Cerita tentang seseorang yang berasal dari Indonesia berpindah ke sebuah dunia fantasy, dimana terlihat gunung berbentuk pedang dan pulau melayang itu biasa. Untuk bertahan hidup dia yang tak memahami kemampuan peningkatan di fiksi memililih menggunakan Teknik dari Indonesia yang menggunakan Tenaga Dalam yang dia ubah beberapa caranya. Isi dari novel ini hanya perjalanannya mencari cara untuk membuat kemampuan tenaga dalam milik Indonesia bisa menyaingi peningkatan kemampuan di dunia tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TrueRuler, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 1: Dunia Lain?
{Ada air didalam bumi
Berputar mengitari diri
Tak mencoba melawan
Walau hanya angin
Tak bisa diisi bagai laut
Tak bisa dikendalikan bagai besi
Kutak peduli
Kutak takut
Menciptakan kemampuan dengan berdiri
Menyatukan diri dengan dunia
Dari laut menjadi langit
Aku bangkit}
Di dunia yang terlihat sangat bersih dari polusi seseorang terbangun, dirinya membuka mata dan sangat kaget dengan penampakan dihadapannya.
“Dimana aku”
“Dari baunya terasa seperti sebuah puncak gunung”
“Tapi ini berbeda”
Karena dirinya berasal dari sebuah ibukota negara yang begitu padat dan penuh polusi tentu saja dia tau ini bukan negaranya dan keadaan yang begitu hijau menunjukkan ini bukan dunianya.
“Tapi tak terlalu buruk”
“Walau aku tak tau dimana tapi rasanya cukup menyenangkan berada di pegunungan ini”
Kabut di kejauhan menghilang…
“Apa itu?”
“Gunung berbentuk pedang?”
“Pulau diatas awan?”
“Waduh apakah aku berada di dunia fantasy?”
“Hanya saja melihat kedua pulau ini…. Sepertinya ada dua kekuatan yang saling bertabrakan”
“Tapi masalahnya hanya pulang saja”
“Bagaimana?”
“Oh iya namaku Agni Cakra”
“Asalku Indonesia”
“Dan…..”
“Sialan apakah tidak ada sistem atau apapun untukku? setelah memindahkanku ke dunia ini?!?!”
Dikarenakan dia berpindah dunia dia sama sekali gak tau teknik peningkatan hanya saja di negaranya ada sesuatu yang namanya tenaga dalam. Tenaga dalam ini adalah tenaga yang berasal dari dalam diri manusia, yang digunakan dengan berbagai teknik yang kuat atau pun lemah. Tak ada peningkatan hanya saja pemahaman akan ilmu dan artefak yang membuat pendekar masa lalu di negaranya kuat, walau belum sampai melawan dewa. Ditambah dari fiksi yang dia baca kebanyakan itu hanya negara luar membuat nya hanya mengingat sedikit soal konsep tenaga dalam.
Dirinya memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat menjauh dari tepi tebing, karena dia merasa dia gak akan bisa bersaing di dunia tersebut.
“Baiklah sepertinya aku harus kabur dari tebing ini untuk sekarang, sampai sistem aktif atau apapun kekuatan yang memindahkanku ke isekai untuk menyadari keberadaanku”
“Sementara aku sepertinya hanya bisa menggunakan tenaga dalam.”
Dengan keahlian campingnya, yang dia pelajari saat memanjat gunung di negaranya salah satunya gunung Merapi. Dia bisa membuat sebuah tempat berkemah sementara, dirinya memilih sebuah gua yang sangat kosong dan juga dingin. Dia gak tau dari mana dingin ini berasal, tapi dia memilih gua ini karena matahari di dunia tersebut sangat terik.
“Hmm aku perlu mengecek dari mana asal hawa dingin ini”
“Mari kita coba menggunakan energi tenaga dalam”
Memejamkan mata, energi berkumpul menyelimuti tubuhnya dengan warna yang terlihat biru.
“Oh rasanya hangat”
“Apakah ini tenaga dalam? Rupanya cukup mudah untuk menggunakannya”
“Hmm tapi aku merasa lelah lebih cepat, Lebih baik aku pergi menyelidiki angin dingin ini dulu”
Saat berada di dalam gua dirinya menyadari itu adalah sebuah batu aneh, dimana batu ini memancarkan angin dingin. Cakra yang menyadari kalau ini bukan batu biasa menutupi batu itu dengan kayu agar udara dinginnya tak terlalu kuat, dan agar ada halangan bagi udara. Untuk itu masalah udara dingin pun berhasil diatasi, MC yang berpindah dengan peralatan menebang pun mengambil sebuah kapak dari ranselnya. Dia pergi memilih beberapa pohon untuk ditebang, dengan lihai MC memilih dan menebang pohon yang dianggapnya cocok. Karena waktu dia berpindah saat pagi hari, dirinya pun bisa mengerjakan ini dengan waktu yang cukup luas membuat pintu untuk gua dan dengan menimbang udara dingin MC membuat sebuah pintu dengan ventilasi di bagian atasnya.
