NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:904.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Bu Karina Datang

    Ardana masih berada di depan pintu ruangan Sanggar Mini milik Nayra. Kali ini rasa khawatir itu begitu besar. Nayra yang sedang sakit dan belum berobat serta belum ada makanan sedikitpun yang masuk.

     "Ya ampun, kenapa jadi begini?" gumamnya sambil mondar-mandir di depan ruangan itu. "Nayra, tolong buka pintunya, kamu sedang sakit dan harus minum obat," desak Ardana, berharap Nayra akan membuka pintu itu.

     Namun nihil, bujukan apapun yang dilakukan Ardana, tidak membuat Nayra luluh dan membuka pintu ruangan itu.

     Ardana kalang kabut, ia harus melakukan sesuatu. Bagaimana caranya Nayra bisa makan kemudian minum obat.

     Ardana melihat jam di tangannya entah yang ke berapa kali. Kali ini ia sudah tidak membujuk Nayra lagi, karena cara ini menurutnya terbilang paling ampuh.

     Dua puluh menit kemudian, akhirnya yang ia tunggu datang. Sang Mama yang tadi terpaksa dihubungi, sudah datang. Wajah perempuan paruh baya itu terlihat khawatir dan was-was.

     "Mama...akhirnya Mama datang. Maaf, Ma, Arda tadi terpaksa hubungi Mama." Ardana mendahului Bu Karina bicara, sebab ia takut diintrogasi duluan oleh sang mama.

     "Memangnya Nayra kenapa, tiba-tiba sakit saja. Kemarin pas Mama dan Papa pulang, ia tidak kenapa-kenapa?" herannya. Langkah kakinya sudah menuju tangga dan menaikinya.

     "Itu dia, Ma. Sakit kan tidak ada yang tahu. Nayra demam, badannya panas. Saat itu, Arda tugas malam karena...." Kalimat Ardana tidak tuntas, dia bingung harus katakan apa.

     "Ya ampun, Arda...Jangan sejajari dan pegang lengan Mama, Mama bisa jalan sendiri, kalau kamu pegangi kayak gini, Mama nggak bisa jalan dengan cepat. Lagian Mama masih sehat, tidak perlu kamu pegangi begini," protes Bu Karina. Ia pikir Ardana berjalan menyamai langkahnya lalu memegangi lengannya karena khawatir dirinya jatuh atau kenapa-kenapa.

Apa yang dilakukan Ardana adalah bentuk rasa gugup dan kekhawatiran kalau Bu Karina akan bertanya-tanya yang aneh-aneh.

     "Iya, Ma. Arda hanya khawatir saja." Ardana memberi alasan. Sementara hatinya kini merasa kalut, sebab ia takut nanti Nayra akan bilang yang sejujurnya kalau Ardana semalaman tidak di rumah karena menjaga pasien bernama Tiana.

     "Aduhh...kenapa juga tadi aku bilang ke Mama kalau aku habis tugas malam? Tapi, jika aku tidak bilang bahwa semalam aku tugas malam, bisa saja malah Nayra yang mengatakan yang sesungguhnya, kalau aku tugas malam karena menjaga Tiana." Ardana bermonolog, hatinya dilanda was-was.

     "Tadi, kamu bilang tugas malam. Tugas malam di mana dan kenapa? Mama jadi bingung, kamu ini baru pulang tugas malam dan kamu tidak tahu kalau istrimu sakit? Tapi, di mana dia sekarang?" cecar Bu Karina saat kakinya sudah menapaki lantai dua rumah itu.

     "Itu dia, Ma. Arda memang baru tahu Nayra sakit, pagi ini. Masalahnya, Nayra sampai pagi ini, belum minum obat. Tadi Arda sudah paksa makan bubur, tapi ia menolak dan marah. Sekarang dia mengurung diri di Sanggar Mini," tutur Ardana sambil mengarahkan langkah kaki sang Mama ke ruangan yang disebut sebagai Sanggar Mini.

     "Ya ampun, Arda. Kenapa Nayra bisa sampai marah? Apa istrimu tidak menghubungimu kalau dia sakit? Kamu ini, sepertinya lalai. Mentang-mentang sedang tugas malam, kamu sampai abaikan istrimu. Mama yakin istrimu menghubungimu, tapi kamu abai kan?" tuduh Bu Karina seakan tahu alur yang sudah terjadi pada Ardana semalam.

