Cookies Buatan Ibu

"Hah? Iya dong, apalagi si Anggita, dia itu kan yang paling ember di kelas, nanti dia bikin gosip macam-macam, kamu juga nggak mau kan jadi bahan gosip temen-temen lainnya, hehehe." Aku tersenyum canggung sambil menggarukkan tanganku di bagian belakang kepala yang sama sekali tidak terasa gatal.

Ken mengernyitkan alisnya, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, dia berbalik lagi ke depan dan lanjut berjalan masih dengan menggenggam tanganku.

Sesampainya di depan pintu rumahku, Ken pun melepaskan genggaman itu, suasana terasa canggung, kami hanya berdiri diam sejenak dan saling memalingkan wajah.

"Hmm, Ken makasih ya udah dianterin, aku mau masuk dulu," ucapku.

Ken hanya diam tak bergeming seolah ingin menyampaikan sesuatu yang hanya ditahan di kepalanya.

"Kamu mau mampir dulu?" tanyaku.

"Boleh emang?" Ken bertanya seolah terkejut.

"Boleh dong, di dalam ada Ayahku kok, biasanya jam segini dia sudah pulang kerja," ucapku.

"Oke." sahut Ken.

Kami pun masuk ke dalam rumah, kali ini Ken mengikutiku berjalan dari belakang. Ini kedua kalinya Ken masuk ke dalam rumahku. Entah mengapa dia sampai mau mengantarku ke dalam rumah. Apakah dia hanya merasa bersalah padaku karena aku menjadi korban dari gadis yang tergila-gila olehnya? Padahal nyatanya diantara kita tidak ada hubungan apapun.

Di dalam Rumah.

"Ayah ... aku pulang ....," teriakku sambil cecelingukan.

Namun di dalam rumah tampak sepi, tak ada jawaban sama sekali seperti rumah yang tak berpenghuni.

"Ah Ken, kayaknya Ayahku belum pulang, mungkin lembur lagi di kantor, kamu duduk aja disini, aku mau ambilin minum sama sekalian cuci muka dulu ya," ucapku sambil bergegas pergi.

Ken pun langsung mendudukkan tubuhnya di sofa panjang sambil melepaskan jaketnya. Sementara itu aku sibuk membersihkan wajahku dan mengganti pakaianku yang basah karena terkena air yang diguyur oleh Luna.

Akhirnya setelah 15 menit di kamar mandi, wajahku kembali bersih dan Make Up penyamaran jelekku pun ikut hilang saat kubersihkan, aku juga sudah selesai mengganti pakaianku yang basah dengan yang baru, kini saatnya aku keluar untuk menemui Ken di ruang tamu. Dengan perasaan canggung yang terus berputar di kepalaku, aku berdiri di hadapannya dengan rasa gugup yang tak menentu.

"Hmm, Ken kamu mau minum apa? Apa kamu mau minum Cafe Latte lagi?" tanyaku sambil memalingkan wajahku karena terlalu gugup untuk melihat wajahnya.

"Enggak usah, air mineral aja," jawabnya.

"Oke aku ambilin dulu ya." Aku langsung bergegas ke dapur untuk mengambil minuman dan beberapa camilan untuk Ken.

***

"Ini minumannya," ucapku sambil menaruh satu persatu air mineral, beberapa potong cookies di atas piring kecil, dan Caffe Latte untuk diriku sendiri.

Aku pun mendudukkan tubuhku di atas sofa panjang tepat di samping Ken, kami hanya diam, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami masing-masing seolah sedang terperangkap dalam situasi yang sangat canggung, aku pun berusaha untuk memulai pembicaraan agar dapat melepaskan diri dari situasi yang canggung ini.

"Oh ya, Ken makasih ya udah nolongin aku tadi, aku jadi bisa lolos deh dari tamparan mautnya Luna, lagi-lagi kamu udah nolongin aku, makasih ya," ucapku dengan tersenyum.

"Hm." Hanya kata itu yang terdengar dari mulutnya.

"Cobain dong cookies nya!" sahutku.

Ken pun langsung mengambil sepotong cookies di atas piring kecil itu dan mulai mencicipinya.

