NovelToon NovelToon
One Piece: Puppet System

One Piece: Puppet System

Status: tamat
Genre:Sistem / Anime / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: RabilMuhammadTahir

Muzan Kibutsi, seorang remaja dari Bumi, meninggal akibat kecelakaan dan bereinkarnasi ke dunia One Piece beberapa bulan sebelum perjalanan Luffy dimulai. Sebagai orang biasa tanpa kekuatan apa pun, ia memperoleh Puppet System, sebuah sistem yang memungkinkannya melakukan gacha menggunakan Belly untuk mendapatkan boneka karakter dari berbagai dunia anime.

Setiap boneka memiliki penampilan, kemampuan, dan gaya bertarung seperti karakter aslinya, tetapi sepenuhnya dikendalikan oleh Muzan dan setia tanpa syarat.

Dengan mengumpulkan Belly, membangun koleksi boneka, dan bergerak dari balik bayang-bayang, Muzan perlahan mengukir namanya di lautan. Sementara sejarah One Piece terus berjalan, seorang dalang misterius mulai memainkan perannya di balik panggung, siap mengubah keseimbangan dunia dengan pasukan boneka dari berbagai dimensi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Pencuri Takdir dan Manipulator Absolut

​Alun-alun utama markas Angkatan Laut Cabang ke-153 tenggelam dalam keheningan yang mencekam. Waktu seolah berhenti berdetak. Angin laut yang biasanya berhembus kencang kini hanya berani berbisik pelan, menyapu debu-debu yang melayang di udara akibat ledakan kecepatan sonic boom sesaat sebelumnya.

​Di tengah lapangan, tubuh raksasa Kapten Morgan terkapar tak berdaya. Darah segar mengalir dari luka tebasan diagonal yang sangat presisi di dadanya, menodai seragam putih kebanggaannya. Kapak besinya yang patah tergeletak tak berguna di dekat kaki Monkey D. Luffy.

​Luffy, yang masih berada dalam posisi meregangkan lengannya, mengerjapkan matanya yang bulat. Mulutnya perlahan terbuka lebar hingga rahangnya nyaris menyentuh tanah. Bintang-bintang imajiner berbinar terang di kedua matanya.

​"SUGEEEEEEE!!! KAKKOIIII!!!" teriak Luffy memecah keheningan, menunjuk ke arah pemuda berambut kuning yang memunggunginya di ujung lapangan. "Hei, hei, Zoro! Kau lihat itu?! Dia berubah menjadi petir! Zzzttt, bam! Tiba-tiba kapak paman botak itu patah! Keren sekali!"

​Zoro tidak ikut berteriak. Keringat dingin meluncur dari pelipisnya, melewati bandana hitam yang melilit kepalanya. Tangan kanannya mencengkeram erat gagang Wado Ichimonji. Ia menatap tajam ke arah punggung Zenitsu Agatsuma.

​Tidak salah lagi, batin Zoro, giginya bergemeretak menahan ketegangan. Dia adalah pemuda yang sama di Toroa. Kecepatannya... bahkan lebih gila dari semalam. Aku nyaris tidak bisa melihat kapan dia menarik pedangnya. Jika pedang itu diarahkan ke leherku, apakah aku bisa menangkisnya?

​Ratusan prajurit Angkatan Laut yang mengelilingi lapangan akhirnya tersadar dari keterkejutan mereka. Senapan-senapan flintlock terjatuh dari tangan mereka yang gemetar. Kapten Morgan yang tiran, yang mereka anggap sebagai monster tak terkalahkan, tumbang hanya dalam satu kedipan mata oleh orang asing.

​"K-Kapten Morgan... dikalahkan..." bisik salah satu prajurit, yang kemudian berubah menjadi sorakan lega. Tirani telah berakhir.

​Luffy tertawa lebar dan mengambil langkah maju ke arah Zenitsu. "Hei, Ksatria Petir! Terima kasih sudah menyelamatkan kami! Kau mau bergabung dengan bajak lautku—"

​Namun, sebelum Luffy menyelesaikan kalimatnya, Zenitsu perlahan menolehkan kepalanya sedikit, cukup untuk memperlihatkan matanya yang masih terpejam rapat dari balik poni kuningnya.

​ZZZTTT!

​Percikan listrik menyambar di sekitar kaki Zenitsu. Dalam seperseribu detik, tubuhnya meledak menjadi kilatan cahaya kuning dan menghilang sepenuhnya dari alun-alun, meninggalkan jejak listrik statis yang menari-nari di aspal batu sebelum akhirnya memudar. Ia melesat ke atas atap-atap gedung dan lenyap tak berbekas.

