Akhirnya aku telah selesai mengganti seragam ku yang basah dengan jaket milik Ken yang dipinjamkannya untukku. Wangi parfum Itali dari jaket bermerek itu pun masuk di hidungku. Sungguh tak disangka, seorang murid laki-laki yang paling populer dan terkenal dingin di sekolah, dia yang menolongku saat terkunci di toilet dan bahkan meminjamkan jaketnya untukku.
Tak hanya itu dia juga membawa jahe panas dan kompres hangat untuk mengurangi rasa nyeriku saat disminore (nyeri yang normal terjadi saat haid). Kurasa dia tak seburuk yang kupikirkan sebelumya.
Aku pun langsung mengambil make up pouch di dalam tas ku untuk membuat freeckles baru di wajahku seperti sebelumnya. Tak lupa pula kupakai kacamata tebalku yang ku taruh di samping tempat tidur. Sayangnya rambutku masih sedikit basah dan akhirnya kubiarkan saja tergerai.
"Ngapain aja sih di dalem?" ucap Ken dari balik pintu.
"Kalau mau masuk, masuk aja! Udah kok," jawabku.
Dengan situasi yang masih canggung karena kejadian tak terduga yang baru saja terjadi, Ken pun masuk kedalam. Walaupun seperti biasa Ken hanya menampakkan wajah dingin dan cuek, tetapi sekilas tanpa sadar kulihat wajah dan kupingnya sedikit memerah. Apa dia merasa malu melihatku tadi belum selesai berganti pakaian? Ken pun duduk di samping tempat tidurku sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Bintik-bintik di wajahmu numbuh lagi tuh!" ucap Ken secara tiba-tiba.
"Ah apa? Iya, ini tadi aku gambar lagi barusan hehe. Kamu jangan bilang siapa-siapa ya Ken, kalau sebenernya bintik-bintik ini palsu. Inget, ini rahasia kita!" ucapku dengan wajah polos.
"Dasar cewek aneh, wajahmu sama aja tuh
walaupun nggak ada bintik-bintik nya!" sahut Ken.
"Apasih? Kamu tuh yang aneh! Gini-gini di sekolah lamaku dulu aku juga dijuluki sebagai dewi sekolah tau! Nyebelin banget sih kamu," ucapku dengan sedikit kesal.
Dengan tatapan mata yang dingin dan cueknya, Ken hanya terdiam. "Besok aku ada pertandingan renang, kamu nggak usah ikut nonton!" sahut Ken secara tiba-tiba.
"Ah apa? Emangnya kenapa?" tanyaku dengan terkejut.
"Aku gak mau aja ada makin banyak cewek berisik disana," jawab Ken dengan nada datar.
"Gila kamu ya ... kok pede banget! Siapa juga yang mau nonton kamu!" sahutku. "Udah kamu pergi aja sana, aku udah whatsapp temen-temen ku kok kalau aku ada disini," timpaku lagi.
"Oke kalau gitu, aku juga nggak mau lama-lama sama kamu berisik," ucap Ken lalu pergi.
Entah apa yang dipikirkan lelaki itu, walaupun sikapnya yang terkesan dingin dan kata-kata yang keluar dari mulutnya juga terkadang tidak enak di dengar, tetapi dibalik semua itu dia juga memiliki sifat perhatian yang sulit untuk dijelaskan.
"Rubyyyyyyyy ... kamu kenapa lagi kok bisa ada disini?" teriak Anggita dari kejauhan sambil berlari menghampiriku.
"Ah enggak, aku cuma sakit perut aja kok nggit, biasa datang bulan," jawabku.
"Loh terus seragam kamu kenapa? Dan jaket siapa ini yang kamu pake?" tanya Anggita dengan penasaran.
"Oh ini jaketnya Ken," jawabku.
"Hah apaaaa?" Sahut Anggita, Nina, dan Sabina dengan terkejut.
"Jaketnya Ken yang ganteng itu? Lah kok bisa? Gimana ceritanya? Dia beneran yang minjemin sendiri ke kamu?" cerca Anggita seakan tak percaya.
"Iya.. jadi gini ceritanya, tadi tuh waktu di toilet ada yang sengaja ngunciin dan ngguyur aku pakai air, lalu Ken yang nolongin aku," jawabku.
"Hah, siapa yang sengaja ngelakuin itu? Kamu tahu orangnya nggak? tanya Sabina.
"Enggak tau, suaranya aja nggak tau." jawabku. "Udah, biarin nggak papa kok, lagian sekarang aku nggak kenapa-kenapa," tindihku.
"Hmm syukurlah kalau gitu, tapi kenapa aku jadi iri banget sih sama kamu By. Aku mimpi buat megang jaketnya Ken aja nggak pernah! Kenapa bukan aku aja sih tadi yang dikunciin di toilet lalu Ken yang nolongin aku! Huaaaaa," celetuk Anggita dengan histeris sambil berkhayal.
"Tuh kan mulai lagi deh kalau ngomongin Ken suka heboh sendiri," ejek Sabina.
"Oh ya Nin kamu kok diem aja sih dari tadi? Apa kamu masih sakit? Kalau masih sakit tiduran di sini aja nih sama aku." sahutku yang tak sengaja melihat Nina yang hanya berdiam diri dengan wajah yang pucat.