"Gimana rasanya? Enak nggak?" tanyaku.

"Enak," jawabnya dengan begitu singkat.

"Itu buatan Ibu, di rumah kami selalu ada cookies karena sejak aku masih kecil kalau ada teman-teman yang datang kesini, Ibu selalu ngasih cookies dan banyak permen ke mereka," ucapku.

"Teman-teman?" tanya Ken.

"Iya, teman-temanku, padahal dulu awalnya aku sering di bully sama mereka, tapi Ibu justru memberikan banyak permen dan kue untuk mereka dan berpesan jika mau berteman denganku, akan diberi lebih banyak lagi permen dan kue, akhirnya mereka pun menjadi teman-teman baikku sampai sekarang, hehehe." Tanpa sadar aku bercerita banyak sambil tersenyum sendiri mengingat masa kecilku.

"Oh ya, Ibu juga suka naruh cookies di dalam tas ranselku saat aku berangkat sekolah untuk dibagi-bagikan ke temen-temenku yang lain di kelas, jadi dulu aku punya banyak teman karena cookies, hehe ... ah ... lebih tepatnya karena Ibu ...." Aku masih tetap bercerita sambil tertawa riang.

Setelah cukup lama aku tersenyum-senyum sendiri karena teringat masa kecilku, aku tiba-tiba mengarahkan pandanganku kepada Ken.

Namun saat aku melihatnya dia malah memalingkan wajahnya begitu cepat dan wajahnya tampak memerah, entah mengapa tiba-tiba wajahnya berubah menjadi semerah itu.

"Hmm Ken, kamu kenapa? Wajahmu kok tiba-tiba merah gitu?" tanyaku dengan wajah polos.

Ken hanya diam dan tetap memalingkan wajahnya.

"Ahh ... kamu kepanasan ya? Maaf ya disini emang nggak ada AC kayak di rumahmu, hehehe," jawabku masih dengan wajah yang polos.

Seketika tatapan Ken tampak terkejut saat mendengar apa yang baru saja kukatakan, tapi dia masih tetap diam, tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya, wajahnya pun masih tetap merah, semerah tomat.

Karena lelah bercerita panjang lebar, aku pun merasa haus dan langsung mengambil minuman Caffe Latte di atas meja yang sengaja kubuat untuk diriku sendiri. Aku mulai meniupnya pelan dengan bibirku di sudut cangkirnya.

"Ahh ... akhirnya ... aku bisa ngerasain minuman favoritku ini juga, soalnya tadi aku nggak sempet minum gara-gara ngebayangin bib ...." Aku seketika menghentikan kalimatku saat tersadar mengatakan hal yang tak seharusnya ku katakan.

"Duh ... gimana sih? Bisa-bisanya aku keceplosan di depan Ken!" gumamku.

Aku mulai panik dan kebingungan untuk menjelaskan apa yang baru saja aku katakan, perasaanku mulai campur aduk, entah apa lagi yang harus kukatakan untuk melepaskan diri dari situasi yang seketika berubah menjadi semakin canggung ini.

"Hmm ... maaf, maksudku tadi aku tiba-tiba ngebayangin ... emm ...," ucapku terbata-bata.

Namun tiba-tiba Ken justru membalikkan badannya ke arahku, tubuhnya semakin mendekat dan aku pun terkejut hingga tubuhku mematung, kini dia begitu dekat, tangannya tiba-tiba diletakkan di bibirku dan kurasakan jarinya terasa begitu lembut, fikiranku sekarang berlarian entah kemana, jantungku pun berdegup dengan kencang tanpa kutahu mengapa.

"Jadi beneran kamu tadi ngebayangin ciuman nggak langsung lewat cangkir itu?" ucap Ken yang sekarang begitu dekat di hadapanku dan masih memegang bibirku dengan jarinya yang terasa lembut.

"Hah? Enggak kok, mana berani aku ngebayangin kayak gitu, gila aja! Walaupun cuman ngebayangin, aku juga nggak berani kali, Luna secantik itu aja kamu tolak mentah-mentah, percaya deh aku nggak bayangin apa-apa kok, beneran!" jawabku dengan gugup.