​"Yaaah..." Luffy memanyunkan bibirnya dengan kecewa. "Dia pergi begitu saja. Padahal aku ingin menjadikannya musisi kapal atau semacamnya."

​Zoro menyarungkan pedangnya dan menghela napas panjang, menatap langit biru. "Dunia ini benar-benar dipenuhi monster yang tidak masuk akal. Ayo pergi dari sini, Luffy. Kita sudah menyelesaikan urusan kita."

​Di lantai tiga kedai The Golden Clam, Muzan Kibutsi membuka matanya. Ia baru saja menarik kembali Zenitsu ke dalam Puppet Storage secara paksa tepat sebelum Luffy mencoba berinteraksi dengannya. Berbicara dengan sang tokoh utama saat ini bukanlah langkah yang bijak, karena boneka yang sedang dalam mode tidur tidak bisa merespons percakapan dengan luwes tanpa mengorbankan persona aslinya.

​Muzan mengusap pelipisnya. Dadanya naik turun dengan tenang. Tidak ada rasa sakit kepala. 336 Poin Mental yang dimilikinya benar-benar menangani sinkronisasi ekstrem antara observasi x-ray Neji dan serangan kecepatan cahaya Zenitsu dengan sangat mulus.

​Namun, kepuasan Muzan belum berakhir. Tepat saat ia menyandarkan punggungnya ke kursi kayu, panel holografik sistem di depannya meledak dengan warna keemasan yang jauh lebih terang dari biasanya. Suara terompet kemenangan mekanis bergema di dalam kepalanya.

​«"DING!"»

«"ACHIEVEMENT EPIK TERBUKA: [PENCURI TAKDIR (Stealer of Destiny)]"»

«"Kondisi Terselesaikan: Host telah secara langsung mengintervensi, mengambil alih, dan mengubah titik krusial dari garis takdir tokoh utama (Monkey D. Luffy). Anda mencuri panggung penyelesaian pertarungan dan mengubah jalannya sejarah lokal secara absolut."»

«"Deskripsi: Takdir di dunia ini memiliki arusnya sendiri. Mereka yang berani membendung arus tersebut dan membelokkannya ke arah mereka sendiri adalah entitas yang pantas disebut sebagai 'Dalang'. Anda bukan lagi sekadar penonton, Anda adalah penulis ulang sejarah."»

«"Hadiah Achievement: +2 Slot Kapasitas Pengendalian Boneka, +300 Poin Kekuatan Mental (Mental Skill Points)."»

«"Apakah Host ingin mengintegrasikan hadiah poin ini sekarang?"»

​Mata Muzan melebar. Ambisinya yang dingin terbakar oleh antusiasme yang jarang ia rasakan. +2 Slot Boneka berarti ia bisa memanggil empat boneka sekaligus ke dunia nyata! Ini bukan lagi sekadar duel atau formasi tag-team; ini adalah kapasitas untuk membentuk pasukan squad militer penuh.

​"Integrasikan semuanya. Sekarang," perintah Muzan, suaranya sedikit bergetar karena antisipasi.

​«"Mengintegrasikan 300 Poin Kekuatan Mental..."»

​Gelombang energi murni menghantam otak Muzan. Kali ini, sensasinya berbeda. Jika integrasi sebelumnya terasa seperti memperlebar jalan, integrasi kali ini terasa seolah-olah otaknya dicabut dari batasan manusia fana dan dihubungkan ke sebuah superkomputer kosmik.

​Ruangan di sekitarnya terasa melambat. Debu yang beterbangan tertiup angin dari celah jendela terlihat berhenti di udara. Muzan bisa mendengar dan membedakan suara kepakan sayap lalat di luar jendela, detak jantung pemilik kedai di lantai bawah, hingga suara ombak yang membentur dermaga dari jarak satu kilometer. Persepsi sensoriknya menembus batas biologis.

​Muzan memejamkan mata, menyerap kekuatan kognitif yang nyaris setara dewa itu. Ia merasa bisa menyelesaikan persamaan matematika paling rumit di dunia dalam hitungan detik, atau memanipulasi empat boneka dengan kepribadian dan gaya bertarung berbeda sekaligus tanpa sedikit pun kehilangan fokus pada tubuh aslinya.

​Ia membuka matanya kembali. Dunia kembali berjalan normal, namun pikiran Muzan tidak akan pernah sama lagi.

