NovelToon NovelToon
Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Deni adalah seorang pemuda jenius yang berada satu langkah lagi menuju puncak ilmu bela diri, namun secara sepihak diusir oleh gurunya untuk turun gunung dengan sebuah misi yang sangat absurd yaitu menjadi kurir Shopee Food. Untuk membuka segel kekuatannya dan resmi menjadi Raja Bela Diri sejati, Deni diwajibkan oleh sebuah sistem misterius untuk mengumpulkan seribu ulasan bintang lima dari para pelanggannya di kerasnya ibukota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Ting.

Suara notifikasi merdu dari sistem ajaib langsung bergema nyaring di dalam kepala Deni yang membuat pemuda itu tersenyum sangat puas dan bahagia.

[Sistem Raja Kurir Merespon Pelanggan Arya memberikan ulasan bintang lima sempurna atas jasa penyelamatan nyawa dan pengamanan aset perguruan]

[Progres Tuan bertambah menjadi sembilan dari seribu ulasan bintang lima]

"Terima kasih banyak Arya, kamu memang pemuda yang sangat baik dan tahu cara membalas budi yang benar," puji Deni sambil menepuk-nepuk bahu Arya lagi dengan penuh kasih sayang.

"Sekarang pergilah pulang dan hati-hati di jalan ya, kalau nanti ada preman yang berani mengganggumu sebut saja namaku keras-keras biar mereka kabur."

Arya mengangguk mantap lalu membungkuk memberi hormat sekali lagi sebelum akhirnya berlari cepat keluar dari ruangan itu untuk segera pulang.

Kini tinggal Clara dan Deni yang berdiri saling berhadapan di dalam ruang penyimpanan barang antik yang kondisinya sedikit berantakan tersebut.

"Kamu ini jalan pikirannya benar-benar tidak bisa ditebak ya Deni, tadi kupikir kamu sungguhan mau merampok anak malang itu," kata Clara sambil memijat pelipisnya yang mendadak pusing melihat kelakuan pengawalnya.

"Aku ini orang jujur dan baik hati Nona Clara, aku cuma butuh ulasan sistem agar kekuatanku bisa cepat naik level dan aku bisa melindungimu dengan lebih kuat lagi," jawab Deni dengan sangat jujur.

Clara tersenyum manis mendengar jawaban polos yang keluar dari mulut pemuda yang selalu melindunginya tanpa pamrih itu.

"Ya sudah ayo kita pulang saja sekarang, acara lelangnya juga pasti sudah bubar di aula bawah sana," ajak Clara mulai berjalan mendahului Deni keluar ruangan.

"Eh tunggu sebentar Nona bos, Nona tidak lupa kan dengan janji suci kita sebelum berangkat ke hotel tadi sore?" tagih Deni berlari kecil mengejar langkah kaki Clara di lorong.

Clara menghentikan langkahnya di depan pintu lift dan menoleh ke belakang menatap Deni dengan kening yang berkerut kebingungan.

"Memangnya janji apa Deni, aku merasa tidak pernah menjanjikan apa-apa padamu hari ini selain gaji bulanan utuh," goda Clara sengaja pura-pura lupa untuk menjahili pemuda itu.

Deni langsung memajukan bibirnya cemberut dan melipat kedua tangannya di depan dada dengan gaya merajuk layaknya anak kecil.

"Nona Clara jangan pura-pura amnesia mendadak dong, Nona kan sudah janji mau membelikanku nasi goreng kambing di perempatan jalan kota," ucap Deni mengingatkan janjinya dengan suara agak keras.

"Perutku ini sudah konser keroncongan dari tadi karena aku cuma bisa makan angin selama melihat orang kaya buang-buang uang miliaran di ruang lelang."

Clara tertawa lepas tanpa jaim melihat ekspresi lucu dari pemuda sakti yang kadang memang bersikap sangat kekanakan itu.

"Iya iya aku ingat kok janjinya Deni, ayo kita berangkat ke warung nasi goreng itu sekarang pakai mobilku saja biar cepat sampai," ajak Clara dengan senyum yang sangat ramah.

"Wah beneran ini Nona, asyik akhirnya aku bisa makan daging enak malam ini tanpa harus keluar uang sepeserpun dari dompetku," sorak Deni bertepuk tangan kegirangan.

"Tapi motor matic bututmu itu bagaimana nasibnya Deni, masa mau ditinggal di parkiran hotel mewah ini sendirian sampai besok?" tanya Clara mencoba mengingatkan.

Deni mengibaskan tangan kanannya dengan santai sebagai pertanda bahwa dia sama sekali tidak mempedulikan nasib kendaraan operasionalnya itu.

"Biarin saja menginap di sini Nona, paling besok pagi aku ambil lagi sekalian aku mau numpang mandi gratis di toilet lobi hotel," jawab Deni dengan sangat asal dan tidak tahu malu.

Mereka berdua pun berjalan berdampingan masuk ke dalam lift untuk turun menuju ke lantai dasar hotel tersebut.

Suasana di dalam kotak besi itu terasa sangat canggung sekaligus tenang karena mereka hanya berdua saja di dalam sana tanpa ada yang membuka suara.

Ting.

​Pintu lift terbuka lebar dan mereka langsung disambut oleh tatapan aneh dari beberapa tamu undangan dan petugas hotel yang masih berada di lobi.

