NovelToon NovelToon
Nenekku Pahlawanku

Nenekku Pahlawanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Mirage Ink

Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.

Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.

Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Retakan ruang di atas Kota Qinghe terus membesar.

Awalnya hanya selebar beberapa meter. Namun dalam beberapa napas...

Retakan itu telah membelah langit sejauh puluhan kilometer. Petir hitam menyambar tanpa henti.

BOOOM!!

Setiap sambaran membuat gunung-gunung di sekitar kota bergetar. Tak lama kemudian...

Sebuah kaki melangkah keluar dari dalam kehampaan.bBukan langkah yang cepat. Namun setiap pijakannya membuat ruang di sekitarnya runtuh.

Crack...

Crack...

Crack...

Seluruh makhluk hidup merasakan tekanan yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Burung-burung jatuh dari langit. Binatang iblis di Pegunungan Tianhuang serentak berlutut.

Bahkan para kultivator Alam Raja di Kota Qinghe mulai gemetar.

Han Tian menggertakkan gigi.

"Aura... seperti apa ini?"

Yan Luo berusaha berdiri, tetapi lututnya kembali menghantam tanah.

"Mustahil..."

Qin Feng menatap retakan ruang dengan mata membelalak.

"Dia benar-benar datang sendiri...."

Perlahan...

Seluruh tubuh sosok itu keluar. Ia mengenakan jubah hitam panjang tanpa hiasan. Rambutnya berwarna putih keperakan. Wajahnya tampak masih muda, tetapi kedua matanya seperti telah menyaksikan jutaan tahun berlalu.

Tekanan yang dipancarkannya membuat lima Raja Kegelapan serentak berlutut.

"Kami memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar!"

Suara mereka bergema bersamaan. Seluruh Kota Qinghe langsung terdiam. Pria itu bahkan tidak melirik mereka. Tatapannya hanya tertuju pada satu orang.

Shen Yu.

...

Untuk pertama kalinya...

Shen Yu merasakan tubuhnya menjadi berat. Esensi Naga Purba di dalam dirinya bergetar.

"Anak muda. Musuh ini jauh berbeda."

Shen Yu bertanya dalam hati.

"Seberapa kuat dia?"

Beberapa saat...

Esensi Naga Purba tidak menjawab. Lalu akhirnya terdengar suara yang pelan.

"Saat aku masih hidup aku pernah bertarung melawan orang seperti dia."

Kalimat itu membuat Shen Yu langsung menyipitkan mata.

Berarti...

Kaisar Dewa Kegelapan berasal dari dunia yang jauh lebih tinggi.

...

Pria berjubah hitam akhirnya membuka mulut. Suaranya tidak keras. Namun terdengar jelas di telinga seluruh orang.

"Jadi...kau pewarisnya."

Shen Yu mengangkat pedangnya.

"Kalau yang kau maksud pewaris harta nenekku, benar."

Kaisar mengangguk pelan.

"Aku mencarimu selama tiga ribu tahun."

Semua orang langsung membeku.

Tiga ribu tahun?

Bahkan Lin Xue ikut mengernyit.

"Mustahil manusia tidak mungkin hidup selama itu."

Kaisar hanya tersenyum tipis.

"Manusia?nAku sudah lama berhenti menjadi manusia."

BOOOM!!

Aura hitam kembali meledak. Di belakang tubuhnya muncul bayangan raksasa.

Seekor naga hitam. Namun naga itu berbeda. Seluruh sisiknya dipenuhi retakan merah.

Kedua matanya hanya menyisakan kehampaan. Esensi Naga Purba di dalam tubuh Shen Yu langsung meraung.

"Naga Iblis! Dia telah membunuh salah satu bangsa naga dan menyerap jiwanya!"

Mata Shen Yu berubah dingin.

Kini ia mengerti. Mengapa Pedang Pemusnah mampu membantai naga. Karena pemiliknya telah melakukannya sebelumnya.

Kaisar Dewa Kegelapan perlahan mengangkat tangan kanannya. Ia hanya menunjuk Shen Yu dengan satu jari.

"Berlutut."

BOOOOM!!

Tekanan tak kasat mata menghantam tubuh Shen Yu.

Udara di sekitarnya meledak. Langit retak. Bahkan ruang di bawah kaki Shen Yu mulai runtuh.

Han Tian berteriak.

"Tuan Muda!"

Namun...

Shen Yu tetap berdiri.

Kakinya memang turun beberapa senti. Tetapi ia tidak berlutut. Urat-urat di lengannya menegang.

Aura emas kembali membubung. Empat Roh Suci meraung bersamaan.

Auuuuung!!

Tekanan itu akhirnya terpatahkan. Kaisar sedikit mengangguk.

"Bagus. Setidaknya kau lebih kuat daripada naga terakhir yang kubunuh."

Kalimat itu membuat seluruh langit menjadi sunyi. Shen Yu mengangkat pedangnya.

"Kau banyak bicara."

Kaisar tersenyum.

"Aku hanya penasaran. Apakah pewaris baru mampu melampaui pendahulunya."

Selesai berbicara...

Tubuh Kaisar menghilang. Pupil Shen Yu langsung mengecil.

"Hilang?"

Tidak.

Bukan hilang.

Terlalu cepat.

Esensi Naga Purba berteriak.

"Belakangmu!"

Shen Yu langsung berbalik dan mengayunkan pedangnya.

CLAAANG!!

Pedang emas dan dua jari Kaisar bertabrakan.

Benar.

Hanya dua jari.

Namun benturan itu menghasilkan ledakan yang jauh lebih besar daripada seluruh pertarungan sebelumnya.

DUUUAAARRR!!

Shen Yu terpental menembus tiga bukit. Gunung-gunung itu runtuh seketika. Debu memenuhi langit.

Di bawah...

Semua orang kehilangan suara. Raja Kegelapan Pertama menundukkan kepala.

"Itulah kekuatan Yang Mulia."

Di sisi lain...

Qin Feng mengepalkan tangannya.

"Perbedaannya terlalu jauh..."

Tiba-tiba...

BOOOM!!

Seluruh reruntuhan gunung meledak. Cahaya emas menembus langit. Shen Yu kembali terbang keluar.

Meski darah mengalir dari sudut bibirnya...

Tatapannya tetap tajam. Ia mengusap darah itu perlahan.

Lalu tersenyum tipis.

"Jadi ini lawan yang sesungguhnya."

Di belakangnya...

Bayangan Naga Purba perlahan berubah semakin nyata. Sisik-sisik emas mulai menyelimuti lengan kanan Shen Yu.

Sementara itu, di hadapan mereka, Kaisar Dewa Kegelapan akhirnya melepaskan sedikit tekanan yang selama ini ia tahan.

Dalam sekejap...

Langit di atas Benua Tianxia berguncang. Di berbagai penjuru benua, para kultivator tua yang telah mengasingkan diri serentak membuka mata.

Mereka memandang ke arah Kota Qinghe dengan wajah penuh keterkejutan. Salah seorang di antaranya bergumam lirih,

"Pertempuran yang mampu menentukan nasib seluruh Benua Tianxia... akhirnya dimulai."

1
anggita
like👍iklan☝, Shen Yu.
Mirage Ink: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!