"Nggak papa aku cuman sedikit pusing aja kok," jawab Nina.
Keesokan harinya
"Ruby sini cepetan lihat lipstik ku udah on belum?" tanya Anggita yang sedang memegang kaca ditangannya.
"Udah.. udah.. kenapa sih kok pada ribet banget hari ini?" tanyaku dengan wajah cuek.
"Loh kamu nggak tau apa? Hari ini kan ada perlombaan renangnya Ken mewakili sekolah, mangkanya dia nggak ada di kelas sekarang, kamu nanti pokoknya harus ikut sama aku dan yang lain," jawab Anggita dengan penuh semangat.
Aku pun teringat kemarin Ken juga sempat bilang padaku kalau hari ini dia akan mengikuti perlombaan renang, dan dengan anehnya dia malah ingin aku tidak ikut melihatnya bertanding. Sekarang melihat banyaknya murid-murid perempuan yang sangat antusias dan tidak sabar untuk mendukungnya, aku sedikit mengerti mengapa Ken tidak ingin aku ikut juga melihatnya di pertandingan, mungkin karena dia tidak begitu suka dengan suara teriakan histeris para fansgirls nya yang terlalu berlebihan. Apakah dia juga menganggapku sama seperti yang lainnya? menganggap kalau aku adalah salah satu dari fansgirls nya yang berisik.
Tidak !
"Kayaknya aku nggak bisa ikutan deh guys.. Kalian nonton sendiri aja ya!" ucapku secara tiba-tiba.
"Kenapa By?" tanya Nina.
"Apaan sih? Kamu tuh kemarin habis di tolongin sama Ken masa sekarang nggak mau dukung dia, nggak bisa pokoknya kamu harus ikut juga," oceh Anggita.
Aku pun tak bisa berkata lagi mengingat dia kemarin yang menolongku saat aku terkunci sendirian di dalam toilet, dan jaket miliknya pun masih ada di rumahku karena belum kering sehabis dicuci.
"Hm ... oke deh aku ikut," jawabku dengan pasrah.
Di kolam renang indoor sekolah
"Kyaaaaaaa lihat tuh si Ken!"
"Astaga ... astaga Ken."
"Gila, ganteng banget!"
"Sumpah lihat roti sobeknya! gue ngiler!"
"Ya ampun kenapa cool banget aku nggak kuat!"
"Bahagia banget ya Allah aku di sekolah ini bisa lihat cowok seganteng Ken, Alhamdulillah...."
Beberapa siswi yang melihat Ken langsung heboh sendiri. Ken hanya diam dan menghela nafas seolah dia sudah terbiasa menjadi sorotan. Ken merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka, tapi dia berusaha untuk tidak peduli. Tak lama kemudian Ken melihat ke arahku dan mata kami pun berpapasan sejenak.
Di pertandingan yang lalu Ken adalah perenang yang memenangkan lomba renang pada babak semifinal karena sudah menyelesaikan jarak lintasan tercepat, dan sekarang dia pun berhasil maju ke babak final dalam pertandingan ini.
Tak sadar disaat para peserta lomba berdiri di tepian kolam dan bersiap untuk meluncur, mataku hanya terfokus pada Ken. Sosok yang menjadi sorotan karena tubuhnya yang tinggi, kulitnya yang putih bersih dan wajahnya yang tampan seolah membuat mata para wanita disini tak bisa berkedip.
Para peserta pun melakukan posisi start diatas balok start, dengan badan dibungkukkan ke arah air dan lutut sedikit di tekuk untuk bersiap meloncat.
"One.. two.. three.. Pruiiiitttt.." suara peluit sebagai aba-aba, di susul dengan tembakan pistol start yang menandakan saatnya peserta untuk mulai meloncat ke dalam air.
"Byuuuurrrrrr..."
Sontak seluruh murid yang ada disini mulai histeris berteriak memanggil nama Ken. Tetapi tidak untukku. Saat aku melihat Ken meloncat kedalam air tiba-tiba rasanya dadaku sakit sekali, seperti aku pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya. Ditengah keramaian para pendukung yang berteriak memanggil nama Ken, kepalaku terasa berat, nafasku terasa sesak. Ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Pandangan mataku pun tiba-tiba gelap dan seketika aku jatuh pingsan.
"Putri Ruby ... Putri Ruby ...." Saat aku membuka mata samar-samar kulihat sosok pangeran yang sering ada dalam mimpiku, dia berada dihadapanku sedang memanggil namaku dengan keadaan tubuh yang tengah basah kuyup seperti sedang menyelamatkan seseorang yang usai tenggelam. Apa maksud semua ini? Apakah ini sebuah teka-teki kehidupanku di masa lalu?
***
.
.
.
.
.
*Mohon dukungannya untuk Author ya :) dengan klik favorit, like, vote dan komen..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
seruuu sekali Kak aku menikmati....
2022-05-26
0
⍣⃝ƒᴬᴮ•サᶳᴺᵀ₀₆❥ͥ ͣ͢ ͫʀɪᴀɴ s꧂
bingung
2021-12-20
0
Eliyana Mustikarini
ceritany menarik
👍👍👍👍
2021-11-14
2