Ken terdiam sejenak.

"Gimana kalau langsung aja tanpa dibayangin?" sahut Ken dengan wajah datar.

"Haah? Maksudnya?" tanyaku terkejut.

"Ciuman langsung," ucapnya.

"A ... a ... pa?" Aku semakin terkejut sampai tak bisa berkata lagi.

Aku masih tercengang dan seketika tubuhku bergetar tak menentu, lagi-lagi jantungku berdegup dengan kencang, sampai aku takut Ken dapat mendengarnya dari jarak sedekat ini. Tak lama terdengar suara pintu terbuka dari luar, dan itu adalah suara Ayah yang baru saja pulang dari kerja lemburnya.

"Ruby ... kamu di dalem nak? Ayah pulang nih bawain ayam goreng buat kamu," ucap Ayahku yang sedang berjalan masuk.

Kami pun tertegun dan saling bertatapan sejenak, Ken mulai tersadar dan dengan cepat menarik tubuhnya yang sebelumnya begitu dekat denganku.

***

Mohon dukungan untuk Author dengan klik Like, Favorit, Komen, dan vote ya :)...

Terpopuler

Comments

Rizky Anindiya

Rizky Anindiya

hampir ke pergok sama pak satpam😂

2022-03-12

0

Abah Adoen

Abah Adoen

Ah gagal gagal lagi,Ken !

