Caffe Latte

"Wow lihat siapa itu?"

"Lihat deh cowok itu ganteng banget,"

"Kyaaa ... nggak rugi aku kesini tadi,"

"Subhanallah siapa dia?"

"Alhamdulillah aku disuruh Ibuk beli roti,"

Beberapa pelanggan wanita yang melihat Ken lagi-lagi heboh sendiri. Ken berusaha untuk tidak peduli karena dia sudah terbiasa menjadi sorotan. Dia hanya berdiam sejenak memperhatikan kami bertiga dari kejauhan, tatapan matanya dingin lebih dingin dari biasanya, lalu dia pun mulai mendekat.

"Ad ... a yang bisa dibantu? Ken?" ucapku terbata-bata masih tidak percaya Ken sedang berada di Toko Kue sekarang.

"Mau ambil jaket!" ucap Ken dengan singkat.

Seketika aku langsung teringat bahwa Ken pernah meminjamkan jaket miliknya saat aku terkunci dan diguyur air oleh seseorang tak dikenal di dalam toilet, namun aku lupa untuk mengembalikannya.

"Haish, kok bisa lupa sih aku ... dasar Ruby bodoh," gumamku.

"Ah iya, sudah aku cuci tapi lupa ngembalikan ke kamu, maaf ya Ken," ucapku. "Kamu duduk dulu disini biar aku ambilkan," sahutku lagi.

"Oh ya, kamu mau minum apa Ken? Sama kuenya sekalian?" tanyaku.

"Caffe Latte sama kue yang pernah kamu kasih dulu." jawab Ken sambil mengambil kursi untuk dia duduki.

"Hmm, kue Tiramisu ya, oke ..., tunggu sebentar ya Ken." Aku bergegas mengambil kue dan minuman pesanan Ken dan segera pergi untuk mengambil jaket milik Ken di sebelah rumah, karena kebetulan Toko Kue dan rumahku bersebelahan.

***

"Ken, kamu jauh-jauh kesini cuman mau ambil jaket?" tanya Anggita seakan penasaran.

Ken hanya mengangkat sebelah alisnya mendengar pertanyaan Anggita, dia hanya diam dan tak mau mengatakan apapun.

"Hai Ken, apa kabar? Kita nggak pernah ketemu di luar kelas seperti ini ya sebelumnya?" sapa Reyhan dengan senyuman ramah.

Lagi-lagi Ken hanya diam tak menghiraukan sapaan dari Reyhan sama sekali. Sangat sulit untuk mengajaknya bicara, apalagi mendapatkan senyuman balasan darinya, seakan hal yang sangat mustahil.

***

Setibanya di Toko Kue setelah aku berlarian mengambil jaket milik Ken, aku pun mengembalikan jaket yang sudah ku tata rapi dan wangi di dalam sebuah tas kertas berwarna biru.

"Ini Ken makasih ya, maaf telat ngembalikan ke kamu soalnya lupa hehee, tapi aku nggak ada niat buat ngambil jaket mu kok, beneran!" ucapku sambil mengangkat dua jariku dengan spontan.

"Nggak papa," jawab Ken.

Aku pun mengambil tempat duduk di sebelah Anggita karena merasa lelah usai berlarian. Nafasku masih terengah-engah dan dahiku sedikit basah. Tiba-tiba Reyhan mengambil tisyu yang ada di atas meja dan diberikannya padaku.

"Ini buat ngelap keringet kamu tuh," ucap Reyhan sambil menyodorkan tisyu.

"Hmm, makasih ya Rey," aku pun menerimanya dan langsung mengusap dahiku yang sedikit basah.

"Nih minum aja air mineral punyaku, belum ku buka kok, kayaknya kamu haus banget," sahut Reyhan.

"Ah, nggak usah, kamu minum aja, aku bisa ambil di dalem kok," jawabku.

"Ciyeee Reyhan dari tadi perhatian amat sih sama Ruby hahaha," celetuk Anggita yang lagi-lagi menggodaku dengan Reyhan.

