Sosok wanita cantik yang mulai mengusik kehidupan seorang pria yang di mulai hasrat yang selama ini dia pendam seolah mulai menunjukkan sisi posesif dan ingin memiliki apa yang wanita itu miliki.
"Hanya aku seorang yang pantas untukmu." Gumam Pria itu dengan mulai menunjukkan hanya dirinya yang pantas memiliki wanita cantik itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Terlihat sosok gadis berdiri seperti sedang menunggu seseorang,Hazel Emma Charlotte gadis cantik yang saat itu berada di bandara menunggu jemputan setelah dia menempuh perjalanan jauh.
"Nona Hazel." Hazel menoleh kearah samping.
"Iya." Hazel langsung menjawabnya dengan singkat.
"Mari Nona,saya antarkan Nona menuju kediaman tuan Haris." Ternyata Pria itu orang suruhannya dari tuan Haris,Hazel pun mengikuti dari belakang,Pria itu langsung mendekati koper dan memasukkan ke bagasi mobil.Setelah Pria itu membuka pintu mobil untuk Hazel.
Perjalanan dilanjutkan menuju Mansion yang akan dia tempati, yang tentunya baru pertama kali Hazel kunjungi.
...****************...
Hazel berada di dalam mobil duduk tenang dengan arah pandangan ke samping mobil. Suasana hari ini terlihat begitu cerah, tapi berbeda dengan suasana hati saat ini.
Nampak terlihat ekspresi dari Hazel, yang dia tahan,"Kenapa harus mendadak begini." batin Hazel merasa kesal sendiri kepada Ayahnya yang tiba-tiba saja menyuruh pergi ke tempat itu,apalagi dirinya baru pertama kalinya menuju lokasi itu.
Hazel sengaja disuruh Ayahnya untuk sementara ini tinggal bersama Om Haris awalnya Hazel menolaknya.Tapi karena alasan Ayahnya harus pergi ke luar negeri, dirinya harus tinggal bersama Om Haris untuk sementara waktu.
Pada akhirnya Hazel tak bisa berbuat apa-apa dan mengikuti apa perintah Ayahnya.
Kini Hazel sudah memasuki kawasan perumahan mewah yang langsung disuguhi gerbang yang begitu megah dengan bangunan mewah tepat didepannya.
Mobil berhenti didepan pintu utama,Hazel langsung turun dengan posisi sopir itu membawa koper milik Hazel.
"Mari,Nona." Hazel hanya membalasnya dengan anggukkan kepala,Hazel berjalan menuju ruang utama yang dimana dirinya duduk di sofa diruangan itu.
"Saya permisi dulu ,Nona."Pria itu langsung pergi meninggalkan Hazel ,yang dimana sopir itu ingin menemui tuannya.
Di ruang kerja
Ada sosok pria yang sedang sibuk di meja kerjanya,dengan laptop didepannya.
"Apa, wanita itu sudah datang?"
"Iya tuan."Pria itu sembari menundukkan kepala.
"Baiklah aku akan segera menemuinya." jawab Haris yang segera pergi menemui gadis itu.
Pria itu nampak begitu dingin, apalagi ini pertemuan pertamanya dengan wanita itu. Sebenarnya, dirinya sudah pernah bertemu di saat usia wanita itu berumur 7 tahun.
Kini wanita itu sudah beranjak dewasa dan di hari inilah awal pertemuan dirinya dengan wanita itu.
Sedangkan di posisi Hazel sekarang,dirinya berdiri di depan jendela dengan angin di sore itu terasa dingin.
Angin itu membuat gaun putih miliknya bergerak hingga membuat gaun putih yang dia kenakan semakin membuat dirinya terlihat begitu cantik dengan mata biru yang semakin memperlihatkan kecantikan yang begitu luar biasa.
Tanpa Hazel sadari,ada sosok pria yang sedari tadi terus mengawasi Hazel dari kejauhan. Hazel masih saja berdiri di depan jendela dengan posisi membelakangi pria itu.
"Hazel." Mendengar namanya disebut, ia langsung menoleh ke belakang dan melihat sosok Pria yang sedang berdiri tegak.
Hazel masih menatapnya dengan tenang, tapi tidak dengan pria itu. Tiba-tiba saja pria itu mengucapkan satu kata cantik yang keluar dari bibirnya.
Hazel datang mendekati pria di belakangnya yang di mana pria itu adalah Om Haris.
