkat telepon itu hanya akan membuat konsentrasinya buyar saat menyetir.

​Begitu Hazel menginjakkan kaki di ruang tamu rumahnya, sebuah vas bunga kristal melayang dan hancur berkeping-keping tepat di dekat kakinya hingga membuat Hazel mematung karena terkejut.

​"Berani kamu pulang!" teriak Mama Vivian dengan wajah merah padam.

Di sampingnya, Papa Darius hanya diam membisu, tidak berani membela putrinya jika sang istri sudah mengamuk. Itulah yang selalu dilakukan Papa Darius, ia tidak punya kuasa atas Mama Vivian, karena Papa Darius tidak pernah membela Hazel ketika Mama Vivian marah.

​"Ma, Hazel capek...," belum sempat Hazel menyelesaikan ucapannya, Mama Vivian sudah bersuara.

​"Capek? Kamu pikir Mama tidak capek mengatur semuanya demi masa depan kamu!" teriak Mama Vivian mendekat dan langkahnya terdengar mengerikan di atas lantai marmer.

"Tommy menelepon Mama, dia bilang kamu telat, tidak sopan, penampilan kamu berantakan dan kamu menghinanya! Kamu tahu siapa dia? Dia itu jaksa agung, kamu sudah menghancurkan koneksi keluarga kita!" bentak Mama Vivian.

​"Ma, tadi Hazel harus menyelamatkan pasien! Apa jabatan Tommy lebih penting daripada nyawa seseorang?" tanya Hazel.

Plak...

​Satu tamparan lagi mendarat di pipi Hazel, hingga sudut bibir Hazel berdar*h.

​"Jangan gunakan profesi doktermu sebagai alasan untuk membangkang! Mama menyekolahkan kamu jadi Dokter supaya kamu punya kelas dan status, supaya kamu dipandang tinggi, bukan supaya kamu jadi pahlawan kesiangan yang melupakan tata krama!" bentak Mama Vivian.

​Mama Vivian merampas tas Hazel dan mengambil kunci mobil serta ponselnya, ​"Mulai besok, kamu tidak boleh ke rumah sakit selama seminggu," ucap Mama Vivian.

​"Ma! Mama gak bisa kayak gitu dong, aku punya jadwal operasi dan pasien!" teriak Hazel.

"Mama gak peduli, sekarang kamu ke kamar dan Mama akan kunci kamar kamu selama satu minggu," ucap Mama Vivian.

"Ma...," belum sempat Hazel protes, Mama Vivian sudah kembali bersuara.

"Percuma kamu protes, Mama akan mengurus cuti kamu di rumah sakit. Kamu harus ingat, rumah sakit itu milik Pamanmu dan Mama akan mengatur semuanya," ucap Mama Vivian.

Hazel tidak bisa melakukan apa-apa, ia akhirnya pasrah dan naik ke kamarnya yang ada di lantai 2. Mau kabur pun percuma bagi Hazel, karena Mama Vivian akan menyuruh orang untuk membawa Hazel pulang.

Seperti yang dilakukan Hazel beberapa bulan lalu, di mana Hazel pergi dari rumah dan menginap di hotel pinggir kota, tapi belum sampai 1 jam, anak buah Mama Vivian sudah menemukan Hazel dan membawa Hazel pulang.

Di ruang tamu, Mama Vivian masih emosi karena Hazel. Papa Darius hanya bisa menghela napas panjang sembari menyesap kopi hitamnya yang sudah mendingin.

​"Ma, menurutku kamu terlalu keras sama Hazel. Dia seorang Dokter dan tiba-tiba ada keadaan darurat, itu hal yang wajar," ucap Papa Darius dan mencoba meredam amarah istrinya.

​Mama Vivian menoleh cepat, tatapannya yang tajam bak belati kini menghujam langsung ke arah suaminya, ia menggebrak meja di hadapannya hingga cangkir porselen di atasnya berdenting nyaring.