"Ih, apa'an sih Nggit, dasar ngawur aja kamu tuh dari tadi," sahutku.

"Oh ya Ken, gimana kuenya? Kamu suka kue rasa Tiramisu ya?" tanyaku.

"Hm." Hanya kata itu yang keluar dari mulut Ken sambil terus memakan kue di mejanya.

Seketika suasana pun menjadi semakin canggung. Tak lama Ibuku datang menghampiri dengan membawa beberapa potong kue dan minuman Caffe Latte di atas baki yang ada di tangannya.

"Ruby ini minum dulu kamu kan suka Caffe Latte." Ibuku menaruh secangkir Caffe Latte itu di atas meja.

"Hem, sama kayak Ken dong, barusan Ken juga pesen Caffe Latte," sahut Anggita.

"Loh nak Ken disini juga?" ucap Ibuku sambil tersenyum melihat Ken.

"Hah emangnya Ken sering ke rumahmu ya Ruby?" tanya Anggita secara tiba-tiba karena terkejut.

"Heee? Enggak kok Nggit, cuman sekali doang waktu nganterin aku yang habis pingsan itu," jawabku.

"Maaf ya tante baru bisa nyapa kalian sekarang, soalnya tadi kebetulan banyak pelanggan datang jadi agak repot," sahut Ibuku.

"Enggak papa kok tante, kita malahan yang nggak enak udah ngerepotin di sini." Reyhan menjawab dengan senyuman ramah.

"Hmm anak yang baik." Ibu tersenyum melihat ke arah Reyhan. "Oh ya nama kalian siapa nak?" sahut Ibuku.

"Saya Anggita tante, kalau yang di sebelah saya ini namanya Reyhan, dia ketua kelas kita," ucap Anggita. "Reyhan ini baik banget loh tante dia suka nolongin Ruby, ya kan Rey?" celetuk Anggita sambil tersenyum menggoda ke Arah Reyhan.

"Oh gitu ya, makasih ya nak Rey, Ruby emang gitu kadang sukanya bikin ulah dan ceroboh, Ibu nitip ke kalian ya kalau di sekolah," ucap Ibuku.

"Ih ... Ibu mulai deh ... sukanya jelek-jelekin aku terus kalau ada temen-temen," gumamku sambil memanyunkan bibir.

"Hehe enggak kok tante, Ruby anaknya baik kalau di sekolah, dan dia selalu ceria dan tulus." Reyhan tersenyum dan seakan membelaku.

Seketika kami semua pun tak bergeming, Reyhan memang anak yang baik, tapi terlewat baik sampai membelaku di depan Ibuku sendiri.

"Tuh, hehe aku anak yang baik katanya Bu," sahutku dengan canggung memecah keheningan.

"Hem ya udah kalian lanjutin dulu, tante mau ke dapur dulu ya, itu ada pelanggan," sahut Ibuku sambil bergegas pergi melayani pelanggan.

Sore ini begitu dingin dan sedikit mendung, kami berada di tempat duduk yang paling ujung, jarak terdekat melihat pemandangan bunga-bunga yang indah, Ibuku memang sengaja menaruh banyak bunga di dalam Toko Roti karena dia sangat menyukai bunga.

Tanpa sadar tatapanku melihat ke arah Ken yang sedang duduk tepat di depanku. Dia memandangi cangkir Caffe Latte di hadapannya. Uap tak lagi mengepul dari cangkir itu karena dia sudah cukup lama mendiamkan minumannya. Dia tetap memandanginya dengan tatapan menerawang. Seolah berusaha menarik keluar seluruh kenangan yang pernah dia pendam dalam-dalam.

Kenangan yang dipaksa untuk diputar kembali oleh masa lalunya. Kenangan yang selalu membangkitkan penyesalannya. Kenangan yang membawa air mata. Seketika aku teringat perkataan Ibuku jika semua yang terlihat baik di luar belum tentu baik-baik saja di dalamnya. Sebenarnya apa yang sedang dipikirkan oleh Ken dengan memandangi secangkir Caffe Latte itu.