2021-10-11

0

Yuliana Nasbi

Yuliana Nasbi

hampir ketauan deh

2021-08-19

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Penyamaran
3 Teman
4 Roti Sobek
5 Kesedihan Pangeran Hanz (Mimpi)
6 Kue
7 Freeckles
8 Perlombaan
9 Deja Vu
10 Senyuman
11 Marah
12 PENGUMUMAN VISUAL
13 Lelaki Lembut
14 Bersembunyi
15 Sendok Emas
16 Caffe Latte
17 Caffe Latte 2
18 Siluet Punggung
19 Cookies Buatan Ibu
20 Kecewa
21 Kesedihan Ayah dan Ibu (Mimpi)
22 Greentea Cheese dan Reyhan
23 Filosofi Pohon
24 Ruby si Upik Abu
25 Love Test for Reyhan
26 Love Test for Reyhan (2)
27 First Kiss
28 Apakah Dia Mengenalku?
29 Ujian Akhir Semester
30 Rahasia
31 It's Time to Change
32 It's Time to Change (2)
33 It's Time to Change (3)
34 Liburan di Pulau Bali
35 Permainan Bola Kertas
36 Hal yang Mengejutkan
37 Lubang Hitam
38 Ken Psycopath?
39 Rahasia Kecil
40 Hukuman Ayah dan Ibu (Mimpi)
41 Second Kiss
42 Surat Kabar
43 Teman Masa Kecil
44 Reyhan POV
45 Reyhan POV (Setitik Cahaya)
46 Perjalanan Pulang
47 Menunggumu
48 Siapa Sesungguhnya Di Balik Semuanya?
49 Gantungan Kunci
50 Gunung Es Mencair?
51 Sirloin Steak
52 Jadian
53 Hujan
54 Surat Misterius
55 Pertandingan Basket
56 Lily Putih
57 Mie Ramyun
58 Situs Web Sekolah
59 Gadis Kecil Menangis (Mimpi)
60 Pengakuan Reyhan
61 Setitik Kebenaran
62 Kencan Pertama
63 Kecupan Perpisahan
64 Naik Kereta Api
65 Siapa Gadis Itu? (Mimpi)
66 Secercah Harapan
67 Titik Terang
68 Saat Terakhir
69 S2 ~ Reinkarnasi
70 S2 ~ Permainan Dimulai
71 S2 ~ Pertemuan Pertama
72 S2 ~ Cambukan
73 S2 ~ Serigala Berbulu Domba
74 S2 ~ Kekesalan
75 S2 ~ Tak Seindah Dongeng
76 S2 ~ Pesta Pengenalan Regina
77 S2 ~ Berdansa
78 S2 ~ Genggaman Pertama
79 S2 ~ Time Travel 2
80 S2 ~ Istana Karoling
81 S2 ~ Sambal Terong
82 S2 ~ Pangeran Felix
83 S2 ~ Pangeran Hanz
84 S2 ~ Acara Minum Teh
85 S2 ~ Ksatria Merah
86 S2 ~ Melarikan Diri
87 S2 ~ Curahan Hati
88 S2 ~ Pemilihan Regina Tahap Kedua
89 S2 ~ Pangeran Mesum
90 S2 ~ Perasaan
91 S2 ~ Jawaban
92 S2 ~ The Secret
93 S2 ~ Perangkap
94 S2 ~ Pernyataan Cinta
95 S2 ~ Semangat
96 S2 ~ Crying
97 S2 ~ Penobatan
98 S2 ~ Kesepakatan
99 S2 ~ New Day
100 S2 ~ Penyamaran
101 S2 ~ Rindu
102 S2 ~ Sapu Tangan
103 S2 ~ Foie Gras dan Ratatouille
104 S2 ~ Ginger
105 S2 ~ Black Death
106 S2 ~ Wangi Lavender
107 S2 ~ Usulan Ruby
108 S2 ~ Memperbaiki Benang Kusut?
109 S2 ~ Salep
110 S2 ~ Sisi Lain
111 S2 ~ Kesal
112 S2 ~ Baling-baling Bambu
113 S2 ~ Rapat Delegasi
114 S2 ~ Rapat Delegasi 2
115 S2 ~ Cemburu
116 S2 ~ Membuka Tirai
117 S2 ~ Matahari Terbit Lagi
118 S2 ~ Awal Hari Baru
119 S2 ~ Genggaman Hangat
120 S2 ~ Kaisar Bucin
121 S2 ~ Rumah Ginger
122 S2 ~ Masalah Air Bersih
123 S2 ~ Masalah Air Bersih 2
124 S2 ~ A Kiss That's You Can't Resist
125 S2 ~ Ruby is an Angel of Love