​"Terlalu keras, kamu bilang? Pa, kalau bukan karena caraku yang keras ini, Hazel tidak akan pernah menjadi Dokter! Dia itu keras kepala, jadi dia harus diatur. Dia mau jadi pelukis? Mau hidup luntang-lantung mengandalkan kuas dan kanvas? Mau jadi apa keluarga kita kalau anak tunggalnya cuma penjual gambar?" tanya Mama Vivian.

​Papa Darius terdiam, ia mengepalkan tangannya di bawah meja. Ketidakberdayaannya menghadapi sang istri menjadi makanan sehari-harinya, ia hanyalah pion yang bergerak sesuai papan catur yang dirancang oleh sang istri.

​Sementara itu, di lantai dua, Hazel merosot di balik pintu dan memeluk lututnya erat-erat seiring dengan air mata yang luruh tanpa suara. Sudut bibirnya yang terluka terasa perih, namun rasa perih itu tidak sebanding dengan kekosongan yang menganga di dalam dadanya.

​Selama ini, hidup Hazel tak ubahnya seperti robot. Pagi ke rumah sakit, malam menghadiri jamuan kelas atas lalu pulang ke rumah yang terasa seperti sangkar emas yang mencekik. Ia tidak memiliki teman dekat, tidak memiliki hobi dan dilarang menyentuh kuas lukisnya lagi.

​Hazel menatap tangannya yang gemetar, tangan yang tadi sore menjahit luka dan menyelamatkan nyawa seseorang, malam ini justru dianggap tidak berharga hanya karena gagal menyenangkan hati seorang pria pilihan Ibunya.

​"Aku cuma mau bebas, Tuhan... Aku cuma mau menikmati hidupku," gumam Hazel parau di tengah kegelapan kamarnya.

Di tengah kesedihannya, pandangan Hazel terpaku pada sebuah lampu tidur berbentuk bola kaca dengan siluet pohon pinus di dalamnya. Lampu tidur itu adalah hadiah ulang tahunnya dari seorang pria, di mana pria itu pernah membuat hidup Hazel yang abu-abu menjadi penuh warna. Pria itu mengajarkannya bahwa langit sore tidak hanya berwarna biru, melainkan perpaduan jingga, ungu dan merah muda yang indah, warna-warna yang selalu Hazel goreskan di atas kanvasnya dulu.

​Hazel menyentuh lampu tidur yang dingin itu dengan jemarinya yang gemetar, "Gimana kabar kamu? Sudah empat belas tahun ternyata hiks hiks...," gumam Hazel.

.

Pagi harinya, di kediaman keluarga Ganendra tidak pernah diawali dengan kicau burung yang menenangkan, melainkan ketukan sepatu hak tinggi yang beradu dengan lantai marmer, seolah menjadi lonceng penanda bahwa sang penguasa telah datang.

​Di dalam kamarnya yang luas, Hazel terbangun dengan tubuh yang terasa remuk. Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden sutra, menerangi kamar bernuansa putih yang terasa begitu dingin. Saat Hazel mencoba memutar knop pintu kamar untuk sekadar mengambil segelas air, namun pintu itu tetap terkunci rapat dari luar.

​Hazel menghela napas panjang, kepalanya bersandar pada daun pintu yang tebal. Sudut bibirnya yang robek akibat tamparan semalam kini telah mengering dan terasa kaku saat ia mencoba berbicara pada diri sendiri.

​"Sudah tiga puluh dua tahun dan Mama masih menggunakan cara yang sama," gumam Hazel parau.

​Tak berselang lama, terdengar suara kunci yang diputar dari luar. Pintu terbuka sedikit, menampilkan sosok Bi Hani, kepala pelayan yang sudah bekerja di rumah itu bahkan sebelum Hazel lahir. Wanita paruh baya itu membawa nampan berisi sarapan, sup asparagus hangat, roti panggang dan segelas susu, terlihat jelas matanya memancarkan rasa iba yang mendalam yang berusaha ia sembunyikan. Di belakang Bi Hani, berdiri dua orang pria berbadan tegap dengan setelan jas hitam.