​[STATUS HOST]

Nama: Muzan Kibutsi

Usia: 14 Tahun

Afiliasi: Tidak Ada

Kekuatan Fisik: 4.1

Kecepatan: 5

Ketahanan: 3.1

Kekuatan Mental: 636 (+300)

Kapasitas Pengendalian Boneka: 4

​"Enam ratus tiga puluh enam poin mental," gumam Muzan, sebuah seringai absolut terukir di wajah pucatnya. "Dengan ini, kelemahan terbesarku—yaitu kerentanan saat melakukan sinkronisasi—telah sepenuhnya hilang."

​Kini saatnya ia memeriksa fitur-fitur baru yang terbuka berkat pencurian brankas Morgan tadi. Muzan memiliki total Belly lebih dari 4 Juta. Ia kaya raya.

​Ia membuka tab [Shop].

​Layar antarmuka toko melayang di depannya. Terdapat beberapa kategori: Utility, Consumables, System Upgrades, dan Miscellaneous.

​Muzan menelusuri daftar tersebut. Harga-harganya cukup mengejutkan.

​Ramuan Penyembuh Minor (Minor Healing Potion): 50.000 Belly. (Menyembuhkan luka sayatan dangkal dan memulihkan stamina 10%).

​Den Den Mushi (Standar): 150.000 Belly.

​Jubah Ilusi (Illusion Cloak): 500.000 Belly. (Dapat menutupi identitas boneka dari deteksi Haki Observasi tingkat rendah).

​Upgrade Slot Boneka Ekstra (+1): 100.000.000 Belly.

​"Seratus juta Belly untuk satu slot ekstra," Muzan mengangkat alisnya. "Ternyata hadiah +2 Slot dari Achievement tadi nilainya setara dengan dua ratus juta Belly. Sistem ini benar-benar tidak main-main dengan inflasi kekuatannya."

​Ia memutuskan untuk tidak membeli apa pun dari Toko saat ini. Belly-nya yang empat juta sangat berharga, dan ia membutuhkan dana itu untuk melakukan gacha darurat jika suatu saat ia butuh karakter baru, atau menyimpannya untuk mencapai tingkatan Gacha Mitos (10 Juta Belly) di masa depan.

​Selanjutnya, ia membuka tab [Collection: Fraksi].

​Sebuah pohon diagram muncul. Banyak cabangnya yang masih berupa siluet gelap yang terkunci, namun ada dua cabang yang bersinar terang.

​«"FRAKSI TERDETEKSI:"»

​1. [Demon Slayer Corps]

​Karakter Dimiliki: Giyu Tomioka, Zenitsu Agatsuma.

​Status: 2/X (Belum Lengkap).

​Efek Sinergi Aktif (Level 1): [Napas Tak Berujung] - Stamina fisik dari seluruh boneka faksi Demon Slayer meningkat sebesar 10%, dan efek teknik pernapasan mereka sedikit ditingkatkan.

​2. [Shinobi Konoha]

​Karakter Dimiliki: Neji Hyuga.

​Status: 1/X.

​Efek Sinergi Aktif: Tidak ada (Dibutuhkan minimal 2 karakter dari faksi yang sama untuk mengaktifkan sinergi tingkat 1).

​"Menarik," analisis Muzan. "Ini berarti sistem mendorongku untuk mengumpulkan karakter dari satu semesta (universe) atau satu organisasi yang sama untuk mendapatkan buff pasif. Pasukan pilar Hashira atau pasukan Akatsuki di bawah kendaliku akan memiliki daya tempur yang berlipat ganda karena sinergi ini."

​Namun, memburu sinergi faksi melalui gacha murni adalah perjudian probabilitas. Ia tidak bisa mengandalkannya untuk saat ini.

​Muzan menggeser pandangannya ke sudut layar, menuju tab [Inventory].

​Di sana, tersimpan rapi dua buah [Tiket Gacha Karakter Kuat (Tier Ungu)] yang ia dapatkan dari misi bentrokan dengan Zoro dan penyelesaian alur Kota Shells. Dua tiket yang masing-masing menjamin karakter seharga 100.000 Belly dengan tingkat kekuatan tempur menengah-ke-atas.

​"Kapasitas kendaliku sekarang empat slot," batin Muzan. "Aku punya Giyu, Zenitsu, dan Neji. Aku masih bisa memanggil satu boneka lagi secara bersamaan di lapangan, namun memiliki variasi untuk dirotasi jauh lebih strategis."