Tanpa sadar aku terus memperhatikannya begitu dalam, tiba-tiba Ken melihat ke arahku, mata kami pun bertemu dan alisnya menyatu ketika menatapku. Lebih tepatnya menatapku di depannya yang terus memandanginya sejak tadi.

"Udah puas kamu lihatnya?"

Sebuah kata yang terucap dari mulutnya, seketika membuat beberapa pengunjung Toko melihat ke arah kami, termasuk Anggita dan Reyhan. Sementara aku hanya diam. Tertegun. Hanya sanggup memikirkan alasan apa yang akan kukatakan nanti.

***

.

.

.

.

.

*Mohon dukungannya untuk Author ya :) dengan klik favorit, like, vote dan komen..

Terpopuler

Comments

ARA

ARA

idih si Ken..galak-galak tapi diam2 seneng sama Ruby😜😀😀😀

2022-02-15

0

Koket Ayu

Koket Ayu

nanya kenapa kopinya ngga diminum sama Ken ... apa peelu dibikinkan lagi ...😋😋

2021-07-26

0

annisa sullivan

annisa sullivan

belum puas ken, aku masih mau mandangin kamu

2021-03-26

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Penyamaran
3 Teman
4 Roti Sobek
5 Kesedihan Pangeran Hanz (Mimpi)
6 Kue
7 Freeckles
8 Perlombaan
9 Deja Vu
10 Senyuman
11 Marah
12 PENGUMUMAN VISUAL
13 Lelaki Lembut
14 Bersembunyi
15 Sendok Emas
16 Caffe Latte
17 Caffe Latte 2
18 Siluet Punggung
19 Cookies Buatan Ibu
20 Kecewa
21 Kesedihan Ayah dan Ibu (Mimpi)
22 Greentea Cheese dan Reyhan
23 Filosofi Pohon
24 Ruby si Upik Abu
25 Love Test for Reyhan
26 Love Test for Reyhan (2)
27 First Kiss
28 Apakah Dia Mengenalku?
29 Ujian Akhir Semester
30 Rahasia
31 It's Time to Change
32 It's Time to Change (2)
33 It's Time to Change (3)
34 Liburan di Pulau Bali
35 Permainan Bola Kertas
36 Hal yang Mengejutkan
37 Lubang Hitam
38 Ken Psycopath?
39 Rahasia Kecil
40 Hukuman Ayah dan Ibu (Mimpi)
41 Second Kiss
42 Surat Kabar
43 Teman Masa Kecil
44 Reyhan POV
45 Reyhan POV (Setitik Cahaya)
46 Perjalanan Pulang
47 Menunggumu
48 Siapa Sesungguhnya Di Balik Semuanya?
49 Gantungan Kunci
50 Gunung Es Mencair?
51 Sirloin Steak
52 Jadian
53 Hujan
54 Surat Misterius
55 Pertandingan Basket
56 Lily Putih
57 Mie Ramyun
58 Situs Web Sekolah
59 Gadis Kecil Menangis (Mimpi)
60 Pengakuan Reyhan