​Bagaimana tidak aneh melihat seorang CEO wanita muda yang sangat cantik dan anggun sedang berjalan beriringan dengan seorang pemuda berjaket kurir oranye yang kusam.

​Namun Clara sama sekali tidak mempedulikan tatapan merendahkan dari orang-orang itu dan terus melangkah dengan penuh percaya diri menuju mobil mewahnya.

​Deni dengan sigap membukakan pintu mobil penumpang untuk bosnya layaknya seorang pelayan pribadi profesional sejati.

​Cklek.

​"Silakan masuk Nona bos yang cantik jelita, tujuan perjalanan kita selanjutnya adalah warung tenda perempatan jalan raya," ucap Deni dengan gaya membungkuk yang agak berlebihan.

​Clara masuk ke dalam jok mobil yang empuk itu sambil menahan tawanya agar tidak meledak di depan para tamu hotel lainnya.

​Mobil sedan hitam mewah itu pun perlahan melaju meninggalkan area terang Hotel Bintang Mega untuk membelah jalanan malam ibukota yang mulai sepi.

​Lima belas menit kemudian mobil elit itu berhenti dan parkir di depan sebuah warung tenda sederhana yang berada tepat di pinggir trotoar jalan raya.

​Bau harum bumbu rempah dan kecap manis langsung menusuk hidung mereka berdua saat baru saja turun dari dalam mobil.

​"Bang penjual, tolong pesankan nasi goreng kambingnya dua porsi piring besar ya, yang satu pedasnya sedang saja dan yang satu lagi pedas gila sampai lidah mati rasa," teriak Deni penuh semangat dari luar tenda.

​Sang penjual yang memakai kaus oblong dan sedang sibuk mengaduk wajan besar hanya mengacungkan jempol tangannya tanpa repot-repot menoleh.

​Sreng sreng.

​Suara spatula besi yang bergesekan kuat dengan wajan baja terdengar sangat nyaring memecah keheningan malam di trotoar tersebut.

​Deni menarik sebuah kursi plastik berwarna biru pudar dan membersihkannya menggunakan tisu kering sebelum mempersilakan Clara untuk duduk.

​"Silakan duduk di sini Nona bos, maaf ya tempatnya agak kotor berdebu dan tidak sebersih restoran ayam milik Nona Rina," kata Deni merasa sedikit tidak enak hati membawa wanita kaya ke tempat kumuh.

​"Tidak apa-apa kok Deni, aku juga sesekali memang ingin mencoba suasana makan malam di pinggir jalan yang terbuka seperti ini," jawab Clara tersenyum tulus tanpa ada rasa jijik sedikitpun.

​Clara menopang dagunya menatap wajah Deni yang kini sedang sibuk menuangkan teh hangat ke dalam dua gelas kaca berukuran kecil.

​Ada perasaan hangat dan sangat aman yang selalu menyelimuti hatinya setiap kali pemuda aneh yang kuat ini berada di dekatnya.

​"Deni, menurut pandanganmu apakah ancaman dari Rian tadi itu akan berbuntut masalah yang panjang pada perusahaan kita nanti?" tanya Clara tiba-tiba mengubah topik obrolan menjadi sangat serius.

​Deni meletakkan teko teh plastik itu perlahan lalu menatap tepat ke dalam kedua bola mata Clara dengan tatapan yang sangat menenangkan jiwa.

​"Selama Nona Clara terus memberiku gaji bulanan tepat waktu dan tidak pelit memberi ulasan bintang lima, maka tidak akan ada satupun preman yang bisa menyentuh Nona," jawab Deni dengan nada yang sangat yakin dan mantap.

​"Paman botak bernama Rian itu hanyalah kerikil kecil di jalanan yang bisa aku tendang masuk ke selokan kapan saja jika dia berani macam-macam pada kita berdua."

​Clara merasa hatinya sangat tersentuh mendengar janji perlindungan mutlak yang diucapkan dengan mudah dari mulut kurir andalannya itu.

​Dia tahu persis bahwa Deni tidak pernah berbohong atau main-main jika pembicaraan sudah menyangkut urusan melindungi keselamatannya.

​Tidak lama kemudian dua piring nasi goreng kambing yang masih mengepulkan asap panas dihidangkan di atas meja kayu lapuk mereka.

​"Nah ini dia pesanan daging spesial untuk pahlawan kita malam ini, selamat makan malam Nona Clara bosku yang baik hati," ucap Deni yang langsung menyendok porsi besarnya dengan sangat rakus.

​Malam itu mereka berdua menikmati makan malam sederhana di pinggir jalan raya dengan dipenuhi oleh tawa dan obrolan ringan yang menyenangkan.

​Namun di sisi lain kehadiran Arya dan batu giok misterius itu sebenarnya menjadi sebuah pertanda besar.

​Pertanda bahwa dunia persilatan bawah tanah yang sesungguhnya perlahan mulai menampakkan wujud aslinya dan bersiap menyambut kedatangan sang kurir di masa depan.

1
Asmara Kacau
alur cerita nya bagus dan MC nya kocak
Asmara Kacau
kelazz ceritanya bagus dan mc nya deni sangat kocak orang nya 🤣🤣🤣 gass terus thor lanjutkan👊🏻
kiyoe: heheh pantengin terus kelanjutan cerita nya kak jangan lupa subscribe biar langsung muncul notif nya hehe 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!