​Muzan menganalisis komposisi pasukannya.

​Giyu: Pejuang garis depan, pertahanan luar biasa, fleksibel.

​Zenitsu: Pembunuh kilat, damage ledakan murni, kejutan taktis.

​Neji: Pengintai mutlak, pertarungan jarak dekat pengrusak organ (anti-baja).

​"Aku kekurangan daya hancur area (AoE) jarak jauh dan kemampuan pertahanan absolut atau utilitas medis pendukung. Di laut lepas, jika kapalku diserang dari jauh oleh meriam atau sekumpulan monster laut, aku butuh tembakan artileri pemusnah," gumam Muzan.

​"Sistem, gunakan kedua [Tiket Gacha Karakter Kuat] sekaligus."

​Roda roulette di dalam pikirannya tidak lagi muncul satu per satu. Dua layar roulette ungu berputar secara paralel dengan kecepatan tinggi. Dengungan mekanisnya memenuhi ruang mental Muzan. Ia tidak berdoa; ia hanya menatap probabilitas itu dengan tenang.

​KLIK! KLIK!

​Kedua roda itu berhenti nyaris bersamaan pada spektrum ungu gelap.

​«"DING!"»

«"Gacha Ganda Selesai. Selamat, Host mendapatkan DUA Boneka Tingkat Kuat (Tier Ungu)!"»

«"Mengekstrak data karakter... Menyesuaikan hukum energi hibrida ke dunia One Piece..."»

«"Ekstraksi selesai."»

​Dua buah kartu perlahan melayang dari layar.

​Kartu pertama memancarkan aura panas yang membuat udara di sekitar Muzan seolah mendidih. Di kartu itu, tergambar seorang pria dewasa dengan rambut hitam pendek yang tertata rapi. Ia mengenakan seragam militer biru dengan aksen emas, serta sebuah mantel pelindung hitam di bahunya. Tangannya terbungkus sarung tangan kain putih yang memiliki sulaman lingkaran transmutasi merah yang aneh. Wajahnya tampan, namun sorot matanya tajam dan penuh dengan otoritas militer.

​«"Boneka Diperoleh: Roy Mustang"»

«"Asal Dunia: Fullmetal Alchemist (Brotherhood)"»

«"Afiliasi Asli: Militer Amestris (Kolonel)"»

«"Gaya Bertarung: Flame Alchemy (Alkimia Api) - Mengontrol kepadatan oksigen dan menciptakan ledakan destruktif melalui percikan api."»

«"Status Boneka: Tersimpan di [Puppet Storage]"»

​Napas Muzan sedikit tercekat. "Kolonel Mustang... Sang Alkemis Api." Senyumnya mengembang lebar. Ini bukanlah sekadar artileri; ini adalah pemusnah masal berjalan. Kemampuan memanipulasi oksigen dan meledakkannya dengan jentikan jari adalah kemampuan yang jauh lebih mematikan di dunia maritim daripada pengguna Buah Iblis Mera Mera no Mi pada tingkat dasar, karena Mustang tidak mengandalkan proyektil, melainkan meledakkan titik kumpul oksigen secara instan di mana pun targetnya berada.

​Muzan mengalihkan pandangannya ke kartu kedua.

​Kartu ini tidak memancarkan panas, melainkan hawa kering yang mencekik, seolah-olah seluruh kelembapan di udara telah disedot. Di gambar itu, berdiri seorang remaja berambut merah berantakan. Lingkaran hitam tebal menghiasi mata hijau pucatnya yang menatap kosong. Di dahinya terukir kanji berwarna merah yang berarti 'Cinta' (Ai). Di punggungnya, ia membawa sebuah kendi labu raksasa yang tampaknya sangat berat.

​«"Boneka Diperoleh: Gaara (Era Ujian Chunin / Awal Shippuden)"»

«"Asal Dunia: Naruto"»

«"Afiliasi Asli: Sunagakure (Ninja Pasir)"»

«"Gaya Bertarung: Manipulasi Pasir, Sabaku Kyu (Peti Mati Pasir), Suna no Tate (Perisai Pasir Absolut)."»

«"Status Boneka: Tersimpan di [Puppet Storage]"»

​"Sempurna," bisik Muzan, tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. "Ini benar-benar sempurna."