"Perkenalkan nama saya Hazel." Hazel langsung memperkenalkan diri.
Haris terdiam sembari pandangan matanya melirik ke arah ujung kaki hingga ujung kepala dan mulailah dirinya terkejut dengan perubahan wanita yang dulu dia kenal sangat kecil sekarang beranjak dewasa dan menunjukkan paras cantik.
Haris mulai menyadarkan dirinya sendiri dan mulai bersikap secara normal,"Duduklah, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu."Hazel hanya terdiam dan mengikuti Apa perintah Pria itu.
Akhirnya mereka berdua duduk bersama di ruang tengah, diam-diam Haris terus mengamati Hazel dari dekat,"Satu jam lalu, Ayahmu menghubungi saya,beliau menyuruh saya untuk menjagamu."Haris menyampaikan pesan itu kepada Hazel.
"Iya Om." Haris membalas dengan sedikit anggukkan.
"Kamar kamu ada di lantai atas paling pojok."Haris berdiri dari tempat duduknya dan langsung menuju ke atas tangga yang di mana Hazel mengikutinya dari belakang.
Akhirnya mereka sampai juga di depan pintu kamar milik Hazel,"Ini kamarmu, semua barangmu sudah ada di dalam kamar.Jika kamu membutuhkan sesuatu kamar Om ada di sebelah kamarmu."
"Iya Om, Hazel mengerti." Haris pergi meninggalkan Hazel yang saat itu masih saja berdiri di depan kamarnya.
Hazel masuk kedalam kamarnya dan langsung istirahat.
...****************...
Berbeda dengan Haris, yang diam-diam dihantui rasa tak percaya melihat langsung transformasi wanita yang dulu kecil sekarang berubah lebih dewasa dan lebih cantik.
Kecantikan Hazel benar-benar membuat Haris jatuh cinta dengan apa yang dia lihat, "Kenapa aku baru menyadarinya sekarang dia benar-benar cantik." Haris benar-benar terpukau dengan kecantikan yang dimiliki Hazel.
Sudah banyak wanita yang dia temui, tetapi hanya Hazel yang langsung membuat dirinya langsung luluh dan Haris benar-benar terpukau dengan kecantikan yang Hazel miliki.
"Aku harus memberikan perhatian agar aku bisa lebih dekat dengannya." Sebuah obsesi Haris yang mulai muncul untuk memiliki Hazel.
Hazel terlihat duduk di tempat tidurnya dengan arah pandangan tertuju jendela tinggi disisi kanan.
"Untuk sementara aku tinggal disini, setelah itu aku akan pulang kembali menemui teman-temanku." Hazel duduk sembari memeluk bantal yang ada diatas pahanya.
Malam hari
Hazel berjalan menuju ruang tengah,yang dimana Hazel tidak sengaja mendengar suara berisik dari ruang belakang.
"Suara apa itu." Batin Hazel yang penasaran dengan suara itu.
Hazel langsung melihat posisi Om Haris sedang sibuk di dapur," Om." Spontan Haris menoleh kebelakang.
"Hazel." Hazel datang mendekati Haris yang saat itu sedang sibuk memasak.
"Hazel bantu, Om." Hazel turun langsung membantu Om Haris yang saat itu sedang mengiris sayuran.
"Lebih Kamu duduk saja, biarkan Om yang masak."Haris langsung menyuruh Hazel untuk duduk daripada mengganggu pekerjaannya.
"Memang Om Haris bisa masak?"tanya Hazel, yang langsung dibalas tatapan dingin oleh.
"Kamu sendiri memang bisa masak?"Tanya balik Haris.
"Hazel sudah terbiasa masak sendiri.Apalagi jika ayah pergi keluar kota,Hazel sering memasak sendiri." Mendengar jawaban itu Haris hanya menganggukkan kepala.
"Untuk malam ini biar Om yang masak." Haris segera mempersiapkan semuanya ,dan tidak lupa dengan minuman jus yang tersimpan di kulkas.
Mereka berdua makan malam bersama dengan hidangan makan malam yang dimasak oleh Haris.
"Enak sekali." Hazel benar-benar jatuh cinta dengan masakan dari Om Haris.
"Habiskan." Perintah Haris yang dibalas senyuman oleh Hazel,seketika pandangan Haris tertuju pada bibir merah manis Hazel.
"Benar-benar cantik."batin Haris yang merasa tergoda dengan apa yang ia pandang.