"Ri, Ney parah ketahuan dia sama Dino," kata Arnila yang panikkan.
"Lah? Ney tidak kasih tahu Dino kalau dia pacaran sama Alex?" Tanya Rita kok bisa ya dia tidak cerita kalau punya pacar?
"Tidak dong. Ampun deh dia. Aku sudah bilang kalau pilih Alex, ya sudah Dino putus eeeh, kata dia jangan buat cadangan. Nah, Dino ajak ketemuan, tidak sengaja memang harus ketahuan ya. Waktu Ney ijin ke toilet, Dino lihat hpnya Ney tergeletak di atas meja," sepertinya cukup rusuh Arnila bercerita nya.
"Hah? Tidak salah itu? Sengaja atau bagaimana?" tanya Rita sambil deg - degan.
"Ketinggalan kata dia pas sadar, anehnya Dino kalem - kalem saja. Menurut kamu bagaimana coba?"
Jangan - jangan Dino sama Alex kerja sama. "Kayanya ada kelanjutannya ya?"
"Memang. Tebak dulu," balas Arnila.
"Menurutku sih Dino pasang jebakan. Anak ITB gitu lho, otaknya pintar atau dia chat sama Alex dan sama - sama jebak Ney," dugaan Rita sepertinya tepat sasaran memakai feeling sih.
"Yang pertama dan kedua bersamaan dong," jawab Arnila dengan heboh.
"WHAAAT!? Seriusan!?" Rita sangat terkejut mendengarnya.
"Cius, Rita. Makanya parah kan. Padahal udah kita peringati ya buat jujur saja. Intinya waktu ketemu itu, Dino pasang penyadap entah ya dipasang dimananya. Waktu Ney lagi chat, kebayang itu yang dia chat muncul di hp Dino juga," WOW keren tapi mengerikan juga sih agak mirip sama Alex. Posesifnya.
"No komen, Ar. Alex bisa baca pikiran orang lho," kata Rita memperingatkan.
"Hah lebih gila lagi itu. Ney bilang juga Alex tahu niat dia bagaimana ke Dino sama Alex," sungguh terlalu. Terlalu banget gitu niatnya. "Aslinya tepuk jidat aku mah," balas Arnila sepertinya dia bilang begini sambil tepuk jidat juga.
"Ya sudah tidak aneh sih ya. Dino langsung marah - marah total mah," kata Rita yang merasa akan ada badai sebentar lagi.
"Dia bilang 'Selama ini berapa kali kamu khianati aku tapi aku masih bisa sabar. Ini? Aku sudah sakit hati banget. Nih! Aku kasih kamu ke orang ini. Aku lebih terlihat dari orang ini.' Diputusin sama Dino," kata Arnila memperagakan seperti apa perkataan Dino.
Walah walah... kesabaran Dino sudah mencapai limitnya. "Satunya lagi bagaimana?"
"Diamuk massal ini mah. Alex bilang dia bohong tidak tepati janji. Dia tahu Ney tidak pernah tepati syarat Alex. Ney ingin bertemu tapi Alex menolak katanya buat apa lagi," Arnila sadar kalau temannya itu sulit untuk bekerjasama kalau bisa hanya bertahan 3 hari mungkin.
"Dia tidak mengerjakan sholat 5 waktunya?" tanya Rita masa sih sampai Alex yang kasih syarat, Ney masih begitu saja.
"Lupa terus alasannya terus kadang lagi sibuk. Kalau sudah begitu, disuruh Alex telat juga lakukan tapi nyatanya dia malah bilang iya tapi pura - pura dilakukan," musti bagaimana lagi cara membuat Ney rajin sholat yang wajib ya? Yang mintanya orang ganteng saja malah tidak digubris.
"Kebayang deh Alex meledak," jawab Rita membayangkan kengerian Alex.
"Sudah ini meledak. Dia tuh bagaimana coba, Ri? Aku bilang Alex bisa tahu apa yang dia lakukan tapi malah tidak percaya,"
"Gawat sih orangnya. Ketahuan semua aku juga,"
"Lah dia diputusin Dino masih berusaha koling dia, Ri. Ya Allah tidak ada rasa malu banget, tapi Dinonya tidak balas terus kemarin lagi dia kenalan coba sama lelaki lain. Aku bilang saja sudah rebut Alex, kecewain Dino, sekarang seenaknya kenalan sama orang lain,"
Hah nih orang memang terlahir tanpa hati ya. Sangat aneh melihatnya mungkin sebenarnya banyak ya orang seperti ini hanya tidak terlihat saja. "Kita sudah beri tahu sisanya bagaimana dia sajalah. Tidak ada kabar lagi ya?"
"Belum. Kamu kemana saja?" tanyanya.
"Aku beli kelinci. Biasanya ada yang rusuh jadi sepi ya sudah aku beli binatang peliharaan saja untuk mencairkan suasana," jawab Rita sambil memegang kelinci peliharaannya.
"Aku jadi tidak enak karena kelakuan 1 orang ini," kata Arnila yang seringkali berusaha menghentikan Ney.
"Tidak apa - apa ya mau bagaimana lagi?"
Obrolan pun selesai, masih saja seperti itu Ney ini. Sudah diberi kesempatan tidak ada perubahan. Bukan urusan Rita sekarang, Rita juga masih banyak urusan yang harus diurus. Seperti toko bunga anggrek ini, harus bersih - bersih toko, menimbang - nimbang pupuk, banyak lagi belum kedatangan kelinci yang lucu - lucu.