​"Non Hazel... ini sarapannya. Dimakan ya, Non," ucap Bi Hani dan meletakkan nampan di atas meja rias Hazel.

​"Bi, tolong bilang Papa. Hazel mau bicara," pinta Hazel dan matanya menatap Bi Hani penuh harap.

​Bi Hani hanya menunduk dan meremas celemeknya sendiri, "Tuan besar sudah berangkat ke kantor sejak pagi tadi, Non. Nyonya yang menyuruh Bapak berangkat lebih awal, dan... Nyonya juga berpesan, semua fasilitas Non Hazel disita untuk sementara waktu," ucap Bi Hani.

.

.

.

.

Bersambung.....

1
Indriani Kartini
jangan takut hazel ada babang gavin
Ceethra DeeNa
Lanjutt Kak
SeMangattt Up Lagii Buat Besok Kak

Makasiiii Kak Cerita Sorenya
Sri Udaningsih Widjaya
Suka ceritanya kak
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Vie
ya bukanya tujuan mamah nya Hazel nyuruh ikut kesana kan untuk mempertemukan dan menjodohkan Hazel dengan komandan pasukan yang ada di sana... jadi gampang aja kali...
Raisha: jangan² ma²nya hazel memang dah tau kalo yg jadi komandan pasukannya itu Gavin,jadi dia sengaja nyuruh hazel ikut jadi sukarelawan ke sana tp caranya nyuruh yg gak di sukai hazel krn apapun yg hazel mau & impikan pasti gak di setujui oleh ma²nya...dan mungkin juga dah dari pertama mereka pacaran sebenarnya ma²nya dah setuju tp waktu itu mereka kan masih sekolah,jd ma²nya kurang suka kalo mereka pacaran,lom tau masa depan Gavin seperti apa

semoga aja kali ini, hubungan hazel & Gavin benar² di restui oleh Ma²nya hazel🤲😂
total 1 replies
Vie
iiihh jadi baper Gavin.... kamu mau gak jadi sama aku aja.. 🤭🤭🤭
Djuniati 123
lamuaaa kapten 2th...nikah siri sj skrg😁
Win wina
ayo semangat Thor up nya banyak 👍🥰
Indriani Kartini
lanjut thor suka bngt 😍😍😍
Alex
cieeeee
Ceethra DeeNa
Aku Menunggu Kamu Gaviiiiinnnnnnnnjjjjj
Ceethra DeeNa: Aku Menunggumu Gaviinnnnnnn
total 1 replies
gemar baca
suka dengan cerita ringan tapi juga mendebarkan 😂
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Vie
perasaan kamu tuh jatuh mulu dokter .. modus kali ya jatih biar bisa dipeluk2 sama Gavin 🤭🤭🤭
Vie: waduh ketebak ya kak... 😁😁😁😁 sssttt ah sekarang mah aku mau diem aja atuh... 🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Vie
masa seorang suster gelap.... kan harusnya berani... lihat mayat atau darah juga kan diharuskan berani... 🤭🤭🤭
Ceethra DeeNa
Lanjuttt Up Kak
SeMangattt Up Sorenya Kakkkk

Makasiii Ceritanya Siang Iniiii
elaretaa: Terima kasih Kak🥰🥰
total 1 replies
Djuniati 123
ciye ciyeee
Ceethra DeeNa
Lanjutttt Kak
SeMangattt Up Lagiii Buat Siang Kak
erviana erastus
karena gavin dulu dianggap berandalan .... gimana emkax hazel kalo tau Gavin yg skrng?
elaretaa: Gimana ya??? Gimana kalau author yg nggak merestui mereka🤭
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sudah semua
elaretaa: Terima kasih Kak🥰🥰🥰
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
dasarrrr.. si halo dek!
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cemburu bilang vin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!