126 S2 ~ Ruby is an Angel of Love 2
127 S2 ~ It's Not Dream
128 S2 ~ Barbara Bar-Bar
129 S2 ~ Nilai 7 Dari Kaisar
130 S2 ~ The Story About a Witch
131 S2 ~ The Story About a Witch 2
132 S2 ~ Tekhnologi Tepat Guna
133 S2 ~ Senyuman Menawan Lelaki Tampan
134 S2 ~ Mata-mata
135 S2 ~ Masalah Air Telah Usai
136 S2 ~ Rencana Jahat
137 S2 ~ Rambut Brokoli
138 S2 ~ Gadis yang Bersinar
139 S2 ~ Bukti Mencurigakan
140 S2 ~ Pinky Promise
141 S2 ~ Wanita Paruh Baya
142 S2 ~ Dokter Patricia
143 S2 ~ Sejarah Kopi di Benua Eropa
144 S2 ~ Diabaikan
145 S2 ~ Kesal
146 S2 ~ Kopi Bubuk
147 S2 ~ Terbalaskan
148 S2 ~ Tenda Biru Tua
149 S2 ~ Your Grades Still Remain
150 S2 ~ Modus
151 S2 ~ Rayuan Lily
152 S2 ~ Menepati Janji
153 S2 ~ Hari Bahagia Bersamanya
154 S2 ~ Dibius
155 S2 ~ Satu Lagi Kepingan Puzzle
156 S2 ~ Rasa Takut
157 S2 ~ Kecurigaan
158 S2 ~ Titik Terang
159 S2 ~ Lily is a Witch
160 S2 ~ Sosok Yang Dirindukan
161 S2 ~ Saat Terakhir
162 S2~ New World
163 S2 ~ On The Way
164 S2 ~ My Prince (END)
165 Pengumuman
166 S3 ~ Flashback
167 S3 ~ Melepas Rindu
168 S3 ~ Berjalan-jalan
169 S3 ~ Sayang
170 S3 ~ Ken Mesum?
171 S3 ~ Ken Mesum? (2)
172 S3 ~ Sosok Lama
173 S3 ~ Flying Fish Channel
174 S3 ~ Gunung Es Mencair
175 S3 ~ Flashback Reyhan & Sabina
176 S3 ~ Breakfast Together
177 S3 ~ Lukisan
178 S3 ~ Remember
179 S3 ~ Firasat Buruk
180 S3 ~ The Secret
181 S3 ~ Ambyar
182 S3 ~ Tersedak
183 S3 ~ Keano Abian
184 S3 ~ Cincin dan Rindu
185 S3 ~ Aura Suram
186 S3 ~ Dua Kutub yang Berbeda
187 S3 ~ Pesan Singkat
188 S3 ~ Miranda
189 S3 ~ Jembatan Keledai
190 S3 ~ Benci Jadi Cinta?
191 S3 ~ Kutu Mati
192 S3 ~ Hari Terakhir
193 S3 ~ Ken's Story
194 S3 ~ Pertarungan Sengit
195 S3 ~ A Thousand Years
196 S3 ~ Mata Tidak Bersalah
197 S3 ~ CPR
198 S3 ~ Breathing
199 S3 ~ Salah Bicara
200 S3 ~ Pendekatan
201 S3 ~ Informasi Dari Reyhan
202 S3 ~ Kisah Baru
203 S3 ~ Teman Lama
204 S3 ~ Married?
205 S3 ~ Operan
206 S3 ~ Pesona Ruby
207 S2 ~ Cemburu?
208 S3 ~ Cemburu? (2)
209 S3 ~ Hitam Berenda
210 S3 ~ Kode
211 S3 ~ Poli Jantung
212 S3 ~ Don't Hate Me
213 S3 ~ Reuni
214 Pengumuman
215 S3 ~ Candelaria Bar
216 S3 ~ Candelaria Bar (2)
217 S3 ~ Truth or Dare
218 S3 ~ Pompa balon intra-aorta (IABP)
219 S3 ~ Kafetaria
220 S3 ~ Bus
221 S3 ~ Dua Lelaki
222 S3 ~ Tiga Lelaki
223 S3 ~ Cemburu Kecil
224 S2 ~ Siapakah wanita itu?
225 S3 ~ Red Velvet
226 S3 ~ Cemburu Lagi
227 S3 ~ Menuju Titik Terang
228 S3 ~ Titik Terang
229 S3 ~ Virus
230 S3 ~ Virus 2
231 S3 ~ Virus 3
232 S3 ~ Virus 4
233 S3 ~ Last Virus
234 Epilog
235 PENGUMUMAN
236 Bonus Chapter 1
237 Bonus Chapter 2
238 Bonus Chapter 3
239 Bonus Chapter 4
240 Bonus Chapter 5
241 Bonus Chapter 6
242 Bonus Chapter 7
243 END
244 PENGUMUMAN
245 Pengumuman
Episodes

