Sepertinya aku pernah melihat ini, aku pernah mengalaminya, aku pernah berada di kehidupan yang berbeda sebelumnya, batinku dalam hati. Samar-samar aku melihatnya, melihat sosok pangeran itu, dia berada dihadapanku dengan keadaan tubuh yang basah kuyup, seperti sedang menyelamatkan seseorang yang usai tenggelam. Aku melihat jauh kedalam matanya, mata yang penuh kesedihan dan juga kekhawatiran. Aku mendengarnya memanggil namaku "Putri Ruby ... kumohon bangunlah ...."
.
.
.
.
"Ruby ... Ruby ...."
"Dia kenapa tiba-tiba pingsan?"
"Lihat! Lihat! Ada anak pingsan!"
"Ruby.... bangun..."
Seketika terdengar suara yang cukup bising disekitarku, mataku masih terasa berat, nafasku masih terasa sesak, tapi entah mengapa dadaku juga terasa sakit.
Sangat sakit!
Seperti ada sesuatu yang hilang. Sayup-sayup aku mulai membuka mata. Dan aku terkejut! Dia berada tepat dihadapanku, dengan rambut dan tubuhnya yang masih basah. Seolah aku pernah melihat ini sebelumnya. Aku juga bisa merasakan jauh ke dalam matanya, mata yang penuh dengan kesedihan dan juga kekhawatiran, seakan mimpi yang baru saja ku alami sekarang muncul kembali dihadapanku. Dia adalah Ken.
"Ruby, bangun!" ucap Ken dengan nada panik.
"Hm...," jawabku lemas yang masih setengah sadar.
Dalam keadaan tubuhku yang tergulai lemas di pangkuannya, dia tanpa ragu mengangkat tubuhku dan membawaku pergi dari kerumunan murid-murid yang lainnya.
Semua mata yang ada disini pun terbelalak melihat Ken yang menggendongku dan berlalu begitu saja. Mereka semua sangat terkejut! Karena di mata mereka aku hanyalah gadis biasa dan jelek yang tak sebanding dengan Ken lelaki yang mereka idam-idamkan. Bagaimana bisa? Seorang lelaki casanova yang dikagumi banyak gadis cantik disini mau mengangkat tubuh seorang gadis sepertiku. Dan lagi dia rela meninggalkan pertandingan hanya demi menolongku. Suasana pun semakin ricuh.
Akupun dibawa oleh Ken menuju ke kamar ganti yang letaknya tak jauh dari kolam renang. Dia meletakkanku di kursi panjang dan berkata, "Kamu tunggu disini dulu!" dan aku hanya mengangguk.
Beberapa menit kemudian, dia keluar dan sudah memakai kaos dengan handuk kecil yang terpasang dilehernya.
"Nih minyak kayu putih!" ucapnya.
"Hmm iya makasih," sahutku dengan nada yang masih sedikit lemas.
"Kamu sehari aja nggak bikin masalah nggak enak ya?" ucap Ken.
Aku pun hanya terdiam..
"Apa sakit banget?" Ken bertanya tanpa ekspresi.
"Hah? Apa?" aku terkejut dengan pertanyaan Ken.
"Disminore?" ucapnya dengan nada dingin.
Rupanya Ken mengira kalau penyebab aku pingsan adalah karena nyeri datang bulan. Aku juga tidak mungkin menceritakan padanya kalau sebenarnya aku tiba-tiba pusing dan pingsan karena melihatnya berenang dan masuk ke dalam air. Apalagi tentang mimpi yang baru saja kualami. Itu semua pasti terdengar aneh baginya. Karena bagiku pun semua itu terasa membingungkan dan tidak masuk akal.
"Iya masih ...." Aku menganggukkan kepala.
"Hm ...." Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.
"Makasih ya udah nolongin aku!" ucapku.
"Ah ya, tapi kenapa kamu tadi nolongin aku? Bukannya katanya kamu nggak pernah mau berurusan sama gadis-gadis di sekolah ini ya? Apa kamu nggak takut para fansgirls mu pada cemburu? Atau jangan-jangan kamu naksir aku?" gerutuku dengan wajah polos.
"Hadeh kamu gila ya?" ucap Ken dengan nada dingin sambil memiringkan alisnya.
"Hehe bercanda doang kok!" celetukku.
"Ya udah kalau gitu aku mau pulang duluan ya Ken! Makasih ya tadi udah di tolongin," ucapku sambil berdiri dan bersiap untuk pergi.
"Biar aku anter," jawabnya dan langsung menarik tanganku.
"Bagaimana bisa begini? Sejak kapan hubungan kami jadi sedekat ini? Entah apa yang dipikirkan olehnya sampai dia perlu mengantarkanku pulang!" gumamku.
Aku pun berjalan dibelakangnya, tanpa sadar dia menggenggam dan menarik tanganku. Ini pertama kalinya bagiku, pertama kali aku merasakan genggaman tangan seorang laki-laki. Rasanya hangat! Seperti genggaman tangan pangeran di dalam mimpiku.
Di samping mobil mewahnya, kami disambut oleh seorang supir yang wajahnya tampak tak asing, namanya Pak Jony. Nama yang pernah dipanggil Ken saat pertama kali aku bertemu dengan mereka, dimana aku terkena cipratan air lumpur dari mobilnya.
"Cepet masuk!" ucap Ken sambil membukakan pintu mobilnya.
"Iya ... iya .... Duh..!" gerutuku.
Di dalam mobil dengan style interior yang mewah dan kabin yang melegakan, tercium aroma parfum coffe yang cukup menenangkan. Aku pun duduk bersandingan dengan Ken di kursi belakang.
Sepanjang perjalanan kami tak berbicara sepatah katapun. Aku dan Ken hanya berdiam menatap keluar jendela. Dalam keheningan yang cukup panjang tiba-tiba terdengar suara dentingan musik dari speaker yang sengaja dinyalakan oleh Ken.
A Thousand Years - Christina Perri
I have died every day waiting for you
(Tiap hari aku tlah mati karena menantimu)
Darling don't be afraid
(Kasih jangan takut)
I have loved you for a thousand years
(Aku tlah mencintaimu ribuan tahun)
I'll love you for a thousand more
(Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi)
Time stands still
(Waktu berhenti berputar)
Beauty in all she is
(Segala tentangnya begitu indah)
I will be brave
(Aku akan berani)
I will not let anything take away
(Takkan kubiarkan segalanya berlalu begitu saja)
What's standing in front of me
(Apa yang menghalangi di depanku)
Every breath
(Tiap tarikan nafas)
Every hour has come to this
(Tiap jam telah sampai di sini)
One step closer
(Selangkah lebih dekat)
And all along I believed I would find you
(Dan selama itu aku yakin aku kan temukan dirimu)
Time has brought your heart to me
(Waktu tlah membawa hatimu padaku)
I have loved you for a thousand years
(Aku tlah mencintaimu ribuan tahun)
I'll love you for a thousand more
(Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi)
One step closer
(Selangkah lebih dekat)
One step closer
(Selangkah lebih dekat)
.
.
.
Tanpa kusadari tiba-tiba air mata di pipiku menetes begitu saja saat ku mendengar lagu itu. Entah mengapa dadaku pun terasa sakit seolah ada suatu perasaan yang tidak dapat dijelaskan.
***
.
.
.
.
.
*Mohon dukungannya untuk Author ya :) dengan klik favorit, like, dan komen..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
Rina Mbozo
lanjut thor🤔🤔
2022-05-28
0
Suharti Suharti
ahh bikinn dak dik Duk torr
2022-05-11
0
Asti Komah
bingung
2022-02-19
0