NovelToon NovelToon
Antara Masa Depan Dan Dia

Antara Masa Depan Dan Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: jestimjaber

mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dirawat..

Vara terbangun dari pingsan nya sekitar pukul 04.30 pagi hari, saat mata nya terbuka ia langsung melihat-lihat sekitar ia hanya ingin tau dimana dirinya saat ini. Dan saat ia menoleh ke kanan ke arah sofa ia melihat ada tiga orang pria yang tengah tertidur random.

kenapa disebut random karena ada yang tertidur di sofa sembari duduk ada yang tiduran di sofa sebelah nya, ada yang terduduk dilantai sembari menelungkupkan kepala nya di meja.

'kok bisa ada mereka, apa mereka yang bawa aku ke sini eh tapi aku dimana ini. Aku di infus seperti nya aku di rumah sakit' batin Vara.

Tiba-tiba suster masuk keruangan, dan ia langsung melihat Vara sudah sadar.

"Alhamdulillah sudah sadar, saya cek dulu ya" suster segera mengeluarkan alat-alat nya untuk mengecek kondisi Vara saat ini.

Namun karena mendengar suara suster yang sedikit keras ke empat pria tersebut mendadak terbangun, Kenzo yang pertama kali melihat Vara sudah sadar langsung berdiri dan mendekat ke ranjang tempat Vara terbaring.

"Var, Alhamdulillah kamu sadar" ucap Kenzo, entah kenapa rasanya bahagia sekali melihat Vara sudah sadar.

"Ya Allah Alhamdulillah var, saya sempat panik kamu tidak sadar-sadar" sahut Sena, ia sebetulnya masih sangat mengantuk namun karena melihat Vara bangun ia langsung berdiri dan menghampiri nya.

"Apa masih ada yang dirasa sakit mba?" tanya suster pelan, Vara tersenyum dan menggeleng.

"tidak sus, cuma masih sedikit pusing dan kepala nya seperti berat sekali" Suster langsung cek suhu tubuh Vara dan hasilnya normal.

"tidak apa-apa mba, ditahan sebentar ya ini efek karena mba nya baru sadar" jawab suster, setelah ia selesai memeriksa Vara ia pun berpamitan untuk keluar.

"Pak Sena, pak Kenzo, dan pak Zhafran kok bisa ada disini?" tanya Vara, ia kebingungan kenapa ke tiga orang itu bisa ada di ruang rawat nya saat ini.

"kemarin saya nemuin kamu pingsan di depan ruang kerja mas Sena terus kita berbondong bondong bawa kamu kesini" jelas Zhafran karena Vara terlihat sangat kebingungan.

"Maaf ya pak, kemarin kepala saya sempat nyeri hebat sampai saya tidak kuat menahan nya dan mungkin karna itu saya bisa pingsan" Vara sangat merasa bersalah kepada atasnya itu karena ia pingsan mungkin pekerjaan Sena jadi tertunda.

"tidak masalah Vara, tidak usah kamu pikirkan kamu fokus saja dengan kesembuhan kamu dulu"

"Betul Vara" sahut Kenzo, ia sebetulnya sangat khawatir berat namun karena status ia hanya teman atasannya Vara jadi tidak wajar kalo ia sepanik itu padahal Vara bukan siapa-siapa nya.

"pak saya belum mengabari orang tua saya, aduh dimana ya ponsel saya" Sena langsung mengeluarkan ponsel Vara dari saku nya.

"ini ponsel kamu, maaf semalam Reza yang mengantarkan nya kesini dan saya takut hilang akhirnya saya kantongi. Ini sudah saya charger juga takut nya kamu mau ngabari orang tua kamu" ucap Sena sembari memberikan ponselnya.

"Iya pak tidak apa-apa, terimakasih banyak" Vara langsung mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi orang tuanya.

dan setelah ia berbicara dengan ibu dan kakak nya, mereka pun berencana untuk menyusul Vara ke rumah sakit.

"Maaf pak, seperti nya orang tua saya akan datang sebaiknya bapak pulang dan istirahat saja. dan saya sangat berterimakasih karena bapak semua sudah mengantarkan dan menemani saya disini" ke tiga pria itu tersenyum

"Sama-sama Vara, kamu cepat sembuh ya" ujar Kenzo

Mereka bertiga pun segera pergi karena perintah dari Vara, ia bilang sebentar lagi orang tuanya akan datang jadi mereka memutuskan untuk pergi.

namun tak disangka-sangka saat mama dan kakak vara datang ia memberitahukan bahwa di depan ternyata masih ada seorang pria yang menunggu, ia kira Sena atau zhafran selaku atasan nya namun ternyata bukan.

"Di depan ada bos kamu? Dia yang ngantar kamu kesini" Vara mengerutkan dahi nya.

'Bos? bukan nya tadi aku sudah suruh mereka pulang ya, apa mereka masih menunggu di depan?'

"Bos aku?" belum sempat mama Vara jawab tiba-tiba saja Kenzo keluar.

"permisi Tante, mas" sapa Kenzo kepada mama dan kakak nya Vara.

"Silahkan masuk pak, terimakasih ya sudah mengantar Vara ke rumah sakit kebayang kalo tidak ada bapak gimana nasib Vara" ujar mama Vara.

"Maaf Tante tapi yang mengantar Vara kesini bos nya, pak Sena saya Kenzo Tante rekan kerja dia" Vara langsung memotong ucapan Kenzo.

"beliau pak Kenzo ma, dia polisi yang biasanya datang ke kantor buat bantuin nanganin kasus" lanjut Vara, mama Vara mengangguk mengerti.

Setelah Kenzo mengobrol sebentar dengan keluarga Vara dan memastikan Vara baik-baik saja ia langsung berpamitan pulang karena hari ini ia masuk kantor pagi.

...__________________...

Seperti nya Kenzo sudah mulai berani terang-terangan nih ke Vara, tapi Vara nya sadar engak yaaa..

1
nana bubu
lanjut dong min 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!