Updated 245 Episodes

1
Prolog
2
Penyamaran
3
Teman
4
Roti Sobek
5
Kesedihan Pangeran Hanz (Mimpi)
6
Kue
7
Freeckles
8
Perlombaan
9
Deja Vu
10
Senyuman
11
Marah
12
PENGUMUMAN VISUAL
13
Lelaki Lembut
14
Bersembunyi
15
Sendok Emas
16
Caffe Latte
17
Caffe Latte 2
18
Siluet Punggung
19
Cookies Buatan Ibu
20
Kecewa
21
Kesedihan Ayah dan Ibu (Mimpi)
22
Greentea Cheese dan Reyhan
23
Filosofi Pohon
24
Ruby si Upik Abu
25
Love Test for Reyhan
26
Love Test for Reyhan (2)
27
First Kiss
28
Apakah Dia Mengenalku?
29
Ujian Akhir Semester
30
Rahasia
31
It's Time to Change
32
It's Time to Change (2)
33
It's Time to Change (3)
34
Liburan di Pulau Bali
35
Permainan Bola Kertas
36
Hal yang Mengejutkan
37
Lubang Hitam
38
Ken Psycopath?
39
Rahasia Kecil
40
Hukuman Ayah dan Ibu (Mimpi)
41
Second Kiss
42
Surat Kabar
43
Teman Masa Kecil
44
Reyhan POV
45
Reyhan POV (Setitik Cahaya)
46
Perjalanan Pulang
47
Menunggumu
48
Siapa Sesungguhnya Di Balik Semuanya?
49
Gantungan Kunci
50
Gunung Es Mencair?
51
Sirloin Steak
52
Jadian
53
Hujan
54
Surat Misterius
55
Pertandingan Basket
56
Lily Putih
57
Mie Ramyun
58
Situs Web Sekolah
59
Gadis Kecil Menangis (Mimpi)
60
Pengakuan Reyhan
61
Setitik Kebenaran
62
Kencan Pertama
63
Kecupan Perpisahan
64
Naik Kereta Api
65
Siapa Gadis Itu? (Mimpi)
66
Secercah Harapan
67
Titik Terang
68
Saat Terakhir
69
S2 ~ Reinkarnasi
70
S2 ~ Permainan Dimulai
71
S2 ~ Pertemuan Pertama
72
S2 ~ Cambukan
73
S2 ~ Serigala Berbulu Domba
74
S2 ~ Kekesalan
75
S2 ~ Tak Seindah Dongeng
76
S2 ~ Pesta Pengenalan Regina
77
S2 ~ Berdansa
78
S2 ~ Genggaman Pertama
79
S2 ~ Time Travel 2
80
S2 ~ Istana Karoling
81
S2 ~ Sambal Terong
82
S2 ~ Pangeran Felix
83
S2 ~ Pangeran Hanz
84
S2 ~ Acara Minum Teh
85
S2 ~ Ksatria Merah
86
S2 ~ Melarikan Diri
87
S2 ~ Curahan Hati
88
S2 ~ Pemilihan Regina Tahap Kedua
89
S2 ~ Pangeran Mesum
90
S2 ~ Perasaan
91
S2 ~ Jawaban
92
S2 ~ The Secret
93
S2 ~ Perangkap
94
S2 ~ Pernyataan Cinta
95
S2 ~ Semangat
96
S2 ~ Crying
97
S2 ~ Penobatan
98
S2 ~ Kesepakatan
99
S2 ~ New Day
100
S2 ~ Penyamaran
101
S2 ~ Rindu
102
S2 ~ Sapu Tangan
103
S2 ~ Foie Gras dan Ratatouille
104
S2 ~ Ginger
105
S2 ~ Black Death
106
S2 ~ Wangi Lavender
107
S2 ~ Usulan Ruby
108
S2 ~ Memperbaiki Benang Kusut?
109
S2 ~ Salep
110
S2 ~ Sisi Lain
111
S2 ~ Kesal
112
S2 ~ Baling-baling Bambu
113
S2 ~ Rapat Delegasi
114
S2 ~ Rapat Delegasi 2
115
S2 ~ Cemburu
116
S2 ~ Membuka Tirai
117
S2 ~ Matahari Terbit Lagi
118
S2 ~ Awal Hari Baru
119
S2 ~ Genggaman Hangat
120
S2 ~ Kaisar Bucin
121
S2 ~ Rumah Ginger
122
S2 ~ Masalah Air Bersih
123
S2 ~ Masalah Air Bersih 2
124
S2 ~ A Kiss That's You Can't Resist
125
S2 ~ Ruby is an Angel of Love
126
S2 ~ Ruby is an Angel of Love 2
127
S2 ~ It's Not Dream