​Gaara memberikan pertahanan mutlak (Absolute Defense). Perisai pasirnya bereaksi secara otomatis untuk melindungi tuannya dari serangan jarak jauh maupun proyektil. Terlebih lagi, kemampuan Gaara untuk meremukkan musuh dengan tekanan pasir raksasa menjadikannya crowd control (pengendali kerumunan) yang tak tertandingi di darat maupun di atas kapal yang dipenuhi tanah.

​Dengan lima boneka ini—Giyu, Zenitsu, Neji, Mustang, dan Gaara—Muzan Kibutsi telah bertransformasi dari seorang perencana yang hati-hati menjadi komandan sebuah pasukan yang mampu meluluhlantakkan sebuah pangkalan Angkatan Laut skala menengah sendirian. Jika ia mengontrol Mustang, Gaara, Neji, dan Giyu secara bersamaan, ia adalah dewa di medan perang East Blue.

​"Koleksi yang luar biasa. Tapi, aku tidak boleh terlena," Muzan menenangkan dirinya, menghapus senyum dari wajahnya. "Di paruh kedua Grand Line (Dunia Baru), kekuatan seperti ini masih berada di tingkat komandan menengah. Aku butuh jutaan Belly lagi untuk mencapai kelas Legenda dan Mitos."

​Ia berdiri dari ranjang, merapikan jubah hitamnya. Urusannya di Kota Shells sudah selesai. Ia telah merampok brankas Morgan hingga bersih tanpa jejak, dan ia telah mengamankan hadiah misi utama.

​Jika ia tetap berada di sini, Angkatan Laut akan segera menemukan hilangnya uang mereka, dan investigasi besar-besaran akan dilakukan. Meski ia yakin bisa membantai seluruh Angkatan Laut di pulau ini, itu akan menaikkan nilai buronannya (atau lebih tepatnya, buronan boneka-bonekanya) terlalu cepat dan mengundang kedatangan perwira tinggi dari Markas Besar (Marineford). Ia masih membutuhkan waktu untuk tumbuh di balik layar.

​Muzan mengambil tas kecilnya dan keluar dari kamar kedai, meninggalkan kunci di atas meja.

​Di pangkalan Cabang 153, kekacauan telah berganti menjadi kepanikan institusional.

​Morgan telah diborgol dan diobati sekadarnya untuk disidang ke pengadilan militer. Komandan Ripper, perwira tertinggi kedua di sana yang merupakan pria baik dan terhormat, telah mengambil alih kendali pangkalan. Ia baru saja memerintahkan anak buahnya untuk turun ke ruang bawah tanah, berniat membagikan kembali uang hasil sitaan Morgan kepada para penduduk kota sebagai bentuk permintaan maaf.

​Namun, sepuluh menit kemudian, seorang prajurit berlari terbirit-birit menaiki tangga dengan wajah seputih kertas. Ia menabrak meja Komandan Ripper di lapangan.

​"K-Komandan Ripper! Gawat! Ini bencana!" teriak prajurit itu histeris.

​Ripper, yang sedang mengatur laporan, mengerutkan kening. "Tenanglah, Prajurit! Ada apa? Apakah ada sisa anak buah Morgan yang memberontak?"

​"Bukan! Ini soal brankas! Brankas utama di ruang bawah tanah..." Prajurit itu menelan ludah, seluruh tubuhnya gemetar. "Kunci mekanisnya hancur dari dalam, pintu baja itu terbuka, dan isinya... isinya KOSONG MELOMPONG! Tidak ada sepeser Belly pun yang tersisa! Bahkan perhiasannya lenyap tak berbekas!"

​"APA?!" Ripper menggebrak mejanya dan berdiri, matanya membelalak tak percaya. "Bagaimana mungkin?! Puluhan juta Belly uang kertas dan emas yang seberat ton-tonan bisa lenyap dalam waktu kurang dari satu jam?! Tidak ada kapal kargo yang meninggalkan pelabuhan pangkalan kita, dan tidak ada satu pun prajurit yang melihat orang masuk ke sana!"

​"K-Kami tidak tahu, Pak! Seolah-olah uang itu ditelan oleh hantu!"

​Berita tentang "Pencuri Hantu" itu menyebar bagaikan api liar di kalangan Angkatan Laut. Misteri itu akan menghantui Ripper selama bertahun-tahun, karena tidak ada jejak sidik jari, tidak ada lubang galian, dan tidak ada jejak kereta kuda yang membawa beban berat.

​Di saat yang sama, Monkey D. Luffy dan Roronoa Zoro sedang tertawa riang di sebuah perahu kecil mereka, merayakan awal petualangan mereka dan mengarahkan layar menuju lautan lepas, sama sekali tidak menyadari bahwa seseorang telah merampas kekayaan musuh mereka.