     "Mama bisa menebak pula. Jangan sampai Mama bisa menebak juga kalau pasien yang aku tunggu adalah Tiana, bisa celaka aku. Aduhhh...gimana kalau nanti malah Nayra yang bilang kalau aku tugas malam karena menjaga Tiana?" Ardana kembali was-was, apabila Nayra nanti mengatakan yang sesungguhnya.

     "Tapi, aku rasa Nayra tidak akan berani mengatakan itu, dia pasti tidak akan bicara yang sebenarnya," yakinnya dalam hati.

     "Ini pasti kamu yang abai. Kamu memang keterlaluan," omelnya masih belum berhenti, sampai tubuhnya tahu-tahu sudah berada di depan ruangan yang diberi nama Sanggar Mini oleh Nayra.

     "Istrimu di sini?" Bu Karina keheranan. Dia tidak tahu kalau ruangan itu adalah ruangan yang paling banyak Nayra habiskan waktunya di sana.

     "Iya, Ma. Dia tadi masuk ke ruangan ini. Nayra marah karena Arda memang tidak membuka pesan WA nya semalam, sebab Arda sibuk."

     "Tuh, kan, apa Mama bilang tadi? Dugaan Mama betul, kamu itu abai. Pasien mana yang membuat kamu abaikan istrimu sampai dia sakit saja tidak tahu?" Akhirnya pertanyaan itu keluar juga.

     Ardana seketika kalang kabut, untung saja saat ini mereka sudah berada di depan pintu ruangan Sanggar Mini.

     "Mama...sekarang Mama coba panggil Nayra. Arda yakin, kalau Mama yang bujuk dan panggil, Nayra pasti akan membuka pintu ini."

     Bu Karina mengerungkan keningnya dalam, merasa apa yang dikatakan Ardana benar juga. Bukankah tujuan dia dihubungi Ardana adalah untuk membujuk Nayra yang terlanjur marah, supaya membuka pintu ruangan itu, karena Ardana bilang kalau Nayra belum minum obat dan makan sesuap nasi pun.

     "Nayra Sayang, kamu di dalam kan, Nak? Ayo buka pintunya, ini Mama. Kata Arda, kamu sakit dan belum minum obat juga sarapan. Kamu marah sama Arda karena dia tidak sempat baca chat kamu, kan?" bujuk Bu Karina berharap Nayra mendengar dan luluh lalu membuka pintu ruangan itu.

     Sementara di dalam ruangan Sanggar Mini, Nayra yang terbaring lemah di bangku beralaskan busa tipis, sayup-sayup seakan mendengar seseorang memanggil.

     Meskipun tubuhnya lemas dan masih demam, Nayra perlahan bangkit. Saat berusaha bangkit lalu menduduki bangku itu, kepala Nayra seketika sangat sakit dan berat.

     "Ya ampun...." rintihnya seraya memegangi kepalanya yang sakit.

     "Nayra, Sayang...ini Mama Karina datang, Nak. Kalau kamu masih kuat dan dengar Mama, bukalah pintunya. Kamu sakit Sayang, kamu harus minum obat, tapi kamu harus sarapan dulu." Suara bujukan dari seseorang yang sangat dikenalinya terdengar.

     Nayra terperanjat, ia tidak yakin kalau di luar sana adalah Mama mertuanya.

     "Pasti hanya halusinasi," sangkalnya sambil menggeleng.

     "Nay...ini Mama. Buka pintunya. Kamu sedang sakit, Nak. Kamu dengar Mama, kan?" Suara itu kembali terdengar diiringi ketukan di pintu.

     Nayra tersentak, kini suara itu benar-benar nyata dan di luar ruangan ini adalah Ibu mertuanya.

     "Mama...itu benar-benar Mama Karina. Kenapa Mas Arda malah menyuruh Mama Karina datang?" gumamnya masih belum yakin.

     Karena ketukan di pintu itu masih terdengar dan suara Bu Karina terus memanggil, dengan perlahan dan langkah yang pelan karena tubuhnya lemas, Nayra menghampiri pintu, lalu membukanya.

     Saat pintu ruangan itu terbuka, Nayra benar-benar melihat Bu Karina yang terlihat sangat khawatir melihatnya.

     "Nayra...."

     Tubuh Nayra tiba-tiba melayang, matanya kunang-kunang, dan ia tidak sadarkan diri.