128
S2 ~ Barbara Bar-Bar
129
S2 ~ Nilai 7 Dari Kaisar
130
S2 ~ The Story About a Witch
131
S2 ~ The Story About a Witch 2
132
S2 ~ Tekhnologi Tepat Guna
133
S2 ~ Senyuman Menawan Lelaki Tampan
134
S2 ~ Mata-mata
135
S2 ~ Masalah Air Telah Usai
136
S2 ~ Rencana Jahat
137
S2 ~ Rambut Brokoli
138
S2 ~ Gadis yang Bersinar
139
S2 ~ Bukti Mencurigakan
140
S2 ~ Pinky Promise
141
S2 ~ Wanita Paruh Baya
142
S2 ~ Dokter Patricia
143
S2 ~ Sejarah Kopi di Benua Eropa
144
S2 ~ Diabaikan
145
S2 ~ Kesal
146
S2 ~ Kopi Bubuk
147
S2 ~ Terbalaskan
148
S2 ~ Tenda Biru Tua
149
S2 ~ Your Grades Still Remain
150
S2 ~ Modus
151
S2 ~ Rayuan Lily
152
S2 ~ Menepati Janji
153
S2 ~ Hari Bahagia Bersamanya
154
S2 ~ Dibius
155
S2 ~ Satu Lagi Kepingan Puzzle
156
S2 ~ Rasa Takut
157
S2 ~ Kecurigaan
158
S2 ~ Titik Terang
159
S2 ~ Lily is a Witch
160
S2 ~ Sosok Yang Dirindukan
161
S2 ~ Saat Terakhir
162
S2~ New World
163
S2 ~ On The Way
164
S2 ~ My Prince (END)
165
Pengumuman
166
S3 ~ Flashback
167
S3 ~ Melepas Rindu
168
S3 ~ Berjalan-jalan
169
S3 ~ Sayang
170
S3 ~ Ken Mesum?
171
S3 ~ Ken Mesum? (2)
172
S3 ~ Sosok Lama
173
S3 ~ Flying Fish Channel
174
S3 ~ Gunung Es Mencair
175
S3 ~ Flashback Reyhan & Sabina
176
S3 ~ Breakfast Together
177
S3 ~ Lukisan
178
S3 ~ Remember
179
S3 ~ Firasat Buruk
180
S3 ~ The Secret
181
S3 ~ Ambyar
182
S3 ~ Tersedak
183
S3 ~ Keano Abian
184
S3 ~ Cincin dan Rindu
185
S3 ~ Aura Suram
186
S3 ~ Dua Kutub yang Berbeda
187
S3 ~ Pesan Singkat
188
S3 ~ Miranda
189
S3 ~ Jembatan Keledai
190
S3 ~ Benci Jadi Cinta?
191
S3 ~ Kutu Mati
192
S3 ~ Hari Terakhir
193
S3 ~ Ken's Story
194
S3 ~ Pertarungan Sengit
195
S3 ~ A Thousand Years
196
S3 ~ Mata Tidak Bersalah
197
S3 ~ CPR
198
S3 ~ Breathing
199
S3 ~ Salah Bicara
200
S3 ~ Pendekatan
201
S3 ~ Informasi Dari Reyhan
202
S3 ~ Kisah Baru
203
S3 ~ Teman Lama
204
S3 ~ Married?
205
S3 ~ Operan
206
S3 ~ Pesona Ruby
207
S2 ~ Cemburu?
208
S3 ~ Cemburu? (2)
209
S3 ~ Hitam Berenda
210
S3 ~ Kode
211
S3 ~ Poli Jantung
212
S3 ~ Don't Hate Me
213
S3 ~ Reuni
214
Pengumuman
215
S3 ~ Candelaria Bar
216
S3 ~ Candelaria Bar (2)
217
S3 ~ Truth or Dare
218
S3 ~ Pompa balon intra-aorta (IABP)
219
S3 ~ Kafetaria
220
S3 ~ Bus
221
S3 ~ Dua Lelaki
222
S3 ~ Tiga Lelaki
223
S3 ~ Cemburu Kecil
224
S2 ~ Siapakah wanita itu?
225
S3 ~ Red Velvet
226
S3 ~ Cemburu Lagi
227
S3 ~ Menuju Titik Terang
228
S3 ~ Titik Terang
229
S3 ~ Virus
230
S3 ~ Virus 2
231
S3 ~ Virus 3
232
S3 ~ Virus 4
233
S3 ~ Last Virus
234
Epilog
235
PENGUMUMAN
236
Bonus Chapter 1
237
Bonus Chapter 2
238
Bonus Chapter 3
239
Bonus Chapter 4
240
Bonus Chapter 5
241
Bonus Chapter 6
242
Bonus Chapter 7
243
END
244
PENGUMUMAN
245
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!