Malam harinya, Rita belum sempat buka hp karena sedang memberi makan kelinci. Dia membeli 2 ekor, jantan dan betina, nah yang betina ternyata lagi hamil. Lucu banget warnanya cokelat putih, yang jantan abu - abu jadi anaknya pasti ada yang abu - abu, coklat, putih atau keluar 3 warna. Dia suka banget kelinci daripada kucing. Soalnya kelinci kalau dibelai - belai langsung tidur. Selesainya, langsung lihat hp dan sudah ada banyak chat dari grup Ney. Rita menyimak dari atas toh mereka tidak butuh responnya.
"Alex tidak ada kabar lagi dong ke aku. Aku jelasin yang kemarin - kemarin ke dia, langsung meledak. Kata - katanya parah banget," kata Ney cemberut lagi.
"Dengan Dino parah siapa?" Tanya Arnila.
"Sama saja. Pusing aku sudah dijelasin ke dia, dia malah tidak percaya. Terus bawa - bawa nama Rita," wah wah wah kenapa juga Alex bawa - bawa nama Rita ya? Jadi penasaran.
"Ri aman sih dia tahu diri orang baru kenal. Temenan sama kita saja apa pernah Ri minta - minta?" Tanya Arnila bertanya pada Ney. Baru kenal tapi sudah minta barang? Pasti malah disebut murahan.
"Iya sih tapi kalau Alex kan beda," kata Ney membela dirinya sendiri.
"Sama saja orang yang baru kamu kenal juga masa sudah minta barang? Kamu sering chat sama Alex tidak sih? Sepertinya jarang ya," Arnila membalas dengan agak datar.
"Akunya sering tapi dia balasnya kadang - kadang begitu. Aku minta apa, dia cuma bilang 'oh'," 'masa sih hanya segitu saja? Dengan aku, Alex banyak chat' Pikir Rita.
"Coba kamu obrolin hal lain jangan soal barang. Berita yang lagi booming," saran Arnila sekarang kan memang banyak yang baru - baru berita itu. Kalau dia pintar dan punya banyak ilmu pengetahuan politik bisa nyambung.
"Ah, malas. Dia banyak nanya soal berita politiklah, aku tidak menanggapi banyak. Debat sama dia capek banget aku dibilang tidak tahu apa - apa, bahasanya ilmiah gitu. Terus tiba - tiba nanya soal Dino, lah aku kaget kok bisa tahu? Mau aku tanya, dia sudah nyerocos banyak,"
"Nah lho terus soal tidak ada kabar itu kenapa?" Tanya Arnila yang sebenarnya pasti akan terjadi seperti ini.
"Aku tidak tahu sampai marah - marah, tidak ada respon,"
"Kamu tahu kalau dia punya sakit jantung?" Tanya Rita mulai ikut nimbrung chat mereka.
"Serius!? Oh iya, Ney dia kan pernah bilang koma," kata Arnila mengingatkan dalam chatnya itu.
"........." tidak ada respon darinya.
"Wah parah cuma mikirin diri sendiri. Jangan - jangan tidak ada chat, dia lagi kena serangan," tebak Rita mungkin juga sih makanya chatnya jarang.
Sesaat sangat hening terlalu mengejar soal hadiah, Ney sama sekali tidak pernah memikirkan bagaimana kondisi Alex.
"Ney, tanyakan kabar soal dia," kata Arnila.
"Tidak ah, malas. Suruh siapa dia tidak kasih aku hadiah. Biar saja dia tergeletak," jawab Ney.
"Masa begitu sih? Pacar kamu itu,"
Asli ya Allah tidak ada rasa simpati sama sekali sama orang. Setelah tahu kabar itu tiba - tiba ada chat muncul. "Why you never chat with me?" Dia menyertakan dengan simbol wajah yang menangis.
"Kamu sudah jadian sama Ney, buat apa aku chat lagi?" balas Rita ke chat sebelah.
"I was lonely. She cheated me," kasihan banget nih anak orang belum kenal betul sudah kena jebakan batman.
"Lalu mau bagaimana?" Tanya Rita prihatin.
"Please, chat with me. I don't care with Ney, dia tidak pernah jujur," katanya sepertinya sangat kesepian sekali ya. Lantas aku meneruskan chat dengannya.
"Kamu terkena serangan ya?"
"Terlalu meledak jadi dapat serangan," kata Alex menyematkan emoji sedih.
Kemudian Rita tertawa meledak membayangkan seperti apa dia kelepasan marahnya.
"Payah. Cepat sembuh nanti kita chat lagi ya," kata Rita sambil masih tertawa.
"Promise?" tanyanya takutnya Rita tidak menepati janji.
"Iyalah,"
"Selama ini kamu ngapain?" Lalu Rita banyak cerita pada Alex soal apa saja yang dia kerjakan. Mereka berdua tertawa bersama, dia juga menceritakan seperti apa Ney padanya. Meski hidupnya hampir sempurna, tetap saja tidak ada yang bisa setia sama dia. Tapi ternyata dia sudah tahu Ney seperti apa dan dia tidak memberikan hatinya. Menjalani dengan tanpa hati sama seperti yang dia lakukan kepada setiap wanita yang hanya mengincar uangnya.
Dia tahu tentang Dino semua dan Ney sedang berusaha mendapatkannya lagi buat cadangan. Alex ngomel - ngomel soal Ney yang terus berbohong dan menagih hadiah darinya. Itulah yang menyebabkannya marah besar dan kena serangan. Sensi memang ini orang sampai Rita tertawa keras. Saat dia tahu aku beli kelinci, Alex seperti sedang manyun.
"Kamu pasti akan melupakan aku dan sibuk dengan kelinci - kelinci kamu," lucu sekali anak ini kalau sudah pundungan. Sambil membayangkan seperti apa wajahnya.
BERSAMBUNG ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 529 Episodes
Comments