61 Setitik Kebenaran
62 Kencan Pertama
63 Kecupan Perpisahan
64 Naik Kereta Api
65 Siapa Gadis Itu? (Mimpi)
66 Secercah Harapan
67 Titik Terang
68 Saat Terakhir
69 S2 ~ Reinkarnasi
70 S2 ~ Permainan Dimulai
71 S2 ~ Pertemuan Pertama
72 S2 ~ Cambukan
73 S2 ~ Serigala Berbulu Domba
74 S2 ~ Kekesalan
75 S2 ~ Tak Seindah Dongeng
76 S2 ~ Pesta Pengenalan Regina
77 S2 ~ Berdansa
78 S2 ~ Genggaman Pertama
79 S2 ~ Time Travel 2
80 S2 ~ Istana Karoling
81 S2 ~ Sambal Terong
82 S2 ~ Pangeran Felix
83 S2 ~ Pangeran Hanz
84 S2 ~ Acara Minum Teh
85 S2 ~ Ksatria Merah
86 S2 ~ Melarikan Diri
87 S2 ~ Curahan Hati
88 S2 ~ Pemilihan Regina Tahap Kedua
89 S2 ~ Pangeran Mesum
90 S2 ~ Perasaan
91 S2 ~ Jawaban
92 S2 ~ The Secret
93 S2 ~ Perangkap
94 S2 ~ Pernyataan Cinta
95 S2 ~ Semangat
96 S2 ~ Crying
97 S2 ~ Penobatan
98 S2 ~ Kesepakatan
99 S2 ~ New Day
100 S2 ~ Penyamaran
101 S2 ~ Rindu
102 S2 ~ Sapu Tangan
103 S2 ~ Foie Gras dan Ratatouille
104 S2 ~ Ginger
105 S2 ~ Black Death
106 S2 ~ Wangi Lavender
107 S2 ~ Usulan Ruby
108 S2 ~ Memperbaiki Benang Kusut?
109 S2 ~ Salep
110 S2 ~ Sisi Lain
111 S2 ~ Kesal
112 S2 ~ Baling-baling Bambu
113 S2 ~ Rapat Delegasi
114 S2 ~ Rapat Delegasi 2
115 S2 ~ Cemburu
116 S2 ~ Membuka Tirai
117 S2 ~ Matahari Terbit Lagi
118 S2 ~ Awal Hari Baru
119 S2 ~ Genggaman Hangat
120 S2 ~ Kaisar Bucin
121 S2 ~ Rumah Ginger
122 S2 ~ Masalah Air Bersih
123 S2 ~ Masalah Air Bersih 2
124 S2 ~ A Kiss That's You Can't Resist
125 S2 ~ Ruby is an Angel of Love
126 S2 ~ Ruby is an Angel of Love 2
127 S2 ~ It's Not Dream
128 S2 ~ Barbara Bar-Bar
129 S2 ~ Nilai 7 Dari Kaisar
130 S2 ~ The Story About a Witch
131 S2 ~ The Story About a Witch 2
132 S2 ~ Tekhnologi Tepat Guna
133 S2 ~ Senyuman Menawan Lelaki Tampan
134 S2 ~ Mata-mata
135 S2 ~ Masalah Air Telah Usai
136 S2 ~ Rencana Jahat
137 S2 ~ Rambut Brokoli
138 S2 ~ Gadis yang Bersinar
139 S2 ~ Bukti Mencurigakan
140 S2 ~ Pinky Promise
141 S2 ~ Wanita Paruh Baya
142 S2 ~ Dokter Patricia
143 S2 ~ Sejarah Kopi di Benua Eropa
144 S2 ~ Diabaikan
145 S2 ~ Kesal
146 S2 ~ Kopi Bubuk
147 S2 ~ Terbalaskan
148 S2 ~ Tenda Biru Tua