Setelah pintu selesai MC membuat sebuah ranjang, untuk membuat ranjang itu cukup lembut dia menggunakan tanah yang rumputnya cukup tebal untuk menjadi alas dirinya juga menambahkan plastik diatasnya untuk membuat dirinya tak kotor. Sekarang pikirannya hanya beristirahat dan memahami kemampuan tenaga dalam dari negaranya. Dirinya ingin mencoba sebuah teori yang sudah lama dia ingin lakukan, dia mencoba menyerap tapi entah kenapa tenaga dalam menolak tenaga alam. Bagai air dan minyak MC cukup bingung, walau tenaga dalam bisa pulih dia sadar kalau tenaga dalam tidaklah seperti teknik kultivasi ataupun sihir dari negara lain.
“Ah ini sulit”
“Saat aku menyerap entah kenapa energi itu tak bisa ditarik ke titik dibawah pusarku”
“Itu selalu hanya berakhir di jantung”
“Juga energi dalamku gak bisa ditarik ke jantung hanya berpendar di sekitar kulit”
“Walau gak bisa meningkat, untuk bergerak cepat atau meningkatkan tenaga kurasa ini cukup untuk sementara”
“Tapi melihat kedua pulau tadi ini masih harus dicari cara memanfaatkan tenaga dalam untuk bisa mengimbangi kedua kekuatan itu.”
Setelah mengecek tenaga dalam dan mencoba beberapa kali malam itu dia tertidur, ketika terjaga sudah pagi kembali. Ketika dirinya mencoba melakukan cek pada bagian dalam gua, terlihat hanya dalam sehari kayu kayu yang digunakan untuk menutupi berakar menjadi sebuah pohon. Menariknya pohon ini masing masing ada yang membentuk udara panas dan dingin. MC yang mengingat akan sebuah fiksi xianxia yang dia tonton memahami jikalau batu itu adalah batu spiritual, dan alasannya kedinginan itu karena udara sangat padat. Untuk alasan kenapa setelah diletakkan kayu dinginnya berkurang itu karena kayu itu bertindak sebagai pemecah udara agar tak langsung ke pintu gua, juga karena menyerap itu membuat intensitas dari energi itu menurun.
Cakra mulai berpikir bagaimana dia bisa mengubah tenaga dalam untuk bisa meningkat seperti teknik kultivasi. Dia ingin mencoba dengan meningkatkan tubuhnya dengan hewan dunia itu yang sudah memiliki energi tenaga dalam cukup besar menurutnya, untuk itu dia membuat sebuah jebakan, dimana didalam jebakan ada sebuah kayu yang tajam. Juga memanfaatkan batas berat dari penahan untuk jebakan itu berkerja. MC akhirnya berputar di sekitar hutan tersebut dia mengintip beberapa kelinci pemakan daging yang sedang memakan daging hewan besar. Saat MC melihat mahluk mahluk itu, seekor dari mereka sadar dan dari itu yang lain juga terlihat sadar.
“Gawat”
“Aku sepertinya harus mencoba mengalirkan tenaga dalam lagi kali ini”
“Kali ini kucoba mata dan kaki”
Energi terlihat mengubah warna mata milik Cakra, dan kaki cakra diselimuti energi biru. Mahluk mahluk itu langsung bergerak ketika merasakan perubahan pada MC, karena kelinci kelinci ini banyak MC hanya bisa kabur dan mengatur pergerakan supaya mahluk itu itu bergerak dengan tepat.
“Huff..Huff”
“Tebakanku benar mereka mengincar tenaga dalamku”
“Mahluk ini terus melompat ke sisa tenaga dalam yang kutinggalkan bagai sebuah pelacak”
MC terus berlari, menyadari jikalau tenaga dalamnya sudah akan kosong dia segera melompat ke atas jebakan dan sesuai perhitungannya kelinci itu melompat mengikuti gerakan yang dia tunjukkan. MC pun melompat dan menekan sehingga jebakan tersebut langsung runtuh, dan saat bersamaan MC kabur keluar dari jebakan terjatuh melihat kelinci itu tertancap di atas ceracak kayu tajam. Tapi terlihat masih ada banyak kelinci yang rupanya jatuh tanpa tertancap, untuk itu MC mengambil daun kering dan menebarkan membuat lubang itu tertutup daun setengahnya. MC membakar dengan sebuah kayu melemparkannya kedalam, melihat kelinci kelinci itu terbakar MC duduk menunggu.
Dalam setengah jam api memenuhi isi dalam lubang tersebut, MC mengambil garam dan melemparkan lubang tersebut. Bau bau wangi daging tercium, tapi untuk membuat predator lain tak sadar MC melemparkan beberapa daun berbau kedalam api.
“Terlihat sudah masak”
MC memindahkan seluruh daging kedalam gua. Pada saat itu MC kebetulan membawa biji beras, dia sengaja meninggalkan beras tersebut dikedalaman gua di petakan yang dia buat. Walau hanya seadaanya petakan itu menumbuhkan beras beras yang berkualitas.
“Hmmm…. Aku perlu membuat sebuah alat untuk memisahkan gabah”
Dengan pengetahuan dari desa yang pernah dia kunjungi di negaranya Indonesia, dirinya membuat alat untuk memisahkan gabah dengan biji beras. Setelah alat selesai dia melakukan proses untuk itu, dan saat telah terpisah seluruhnya MC memisahkan biji untuk ditanam dan biji untuk disimpan. Saat sedang berkerja dari luar MC mendengar suara Langkah kaki dari Binatang yang cukup besar, MC menilik pintu dan melihat mahluk tersebut hanya lewat seperti sedang mencari sesuatu.
Hiss memang lagi mode survival tapi jangan kebanyakan atuh...