     Bu Karina dan Ardana panik. Untung saja, lagi-lagi Ardana sigap menangkap tubuh Nayra sehingga tidak jatuh ke lantai.

1
Boru Angin
lanjut enak cerita nya 👍
Lina Zascia Amandia: Silahkan Kak... 🙏🙏
total 1 replies
Boru Angin
aneh sekali punya suami kayak gitu
irma hidayat
cerita yang bagus
Tatan Utari
Apa ga salah Bandung / Bogor sampai 6 jam
vera tri
kesel liat nay ..terlalu lemah😢
vera tri
tinggali aj nay..ngapain menunggu orang yg tidak mencintai kita😢
Siti Saodah
pasti yng liatin itu si jalang Tiana
Siti Saodah
harusnya si Tama jangan menggangu rumah tangga nayra, meskipun dia dulu menemani nya dan cuma mau ketemu Nara,dia harusnya menghargai Arda
Siti Saodah
cukup Naira,kasian Arda dia sudah berusaha dan membuktikan kalau dia berubah
Siti Saodah
aku sampai nangis Thor di episode ini😭😭
Lina Zascia Amandia: Ya Allah, maafkan saya ya Kak, udah buat Kakak menangis... 😢😢😢🙏🙏
total 1 replies
Siti Saodah
tapi aku yakin kalau misalnya si Arda gak tau Tiana pernah hamil dia bakal tetep nikahi jalang nya itu
Siti Saodah
bodoh kalo kamu berfikir seperti itu nai,kamu rela di sakiti hanya karena punya mertua baik fikirkan kebahagiaan mu nai
Siti Saodah
dasar laki gak punya perasaan istri lagi demam bisa bisa nya di gagahi
Siti Saodah
ya lagian si nayra pengen banget di sentuh,udah tau kaki dingin gitu masih aja bertahan
Nok Denok
kirain cerita Bagus,,ga taunya cerita Oneng,,lebayy
Lina Zascia Amandia: Terimakasih Kakak. Maaf sudah lebay, karena si Onengnya udh ditinggal pergi oleh Bajuri...
total 1 replies
Zheevanya Putri
penulis ny lebay apa" d ksh note apa apa d note udah gitu pake curhat segala..
Lina Zascia Amandia: Hahhaa... maafkan saya yg lebay ya. Ini bentuk protes sy kepada pihak NT Kak. Masa iya nulis lelah2 tidak dpt reward. Maaf juga mental seseorang tdk sama satu sama lain. Mungkin saat kecewa sy bisanya lebay seperti apa yg kakak katakan. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sholawat Nariyah
AUTHOR MEMUAKKAN..
WANITA di jadikan objek perlakuan semena suami
Lina Zascia Amandia: Maaf ini hanya hiburan. Saya tidak bermaksud memberi kesan kalo wanita adalah objek semena2 suami. Kakak baca sampai tamat dong.
total 1 replies
Sholawat Nariyah
MEMUAKKAN, cerita ini cerminan dari diri Author yg menjadi Wanita lemah saat ada laki laki yg menginjak injak harga dirinya
Lina Zascia Amandia: Gak juga Kak, saya hanya memenuhi permintaan PF dengan tema Air Mata Pernikahan. Jangan terlalu menjudge dr tampilan isi tulisan ya Kakak cantik. Ini hanya hiburan, kalau gak sesuai jangan memojokkan penulisnya atau menuduh penulis seperti apa yang ditulisnya. Kalau tuduhan Kakak tdk sesuai, maka akan jadi dosa untuk kakak lho. Tapi berhubung saya gak mau menjadikan tulisan sy ini dosa bagi orang lain, saya maafkan Kakak saat ini juga agar saya gak menuntut Kakak kelak di akhirat. Alhamdulillah nama Kakak Sholawat Nariyah, banyak2 baca sholawat agar dpt syafaat dr Kanjeng Nabi Besar kita Muhammad SAW. Makasih kehadirannya ya Kakak cantik. Selamat dunia akhirat. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nok Denok
mampir Thor,, kayaknya bagus nih, tp letak paragraf awalannya sedikit mengganggu
Lina Zascia Amandia: Wah, makasih byk Kak.... paragraf awal? Ok, saya cek? Ganggunya di mananya, biar sy perbaiki. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
effan jayadi putraa
semangat kak semoga ad cinta nya😍
Lina Zascia Amandia: Aamiin... smgt juga buat Kakak...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!