149 S2 ~ Your Grades Still Remain
150 S2 ~ Modus
151 S2 ~ Rayuan Lily
152 S2 ~ Menepati Janji
153 S2 ~ Hari Bahagia Bersamanya
154 S2 ~ Dibius
155 S2 ~ Satu Lagi Kepingan Puzzle
156 S2 ~ Rasa Takut
157 S2 ~ Kecurigaan
158 S2 ~ Titik Terang
159 S2 ~ Lily is a Witch
160 S2 ~ Sosok Yang Dirindukan
161 S2 ~ Saat Terakhir
162 S2~ New World
163 S2 ~ On The Way
164 S2 ~ My Prince (END)
165 Pengumuman
166 S3 ~ Flashback
167 S3 ~ Melepas Rindu
168 S3 ~ Berjalan-jalan
169 S3 ~ Sayang
170 S3 ~ Ken Mesum?
171 S3 ~ Ken Mesum? (2)
172 S3 ~ Sosok Lama
173 S3 ~ Flying Fish Channel
174 S3 ~ Gunung Es Mencair
175 S3 ~ Flashback Reyhan & Sabina
176 S3 ~ Breakfast Together
177 S3 ~ Lukisan
178 S3 ~ Remember
179 S3 ~ Firasat Buruk
180 S3 ~ The Secret
181 S3 ~ Ambyar
182 S3 ~ Tersedak
183 S3 ~ Keano Abian
184 S3 ~ Cincin dan Rindu
185 S3 ~ Aura Suram
186 S3 ~ Dua Kutub yang Berbeda
187 S3 ~ Pesan Singkat
188 S3 ~ Miranda
189 S3 ~ Jembatan Keledai
190 S3 ~ Benci Jadi Cinta?
191 S3 ~ Kutu Mati
192 S3 ~ Hari Terakhir
193 S3 ~ Ken's Story
194 S3 ~ Pertarungan Sengit
195 S3 ~ A Thousand Years
196 S3 ~ Mata Tidak Bersalah
197 S3 ~ CPR
198 S3 ~ Breathing
199 S3 ~ Salah Bicara
200 S3 ~ Pendekatan
201 S3 ~ Informasi Dari Reyhan
202 S3 ~ Kisah Baru
203 S3 ~ Teman Lama
204 S3 ~ Married?
205 S3 ~ Operan
206 S3 ~ Pesona Ruby
207 S2 ~ Cemburu?
208 S3 ~ Cemburu? (2)
209 S3 ~ Hitam Berenda
210 S3 ~ Kode
211 S3 ~ Poli Jantung
212 S3 ~ Don't Hate Me
213 S3 ~ Reuni
214 Pengumuman
215 S3 ~ Candelaria Bar
216 S3 ~ Candelaria Bar (2)
217 S3 ~ Truth or Dare
218 S3 ~ Pompa balon intra-aorta (IABP)
219 S3 ~ Kafetaria
220 S3 ~ Bus
221 S3 ~ Dua Lelaki
222 S3 ~ Tiga Lelaki
223 S3 ~ Cemburu Kecil
224 S2 ~ Siapakah wanita itu?
225 S3 ~ Red Velvet
226 S3 ~ Cemburu Lagi
227 S3 ~ Menuju Titik Terang
228 S3 ~ Titik Terang
229 S3 ~ Virus
230 S3 ~ Virus 2
231 S3 ~ Virus 3
232 S3 ~ Virus 4
233 S3 ~ Last Virus
234 Epilog
235 PENGUMUMAN
236 Bonus Chapter 1
237 Bonus Chapter 2
238 Bonus Chapter 3
239 Bonus Chapter 4
240 Bonus Chapter 5
241 Bonus Chapter 6
242 Bonus Chapter 7
243 END
244 PENGUMUMAN
245 Pengumuman
Episodes