​Jauh dari kepanikan pangkalan militer dan tawa sang tokoh utama, Muzan Kibutsi berdiri di atas dek sebuah kapal dagang besar yang melayani rute timur-selatan dari Kota Shells. Kapal itu perlahan meninggalkan pelabuhan, layarnya mengembang menantang angin fajar.

​Muzan bersandar pada pagar kapal, menatap daratan yang perlahan mengecil. Jubah hitamnya berkibar tenang. Di dalam benaknya, koneksi pasif dengan Byakugan Neji (yang kini berada di dalam ruang storage namun Muzan tetap memanfaatkan ekstensi penglihatannya secara internal dengan mengkonsumsi stamina) beroperasi pada tingkat rendah untuk memantau sekeliling laut, memastikan tidak ada kapal Angkatan Laut yang mengejar.

​"Uang sebanyak empat juta Belly tidak akan bertahan lama jika aku mulai membelanjakannya untuk ekspansi Shop dan Gacha," analisis Muzan. "Aku butuh sumber dana yang konstan. Bajak laut rendahan bernilai ratusan ribu Belly tidak sepadan dengan usahanya."

​Di lautan East Blue, ada beberapa nama besar yang memiliki nilai buronan di atas sepuluh juta Belly. Arlong adalah yang tertinggi (20 Juta), Don Krieg (17 Juta), Kuro (16 Juta), dan Buggy si Badut (15 Juta Belly).

​"Arlong memiliki pangkalan yang sangat tertutup di Desa Cocoyasi, dan krunya adalah Manusia Ikan yang kuat di dalam air. Aku belum memiliki kapal tempur sendiri jika harus berhadapan dengan pertempuran laut melawan mereka. Don Krieg memiliki armada lima puluh kapal... terlalu merepotkan untuk dihadapi saat ini tanpa merusak identitasku."

​Pilihan yang paling logis dan menguntungkan jatuh pada target yang paling dekat dengan rute navigasi standar setelah Kota Shells.

​Sebuah kota bernama Orange Town, yang saat ini sedang diduduki oleh kru Bajak Laut Buggy.

​"Buggy si Badut," gumam Muzan, mengingat informasi tentang karakter tersebut. "Mantan kru Raja Bajak Laut, pemakan Bara Bara no Mi (Buah Iblis yang membuatnya kebal terhadap tebasan). Nilai buronan: Lima Belas Juta Belly. Ditambah lagi, Buggy sangat terobsesi pada harta karun. Kekayaan yang ia tumpuk di pangkalannya pasti setara atau bahkan lebih besar dari uang sitaan Morgan."

​Muzan menepuk pinggiran kapal. Jika Giyu Tomioka melawan Buggy, serangan tebasan pedang mungkin tidak akan banyak berguna berkat kekebalan buah iblis badut tersebut. Namun, Muzan memiliki kartu As yang tidak peduli pada kekebalan tebasan.

​"Kolonel Mustang akan sangat senang membakar sirkus badut itu menjadi abu," seringai dingin tersungging di bibir Muzan. "Dan Gaara bisa memenjarakannya dalam peti mati pasir sebelum ia sempat memisahkan tubuhnya."

​Kapal dagang itu terus melaju membelah ombak. Sang Dalang telah merencanakan langkah selanjutnya di atas papan catur East Blue. Ketika Luffy dan Zoro mungkin akan tiba di sana untuk mencari navigator (Nami), mereka hanya akan menemukan panggung yang telah diubah secara dramatis oleh sang Pencuri Takdir.

​Target selanjutnya telah dikunci. 15 Juta Belly menunggu untuk dipanen.

1
variable of ancient
batu gravitasi bukanya udah dipasang thor
Bintang Surya
lanjutttt
Bintang Surya
upp terus thor
Jane R.S
lanjut upp
Axel
thor sebaiknya pakai kalimat dewa, jangan pakai kalimat tuhan
Rabil Muhammad Tahir: terimakasih saran nya dan saya sudah revisi ya 🙂‍↕️
total 1 replies
Bintang Surya
uppp thor
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Blue Lock München Gaiden
MP
gas
Bintang Surya
uppppp
Rabil Muhammad Tahir: makasih komennya 😭😭 jadi terharu ada yang semangat sama novel saya
total 1 replies
Bintang Surya
lanjut plisss
Bintang Surya
bagus
Bintang Surya
pliss upp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!