Updated 245 Episodes

1
Prolog
2
Penyamaran
3
Teman
4
Roti Sobek
5
Kesedihan Pangeran Hanz (Mimpi)
6
Kue
7
Freeckles
8
Perlombaan
9
Deja Vu
10
Senyuman
11
Marah
12
PENGUMUMAN VISUAL
13
Lelaki Lembut
14
Bersembunyi
15
Sendok Emas
16
Caffe Latte
17
Caffe Latte 2
18
Siluet Punggung
19
Cookies Buatan Ibu
20
Kecewa
21
Kesedihan Ayah dan Ibu (Mimpi)
22
Greentea Cheese dan Reyhan
23
Filosofi Pohon
24
Ruby si Upik Abu
25
Love Test for Reyhan
26
Love Test for Reyhan (2)
27
First Kiss
28
Apakah Dia Mengenalku?
29
Ujian Akhir Semester
30
Rahasia
31
It's Time to Change
32
It's Time to Change (2)
33
It's Time to Change (3)
34
Liburan di Pulau Bali
35
Permainan Bola Kertas
36
Hal yang Mengejutkan
37
Lubang Hitam
38
Ken Psycopath?
39
Rahasia Kecil
40
Hukuman Ayah dan Ibu (Mimpi)
41
Second Kiss
42
Surat Kabar
43
Teman Masa Kecil
44
Reyhan POV
45
Reyhan POV (Setitik Cahaya)
46
Perjalanan Pulang
47
Menunggumu
48
Siapa Sesungguhnya Di Balik Semuanya?
49
Gantungan Kunci
50
Gunung Es Mencair?
51
Sirloin Steak
52
Jadian
53
Hujan
54
Surat Misterius
55
Pertandingan Basket
56
Lily Putih
57
Mie Ramyun
58
Situs Web Sekolah
59
Gadis Kecil Menangis (Mimpi)
60
Pengakuan Reyhan
61
Setitik Kebenaran
62
Kencan Pertama
63
Kecupan Perpisahan
64
Naik Kereta Api
65
Siapa Gadis Itu? (Mimpi)
66
Secercah Harapan
67
Titik Terang
68
Saat Terakhir
69
S2 ~ Reinkarnasi
70
S2 ~ Permainan Dimulai
71
S2 ~ Pertemuan Pertama
72
S2 ~ Cambukan
73
S2 ~ Serigala Berbulu Domba
74
S2 ~ Kekesalan
75
S2 ~ Tak Seindah Dongeng
76
S2 ~ Pesta Pengenalan Regina
77
S2 ~ Berdansa
78
S2 ~ Genggaman Pertama
79
S2 ~ Time Travel 2
80
S2 ~ Istana Karoling
81
S2 ~ Sambal Terong
82
S2 ~ Pangeran Felix
83
S2 ~ Pangeran Hanz
84
S2 ~ Acara Minum Teh
85
S2 ~ Ksatria Merah
86
S2 ~ Melarikan Diri
87
S2 ~ Curahan Hati
88
S2 ~ Pemilihan Regina Tahap Kedua
89
S2 ~ Pangeran Mesum
90
S2 ~ Perasaan
91
S2 ~ Jawaban
92
S2 ~ The Secret
93
S2 ~ Perangkap
94
S2 ~ Pernyataan Cinta
95
S2 ~ Semangat
96
S2 ~ Crying
97
S2 ~ Penobatan
98
S2 ~ Kesepakatan
99
S2 ~ New Day
100
S2 ~ Penyamaran
101
S2 ~ Rindu
102
S2 ~ Sapu Tangan
103
S2 ~ Foie Gras dan Ratatouille
104
S2 ~ Ginger
105
S2 ~ Black Death
106
S2 ~ Wangi Lavender
107
S2 ~ Usulan Ruby
108
S2 ~ Memperbaiki Benang Kusut?
109
S2 ~ Salep
110
S2 ~ Sisi Lain
111
S2 ~ Kesal
112
S2 ~ Baling-baling Bambu
113
S2 ~ Rapat Delegasi
114
S2 ~ Rapat Delegasi 2
115
S2 ~ Cemburu
116
S2 ~ Membuka Tirai
117
S2 ~ Matahari Terbit Lagi
118
S2 ~ Awal Hari Baru
119
S2 ~ Genggaman Hangat
120
S2 ~ Kaisar Bucin
121
S2 ~ Rumah Ginger
122
S2 ~ Masalah Air Bersih
123
S2 ~ Masalah Air Bersih 2
124
S2 ~ A Kiss That's You Can't Resist
125
S2 ~ Ruby is an Angel of Love
126
S2 ~ Ruby is an Angel of Love 2
127
S2 ~ It's Not Dream
128
S2 ~ Barbara Bar-Bar
129
S2 ~ Nilai 7 Dari Kaisar
130
S2 ~ The Story About a Witch
131
S2 ~ The Story About a Witch 2
132
S2 ~ Tekhnologi Tepat Guna
133
S2 ~ Senyuman Menawan Lelaki Tampan
134
S2 ~ Mata-mata
135
S2 ~ Masalah Air Telah Usai
136
S2 ~ Rencana Jahat
137
S2 ~ Rambut Brokoli
138
S2 ~ Gadis yang Bersinar
139
S2 ~ Bukti Mencurigakan
140
S2 ~ Pinky Promise
141
S2 ~ Wanita Paruh Baya
142
S2 ~ Dokter Patricia
143
S2 ~ Sejarah Kopi di Benua Eropa
144
S2 ~ Diabaikan
145
S2 ~ Kesal
146
S2 ~ Kopi Bubuk
147
S2 ~ Terbalaskan
148
S2 ~ Tenda Biru Tua
149
S2 ~ Your Grades Still Remain
150
S2 ~ Modus
151
S2 ~ Rayuan Lily
152
S2 ~ Menepati Janji
153
S2 ~ Hari Bahagia Bersamanya
154
S2 ~ Dibius
155
S2 ~ Satu Lagi Kepingan Puzzle
156
S2 ~ Rasa Takut
157
S2 ~ Kecurigaan
158
S2 ~ Titik Terang
159
S2 ~ Lily is a Witch
160
S2 ~ Sosok Yang Dirindukan
161
S2 ~ Saat Terakhir
162
S2~ New World
163
S2 ~ On The Way
164
S2 ~ My Prince (END)
165
Pengumuman
166
S3 ~ Flashback
167
S3 ~ Melepas Rindu
168
S3 ~ Berjalan-jalan
169
S3 ~ Sayang
170
S3 ~ Ken Mesum?
171
S3 ~ Ken Mesum? (2)
172
S3 ~ Sosok Lama
173
S3 ~ Flying Fish Channel
174
S3 ~ Gunung Es Mencair
175
S3 ~ Flashback Reyhan & Sabina
176
S3 ~ Breakfast Together
177
S3 ~ Lukisan
178
S3 ~ Remember
179
S3 ~ Firasat Buruk
180
S3 ~ The Secret
181
S3 ~ Ambyar
182
S3 ~ Tersedak
183
S3 ~ Keano Abian
184
S3 ~ Cincin dan Rindu
185
S3 ~ Aura Suram
186
S3 ~ Dua Kutub yang Berbeda
187
S3 ~ Pesan Singkat
188
S3 ~ Miranda
189
S3 ~ Jembatan Keledai
190
S3 ~ Benci Jadi Cinta?
191
S3 ~ Kutu Mati
192
S3 ~ Hari Terakhir
193
S3 ~ Ken's Story
194
S3 ~ Pertarungan Sengit
195
S3 ~ A Thousand Years
196
S3 ~ Mata Tidak Bersalah
197
S3 ~ CPR
198
S3 ~ Breathing
199
S3 ~ Salah Bicara
200
S3 ~ Pendekatan
201
S3 ~ Informasi Dari Reyhan
202
S3 ~ Kisah Baru
203
S3 ~ Teman Lama
204
S3 ~ Married?
205
S3 ~ Operan
206
S3 ~ Pesona Ruby
207
S2 ~ Cemburu?
208
S3 ~ Cemburu? (2)
209
S3 ~ Hitam Berenda
210
S3 ~ Kode
211
S3 ~ Poli Jantung
212
S3 ~ Don't Hate Me
213
S3 ~ Reuni
214
Pengumuman
215
S3 ~ Candelaria Bar
216
S3 ~ Candelaria Bar (2)
217
S3 ~ Truth or Dare
218
S3 ~ Pompa balon intra-aorta (IABP)
219
S3 ~ Kafetaria
220
S3 ~ Bus
221
S3 ~ Dua Lelaki
222
S3 ~ Tiga Lelaki
223
S3 ~ Cemburu Kecil
224
S2 ~ Siapakah wanita itu?
225
S3 ~ Red Velvet
226
S3 ~ Cemburu Lagi
227
S3 ~ Menuju Titik Terang
228
S3 ~ Titik Terang
229
S3 ~ Virus
230
S3 ~ Virus 2
231
S3 ~ Virus 3
232
S3 ~ Virus 4
233
S3 ~ Last Virus
234
Epilog
235
PENGUMUMAN
236
Bonus Chapter 1
237
Bonus Chapter 2
238
Bonus Chapter 3
239
Bonus Chapter 4
240
Bonus Chapter 5
241
Bonus Chapter 6
242
Bonus Chapter 7
243
END
244
PENGUMUMAN
245
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!